Stillbirth (Bayi Lahir Mati): Penyebab, Tanda, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa itu stillbirth?

Stillbirth adalah kondisi  bayi meninggal di dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Kondisi ini umumnya terjadi saat usia kehamilan di atas 20 minggu. Sementara itu, kematian bayi sebelum minggu ke-20 kehamilan disebut keguguran.

Definisi yang direkomendasikan oleh WHO untuk perbandingan internasional menyebut bayi meninggal dalam kandungan adalah bayi yang lahir tanpa tanda-tanda kehidupan pada usia kandungan 28 minggu atau lebih. 

Bila dibagi sesuai masa kehamilan, klasifikasi kondisi stillbirth adalah:

  • Usia kehamilan 20 hingga 27 minggu: stillbirth awal (early stillbirth)
  • Usia kehamilan 28 hingga 36 minggu: stillbirth akhir (late stillbirth)
  • Setelah 37 minggu: stillbirth

Memiliki bayi sehat di kehamilan berikutnya adalah hal yang mungkin terjadi pada kebanyakan wanita yang pernah mengalami stillbirth.

Jika penyebab bayi meninggal setelah dilahirkan adalah masalah kromosom tertentu atau masalah tali pusar, kemungkinan lahir mati akan terjadi lagi kecil. 

Sementara itu, bila penyebab stillbirth adalah penyakit kronis ibu atau gangguan genetik pada orangtua, risikonya lebih tinggi. 

Seberapa umumkah kondisi bayi lahir mati?

Masih mengutip dari WHO, pada 2015, jumlah bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) secara global adalah ada 2,6 juta, dengan lebih dari 7.178 kematian per hari. Mayoritas kondisi ini terjadi di negara-negara berkembang. 

Kasus bayi meninggal dalam kandungan atau setelah dilahirkan terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah adalah sebanyak 98 persen.

Sementara itu, sekitar setengah dari semua kasus bayi meninggal dalam kandungan terjadi pada periode intrapartum (selama proses persalinan hingga kelahiran), yang merupakan waktu risiko terbesar. 

Diperkirakan proporsi bayi meninggal dalam kandungan yang intrapartum adalah bervariasi dari 10 persen di daerah maju hingga 59 persen di Asia Selatan. 

Bayi meninggal setelah dilahirkan merupakan kondisi yang dapat terjadi pada siapapun.

Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala stillbirth

Gejala bayi meninggal dalam kandungan atau setelah dilahirkan yaitu kelahiran bayi yang telah tidak bernyawa setelah 24 minggu penuh kehamilan. Namun, biasanya tidak ada tanda darurat sebelum stillbirth terjadi. 

Gejala yang mungkin terjadi sebelum bayi meninggal dalam kandungan yaitu:

  • Pendarahan vagina, terutama selama trimester kedua kehamilan
  • Bayi kurang bergerak atau mengalami perubahan tingkat aktivitas normal selama di dalam kandungan. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth yang tidak disebutkan di atas. Jika memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikan pada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika mengalami salah satu tanda atau gejala bayi meninggal dalam kandungan yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikan pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan dengan dokter.

Penyebab bayi lahir mati (stillbirth)

Sekitar 1 dari 200 kehamilan dapat mengalami kematian sebelum bayi lahir pada usia kandungan lebih dari 20 minggu.

Tidak jauh berbeda dengan penyebab dari keguguran, bayi lahir mati juga bisa disebabkan oleh kondisi ibu maupun janin.

Beberapa hal menjadi penyebab bayi meninggal dalam kandungan atau setelah dilahirkan adalah:

1. Cacat lahir dengan atau tanpa kelainan kromosom

Mengutip dari March of Dimes, sekitar 14 dari 100 kasus bayi lahir mati (14 persen), memiliki kondisi cacat lahir termasuk kondisi kelainan genetik, seperti down syndrome.

Selain itu, kelainan kromosom bertanggung jawab sebesar 15-20 persen dari semua kejadian bayi lahir mati.

Terkadang, bayi lahir mati juga mempunyai kelainan struktural yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom, tetapi disebabkan oleh genetik, lingkungan, dan penyebab yang tidak diketahui.

2. Masalah dengan tali pusar

Saat persalinan, bisa saja terjadi tali pusar bayi yang keluar lebih dulu sebelum bayi keluar (prolaps tali pusar), sehingga menghalangi pasokan oksigen bayi sebelum bayi mampu bernapas sendiri.

Bayi yang terlilit tali pusar sebelum persalinan, sehingga mengganggu pernapasan bayi.

Dua kejadian yang melibatkan tali pusar ini menjadi penyebab bayi meninggal di dalam kandungan. Namun, kejadian ini jarang menjadi penyebab utama dari bayi lahir mati.

3. Masalah pada plasenta

Sekitar 24 persen masalah pada plasenta menyebabkan stillbirth. Masalah pada plasenta ini mencakup:

  • Pembekuan darah
  • Peradangan
  • Masalah dengan pembuluh darah di plasenta
  • Solusio plasenta (plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya)

Wanita yang merokok selama kehamilan lebih mungkin untuk mengalami abrupsio plasenta dibandingkan wanita yang tidak merokok.

4. Kondisi kesehatan ibu

Ibu hamil dengan kondisi ini bisa menjadi penyebab bayi lahir mati:

Tekanan darah tinggi atau preeklampsia saat hamil meningkatkan risiko abruptio plasenta atau bayi lahir mati dua kali lebih besar.

5. Intrauterine growth restriction (IUGR)

IUGR membuat janin memiliki risiko tinggi kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi ini kemudian membuat pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu.

Pertumbuhan dan perkembangan janin yang berjalan sangat lambat dapat menempatkan janin pada risiko lahir mati.

Bayi yang kecil atau tidak tumbuh sesuai dengan usianya berisiko mengalami kematian karena asfiksia atau kekurangan oksigen sebelum atau selama kelahiran.

6. Infeksi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi ibu, bayi, atau plasenta

Sekitar 1 dari 10 kejadian bayi lahir mati disebabkan oleh infeksi. Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan bayi lahir mati adalah:

Beberapa infeksi ini mungkin tidak menunjukkan gejala dan mungkin juga tidak terdiagnosis sebelum ibu mengalami kondisi yang lebih serius, seperti kelahiran prematur atau bayi lahir mati.

Apa yang meningkatkan risiko stillbirth?

Sama seperti keguguran, bayi lahir mati tentu bukan kejadian yang diinginkan oleh semua ibu hamil. Berikut hal yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami stillbirth:

Konsultasikan ke dokter bila memiliki salah satu faktor risiko di atas.

Bagaimana stillbirth didiagnosis?

Dokter akan memeriksa detak jantung janin untuk memastikan keadaan si kecil, pemeriksaan ini menggunakan doppler atau scan ultrasound.

Sementara itu kalau bayi meninggal dalam kandungan dan tidak ada risiko segera pada kesehatan, biasanya ibu hamil akan diberi waktu untuk berpikir mengenai apa yang ingin dilakukan selanjutnya.

Langkah selanjutnya yaitu menunggu waktu kelahiran dimulai secara alami, atau kelahiran dimulai dengan obat(induksi).

Jika kesehatan ibu hamil berada dalam risiko, bayi tersebut harus dilahirkan sesegera mungkin.

Biasanya cara mengeluarkan bayi yang sudah mati di dalam kandungan tetap persalinan normal. Namun, bisa juga dengan tindakan operasi caesar pada kondisi tertentu. 

Apa saja pengobatan untuk stillbirth?

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Ketika seorang ibu mengalami kondisi bayi meninggal di dalam kandungan atau setelah dilahirkan, hal yang penting dilakukan adalah segera melahirkan bayinya.

Beberapa ibu mungkin sudah siap diinduksi saat itu juga untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga bisa melahirkan dengan normal (pervaginam).

