home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Catat Baik-baik! Ini Jadwal Lengkap Vaksin untuk Orang Dewasa

Catat Baik-baik! Ini Jadwal Lengkap Vaksin untuk Orang Dewasa

Vaksin tidak hanya dibutuhkan oleh bayi dan anak kecil. Orang dewasa pun memerlukannya, terutama jika sewaktu kecil ketinggalan jadwalnya sehingga imunisasi Anda tidak lengkap. Beberapa vaksin waktu kecil juga ada yang harus diulang atau dilakukan berkala untuk menjaga kekebalan tubuh. Apa saja dan kapan jadwal vaksin untuk orang dewasa? Simak di bawah ini.

Berikut jadwal untuk vaksin orang dewasa

1. Tetanus dan difteri

Pada dasarnya, tiap orang dewasa harus mendapatkan satu set vaksinasi lengkap. Umumnya bisa didapat dengan tiga dosis primer dari vaksin difteri dan toksoid tetanus, Kedua dosis tersebut bisa diberikan paling tidak dengan jarak empat minggu, dan dosis ketiga diberikan enam hingga 12 bulan setelah dosis kedua.

Tetapi, kalau ada orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi tetanus dan difteri secara rutin, maka biasanya ia diberikan seri primer dan diikuti dosis penguat setiap 10 tahun. Berapa efek samping yang bisa didapat dari vaksin ini adalah bengkak, memar sekitar suntikan, dan bahkan demam setelahnya.

2. Pneumokok

Vaksin pneumokok merupakan vaksin yang ditujukan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut infeksi pneumokokus.

CDC merekomendasikan 2 vaksin pneumokokus untuk semua orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, yang menderita penyakit kardiovaskular kronis, diabetes melitus, atau faktor risiko lainnya seperti penyakit pada paru-paru atau livernya. Anda harus menerima dosis PCV13 terlebih dahulu, dilanjutkan dengan dosis PPSV23, minimal 1 tahun kemudian. Jika Anda sudah menerima dosis PPSV23, dosis PCV13 harus diberikan paling sedikit 1 tahun setelah menerima dosis PPSV23 terbaru. Namun, banyak dokter melakukan tembakan kedua 5 sampai 10 tahun setelah suntikan pertama.

3. Influenza

Vaksin influenza merupakan salah satu vaksin orang dewasa yang wajib dilakukan bagi orang yang berusia di atas 50 tahun, penghuni rumah jompo dan penghuni fasilitas umum dalam waktu lama, orang muda dengan penyakit jantung, paru kronis, penyakit metabolisme (seperti diabetes), gagal ginjal dan penderita HIV. Vaksin influenza ini terbagi menjadi dua, vaksin influeza aktif dan inaktif, dimana dilakukan bertujuan untuk mencegah penyakit flu dan komplikasi lain yang bisa terjadi.

Idealnya, vaksin flu harus Anda dapatkan setiap tahun sekali, terutama sebelum dimulai musim flu. Vaksin flu biasanya ditawarkan mulai bulan September sampai pertengahan November setiap tahun.

4. Hepatitis A dan B

Orang dewasa umumnya membutuhkan vaksin hepatitis A dan B jika memang memiliki risiko penyakit tersebut. Namun, hal ini juga bisa dilakukan jika Anda hanya ingin terlindungi kesehatannya. Vaksin hepatitis bisa dilakukan kapan saja. Vaksin Hepatitis A diberikan dalam 2 kali suntikan, jaraknya terpisah 6 bulan. Sementara itu semua anak harus mendapatkan vaksin hepatitis B dosis pertama begitu lahir dan menyelesaikan seri vaksin pada usia 6-18 bulan. Jika Anda tidak pernah mendapatkan vaksin B sebelumnya, Anda bisa mendapatkannya kapan saja.

Beberapa orang yang punya faktor risiko seperti tinggal di wilayah atau daerah yang punya angka penyakit hepatitis tinggi, mempunyai masalah liver, homoseksual, pengguna narkoba, wajiba melakukan vaksin. Dan vaksin untuk hepatitis A biasanya diberikan sebanyak 2 dosis, dengan jarak 6 hingga 12 bulan.

5. Campak, Gondong dan Rubella (MMR)

Tiap orang wajib mendapatkan vaksin MMR, paling tidak sekali seumur hidup. Vaksin MMR biasanya didapat ketika masa kanak-kanak. Tapi vaksin MMR juga terutama penting untuk orang-orang dewasa yang lahir sebelum tahun 1957, atau belum pernah mendapatkannya sewaktu kecil. Anda bisa mendapatkan vaksin ini kapan saja untuk pencegahan campak, gondong, dan rubella.

Beberapa orang dewasa yang berisiko terpapar MMR mungkin akan memerlukan 2 dosis (atau lebih), yang dilakukan dalam jangka waktu beberapa minggu.

6. Meningokok

Vaksin orang dewasa ini, harus dan wajib diberikan pada calon haji umrah atau orang dewasa yang akan berpergian ke negara lain. Vaksin ini juga dianjurkan untuk individu yang memiliki kekebalan imun lemah, pasien asplenia anatomik dan fungsional, dan ketika Anda travelling ke negara yang terdapat epidemi penyakit meningokok, Afrika contohnya. Umumnya dokter akan menyarankan Anda mendapatkan vaksin ini tiap 3 tahun sekali, jika Anda termasuk dalam risiko di seperti yang telah dijelaskan di atas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Immunization Schedule http://www.emedicinehealth.com/immunization_schedule_adults/article_em.htm Diakses pada 17 September 2017.

Vaksin Pneumokokus http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus Diakses pada 17 September 2017.

Adult MMR Vaccine http://www.webmd.com/vaccines/adult-mmr-vaccine-guidelines#1 Diakses pada 17 September 2017.

Adult Immunization by Age https://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/imz/adult.html Diakses pada 17 September 2017.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 23/09/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x