Solusio Plasenta

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Definisi

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta atau abruptio plasenta (ablasio plasenta) adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Kondisi ini termasuk dalam komplikasi kehamilan yang serius.

Waktu terjadinya abruptio plasenta adalah sebelum kelahiran sehingga plasenta lepas sebelum proses persalinan terjadi. 

Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak dapat menempel kembali. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen dan nutrisi pada bayi serta menyebabkan perdarahan saat hamil.

Kondisi tersebut sangat gawat, sehingga perlu dilakukan operasi sesar sesegera mungkin.

Solusio plasenta adalah kondisi yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bila tidak diobati bisa membahayakan nyawa ibu dan bayinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Solusio plasenta merupakan gangguan kesehatan yang jarang terjadi tapi sangat serius. Wanita hamil lebih berisiko saat trimester ketiga tetapi hal ini dapat terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan.

Hanya sekitar 1 persen dari seluruh wanita hamil mengalami abruptio plasenta. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala solusio plasenta?

Gejala yang sering terjadi pada solusio plasenta adalah:

  • Perdarahan rahim, kontraksi rahim yang tidak normal, dan gawat janin yang dapat diperiksa dari denyut jantung janin.
  • Kontraksi rahim yang sangat nyeri.
  • Lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, nyeri perut, dan nyeri punggung.

Nyeri perut dan nyeri punggung sering dimulai secara tiba-tiba. Perdarahan pada vagina juga dapat sangat bervariasi dan tidak selalu menunjukkan seberapa jauh plasenta telah terpisah dari rahim.

Darah mungkin terperangkap dalam rahim, sehingga mungkin perdarahan tidak terlihat. 

Dikutip dari Mayo Clinic, dalam beberapa kasus, solusio plasenta berkembang secara perlahan, hingga menyebabkan perdarahan vagina ringan dan intermiten.

Bayi mungkin tidak tumbuh secepat yang diharapkan, dan Anda bisa saja memiliki cairan ketuban yang sedikit atau komplikasi lainnya. 

Selain itu, gejala yang muncul dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahan solusio plasenta (stadium I, II, dan III):

  • Stadium I: perdarahan ringan dari vagina, kontraksi ringan pada rahim, tanda vital stabil, dan denyut jantung janin tetap. Waktu pembekuan darah normal.
  • Stadium II: perdarahan sedang, kontraksi yang tidak normal, tekanan darah rendah, gawat janin, dan kelainan dalam pembekuan darah.
  • Stadium III: stadium ini merupakan stadium yang paling berat; gejalanya berupa perdarahan dan kontraksi hebat, tekanan darah rendah, kematian janin, dan darah sulit membeku.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami gejala-gejala solusio plasenta berikut ini:

  • Perdarahan vagina;
  • Nyeri perut;
  • Nyeri punggung;
  • Rasa tegang pada rahim secara terus-menerus.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala solusio plasenta atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab solusio plasenta?

Penyebab utama solusio plasenta tidak diketahui dengan pasti, tapi ini bukanlah kondisi yang diturunkan.

Namun, ada beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya solusio plasenta, yaitu:

  • Trauma langsung pada daerah perut (karena jatuh, kecelakaan mobil, terpukul atau jatuh saat bekerja);
  • Trauma luka jarum suntik di plasenta pada tempat yang salah, perdarahan, hematoma terbentuk setelah saling mengelupas.
  • Jika external cephalic version (ECV) dari dokter kandungan dan petugas kesehatan tidak tepat,  hal ini juga menyebabkan risiko solusio plasenta.
  • External Cephalic Version (ECV) merupakan cara untuk mengubah posisi bayi sungsang. Caranya dengan menekan perut dan mengarahkan kepala bayi ke bawah dengan panduan USG. hal ini dapat memicu risiko solusio plasenta

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk solusio plasenta?

Faktor risiko untuk Abruptio plasenta adalah:

  • Riwayat solusio plasenta sebelumnya
  • Tekanan darah tinggi
  • Trauma pada perut (Benturan pada perut atau kecelakaan) 
  • Penyalahgunaan obat
  • Cairan ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Kelainan pembekuan darah
  • Kehamilan multipel atau kembar yang berisiko mengalami komplikasi
  • Usia di atas 40 tahun

Solusio plasenta lebih sering terjadi pada wanita usia tua, khususnya lebih dari 40 tahun.

Komplikasi

Komplikasi apa yang dapat muncul akibat solusio plasenta?

Solusio plasenta dapat menyebabkan masalah dan membahayakan ibu dan juga bayinya. Pada ibu, komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat abruptio plasenta adalah:

  • Masalah pembekuan darah (koagulasi intravaskular diseminata)
  • Syok akibat kehilangan banyak darah
  • Gagal ginjal atau organ lainnya akibat kehilangan darah
  • Perdarahan pada rahim
  • Risiko kambuh lagi sebesar 4 sampai 12 persen

Mengutip dari Radiopaedia, komplikasi pada bayi yang mungkin terjadi yaitu:

  • Lahir prematur, artinya anak lahir sebelum usia kandungan 37 minggu. 
  • Pertumbuhan yang terganggu dan terbatas karena tidak mendapat nutrisi yang cukup
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen
  • Janin tidak berkembang (IUGR)
  • Bayi lahir mati (stillbirth)

Stillbirth artinya anak meninggal di dalam kandungan setelah mengandung selama lebih dari 20 minggu. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk solusio plasenta?

Perawatan yang dilakukan bergantung pada seriusnya kondisi pasien, seperti: 

  • Nyeri di daerah perut
  • Perdarahan pada vagina
  • Gejala syok (pingsan, lemah, mual, dan muntah)
  • Napas memburu

Bila mengalami kondisi di atas, segera lakukan pemeriksaan.

Keparahan kondisi tidak bisa didiagnosis hanya dengan gejala yang muncul, sebab perdarahan kadang tidak terjadi atau hanya sedikit keluar.

Namun, bisa jadi masalah serius karena darah terjebak di antara plasenta dan dinding rahim.

Jenis perawatan yang dilakukan tergantung pada seberapa parah pelepasan plasenta yang terjadi, usia kandungan, dan seberapa besar pengaruhnya bagi bayi.

Bila mengalami kondisi ringan dan bayi tidak mengalami tekanan, bisa menjalani perawatan di rumah dengan rutin sepanjang kehamilan.

Untuk kondisi perdarahan hebat, harus menjalani rawat inap sehingga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan dapat diawasi dengan ketat.

Perdarahan berat mengharuskan Anda mendapatkan transfusi darah untuk mencegah anemia atau gagal organ akibat kekurangan darah.

Bila bayi lahir prematur atau diharuskan untuk dilahirkan segera, akan dilakukan persalinan caesar dan bayi harus mendapat perawatan yang dibutuhkan di rumah sakit.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Walaupun sulit didiagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan terkait dengan gejala yang dialami, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik, seperti:

  • USG (ultraound), dilakukan untuk mendeteksi plasenta dan kondisi janin.
  • Pemantauan jantung janin, dilakukan untuk menilai kondisi bayi dan memeriksa kontraksi rahim yang terjadi.
  • Tes darah untuk mengetahui kondisi ibu yang anemia karena kehilangan banyak darah.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi solusio plasenta?

Anda mungkin tidak bisa mencegah terjadinya solusio plasenta. Namun, Anda bisa mengurangi faktor risiko tertentu.

Sebagai contoh, tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan tidak merokok saat hamil. Selalu gunakan peralatan keselamatan dalam berkendara untuk menghindari terjadinya cedera pada perut.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi abruptio plasenta:

  • Melakukan pemeriksaan kontrol kehamilan secara rutin untuk deteksi abruptio plasenta untuk mendapat penanganan segera di rumah sakit.
  • Pengobatan untuk penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi untuk menurunkan risiko abruptio plasenta.

Jika pernah mengalami solusio plasenta, dan  merencanakan kehamilan lagi, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui cara mengurangi risiko mengalami solusio plasenta kembali. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    bersepeda saat hamil

    Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit