Prolaps Tali Pusat, Komplikasi Melahirkan Ketika Posisi Tali Pusar Mendahului Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tali pusar adalah saluran penghubung antara ibu dan janin selama di dalam kandungan. Melalui tali pusar ini, semua nutrisi dan oksigen dari ibu dapat diterima oleh janin guna menunjang tumbuh kembangnya. Mengingat fungsinya yang sangat penting ini, maka keberadaan tali pusar yang normal dan sehat harus selalu dipertahankan sampai bayi lahir ke dunia. Sayangnya, tali pusar juga dapat menyebabkan masalah, salah satunya dikenal sebagai prolaps tali pusat. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu prolaps tali pusat?

tahap proses melahirkan

Prolaps tali pusat adalah suatu kondisi di mana tali pusar atau tali pusat bayi berada mendahului kepala bayi di leher rahim (serviks). Bahkan, tali pusar bayi masuk sampai ke vagina Anda, padahal posisi bayi masih berada di belakangnya.

Prolaps tali pusat merupakan salah satu komplikasi melahirkan, yang dapat terjadi sebelum maupun selama proses kelahiran. Padahal normalnya, tali pusar atau tali pusat adalah tumpuan hidup yang membantu perkembangan bayi selama berada di dalam kandungan.

Namun kadang kala, tali pusar bayi bisa keluar dari leher rahim (serviks) dan kemudian masuk ke dalam vagina mendahului keluarnya bayi. Kondisi ini biasanya terjadi lebih dulu sebelum air ketuban bayi pecah.

Prolaps tali pusat sangat jarang terjadi, dan bisa muncul pada sekitar 1 dari setiap 300 kelahiran. Kebanyakan kasus gangguan pada tali pusar ini terjadi saat kelahiran, karena di saat tersebut bayi akan lebih banyak bergerak.

Perubahan gerakan tersebut dapat memengaruhi posisi tali pusar, sehingga bisa berubah dan menutupi jalan keluarnya bayi yang akan lahir. Hal ini dapat menyebabkan kompresi pada tali pusat, atau mudahnya peningkatan tekanan pada pembuluh darah di tali pusat bayi.

Bayi memang terkadang dapat mengalami peningkatan tekanan pada tali pusat selama di dalam kandungan, tapi pada kondisi yang terbilang ringan dan tidak berbahaya. Akan tetapi, dalam beberapa kasus tertentu, peningkatan tekanan ini bisa berkembang lebih parah dan berlangsung dalam waktu lama.

Selain dapat menghalangi jalan bayi saat lahir, prolaps tali pusat juga bisa mengakibatkan aliran oksigen dari Anda ke bayi menjadi menurun. Bukan itu saja, detak jantung dan tekanan bayi juga bisa terpengaruh sehingga ikut mengalami penurunan.

Tidak menutup kemungkinan, masalah yang biasanya terjadi saat melahirkan ini bisa menimbulkan komplikasi serius bagi bayi. Meliputi kerusakan fungsi otak dan perkembangan yang terhambat.

Itulah mengapa dibutuhkan penanganan medis segera saat bayi mengalami prolaps tali pusat.

Apa saja penyebab prolaps tali pusat?

ibu hamil malas gerak alias mager

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab prolaps tali pusat. Pertama, pergerakan bayi yang terlalu berlebihan (hiperaktif) selama di dalam kandungan, bisa menimbulkan tekanan pada tali pusar ini.

Selanjutnya, komplikasi ini juga bisa terjadi selama persalinan, karena adanya peregangan dan penekanan pada tali pusat bayi. Penyebab prolaps talit pusat lainnya juga bisa dikarenakan ketuban pecah dini, atau preterm premature rupture of membranes (PPROM).

PPROM adalah kondisi ketuban yang pecah sebelum waktu kelahiran tiba, sebelum usia 32 minggu. Hal ini menjadi penyebab prolaps tali pusat yang paling umum. Kemungkinan peningkatan tekanan pada tali pusat bisa mencapai 32-76 persen.

Kantung ketuban yang pecah sesaat sebelum bayi lahir atau sebelum kepala bayi benar-benar berada di leher rahim, dapat meningkatkan risiko prolaps tali pusat. Adapun penyebab dari prolaps tali pusat lainnya adalah sebagai berikut:

  • Bayi lahir prematur atau lebih cepat dari usia kehamilan seharusnya.
  • Sedang hamil anak kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Jumlah cairan ketuban (hidramnion) yang berlebih.
  • Bayi di dalam kandungan berada dalam posisi sungsang.
  • Ukuran tali pusar lebih panjang dari normalnya.

Apa komplikasi yang bisa muncul dari prolaps tali pusat?

ngeden mengejan saat melahirkan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumhya, tali pusar adalah tabung dengan struktur fleksibel yang menghubungkan ibu dan bayi selama di kandungan. Di samping mengantarkan sejumlah nutrisi dan oksigen yang diperlukan bayi, tali pusar atau tali pusat bayi juga membawa dan membuang zat lain yang sudah tidak dibutuhkan bayi.

Kebutuhan pasokan nutrisi dan oksigen tersebut masih akan terus dibutuhkan oleh bayi selama proses melahirkan berlangsung. Bahkan, beberapa menit setelah bayi lahir, tali pusar masih dapat menyediakan nutrisi dan oksigen ke bayi melalui aliran darah.

Itu sebabnya, adanya tekanan atau sumbatan pada aliran darah di tali pusat dapat menimbulkan masalah dan berdampak serius pada kesehatan bayi. Tali pusar yang tertekan akibat prolaps tali pusat, dapat menyebabkan penurunan detak jantung bayi.

Kondisi tersebut juga akan menghambat pasokan aliran darah dari ibu ke bayi, karena ada perubahan kadar oksigen dan penurunan denyut jantung. Ini berarti bayi dapat mengalami kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen dari ibu.

Di sisi lain, penekanan pada tali pusat dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida di dalam aliran darah bayi. Alhasil, pada akhirnya dapat membuat bayi susah bernapasa dengan lancar.

Risiko munculnya komplikasi pada bayi ketika mengalami prolaps tali pusat sebenarnya ditentukan oleh lama waktu kondisi ini berlangsung. Jika tekanan pada tali pusar terjadi dalam jangka waktu yang lama, otomatis penurunan aliran darah dan oksigen ke otak bayi juga akan semakin lama.

Hal inilah yang kemudian dapat memperbesar peluang bayi mengalami kekurangan aliran oksigen dan darah ke otak. Terutama jika masalah ini tidak ditangani dengan cepat, besar risikonya bayi untuk mengalami kerusakan otak.

Prolaps tali pusat yang berlangsung lama juga dapat menyebabkan bayi lahir mati (stillbirth), yang disebabkan oleh kekurangan persediaan oksigen.

Bagaimana cara mendiagnosis prolaps tali pusat?

pemeriksaan USG transvaginal

Meski sudah memasuki akhir trimester ketiga kehamilan atau menjelang hari kelahiran tiba, Anda tetap dianjurkan untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan Anda sekaligus calon bayi yang akan lahir nantinya.

Pasalnya, beberapa masalah yang terjadi selama kehamilan dan menjelang kelahirkan kadang tidak dapat diketahui sendiri. Jadi, Anda butuh pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Nah, untuk mencari tahu prolaps tali pusat, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan sebagai berikut:

Sebelum melahirkan

Dokter bisa menggunakan alat berupa fetal doppler maupun ultrasonografi (USG), guna mendeteksi kondisi bayi di dalam kandungan. Jenis USG sendiri dibagi menjadi dua, yakni USG transvaginal dan abdominal (perut).

Kedua jenis USG tersebut bisa digunakan untuk memeriksa kondisi bayi selama kehamilan. Hanya bedanya, USG abdominal merupakan jenis USG yang paling umum karena pemeriksaan dilakukan melalui bagian luar perut.

Sementara USG transvaginal, sesuai namanya, dilakukan secara langsung ke dalam vagina. Keduanya sama-sama menggunakan alat berupa stik probe yang disebut transduser.

Namun pada USG abdominal, transduser tersebut hanya digunakan di luar perut dengan mengoleskan gel dulu sebelumnya. Sedangkan pada USG transvaginal, transduser tersebut dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui secara lengkap kondisi organ reproduksi dan kesehatan kehamilan. Termasuk risiko adanya komplikasi, seperti prolaps tali pusat maupun masalah pada detak jantung dan plasenta bayi.

