Bahayanya Jika Ibu Hamil Terkena Infeksi Saluran Kemih

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ibu hamil rentan terkena infeksi saluran kemih atau biasa disingkat sebagai ISK. Jika ISK dibiarkan terus pada ibu hamil tanpa diobati, ini dapat membahayakan janin dalam kandungan.

Kenapa ibu hamil rentan kena ISK?

air kencing bau manis

ISK adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan organ di sekitarnya. Bakteri dapat masuk lewat uretra (lubang kencing), dan kemudian menginfeksi saluran kencing (ureter), kandung kemih, dan bahkan mungkin ginjal.

Bakteri Escheria coli adalah penyebab infeksi saluran kemih yang paling umum, tapi bisa juga disebabkan oleh spesies lain.

Wanita memang lebih rentan terkena infeksi saluran kencing dibandingkan dengan pria. Ini karena panjang uretra wanita lebih pendek daripada pria, sehingga memudahkan bakteri untuk masuk dan menginfeksi saluran kemih.

Namun di antara wanita, ISK lebih sering terjadi pada ibu hamil karena dorongan dari rahim. Rahim berada tepat di atas kandung kemih. Saat rahim makin membesar, tambahan beratnya dapat menghalangi aliran urine dari kandung kemih. Alhasil ibu hamil jadi lebih sulit untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini mengakibatkan bakteri menumpuk dalam saluran kencing dan rentan menyebabkan infeksi.

Jenis-jenis infeksi saluran kemih

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bakteri penyebab ISK dapat menginfeksi organ di sekitar saluran kencing. Nah berdasarkan target infeksinya, ISK dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Cystitis 

Cystitis adalah peradangan kandung kemih yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada kandung kemih. Ini adalah jenis paling umum dari infeksi saluran kemih (ISK) pada wanita. Cystitis sering terjadi pada wanita berusia 20-50 tahun dan yang aktif berhubungan seksual.

2. Bakteriuria asimptomatik

Bakteriuria asimptomatik adalah jenis infeksi saluran kemih yang tidak menunjukkan gejala. Dalam kebanyakan kasus, jenis ISK pada ibu hamil ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, beberapa kasus lainnya tetap membutuhkan pengobatan. Jika tidak diobati, jenis ISK ini dapat semakin parah dan kemudian meningkatkan risiko infeksi ginjal pada ibu hamil.

3. Pielonefritis

Bakteri penyebab ISK dapat berpindah dari bukaan, saluran, ataupun kandung kemih menuju ginjal. Infeksi bakteri ISK pada ginjal ibu hamil disebut dengan pielonefritis, dan dapat menyerang satu ginjal atau keduanya. 

Infeksi ginjal karena bakteri ISK adalah salah satu komplikasi kehamilan serius yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan janin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat rendah, atau bayi lahir mati (stillbirth).

Faktor risiko infeksi saluran kemih pada ibu hamil

Selain karena rahim yang terus membesar hingga menggencet saluran kencing, beberapa hal di bawah ini dapat sangat meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil:

1. Membersihkan kelamin dari belakang ke depan

Bakteri E. coli yang paling sering menyebabkan ISK berasal dari usus, sehingga umum bersarang pada anus. Makanya, membersihkan kelamin dengan menyeka dari belakang ke depan (dubur dulu kemudian ke vagina) dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Seharusnya, Anda menyeka atau membersihkan kelamin dari depan (saluran kencing) baru ke belakang (anus/dubur). Ini berguna agar bakteri dari dubur tidak berpindah ke saluran kencing setelah selesai BAB/BAK.

2. Perubahan hormon hamil

Peningkatan hormon turut dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu hamil, termasuk infeksi saluran kemih atau ISK. Perubahan hormon membuat bakteri jadi lebih mudah berkembang di vagina yang lembab.

Terlebih lagi, lokasi antara lubang vagina dan lubang kencing sangat berdekatan sehingga akan lebih mudah bagi bakteri berpindah dan menginfeksi.

3. Berhubungan seks

Berhubungan seks saat hamil boleh-boleh saja, dan bahkan dalam kondisi tertentu disarankan dokter. Akan tetapi, berhubungan seks saat hamil berisiko membuat ibu hamil rentan terkena ISK.

ISK pada ibu hamil yang berhubungan seks disebabkan karena penetrasi memungkinkan bakteri di dekat vagina (termasuk E. coli) terdorong dan berpindah ke dalam uretra.

Maka dari itu, penting untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks agar tidak ada bakteri yang tertinggal di area intim.

Beberapa faktor risiko lainnya dari ISK pada ibu hamil antara lain:

  • Pernah beberapa kali kena ISK (ISK berulang)
  • Punya diabetes gestasional
  • Kegemukan atau obesitas
  • Punya anemia sel sabit
  • Pernah operasi saluran kemih sebelumnya
  • Mengalami kerusakan pada saraf yang mengendalikan kandung kemih. Antara lain seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis atau cedera fisik.

Apabila Anda memiliki beberapa faktor di atas, konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan lebih lanjut.

Gejala ISK pada ibu hamil

Ibu hamil yang mengalami infeksi saluran kemih umumnya punya gejala seperti berikut:

  • Sering kebelet dan sering buang air kecil
  • Nyeri saat kencing
  • Ada sensasi terbakar atau kram di punggung bagian bawah atau perut bagian bawah
  • Air seni yang terlihat keruh atau berbau
  • Demam, menggigil, dan berkeringat
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung

ISK pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi lahir prematur

Peradangan dalam tubuh akibat infeksi (termasuk ISK) dapat meningkatkan risiko bahaya pada ibu hamil. Sebab selama peradangan terjadi, sistem imun akan terus menghasilkan senyawa prostaglandin. Kadar prostaglandin yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat membuat rahim berkontraksi kuat.

Kontraksi rahim bisa memicu proses persalinan dimulai sebelum waktunya, dengan menyebabkan bukaan pintu leher rahim (serviks). Ini dapat meningatkan risiko melahirkan prematur.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis ISK pada ibu hamil?

takut hamil

Untuk mendeteksi ISK pada ibu hamil, umumnya dokter akan melakukan beberapa tes berikut ini:

1. Tes urin

Saat dokter mencurigai adanya ISK pada ibu hamil, ia mungkin akan menyarankan segera tes urin. Setelahnya sampel urin akan diperiksa di laboratorium untuk melihat adanya sel darah merah, sel darah putih, dan bakteri.

Untuk menghindari kontaminasi sampel, Anda harus membersihkan area genital menggunakan antiseptik sebelum menampung urin.

2. Kultur urin

Tes ini kadang dilakukan setelah tes analisis urin. Dokter akan menggunakan sampel urin untuk memeriksa kemungkinan adanya pertumbuhan bakteri. Nantinya diperiksa juga bakteri mana yang menyebabkan ISK pada ibu hamil.

3. Cystogram

Ini adalah tes diagnosis infeksi saluran kemih yang menggunakan pemindai X-ray dari uretra untuk mendeteksi masalah seperti batu ginjal dan pembengkakan.

4. Pemeriksaan cystoscopic

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung kecil ke dalam uretra untuk memeriksa ada kelainan atau tidak di kandung kemih. Jika diagnosis positif ISK, dokter akan meresepkan pengobatan.

Cara mengobati ISK pada ibu hamil

1. Pakai obat antibiotik

Standar untuk mengobati ISK pada ibu hamil adalah dengan minum obat antibiotik yang diresepkan dokter.

Antibiotik yang umum diresepkan untuk ISK umumnya minocycline atau penilisin seperti ampicilin, amoxicillinerythromycin, dan rifampicin.

Obat antibiotik untuk ISK dianjurkan diminum selama tiga sampai tujuh hari. Antibiotik harus dihabiskan sampai tenggat waktu dosis yang telah ditentukan dokter, meski anda sudah merasa baikan.

2. Pakai obat alami

Sementara mengonsumsi antibiotik, Anda juga dapat menggunakan obat-obatan alami untuk mempercepat penyembuhan infeksi saluran kemih, seperti:

  • Jus cranberry, yang dapat mencegah bakteri E.coli menempel pada dinding kandung kemih atau saluran kemih. Anda bisa makan buah cranberry kering atau suplemennya. Hindari cara ini jika Anda menggunakan obat pengencer darah seperti aspirin.
  • Yoghurt atau makanan probiotik lainnya, untuk meningkatkan jumlah bakteri baik yang bisa melawan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.
  • Bawang putih, untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan peradangan dalam tubuh, dan membantu proses penyembuhan ISK.
  • Cuka apel, yang membuat urin Anda bersifat asam untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Ini juga membuat tubuh lebih mudah membersihkan bakteri dari kandung kemih. namun, cuka apel tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. 
  • Konsumsi lebih banyak vitamin C, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu memerangi infeksi. Dapatkan vitamin C dari makan jeruk, lemon, beri, aprikot, paprika, dan tomat.

Namun sebaiknya tetap konsultasi lebih dulu pada dokter untuk mencari cara alami paling aman mengatasi ISK pada ibu hamil.

Mencegah dan mengatasi infeksi saluran kemih saat hamil

Berbagai kebiasaan sehat di bawah ini dapat membantu Anda terhindar dari risiko infeksi saluran kemih saat hamil dan tidak. Termasuk juga efektif untuk mengatasi ISK yang sudah terlanjur terjadi pada ibu hamil.

1. Perbanyak minum air

Selain mencegah dehidrasi, banyak asupan cairan dapat mempercepat penyembuhan ISK pada ibu hamil. Sebab semakin banyak air yang Anda minum, akan semakin sering Anda buang air kecil untuk membilas kelebihan bakteri dalam saluran kencing.

Pastikan asupan cairan dalam tubuh tidak kurang dengan mengusahakan minum 8-10 gelas per hari.  

2. Penuhi asupan gizi

Asupan gizi yang cukup, seperti vitamin C, beta karoten, dan zinc dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk mencegah dan melawan ISK pada ibu hamil.

3. Jangan suka menahan buang air kecil

Ibu hamil harus segera buang air kecil, tidak boleh ditunda-tunda. Pastikan juga ibu hamil tidak menyisakan urin saat kencing. Harus selalu kencing sampai tuntas. Ini bertujuan agar tidak ada bakteri yang tertinggal dalam sistem perkemihan hingga kemudian berkembang biak dan menginfeksi.

Jangan lupa biasakan juga buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual untuk membuang bakteri yang berpindah selama berhubungan intim.

4. Jaga kebersihan saluran kencing

Setelah buang air kecil, segera bilas area intim dengan bersih dari depan ke belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah tersebarnya bakteri pindah dari anus ke vagina atau uretra. Keringkan dengan baik agar vagina tidak terus-terusan dalam kondisi lembap.

Hindari membersihkan vagina menggunakan sabun antiseptik. Juga, sering-seringlah mengganti celana dalam dan pakai celana dalam berbahan katun untuk mencegah area kewanitaan menjadi lembap.

Empat kebiasaab sederhana ini bisa mencegah dan mengatasi ISK saat hamil.

Baca Juga:

Sumber