Kucing pipis sembarangan memang bikin jengkel. Selain membuat rumah kotor, bau kencing yang menempel di karpet, sofa, atau lantai bisa sangat mengganggu. Belum lagi, bau urine bisa membuat kucing spraying atau kembali buang air di tempat yang sama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghilangkan bau kencing kucing secara efektif. Ketahui selengkapnya di bawah ini.
Cara menghilangkan bau kencing kucing
Urine kucing yang menempel di karpet, sofa, atau lantai rumah berpotensi menyebarkan penyakit dari kucing ke manusia. Tak hanya itu, perilaku kucing pipis sembarangan juga bisa membuat seisi rumah bau.
Bau kencing kucing berasal dari senyawa amonia dan asam urat yang sulit hilang jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat.
Untuk menghilangkan bau kencing kucing secara efektif umumnya diperlukan gabungan sejumlah cara sekaligus.
Ada beberapa cara menghilangkan bau pipis kucing yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut.
Pembersih enzimatik adalah cairan khusus yang mengandung enzim untuk memecah zat penyebab bau di urine kucing, seperti protein dan asam urat.
Caranya, setelah bersihkan urine dengan tisu atau lap kering, semprotkan cairan ini ke area yang terkena, lalu biarkan sampai benar-benar kering. Jangan dilap atau bilas, karena enzim butuh waktu untuk bekerja.
Ini adalah cara paling efektif karena benar-benar menghilangkan sumber bau urine dari kucing yang pipis sembarangan, bukan hanya menutupinya.
Bahkan, ini juga bisa menjadi cara menghilangkan bau kencing kucing yang sudah kering.
Sebelum memakai pembersih enzimatik, Anda bisa menyemprotkan campuran cuka putih dan air (perbandingan 1:1) ke area yang terkena urine.
Cuka membantu menetralkan zat amonia dari urine yang menyebabkan bau menyengat.
Untuk menggunakan cairan ini sebagai cara menghilangkan bau pipis kucing, diamkan selama 10–15 menit, lalu keringkan dengan tisu sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Melansir dari jurnal Separations, arang aktif atau activated charcoal adalah bahan alami yang sangat baik untuk menghilangkan bau kencing kucing.
Bahan ini punya banyak pori-pori kecil yang bisa menyerap zat penyebab bau, seperti amonia dari urine kucing.
Untuk menggunakannya, cukup letakkan beberapa kantong arang di area bau untuk membantu menyerap aroma secara efektif.

Bubuk kopi bekas yang sudah dingin dan dikeringkan memiliki asam dan kandungan nitrogen yang mampu menyerap bau tak sedap, termasuk bau urine kucing.
Setelah kopi digunakan, biarkan ampasnya mengering, lalu taburkan di area yang berbau, seperti dekat kotak pasir kucing (litter box) atau tumpahan urine di karpet atau sofa.
Diamkan beberapa jam hingga semalaman. Bubuk kopi akan menyerap dan menetralisasi bau serta menggantikannya dengan aroma kopi yang lebih ringan.
5. Minyak atsiri dan cairan citrus
Minyak esensial seperti lavender, tea tree, atau citrus (jeruk/lemon) bisa memberikan aroma segar dan memiliki sifat antibakteri ringan.
Namun, perlu hati-hati saat menggunakan minyak tersebut di sekitar lingkungan kucing.
Pasalnya, beberapa kucing sensitif terhadap minyak, terutama di area kulit dan hidung, sehingga penggunaannya harus terbatas dan diencerkan.
Steam cleaning, juga dikenal sebagai hot water extraction, adalah metode yang sering digunakan di luar negeri untuk menghilangkan bau kencing kucing pada permukaan seperti karpet, sofa, atau alas lantai.
Metode ini bekerja dengan menyemprotkan uap panas hingga mencapai sekitar 104–120 °C ke dalam serat bahan, kemudian segera disedot untuk membersihkan kotoran kucing dan bau di permukaan dalam.
Efektivitas uap panas ini tidak hanya memecah molekul penyebab bau, seperti amonia dan senyawa organik volatil, tetapi juga membunuh bakteri yang menjadi faktor utama timbulnya bau tak sedap.
7. Produk dengan bakteri baik (bioaktif)

Beberapa pembersih mengandung bakteri baik yang bisa menghilangkan zat kimia penyebab bau dalam urine.
Produk seperti ini biasanya dipakai untuk karpet, kain, atau kasur. Setelah disemprot, diamkan minimal semalam agar bakteri punya cukup waktu bekerja.
Cara ini ampuh untuk menghilangkan bau lama yang sudah menyerap ke dalam kain.
Jika bau masih ada setelah langkah di atas, cara lainnya yaitu dengan menyemprot area tersebut menggunakan hidrogen peroksida 3%, yang biasa dijual di apotek.
Cairan ini membantu mengoksidasi sisa zat bau yang belum hilang.
Akan tetapi, jangan digunakan langsung di kain berwarna karena bisa memudarkan warna. Sebaiknya cairan ini gunakan setelah pembersih enzimatik, lalu biarkan kering sendiri.
9. Biarkan kering secara alami dan sirkulasi udara lancar
Setelah semua cara menghilangkan bau pipis kucing di atas telah dilakukan, pastikan area bekas urine dibiarkan kering dengan baik.
Jangan langsung tutupi permukaan yang sudah dibersihkan dengan karpet atau kain lain saat masih basah.
Bila perlu, arahkan kipas angin ke area tersebut agar cepat kering dan bau tidak terperangkap pada permukaan tersebut.
Bagi Anda yang merawat kucing, pastikan Anda mengetahui cara menghilangkan bau kencing kucing di atas agar rumah Anda tetap bersih bila si anabul pipis sembarangan.
Setelahnya, pastikan lingkungan sekitar kucing nyaman agar ia tak lagi pipis sembarangan, dan rumah Anda kembali bersih serta bebas dari bau yang menyengat.
Kesimpulan
- Menghilangkan bau kencing kucing secara efektif bisa dilakukan dengan gabungan beberapa metode, dimulai dengan membersihkan area menggunakan pembersih enzimatik untuk memecah zat penyebab bau seperti amonia dan asam urat.
- Sebelum atau sesudahnya, campuran cuka dan air, baking soda, atau hidrogen peroksida dapat digunakan untuk menetralkan bau tambahan.
- Metode lain seperti penggunaan arang aktif, bubuk kopi, dan steam cleaning juga terbukti membantu menyerap atau mengangkat bau dari permukaan yang dalam.
- Setelah semua langkah dilakukan, penting untuk membiarkan area mengering secara alami agar proses pembersihan berjalan sempurna dan mencegah bau muncul kembali.