Ini adalah cara yang sering dilakukan untuk mengeluarkan bayi yang sudah mati di dalam kandungan.

Jika leher rahim ibu belum melebar, dokter akan memberikan obat pada vagina ibu untuk merangsang pelebaran leher rahim. Ibu juga akan diberi infus hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim.

Beberapa ibu dengan kondisi tertentu akan disarankan untuk menjalani operasi caesar, seperti:

Operasi caesar dilakukan untuk menghindari komplikasi saat persalinan, seperti perdarahan.

Selain dengan cara melahirkan normal atau operasi caesar, proses pengeluaran bayi lahir mati juga dapat dilakukan dengan cara dilasi dan kuretase (D&C) atau lebih dikenal dengan istilah kuret. 

Prosedur ini dilakukan jika usia kandungan ibu masih dalam trimester kedua. Dilasi dan kuretase memiliki komplikasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan prosedur induksi sebagai upaya untuk dapat melahirkan normal.

Bagaimana respon tubuh setelah melahirkan bayi kondisi meninggal?

Setelah melahirkan, tentu tubuh juga membutuhkan waktu untuk proses pemulihan. Ibu mungkin perlu dirawat beberapa hari di rumah sakit. 

Beberapa hari setelah proses melahirkan, ibu akan merasakan penuh pada payudara karena sudah memproduksi ASI. Ini merupakan suatu hal yang normal terjadi. 

Seiring waktu berjalan, produksi ASI akan berhenti dan ASI akan hilang, tetapi payudara mungkin akan terasa sakit dan nyeri untuk sementara.

Selain pemulihan kondisi fisik, Anda juga pastinya membutuhkan pemulihan emosional. Ini mungkin menjadi suatu proses yang panjang. 

Memang tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa telah kehilangan. Pada saat ini, Anda membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, terutama pasangan dan keluarga.

Setelah mengalami kehilangan, beberapa ibu biasanya mempunyai dorongan yang kuat untuk hamil lagi.

Beberapa wanita mungkin ingin mencoba hamil lagi dengan segera, tetapi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mempersiapkan kehamilan lebih baik. 

Sebaiknya ketahui penyebab kondisi stillbirth, sehingga bisa dicegah pada kehamilan berikutnya. Pada beberapa kasus bayi lahir mati mungkin tidak dapat dijelaskan apa yang menyebabkannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Detak Jantung Janin Lemah, Apakah Ini Pertanda Buruk?

Detak jantung janin lemah disebut juga fetal bradikardia, yaitu ketika detak jantung si kecil di bawah 100 detak per menit. Mengapa bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Juli 2017 . Waktu baca 3 menit

Perlukah Bayi Memiliki Tempat Tidur dan Kasur Sendiri?

Untuk menyambut kelahiran si kecil, baiknya Andamemilih tempat tidur dan kasur bayi yang nyaman dan aman. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 27 Juni 2017 . Waktu baca 6 menit

Ini Bahayanya Bagi Bayi Kalau Ibu Tidur Telentang Saat Hamil Tua

Saat hamil, mencari posisi rebahan untuk beristirahat bisa menjadi dilema tersendiri. Tapi tidur telentang saat hamil meningkatkan risiko bayi lahir mati.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 22 Januari 2017 . Waktu baca 5 menit

4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi

Orangtua mana yang tidak terpuruk setelah ditinggal wafat buah hatinya sendiri? Namun Anda tetap harus bangkit meski sudah kehilangan bayi tercinta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Perawatan Ibu, Kesehatan Mental Ibu, Kehamilan 19 Desember 2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi lahir mati

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
penyakit tiroid stillbirth

Penyakit Hipertiroid Bisa Meningkatkan Risiko Stillbirth Alias Kematian Janin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
pengapuran plasenta

Pengapuran Plasenta, Seberapa Berbahaya Kondisi Ini Selama Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2017 . Waktu baca 6 menit