Toxoplasmosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pengertian toxoplasmosis

Toxoplasmosis atau toksoplasmosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini memengaruhi saluran pencernaan (termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus), jantung, saraf, dan kulit.

Infeksi parasit ini bisa mengakibatkan gejala-gejala yang menyerupai flu pada penderitanya. Namun, kebanyakan pasien tidak mengalami gejala apa pun sama sekali meski telah terinfeksi parasit Toxoplasma.

Pada bayi yang lahir dari ibu pengidap toxoplasmosis, serta orang-orang dengan sistem imun tubuh yang buruk, penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi serius.

Seberapa umum kondisi ini?

Toxoplasma gondii adalah salah satu parasit yang paling banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Infeksi toxoplasmosis dapat terjadi sejak awal kelahiran (penyakit bawaan).

Apabila ibu hamil terinfeksi toxoplasma pada tahap awal kehamilan, terdapat kemungkinan untuk mengalami keguguran, bayi meninggal dalam kandungan, atau melahirkan bayi yang cacat.

Jutaan orang telah terinfeksi toxoplasmosis, tapi hanya sedikit yang menunjukkan gejala. Ini karena tubuh orang sehat cenderung memiliki sistem imun yang cukup kuat untuk melawan kuman penyebab penyakit.

Tanda dan gejala toxoplasmosis

Ciri toxoplasmosis yang paling umum muncul adalah gejala mirip flu, seperti:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Kelenjar getah bening membengkak

Orang sehat yang terpapar Toxoplasma biasanya punya daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mengalami gejala apa pun. Pada fase ini, parasit akan “tertidur” di dalam tubuh.

Apabila daya tahan tubuh menurun, kondisi ini akan memicu parasit penyebab toksoplasma “terbangun” dan menyebabkan timbulnya gejala-gejala.

Itu kenapa jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang membuat sistem imun menurun, seperti HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau baru menjalani transplantasi sebelum terpapar parasit Toxoplasma, ada kemungkinan Anda mengalami gejala infeksi yang jauh lebih serius, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Koordinasi motorik yang buruk
  • Gerakan tak terduga pada kaki atau tangan
  • Masalah kerja pada paru-paru dan infeksi umum pada pasien dengan AIDS
  • Penglihatan kabur karena infeksi retina yang berat.

Beberapa infeksi pada tahap awal kehamilan juga akan menyebabkan keguguran atau kematian janin. Anak yang bertahan hidup pada akhirnya akan memiliki berbagai masalah yang serius seperti:

  • Kejang
  • Pembesaran limpa pada hati
  • Mata dan kulit kuning
  • Infeksi mata yang parah
  • Berkurangnya kualitas pendengaran
  • Gangguan psikotik

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, silakan konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anda harus menghubungi dokter apabila menemukan tanda-tanda di bawah ini:

  • Gejala tidak berkurang atau membaik setelah pengobatan;
  • Mengalami kebingungan, kehilangan koordinasi motorik, dengan penurunan ketajaman penglihatan.

Tubuh masing-masing pasien mungkin akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab toxoplasmosis

Toksoplasmosis disebabkan oleh infeksi parasit yang bernama Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat hidup dalam waktu yang lama jika sudah menginfeksi tubuh manusia atau binatang, bahkan bisa saja bertahan seumur hidup.

Berikut adalah cara-cara penularan parasit penyebab toxoplasmosis:

  • Memakan daging dari hewan yang terinfeksi yang belum dimasak atau kurang matang (terutama domba dan babi)
  • Menelan parasit secara tidak langsung setelah mengolah daging yang terinfeksi, terutama jika tidak cuci tangan setelahnya
  • Menyentuh kotoran kucing atau kandang kucing yang terinfeksi parasit
  • Memakan makanan yang terkontaminasi parasit
  • Meminum air yang terkontaminasi parasit
  • Memakan buah atau sayuran yang terkontaminasi 
  • Kehamilan dan persalinan (ibu menularkan parasit ke bayinya)
  • Menerima transplantasi organ atau transfusi darah dari pengidap yang terinfeksi Toxoplasma

Faktor risiko

Semua orang bisa saja terkena penyakit toksoplasmosis. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi parasit Toxoplasma, yaitu:

  • Orang yang mengidap HIV/AIDS
  • Pasien kanker yang rutin melakukan kemoterapi. Kemoterapi melemahkan sistem imun sehingga tubuh rentan terhadap infeksi.
  • Menggunakan steroid atau obat-obat immunosuppressive (melemahkan sistem imun), seperti obat-obatan untuk pasien kanker.
  • Memiliki ibu yang terinfeksi Toxoplasma saat mengandung.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; SELALU periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan rekam medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah. Apabila tidak dilakukan pemeriksaan spesifik, toxoplasmosis sering kali sulit didiagnosis karena gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit lain, seperti flu.

Apabila dokter mencurigai terdapat suatu infeksi, dokter akan meminta melakukan tes darah untuk melihat apakah terdapat antibodi bagi parasit tersebut. Antibodi merupakan protein yang diproduksi sistem imun dan akan muncul ketika ada kehadiran objek asing, seperti parasit.

Hasil dari tes antibodi pun masih tergolong sulit untuk dibaca, maka setiap hasil tes positif harus dikonfirmasi oleh pihak laboratorium yang secara khusus mendiagnonis toxoplasmosis.

Tes bagi ibu hamil dan bayi

Apabila Anda hamil dan terinfeksi parasit Toxoplasma, yang perlu dan dokter lakukan adalah memeriksa apakah bayi yang Anda kandung terinfeksi atau tidak.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk memeriksa toksoplasmosis pada ibu hamil dan bayi, antara lain:

  • Amniocentesis
    Prosedur ini biasanya dilakukan setelah minggu ke-15 kehamilan. Umumnya, dokter menggunakan jarum kecil untuk mengambil sedikit cairan ketuban di sekitar janin untuk diperiksa.
  • Ultrasound atau USG
    Tes USG menggunakan gelombang suara menciptakan gambar bayi dalam rahim. Teknologi ultrasound toxoplasmosis tidak dapat mendiagnosis keberadaan bakteri ini, tapi bisa menunjukkan beberapa tanda infeksi bayi, seperti cairan di otak (hydrocephalus).Meskipun begitu, hasil negatif tes ultrasound tidak menjamin bayi Anda 100% bebas infeksi. Itu sebabnya, dokter akan terus memeriksa dan mencatat perkembangan pemeriksaan darahnya di 12 bulan awal sejak kelahiran.

Tes pada kasus yang parah

Apabila infeksi toxoplasmosis sudah cukup parah dan diduga telah mengakibatkan infeksi otak, Anda mungkin akan membutuhkan berbagai cara diagnosis untuk memeriksa apakah otak Anda juga terpengaruh. Tes yang dilakukan biasanya:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    Tes ini menggunakan alat magnetis dan gelombang elektromagnetis untuk memproduksi potongan-potongan antara area kepala dan otak. Selama prosedur, Anda akan berada dalam sebuah mesin yang besar, berbentuk pipa dengan medan magnet di tengah dan dikelilingi alumunium. MRI merupakan sebuah prosedur yang tidak bersifat membahayakan bagi tubuh.
  • Biopsi otak
    Pada kasus yang sangat langka, apalagi jika Anda tidak menunjukkan perkembangan dari perawatan yang diberikan, dokter akan melakukan operasi untuk mengambil sedikit sampel otak Anda. Sampel tersebut kemudian dianalisis dalam laboratorium untuk mencari jejak parasit Toxoplasma yang ada dalam otak.

Apa saja pilihan pengobatan untuk toxoplasmosis?

Dikutip dari Mayo Clinic, jika Anda sehat, tidak hamil, dan telah didiagnosis toxoplasmosis, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan apa pun. Yang terpenting adalah menjaga sistem kekebalan tubuh dan menjalani gaya hidup sehat.

Namun, apabila Anda termasuk dalam golongan orang-orang yang berisiko, seperti ibu hamil dan memiliki sistem imun tubuh yang buruk, Anda harus mendapatkan perawatan intensif sesegera mungkin.

Pasalnya, penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi pada orang-orang yang tergolong berisiko. Komplikasi kesehatan yang dapat terjadi meliputi:

  • Infeksi mata
  • Kebutaan
  • Ensefalitis (infeksi otak)
  • Kehilangan pendengaran
  • Gangguan mental

Obat-obatan yang diberikan untuk orang sehat dengan toksoplasmosis akan berbeda dengan yang diresepkan untuk pasien berisiko terkena komplikasi. Berikut adalah obat-obatan untuk pasien yang tidak berisiko:

Obat-obatan tersebut dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya meningkat, perdarahan, atau memar. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengawasi efek samping lainnya.

Untuk mengurangi demam, gunakan paracetamol. Tidak ada pola makan tertentu untuk pasien toxoplasmosis. Namun, Anda akan membutuhkan minum air dalam jumlah yang banyak.

Pengobatan toxoplasmosis untuk pasien HIV/AIDS

Apabila Anda mengidap HIV/AIDS, pengobatan yang direkomendasikan adalah pyrimethamine dan sulfadiazine. Alternatif lainnya adalah mengombinasikan pyrimethamine dengan clindamycin.

Pengobatan toxoplasmosis untuk ibu hamil dan bayi

Jika Anda sedang hamil dan terinfeksi parasit Toxoplasma, Anda mungkin memerlukan perawatan medis tergantung pada usia kehamilan Anda.

Apabila infeksi terjadi sebelum minggu ke-16 kehamilan, dokter akan meresepkan antibiotik spiramycin. Obat ini dapat mengurangi risiko bayi terlahir dengan masalah saraf akibat penyakit ini.

Jika infeksi terjadi setelah minggu ke-16 kehamilan, atau dokter mendapati bayi di dalam kandungan Anda positif terinfeksi Toxoplasma, Anda akan diresepkan pyrimethamine, sulfadiazine, dan asam folinik.

Pencegahan toxoplasmosis

Berikut adalah bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi sekaligus mencegah penyakit toxoplasmosis:

  • Mengonsumsi paracetamol untuk nyeri dan demam
  • Beristirahat sampai gejala dan keluhan hilang. Secara perlahan jalani kembali aktivitas reguler Anda.
  • Jika Anda memiliki hewan peliharaan seperti kucing, pastikan litter box atau tempat buang air kucing selalu dibersihkan setiap hari. Namun, hindari mengganti litter box apabila Anda masuk dalam golongan orang berisiko.
  • Hindari memelihara atau menyentuh kucing jalanan, terutama anak-anak kucing.
  • Apabila Anda memelihara kucing, beri makanan kaleng atau makanan kering khusus kucing. Hindari memberikan makanan mentah atau kurang matang.
  • Konsultasi dengan dokter secara berkala dan berkelanjutan untuk dilakukan tes darah
  • Menggunakan tabir surya saat berada di luar rumah karena saat masa pengobatan, Anda akan lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, khususnya setelah memegang daging, buah-buahan, dan sayuran
  • Masak daging hingga matang. Cuci buah-buahan dan sayuran sebelum dimakan.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun selama seharian ia beraktivitas. Lantas, berapa suhu tubuh normal yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Gangguan Kesehatan yang Bisa Disembuhkan dengan Fisioterapi

Terapi fisik alias fisioterapi tak hanya bisa menyembuhkan gangguan pada alat gerak, tapi juga bisa mengatasi inkontinensia alias tak bisa menahan kencing.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 10 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilek

Pilek adalah salah satu kondisi yang umum menyerang. Namun, penyakit ini nyatanya beda dengan flu. Lantas, apa itu pilek? Apa bedanya dengan flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
terapi air kolam hangat

Cara Meredakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit