Mengenal Keladi Tikus, Obat Herbal untuk Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar tentang tanaman keladi tikus? Disinyalir tanaman ini memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai pengobatan kanker. Dikutip oleh situs Deherba, Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric yang memiliki yayasan Cancer Care di Penang, Malaysia, telah meneliti manfaat keladi tikus semenjak tahun 1995. Keladi tikus sendiri adalah salah satu tanaman yang berasal dari Malaysia, yang digunakan sebagai obat kanker dengan cara mengambil ekstraknya. Di Indonesia sendiri keladi tikus cukup terkenal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk kanker, dan sudah banyak dijual dalam bentuk pil.

Sejarah pengobatan dengan keladi tikus

Keladi tikus atau typhonium flagelliforme adalah genus typhonium dan termasuk ke dalam familia arecaceae. Tanaman ini telah dipakai untuk pengobatan yang dilakukan oleh para tabib di Cina sejak dahulu kala. Diketahui bahwa keladi tikus mengandung senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, dan sterol. Jenis senyawa flavonoid dan terpenoid, berdasarkan penelitian, mampu menjadi antikanker. Flavonoid juga memiliki kelebihan dalam pengobatan pada kanker paru-paru.

Berdasarkan penelitian, di Cina, keladi tikus dapat dipakai untuk mengobati permasalahan dengan tenggorokan seperti batuk, dahak, dan radang. Selain itu, keladi tikus juga dapat digunakan untuk pengobatan eksternal, seperti untuk luka luar, masalah kulit seperti koreng, bisul, atau bengkak karena digigit oleh serangga, bahkan membantu menetralisir narkoba. Di Filipina, tanaman ini juga digunakan untuk menghentikan perdarahan.

Sejak kapan keladi tikus digunakan untuk mengobati kanker?

Awal mulanya tanaman ini mulai digunakan untuk mengobati penyakit kanker sejak kekhawatiran muncul tentang pengobatan kimia aktif atau kemoterapi yang dapat merusak jaringan tubuh, walaupun cukup efektif dalam membunuh sel kanker, hal ini dikemukakan pada jurnal “Potensi Bakteri Endofik dari Tanaman Keladi Tikus sebagai Penghasil Zat Antimikroba dan Antioksidan”. Pengobatan herbal diperlukan agar efek samping yang diterima saat melakukan pengobatan kimia tidak terlalu besar. Selain itu, pengobatan herbal membantu agar sel-sel kanker tidak menyebar dan tidak memberikan efek toksik pada penderita.

Tanaman keladi tikus dianggap mampu menghambat penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Khasiat dari tanaman ini adalah antikanker, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan di jurnal tersebut meneliti bakteri endofit yang tumbuh di jaringan tumbuhan. Bakteri yang diteliti ini akan menghasilkan metabolit yang hampir sama dengan tumbuhan yang ditumbuhinya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bakteri tersebut menghasilkan senyawa antimikroba yang tinggi. Selain itu, juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen karena senyawa aktif yang dihasilkan.

Apakah keladi tikus efektif untuk obat kanker?

Sebuah penelitian dilakukan pada tikus perempuan yang berusia tiga bulan. Sel tumor dipindahkan pada tikus, lalu dilakukan percobaan. Jenis keladi tikus yang digunakan adalah berupa sirup. Disimpulkan bahwa keladi tikus mampu mengurangi reseptor dan protein pada sel kanker payudara, namun tidak dapat mengurangi volume kanker payudara tersebut. Namun, pada beberapa penelitian juga ditemukan bahwa pecahan non-polar dari tanaman keladi tikus dapat menghambat pertumbuhan sel proliferasi pada kanker paru-paru manusia.

Pada tanaman keladi tikus, terdapat ekstrak etanol, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50% mampu untuk menghambat sel kanker payudara sebesar 50%. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa keladi tikus memang dapat menghambat sel kanker, namun efektivitas kesembuhannya tidak besar. Keladi tikus hanya mampu menghambat, belum mampu mengobati sepenuhnya. Pengobatan kimia tetap disarankan untuk penderita kanker, namun sebaiknya dibarengi dengan mengonsumsi keladi tikus agar efek samping dari kemoterapi tersebut dapat dinetralisir.

Bagaimana ciri-ciri tanaman keladi tikus?

Tanaman keladi tikus memiliki daun dan tangkai berwarna hijau. Memiliki rasa agak pahit. Pada masa kematangannya, ia memiliki bunga menyerupai bentuk ekor tikus yang panjang. Jika tersentuh oleh tangan, biasanya tanaman ini akan menimbulkan rasa gatal. Di Indonesia sendiri, tanaman keladi tikus menyebar di Pulau Jawa. Bentuknya menyerupai tanaman talas dan beratnya sekitar 10-20 gram. Umbi pada tanaman ini berbentuk agak lonjong, tetapi  bulat. Biasanya keladi tikus ditemukan saat musim hujan, namun jangan berharap menemukannya pada musim kemarau.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca