Solusio Plasenta

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta atau abruptio plasenta (ablasio plasenta) adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Hal ini jarang terjadi namun merupakan komplikasi yang serius dalam kehamilan. Plasenta adalah bagian tubuh yang bertugas memberikan nutrisi pada bayi selama kehamilan.

Waktu terjadinya abruptio plasenta adalah sebelum kelahiran. Jadi, plasenta lepas sebelum proses persalinan terjadi.  Solusio plasenta dapat dibagi menjadi 3 stadium, I, II, dan III, dari ringan hingga berat.

Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak dapat menempel kembali. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen dan nutrisi pada bayi serta menyebabkan perdarahan hebat pada ibu. Komplikasi yang serius ini menyebabkan dilakukannya operasi sesar. 

Abruptio plasenta adalah kondisi yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bila tidak diobati bisa membahayakan nyawa ibu dan bayinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Abruptio plasenta adalah gangguan kesehatan yang jarang terjadi namun sangat serius. Wanita hamil lebih berisiko saat trimester ketiga tetapi hal ini dapat terjadi setelah minggu ke-20. Hanya sekitar 1% dari seluruh wanita hamil mengalami abruptio plasenta. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala solusio plasenta?

Gejala yang sering terjadi pada abruptio plasenta adalah:

  • Perdarahan rahim, kontraksi rahim yang tidak normal, dan gawat janin yang dapat diperiksa dari denyut jantung janin.
  • Kontraksi rahim yang sangat nyeri.
  • Lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, nyeri perut, dan nyeri punggung.

Nyeri perut dan nyeri punggung sering dimulai secara tiba-tiba. Perdarahan pada vagina juga dapat sangat bervariasi dan tidak selalu menunjukkan seberapa jauh plasenta telah terpisah dari rahim. Darah mungkin terperangkap dalam rahim, sehingga mungkin perdarahan tidak terlihat. 

Dikutip dari Mayo Clinic, dalam beberapa kasus, solusio plasenta berkembang secara perlahan, hingga menyebabkan perdarahan vagina ringan dan intermiten. Bayi Anda mungkin tidak tumbuh secepat yang diharapkan, dan Anda mungkin memiliki cairan ketuban yang sedikit atau komplikasi lainnya. 

Selain itu, gejala yang muncul dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahan solusio plasenta (stadium I, II, dan III):

  • Stadium I: perdarahan ringan dari vagina, kontraksi ringan pada rahim, tanda vital stabil, dan denyut jantung janin tetap. Waktu pembekuan darah normal.
  • Stadium II: perdarahan sedang, kontraksi yang tidak normal, tekanan darah rendah, gawat janin, dan kelainan dalam pembekuan darah.
  • Stadium III: stadium ini merupakan stadium yang paling berat; gejalanya berupa perdarahan dan kontraksi hebat, tekanan darah rendah, kematian janin, dan darah sulit membeku.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala solusio plasenta berikut ini:

  • Perdarahan vagina;
  • Nyeri perut;
  • Nyeri punggung;
  • Rasa tegang pada rahim secara terus-menerus.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala solusio plasentaatau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab solusio plasenta?

Penyebab utama solusio plasenta tidak diketahui dengan jelas, namun ini bukanlah kondisi yang diturunkan.

Trauma saat kehamilan yang dapat menyebabkan abruptio plasenta adalah:

  • Trauma langsung pada daerah perut (karena jatuh, kecelakaan mobil, terpukul atau jatuh saat bekerja);
  • Akibat luka jarum suntik di plasenta pada tempat yang salah, perdarahan, hematoma terbentuk setelah saling mengelupas.

Jika tips cephalic eksternal dari dokter kandungan dan petugas kesehatan tidak tepat,  hal ini juga menyebabkan risiko solusio plasenta.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk solusio plasenta?

Faktor risiko untuk Abruptio plasenta adalah:

  • Riwayat solusio plasenta. Jika Anda pernah mengalami abruptio plasenta pada kehamilan sebelumnya, Anda berisiko untuk mengalami abruptio plasenta di kehamilan selanjutnya.
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat berdampak buruk terhadap kehamilan, termasuk meningkatkan risiko abruptio plasenta pada wanita.
  • Trauma pada perut. Benturan pada perut Anda (misalnya kecelakaan) meningkatkan risiko abruptio plasenta.
  • Penyalahgunaan obat. Abruptio plasenta dapat lebih mungkin terjadi jika Anda merokok atau mengkonsumsi kokain selama kehamilan.
  • Cairan ketuban pecah sebelum waktunya. Selama kehamilan, janin dikelilingi oleh lapisan pelindung yang disebut kantong amnion. Risiko abruptio plasenta meningkat jika kantong amnion pecah sebelum kelahiran.
  • Kelainan pembekuan darah. Segala kondisi yang berpengaruh terhadap pembekuan darah meningkatkan risiko abruptio plasenta.
  • Kehamilan multipel. Jika Anda beranak kembar dua atau tiga, Anda berisiko mengalami komplikasi. Salah satunya, kelahiran pertama dapat mengakibatkan perubahan pada rahim, menyebabkan abruptio plasenta sebelum kelahiran bayi kedua.
  • Usia Anda. Masalah kehamilan, termasuk solusio plasenta lebih sering terjadi pada wanita usia tua, khususnya lebih dari 40 tahun.

Komplikasi

Komplikasi apa yang dapat muncul akibat solusio plasenta?

Solusio plasenta dapat menyebabkan masalah dan membahayakan ibu dan juga bayinya. Pada ibu, komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat abruptio plasenta adalah:

  • Masalah pembekuan darah (koagulasi intravaskular diseminata)
  • Syok akibat kehilangan banyak darah
  • Gagal ginjal atau organ lainnya akibat kehilangan darah
  • Perdarahan pada rahim
  • Risiko kambuh lagi sebesar 4 sampai 12 persen

Sementara itu, bayi mungkin akan mengalami:

  • Lahir prematur, artinya anak Anda lahir sebelum usia kandungan 37 minggu. 
  • Pertumbuhan yang terganggu dan terbatas karena tidak mendapat nutrisi yang cukup. Jika bayi Anda lahir prematur, mereka mungkin akan mengalami masalah kesehatan di masa yang akan datang.
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen
  • Bayi lahir mati (stillborn), artinya anak Anda meninggal di dalam kandungan setelah Anda mengandung selama lebih dari 20 minggu. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk solusio plasenta?

Perawatan yang dilakukan bergantung pada seriusnya kondisi pasien. Bila mengalami nyeri di daerah perut; perdarahan pada vagina; gejala syok seperti pingsan, lemah, mual, dan muntah; atau napas memburu, segera lakukan pemeriksaan.

Keparahan kondisi tidak bisa didiagnosis hanya dengan gejala yang muncul, sebab perdarahan kadang tidak terjadi atau hanya sedikit keluar. Namun, bisa jadi masalah serius karena darah terjebak di antara plasenta dan dinding rahim.

Jenis perawatan yang dilakukan tergantung pada seberapa parah pelepasan plasenta yang terjadi, usia kandungan, dan seberapa besar pengaruhnya bagi bayi. Bila Anda mengalami kondisi ringan dan bayi tidak mengalami tekanan, Anda bisa menjalani perawatan di rumah dengan rutin sepanjang kehamilan.

Namun, untuk kondisi yang cenderung parah, Anda harus menjalani rawat inap sehingga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan dapat diawasi dengan ketat. Perdarahan berat mengharuskan Anda mendapatkan transfusi darah untuk mencegah anemia atau gagal organ akibat kekurangan darah.

Bila bayi lahir prematur atau diharuskan untuk dilahirkan segera, akan dilakukan persalinan caesar dan bayi harus mendapat perawatan yang dibutuhkan di rumah sakit.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Walaupun sulit didiagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan terkait dengan gejala yang dialami, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik, seperti:

  • USG (ultraound), dilakukan untuk mendeteksi plasenta dan kondisi janin.
  • Pemantauan jantung janin, dilakukan untuk menilai kondisi bayi dan memeriksa kontraksi rahim yang terjadi.
  • Tes darah untuk mengetahui kondisi ibu yang anemia karena kehilangan banyak darah.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi solusio plasenta?

Anda mungkin tidak bisa mencegah terjadinya solusio plasenta. Namun, Anda bisa mengurangi faktor risiko tertentu. Misalnya, dengan tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan tidak merokok saat hamil. Selalu gunakan peralatan keselamatan dalam berkendara untuk menghindari terjadinya cedera pada perut.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi abruptio plasenta:

  • Melakukan pemeriksaan kontrol kehamilan secara rutin untuk deteksi abruptio plasenta untuk mendapat penanganan segera di rumah sakit.
  • Pengobatan untuk penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi untuk menurunkan risiko abruptio plasenta.

Jika Anda pernah mengalami solusio plasenta, dan Anda merencanakan kehamilan lagi, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui cara mengurangi risiko mengalami solusio plasenta kembali. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 13, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca