backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

3 Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir yang Umum di Indonesia

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 11/01/2023

3 Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir yang Umum di Indonesia

Bayi usia kurang dari satu bulan mempunyai tubuh yang sangat lemah dan rentan terkena penyakit. Itulah kenapa bayi yang baru lahir perlu mendapatkan perhatian khusus supaya kesehatannya optimal. Sebab jika tidak, hal ini berisiko fatal dan menyebabkan bayi baru lahir meninggal. Memangnya, apa saja penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia?

Penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia

Dilansir dari UNICEF, angka kematian bayi di Indonesia tercatat telah mengalami penurunan hingga lebih dari separuh jumlah sebelumnya dari tahun 1990 hingga 2017.

Di Indonesia sendiri, diketahui jumlah kematian bayi baru lahir mencapai sekitar 56.000 bayi.

Sayangnya, dilaporkan juga bahwa upaya menurunkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia pun mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau para dokter, seluruh masyarakat juga ikut andil dalam menurunkan angka kematian bayi baru lahir.

Sebelum mencari solusinya, Anda tentu harus tahu dulu penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Asfiksia

bayi disunat

Asfiksia merupakan salah satu komplikasi persalinan yang penyebab kematian bayi baru lahir yang paling utama di Indonesia.

Kondisi ini terjadi saat bayi kekurangan oksigen sebelum atau selama kelahiran. Hal ini ditandai dengan kulit bayi yang membiru, sesak napas, detak jantung menurun, dan lemah otot.

Biasanya, asfiksia disebabkan karena persalinan macet alias bayi tidak keluar-keluar saat persalinan. Kondisi ini juga bisa terjadi karena bayi sudah hampir keluar, tapi terhambat di tengah jalan.

Hal inilah salah satu kondisi yang paling sering jadi penyebab kematian bayi baru lahir.

2. Infeksi

merawat tali pusar

Menurut WHO, infeksi menjadi salah satu penyebab kematian bayi baru lahir paling umum di dunia.

Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya infeksi pada bayi baru lahir, di antaranya sebagai berikut.

Selain itu, infeksi pada bayi baru lahir cukup sering terjadi di daerah-daerah yang fasilitas persalinannya belum optimal. Ambil contoh, pada kasus persalinan, alat-alat bersalin yang dibutuhkan tentu harus dalam kondisi steril.

Jika tidak, alat-alat tersebut rentan terpapar mikroorganisme yang dapat memicu infeksi pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Begitu juga dengan perawatan tali pusat, alat-alat yang digunakan juga harus bersih dan steril. Sebab jika tidak, bayi akan rentan terkena infeksi dan penyakit lainnya atau bahkan menyebabkan kematian.

3. Berat badan lahir rendah

Bayi dikatakan memiliki berat badan lahir rendah apabila berat badannya kurang dari 2.500 gram atau 2,5 kilogram (kg).

Bayi yang beratnya kurang dari 2.500 gram rentan mengalami masalah kesehatan atau bahkan kematian sewaktu lahir.

Namun, jika masih di antara 2.000 sampai 2.500 gram, biasanya bayi masih bisa diselamatkan. Kalau sudah di bawah itu bayi cenderung sulit sekali dilahirkan dalam kondisi selamat.

Perlu Anda ketahui

Faktanya, di Indonesia, 1 dari 30 anak meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun dengan rentang 1 dari 10 anak terbagi di beberapa kabupaten di Indonesia Timur. Sekitar 50% bayi yang meninggal terlahir dengan kondisi yang sangat rentan, dengan 75% dari jumlah bayi tersebut harus mati pada tahun pertama kehidupan. Sementara menurut WHO, ada sekitar 2,4 juta bayi baru lahir yang mati di tahun 2020 secara keseluruhan.

Apakah kematian bayi baru lahir bisa dicegah?

Banyaknya kasus kematian bayi baru lahir di Indonesia tentu harus menjadi perhatian semua pihak.

Bukan hanya dari kalangan dokter, tim medis, maupun pemerintah saja, tapi juga perlu dukungan dari masyarakat. Baik ibu hamil itu sendiri, suami, hingga keluarganya.

Oleh karena penyebab kematian bayi baru lahir itu berbeda-beda, maka cara pencegahannya pun berbeda pula.

1. Menjaga kesehatan selama kehamilan

Selain dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, upaya menjaga keselamatan bayi baru lahir juga ditentukan oleh kesehatan ibunya sendiri.

Supaya berat badan bayi saat lahir normal, dalam artian tidak kurang maupun tidak lebih, ibu wajib menjaga pola makannya saat hamil.

Contohnya dengan memperbanyak makan sayur dan buah, makanan tinggi serat, asam folat, dan jenis makanan sehat lainnya.

Semakin terpenuhi kebutuhan gizi ibu saat hamil, maka kesehatan ibu dan bayinya pun akan semakin optimal.

2. Pencegahan untuk asfiksia dan infeksi pada bayi baru lahir

Begitu juga dengan asfiksia dan infeksi pada bayi baru lahir, kedua masalah kesehatan ini juga bisa dicegah sedini mungkin.

Sementara untuk mencegah asfiksia pada bayi, sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Misalnya jika sudah tahu persalinannya macet, maka bisa segera dilakukan operasi caesar.

Jadi, bayi tidak perlu lama-lama di jalan lahir yang bisa membuat bayi kehabisan oksigen atau bahkan bayi lahir mati (stillbirth).

Pada upaya mencegah infeksi, pastikan fasilitas kesehatannya bersih dan higienis.

Mulai dari alat-alat hingga ruang bersalin, pastikan semuanya dalam kondisi yang bersih dan steril sehingga bayi dapat terhindar dari risiko infeksi. Kecuali jika bayi lahir prematur, tentu kita tidak bisa mencegah berat bayi lahir rendah.

Artinya, tidak semua bisa dicegah, tapi kebanyakan penyebab kematian bayi baru lahir bisa dicegah sedini mungkin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 11/01/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan