Prolaps Tali Pusat, Komplikasi Melahirkan Ketika Posisi Tali Pusar Mendahului Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar mengenai prolaps tali pusat atau tali pusat terkemuka? Prolaps tali pusat atau tali pusat terkemuka adalah masalah saat melahirkan yang dapat membahayakan bayi. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari simak penjelasannya berikut ini.

Prolaps tali pusat adalah komplikasi persalinan

tahap proses melahirkan

Prolaps tali pusat adalah suatu kondisi di mana tali pusar atau tali pusat bayi berada mendahului kepala bayi di leher rahim (serviks).

Bahkan, tali pusat bayi masuk sampai ke vagina Anda, padahal posisi bayi masih berada di belakangnya.

Kondisi ini adalah salah satu komplikasi persalinan yang dapat terjadi sebelum maupun selama proses kelahiran.

Padahal normalnya, tali pusar atau tali pusat adalah tumpuan hidup yang membantu perkembangan bayi selama berada di dalam kandungan.

Tali pusat adalah saluran penghubung antara ibu dan janin selama di dalam kandungan.

Melalui tali pusat, semua nutrisi dan oksigen dari ibu dapat diterima oleh janin guna menunjang tumbuh kembangnya.

Mengingat fungsinya yang sangat penting ini, keberadaan tali pusar yang normal dan sehat harus selalu dipertahankan sampai bayi lahir ke dunia.

Namun kadang kala, tali pusar bayi bisa keluar dari leher rahim (serviks) dan kemudian masuk ke dalam vagina mendahului keluarnya bayi.

Kondisi ini biasanya terjadi lebih dulu sebelum tanda-tanda melahirkan berupa air ketuban pecah.

Tanda-tanda mau melahirkan lainnya juga terlihat saat muncul kontraksi persalinan dan pembukaan lahiran.

Prolaps tali pusat adalah komplikasi yang sangat jarang terjadi dan bisa muncul pada sekitar 1 dari setiap 300 kelahiran.

Kebanyakan kasus ini terjadi saat kelahiran karena di saat tersebut bayi akan lebih banyak bergerak.

Perubahan gerakan tersebut dapat memengaruhi posisi tali pusat sehingga bisa berubah dan menutupi jalan keluarnya bayi yang akan lahir.

Hal ini dapat menyebabkan kompresi pada tali pusat atau meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di tali pusat bayi.

Ini adalah kondisi yang kemudian menyebabkan tali pusat maju dan menutup jalan lahir.

Bayi memang terkadang dapat mengalami peningkatan tekanan pada tali pusat selama di dalam kandungan.

Akan tetapi, meningkatnya tekanan tersebut biasanya hanya terjadi pada kondisi yang terbilang ringan dan tidak berbahaya.

Namun dalam beberapa kasus tertentu, peningkatan tekanan ini bisa berkembang lebih parah dan berlangsung dalam waktu lama hingga mengakibatkan prolaps tali pusat.

Apa saja penyebab prolaps tali pusat?

ibu hamil malas gerak alias mager prolaps tali pusat

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab prolaps tali pusat mengutip dari American Pregnancy Association.

Pertama, pergerakan bayi yang terlalu berlebihan (hiperaktif) selama di dalam kandungan bisa menimbulkan tekanan pada tali pusar ini.

Selanjutnya, prolaps tali pusat adalah kondisi yang juga bisa terjadi selama persalinan karena adanya peregangan dan penekanan pada tali pusat bayi.

Penyebab lainnya juga bisa dikarenakan ketuban pecah dini, atau preterm premature rupture of membranes (PPROM).

PPROM adalah kondisi ketuban yang pecah sebelum waktu kelahiran tiba sebelum usia 32 minggu. Hal ini menjadi penyebab prolaps tali pusat yang paling umum.

Kemungkinan peningkatan tekanan pada tali pusat, yang menyebabkan tali pusat menutupi jalan lahir bisa mencapai 32-76 persen.

Kantung ketuban yang pecah sesaat sebelum bayi lahir atau sebelum kepala bayi benar-benar berada di leher rahim dapat meningkatkan risiko prolaps tali pusat.

Adapun penyebab dari prolaps tali pusat lainnya adalah sebagai berikut:

  • Bayi lahir prematur atau lebih cepat dari usia kehamilan seharusnya
  • Sedang hamil anak kembar dua, tiga, atau lebih
  • Jumlah air ketuban yang berlebih (polihidramnion)
  • Bayi di dalam kandungan berada dalam posisi bayi sungsang
  • Ukuran tali pusat lebih panjang dari normalnya

Pastikan Anda tidak lupa menyiapkan beragam persiapan persalinan maupun perlengkapan melahirkan sebelum hari-H tiba.

Apa komplikasi yang bisa muncul dari prolaps tali pusat?

ngeden mengejan saat melahirkan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tali pusat adalah tabung dengan struktur fleksibel yang menghubungkan ibu dan bayi selama di kandungan. Hal ini dijelaskan oleh Cleveland Clinic.

Di samping mengantarkan sejumlah nutrisi dan oksigen yang diperlukan bayi, tali pusar atau tali pusat bayi juga membawa dan membuang zat lain yang sudah tidak dibutuhkan bayi.

Kebutuhan pasokan nutrisi dan oksigen tersebut masih akan terus dibutuhkan oleh bayi selama proses melahirkan normal dengan posisi persalinan apa pun berlangsung.

Bahkan, beberapa menit setelah bayi lahir, tali pusat masih dapat menyediakan nutrisi dan oksigen ke bayi melalui aliran darah.

Itu sebabnya, adanya tekanan atau sumbatan pada aliran darah di tali pusat dapat menimbulkan masalah persalinan dan berdampak serius pada kesehatan bayi.

Berbagai komplikasi akibat prolaps tali pusat atau tali pusat terkemuka adalah:

1. Menurunkan kadar oksigen dan detak jantung bayi

Tali pusat yang tertekan akibat prolaps tali pusat dapat menyebabkan penurunan detak jantung bayi.

Kondisi ini juga akan menghambat pasokan aliran darah dari ibu ke bayi karena ada perubahan kadar oksigen dan penurunan denyut jantung.

Ini berarti bayi dapat mengalami kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen dari ibu akibat prolaps tali pusat.

Di sisi lain, penekanan pada tali pusat dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida di dalam aliran darah bayi.

Alhasil, prolaps tali pusat adalah kondisi yang pada akhirnya dapat membuat bayi susah bernapas dengan lancar.

Risiko munculnya komplikasi pada bayi ketika mengalami kondisi ini sebenarnya ditentukan oleh lama waktu kondisi ini berlangsung.

Jika tekanan pada tali pusar terjadi dalam jangka waktu yang lama, otomatis penurunan aliran darah dan oksigen ke otak bayi juga akan semakin lama.

Hal inilah yang kemudian dapat memperbesar peluang bayi mengalami kekurangan aliran oksigen dan darah ke otak.

Jika masalah ini tidak ditangani dengan cepat, besar risikonya bayi untuk mengalami kerusakan otak.

2. Mengakibatkan bayi lahir mati

Prolaps tali pusat adalah kondisi yang bila berlangsung lama juga dapat menyebabkan bayi lahir mati (stillbirth).

Kondisi bayi lahir dalam keadaan meninggal ini dapat disebabkan oleh kekurangan persediaan oksigen selama di dalam kandungan.

Berbagai komplikasi dari tali pusar terkemuka ini dapat segera ditangani bila ibu melahirkan di rumah sakit.

Sementara bila ibu melahirkan di rumah, penanganan yang dilakukan mungkin tidak secepat saat di rumah sakit.

Jika ibu didampingi oleh seorang doula sejak kehamilan, pendamping persalinan ini juga dapat menemani ibu sampai saat melahirkan dan setelahnya.

Bagaimana cara mendiagnosis prolaps tali pusat?

pemeriksaan USG transvaginal

Meski sudah memasuki akhir trimester ketiga kehamilan atau menjelang hari kelahiran tiba, Anda tetap dianjurkan untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan Anda sekaligus calon bayi yang akan lahir nantinya.

Pasalnya, beberapa masalah yang terjadi selama kehamilan dan menjelang kelahirkan kadang tidak dapat diketahui sendiri, termasuk prolaps tali pusat.

Jadi, Anda butuh pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Nah, untuk mencari tahu apakah ada masalah pada tali pusat, berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter:

Sebelum melahirkan

Dokter bisa menggunakan alat berupa fetal doppler maupun ultrasonografi (USG), guna mendeteksi kondisi bayi di dalam kandungan.

Jenis USG sendiri dibagi menjadi dua, yakni USG transvaginal dan abdominal (perut).

Kedua jenis USG tersebut bisa digunakan untuk memeriksa kondisi bayi selama kehamilan.

Hanya saja bedanya, USG abdominal merupakan jenis USG yang paling umum karena pemeriksaan dilakukan melalui bagian luar perut.

Sementara USG transvaginal, sesuai namanya, dilakukan secara langsung ke dalam vagina. Keduanya sama-sama menggunakan alat berupa stik probe yang disebut transduser.

Namun pada USG abdominal, transduser tersebut hanya digunakan di luar perut dengan mengoleskan gel dulu sebelumnya.

Sementara pada USG transvaginal, transduser tersebut dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui secara lengkap kondisi organ reproduksi dan kesehatan kehamilan.

Hal ini termasuk risiko adanya komplikasi, seperti prolaps tali pusat maupun masalah pada detak jantung dan plasenta bayi.

Meski begitu, pengamatan prolaps pada tali pusat bayi melalui USG transvaginal adalah pemeriksaan yang hanya bisa dilakukan di awal kehamilan.

Prosedur ini sebaiknya dilakukan sebelum usia kehamilan memasuki 8 minggu.

Fetal doppler adalah sebuah alat yang cara kerjanya mirip dengan USG, yakni dengan menggunakan gelombang suara befrekuensi tinggi.

Sedikit perbedaannya, USG biasanya hanya mampu menangkap kondisi kesehatan bayi dan kandungan Anda dalam bentuk gambar.

Namun, fetal doppler dapat membantu mengetahui kondisi aliran darah dan risiko masalah terkait dengan pembuluh darah bayi.

Ketika melahirkan

Saat proses persalinan berlangsung, dokter biasanya akan menggunakan alat khusus untuk memonitor kondisi jantung bayi.

Hal ini bertujuan untuk mencari tahu apakah detak jantung bayi normal atau ada masalah.

Jika telah terjadi masalah pada tali pusar, contohnya prolaps tali pusat, detak jantung bayi akan melambat.

Bahkan, detak jantung bayi bisa mencapai kurang dari 120 kali per menit atau bayi dikatakan mengalami bradikardia.

Biasanya, dokter melakukan pemeriksaan masalah pada tali pusar, seperti prolaps tali pusat, dengan mengecek bagian panggul Anda.

Dokter akan melihat atau meraba panggul Anda, apakah ada tali pusar di dalamnya.

Jika ternyata ada masalah contohnya prolaps tali pusat, mengambil tindakan medis adalah prosedur yang mungkin segera dilakukan dokter selanjutnya.

Bagaimana cara menangatasi prolaps tali pusat?

persalinan spontan prolaps tali pusat adalah

Karena masalah pada tali pusar dapat mengakibatkan hal yang sangat serius terhadap bayi, penanganan prolaps tali pusat harus dilakukan segera setelah diketahui.

Beberapa pilihan cara untuk menangani prolaps tali pusat adalah sebagai berikut:

1. Mengubah posisi bayi dan tali pusarnya

Sebagai solusi, dokter biasanya akan berusaha mengubah posisi bayi dan tali pusarnya.

Dengan begitu, kemungkinan bayi mengalami kekurangan oksigen akibat prolaps tali pusat bisa diminimalisasi.

Hal ini juga berlaku ketika tekanan pada tali pusar bayi tidak terlalu besar.

Dokter mungkin akan meningkatkan pemberian oksigen bagi ibu sehingga dapat membantu melancarkan aliran darah bayi.

2. Amnioinfusi

Selain itu, salah satu tindakan yang bisa dilakukan dalam kasus prolaps tali pusat adalah dengan amnioinfusi.

Amnioinfusi adalah tindakan untuk mengatasi prolaps tali pusat dengan cara memasukkan larutan salin ke dalam rahim selama proses persalinan berlangsung.

Cara ini dilakukan dengen tujuan untuk mengurangi potensi tekanan pada tali pusat semakin besar.

3. Pemberian oksigen untuk ibu

Lain halnya ketika tekanan atau prolaps pada tali pusat tergolong ringan, penanganan yang diberikan oleh dokter adalah meningkatkan oksigen ibu.

Tujuannya agar terjadi peningkatan aliran darah melalui plasenta.

Sementara untuk kasus yang lebih parah, kondisi prolaps tali pusat sebelum proses kelahiran tiba adalah kondisi yang harus selalu dipantau oleh dokter dan tim medis.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui adanya risiko masalah pada tali pusat bayi.

Jadi, ketika ditemukan adanya gangguan tertentu yang berbahaya, seperti prolaps tali pusat, dokter bisa memberikan penanganan untuk menyelamatkan Anda dan bayi.

Apakah prolaps tali pusat membutuhkan operasi caesar?

induksi-persalinan

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan dengan cara operasi caesar.

Persalinan dengan metode caesar dalam kasus prolaps tali pusat adalah jalan tempuh ketika kondisi bayi dikhawatirkan semakin buruk.

Di sisi lain, jika detak jantung bayi tampak mulai melemah karena komplikasi melahirkan yang satu ini, hal ini juga bisa ditempuh dengan operasi caesar.

Penting untuk segera memberikan penanganan medis yang tepat untuk komplikasi melahirkan apa pun, termasuk prolaps tali pusat.

Jika masalah ini cepat diatasi dengan baik, biasanya tidak sampai menimbulkan komplikasi atau dampak yang cukup parah.

Namun, semakin lama waktu penanganan, kondisi yang berkembang bisa semakin buruk.

Intinya, semakin cepat komplikasi persalinan ini ditangani, akan semakin rendah pula risiko bahaya kesehatan yang mungkin dialami bayi nantinya.

Pasalnya, bukan tidak mungkin bayi bisa mengalami berbagai masalah saat lahir karena kondisi prolaps tali pusat.

Masalah tersebut dapat berupa kerusakan pada fungsi otak, pertumbuhan terganggu, atau bahkan berakibat fatal seperti bayi lahir mati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit