home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Solusio Plasenta, Komplikasi Kehamilan yang Berbahaya Bagi Ibu dan Bayinya

Solusio Plasenta, Komplikasi Kehamilan yang Berbahaya Bagi Ibu dan Bayinya
Apa itu solusio plasenta?|Tanda-tanda dan gejala solusio plasenta|Kapan saya harus periksa ke dokter?|Penyebab solusio plasenta|Faktor yang meningkatkan risiko solusio plasenta|Komplikasi solusio plasenta|Diagnosis dan pengobatan solusio plasenta|Pengobatan rumahan untuk mengatasi solusio plasenta

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta atau abruptio plasenta (ablasio plasenta) adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Kondisi ini termasuk dalam komplikasi kehamilan yang serius.

Waktu terjadinya abruptio plasenta adalah sebelum kelahiran sehingga plasenta lepas sebelum proses persalinan terjadi.

Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak dapat menempel kembali. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen dan nutrisi pada bayi serta menyebabkan perdarahan saat hamil.

Kondisi tersebut sangat gawat, sehingga perlu dilakukan operasi sesar sesegera mungkin.

Solusio plasenta adalah kondisi yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera.

Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bila tidak diobati bisa membahayakan nyawa ibu dan bayinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Solusio plasenta merupakan gangguan kesehatan yang jarang terjadi tapi sangat serius. Wanita hamil lebih berisiko saat trimester ketiga tetapi hal ini dapat terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan.

Hanya sekitar 1 persen dari seluruh wanita hamil mengalami abruptio plasenta. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala solusio plasenta

Gejala yang sering terjadi pada solusio plasenta adalah:

  • Perdarahan rahim, kontraksi rahim yang tidak normal, dan gawat janin yang dapat diperiksa dari denyut jantung janin.
  • Kontraksi rahim yang sangat nyeri.
  • Lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, nyeri perut, dan nyeri punggung.

Nyeri perut dan nyeri punggung sering dimulai secara tiba-tiba. Perdarahan pada vagina juga dapat sangat bervariasi dan tidak selalu menunjukkan seberapa jauh plasenta telah terpisah dari rahim.

Darah mungkin terperangkap dalam rahim, sehingga mungkin perdarahan tidak terlihat.

Dikutip dari Mayo Clinic, dalam beberapa kasus, solusio plasenta berkembang secara perlahan, hingga menyebabkan perdarahan vagina ringan yang terjadi sesekali.

Bayi mungkin tidak tumbuh secepat yang diharapkan, dan Anda bisa saja memiliki cairan ketuban yang sedikit atau komplikasi lainnya.

Selain itu, gejala yang muncul dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahan solusio plasenta (stadium I, II, dan III):

  • Stadium I: perdarahan ringan dari vagina, kontraksi ringan pada rahim, tanda vital stabil, dan denyut jantung janin tetap. Waktu pembekuan darah normal.
  • Stadium II: perdarahan sedang, kontraksi yang tidak normal, tekanan darah rendah, gawat janin, dan kelainan dalam pembekuan darah.
  • Stadium III: stadium ini merupakan stadium yang paling berat; gejalanya berupa perdarahan dan kontraksi hebat, tekanan darah rendah, kematian janin, dan darah sulit membeku.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Perdarahan vagina;
  • Nyeri perut;
  • Nyeri punggung;
  • Rasa tegang pada rahim secara terus-menerus.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala solusio plasenta atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab solusio plasenta

Penyebab utama abruptio plasenta tidak diketahui dengan pasti, tapi ini bukanlah kondisi yang diturunkan.

Namun, ada beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Trauma langsung pada daerah perut (karena jatuh, kecelakaan mobil, terpukul atau jatuh saat bekerja).
  • Trauma luka jarum suntik di plasenta pada tempat yang salah, perdarahan, hematoma terbentuk setelah saling mengelupas.
  • Jika external cephalic version (ECV) dari dokter kandungan dan petugas kesehatan tidak tepat, hal ini juga menyebabkan risiko solusio plasenta.
  • External Cephalic Version (ECV) merupakan cara untuk mengubah posisi bayi sungsang. Caranya dengan menekan perut dan mengarahkan kepala bayi ke bawah dengan panduan USG. hal ini dapat memicu risiko solusio plasenta

Faktor yang meningkatkan risiko solusio plasenta

Faktor risiko untuk solusio atau abruptio plasenta adalah:

  • Riwayat solusio plasenta sebelumnya
  • Tekanan darah tinggi
  • Trauma pada perut (Benturan pada perut atau kecelakaan)
  • Penyalahgunaan obat
  • Cairan ketuban pecah sebelum waktunya
  • Kelainan pembekuan darah
  • Kehamilan multipel atau kembar yang berisiko mengalami komplikasi
  • Usia di atas 40 tahun

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang hamil di usia tua, khususnya lebih dari 40 tahun.

Komplikasi solusio plasenta

Solusio plasenta dapat menyebabkan masalah dan membahayakan ibu dan juga bayinya. Pada ibu, komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat abruptio plasenta adalah:

  • Masalah pembekuan darah (koagulasi intravaskular diseminata)
  • Syok akibat kehilangan banyak darah
  • Gagal ginjal atau organ lainnya akibat kehilangan darah
  • Perdarahan pada rahim
  • Risiko kambuh lagi sebesar 4 sampai 12 persen

Mengutip dari Radiopaedia, komplikasi pada bayi yang mungkin terjadi yaitu:

  • Lahir prematur, artinya anak lahir sebelum usia kandungan 37 minggu.
  • Pertumbuhan yang terganggu dan terbatas karena tidak mendapat nutrisi yang cukup
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen
  • Janin tidak berkembang (IUGR)
  • Bayi lahir mati (stillbirth)

Stillbirth artinya anak meninggal di dalam kandungan setelah mengandung selama lebih dari 20 minggu.

Diagnosis dan pengobatan solusio plasenta

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Walaupun sulit didiagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan terkait dengan gejala yang dialami, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik, seperti:

  • USG (ultraound), dilakukan untuk mendeteksi plasenta dan kondisi janin.
  • Pemantauan jantung janin, dilakukan untuk menilai kondisi bayi dan memeriksa kontraksi rahim yang terjadi.
  • Tes darah untuk mengetahui kondisi ibu yang anemia karena kehilangan banyak darah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk solusio plasenta?

Perawatan yang dilakukan bergantung pada seriusnya kondisi pasien, seperti:

  • Nyeri di daerah perut
  • Perdarahan pada vagina
  • Gejala syok (pingsan, lemah, mual, dan muntah)
  • Napas memburu

Bila mengalami kondisi di atas, segera lakukan pemeriksaan.

Keparahan kondisi tidak bisa didiagnosis hanya dengan gejala yang muncul, sebab perdarahan kadang tidak terjadi atau hanya sedikit keluar.

Namun, bisa jadi masalah serius karena darah terjebak di antara plasenta dan dinding rahim.

Jenis perawatan yang dilakukan tergantung pada seberapa parah pelepasan plasenta yang terjadi, usia kandungan, dan seberapa besar pengaruhnya bagi bayi.

Bila mengalami kondisi ringan dan bayi tidak mengalami tekanan, bisa menjalani perawatan di rumah dengan rutin sepanjang kehamilan.

Untuk kondisi perdarahan hebat, harus menjalani rawat inap sehingga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan dapat diawasi dengan ketat.

Perdarahan berat mengharuskan Anda mendapatkan transfusi darah untuk mencegah anemia atau gagal organ akibat kekurangan darah.

Bila bayi lahir prematur atau diharuskan untuk dilahirkan segera, akan dilakukan persalinan caesar dan bayi harus mendapat perawatan yang dibutuhkan di rumah sakit.

Pengobatan rumahan untuk mengatasi solusio plasenta

Anda mungkin tidak bisa mencegah terjadinya solusio plasenta. Namun, Anda bisa mengurangi faktor risiko tertentu.

Sebagai contoh, tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan tidak merokok saat hamil. Selalu gunakan peralatan keselamatan dalam berkendara untuk menghindari terjadinya cedera pada perut.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi abruptio plasenta:

  • Melakukan pemeriksaan kontrol kehamilan secara rutin untuk deteksi abruptio plasenta untuk mendapat penanganan segera di rumah sakit.
  • Pengobatan untuk penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi untuk menurunkan risiko abruptio plasenta.

Jika pernah mengalami solusio plasenta, dan merencanakan kehamilan lagi, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui cara mengurangi risiko mengalami solusio plasenta kembali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(COVID-19), C., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). What Is Placental Abruption?. Retrieved 31 March 2020, from https://www.webmd.com/baby/what-is-placental-abruption#1

Placental Abruption: Risks, Causes, Symptoms and Treatment. (2012). Retrieved 31 March 2020, from http://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/placental-abruption/

Placental abruption | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org. (2020). Retrieved 27 August 2020, from https://radiopaedia.org/articles/placental-abruption

Placental Abruption: Diagnosis, Tests, Management and Treatment. (2020). Retrieved 27 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9435-placental-abruption

Schmidt, P., Skelly, C., & Raines, D. (2020). Placental Abruption (Abruptio Placentae). Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482335/

Abruptio Placentae: Practice Essentials, Etiology, Epidemiology. (2020). Retrieved 31 March 2020, from https://emedicine.medscape.com/article/252810-overview

Placental abruption – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 31 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placental-abruption/symptoms-causes/syc-20376458

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 13/12/2017
x