Meski begitu, pengamatan prolaps pada tali pusat bayi melalui USG transvaginal hanya bisa dilakukan di awal kehamilan. Sebaiknya sebelum usia kehamilan memasuki 8 minggu.

Fetal doppler adalah sebuah alat yang cara kerjanya mirip dengan USG, yakni dengan menggunakan gelombang suara befrekuensi tinggi. Sedikit perbedaannya, USG biasanya hanya mampu menangkap kondisi kesehatan bayi dan kandungan Anda dalam bentuk gambar.

Namun, fetal doppler dapat membantu mengetahui kondisi aliran darah dan risiko masalah terkait dengan pembuluh darah bayi.

Ketika melahirkan

Saat proses persalinan berlangsung, dokter biasanya akan menggunakan alat khusus untuk memonitor kondisi jantung bayi. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu apakah detak jantung bayi normal atau ada masalah.

Jika telah terjadi masalah pada tali pusar, contohnya prolaps tali pusat, detak jantung bayi akan melambat. Bahkan bisa mencapai kurang dari 120 kali per menit, atau bayi bisa mengalami bradikardia.

Dokter bisa melakukan pemeriksaan masalah pada tali pusar dengan mengecek bagian panggul Anda. Dokter akan melihat atau meraba panggul Anda, apakah ada tali pusar di dalamnya. Jika ternyata ada, dokter mungkin akan segera mengambil tindakan medis.

Apa yang bisa dilakukan jika terjadi prolaps tali pusat?

persalinan spontan

Karena masalah pada tali pusar dapat mengakibatkan hal yang sangat serius terhadap bayi, penanganan prolaps tali pusar harus dilakukan segera setelah diketahui.

Sebagai solusi prolaps tali pusat, dokter biasanya akan berusaha mengubah posisi bayi dan tali pusarnya. Dengan begitu, kemungkinan bayi mengalami kekurangan oksigen bisa diminimalisir.

Begitu pula ketika tekanan pada tali pusar bayi tidak terlalu besar. Dokter mungkin akan meningkatkan pemberian oksigen bagi ibu, sehingga dapat membantu melancarkan aliran darah bayi.

Selain itu, salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan amnioinfusi. Amnioinfusi adalah tindakan untuk mengatasi prolaps tali pusat, dengan cara memasukkan larutan salin ke dalam rahim selama proses persalinan berlangsung.

Cara ini dilakukan dengen tujuan untuk mengurangi potensi tekanan pada tali pusar semakin besar. Lain halnya ketika tekanan pada tali pusat tergolong ringan, penanganan yang diberikan oleh dokter meliputi meningkatkan oksigen ibu, tujuannya agar terjadi peningkatan aliran darah melalui plasenta.

Sementara untuk kasus yang lebih parah, kondisi prolaps tali pusat sebelum proses kelahiran tiba harus selalu dipantau oleh dokter dan tim medis.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui adanya risiko masalah pada tali pusar bayi. Jadi, ketika ditemukan adanya gangguan tertentu yang berbahaya, bisa segera diberikan penanganan untuk menyelamatkan Anda maupun bayi.

Apakah prolaps tali pusat membutuhkan operasi caesar?

induksi-persalinan

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan dengan cara operasi caesar.

Persalinan dengan metode caesar biasanya menjadi jalan tempuh ketika kondisi bayi dikhawatirkan semakin buruk, atau jika detak jantung bayi tampak mulai melemah.

Penting untuk segera memberikan penanganan medis yang tepat untuk komplikasi melahirkan apa pun, termasuk prolaps tali pusat. Jika masalah prolaps tali pusat cepat diatasi dengan baik, biasanya tidak sampai menimbulkan komplikasi atau dampak yang cukup parah.

Namun, lamanya waktu penanganan diberikan, dapat membuat kondisi ini berkembang semakin buruk. Intinya, semakin cepat komplikasi persalinan ini ditangani, akan semakin rendah pula risiko bahaya kesehatan yang mungkin dialami bayi nantinya.

Pasalnya bukan tidak mungkin, bayi bisa mengalami berbagai masalah saat lahir. Entah itu kerusakan pada fungsi otak, pertumbuhan terganggu, atau bahkan berakibat fatal berupa bayi lahir mati.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca