Awas, Merokok Bisa Memangkas Angka Harapan Hidup ODHA

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Merokok memang merusak kesehatan bagi siapa saja. Kebisaan merokok bisa menyebabkan penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, dan penyakit kronis lainnya. Apalagi untuk pasien HIV. Merokok efeknya bisa dua kali lebih berbahaya pada tubuh. Apa saja bahaya rokok bagi kesehatan tubuh pasien HIV? Simak ulasannya berikut ini.

Sekilas mengenai HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Ini membuat orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) menjadi lebih mudah terserang penyakit. Jika tidak diobati, HIV akan menyebabkan AIDS. HIV dapat diobati dengan terapi obat antiretroviral (ART), ini dikonsumsi sepanjang hidup pasien karena sampai ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV.

Obat ini mencegah virus yang merusak limfosit. Bila obat tidak diminum secara rutin, pasien akan resisiten terhadap obat, yang artinya obat-obatan tersebut tidak mempan atau tidak akan memberikan pengaruh pada tubuh. Selain pengobatan, pasien HIV juga diwanti-wanti untuk tidak merokok sekaligus menjauhi asap rokok. Sebab ini akan membahayakan kesehatannya.

Bahaya rokok pada pasien HIV

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian di Denmark mengungkapkan bahwa pasien HIV yang merokok memiliki angka harapan hidup lebih kecil dibandingkan dengan pasien HIV yang tidak merokok. Seorang pria bernama Brian yang berumur 43 tahun didiagnosis HIV. Dokter segera melakukan pengobatan dan perawatan untuk mengendalikan penyakitnya. Seiring waktu, tubuhnya kembali pulih dan dapat beraktivitas kembali. Namun, kebiasaan merokok membuat Brian mengalami stroke dan hampir kehilangan nyawanya.

Dilansir dari Medscape, Dr. John T. Brooks, pemimpin Tim Penelitian Epidemiologi HIV di Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa merokok membahayakan pasien HIV dengan dua alasan.

Pertama, merokok menghambat fungsi limfosit T CD4. Limfosit ini adalah leukosit yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Pada pasien HIV, leukosit yang ada di tubuhnya mengalami kerusakan. Dengan ditambahnya rokok yang menghambat limfosit, maka tubuh akan mudah mengembangkan infeksi tertentu, seperti:

  • Infeksi jamur pada mulut, yaitu kandidiasis oral
  • Leukoplakia (lidah dengan plak putih)
  • Pneumonia bakterial (infeksi paru)
  • Pneumocystis pneumonia (infeksi paru-paru berbahaya)

Kedua, senyawa-senyawa yang terkandung pada rokok menyebabkan peradangan kronis pada tubuh dan menurunkan kepadatan mineral pada tulang. Ini menyebabkan terjadinya penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Setelah mengetahui bahaya rokok, banyak ODHA ingin berhenti merokok

Survei menunjukkan bahwa dua pertiga ODHA yang merokok ingin berhenti merokok. Sayangnya, kebiasaan merokok sulit dihentikan. Ini mungkin membutuhkan tekad yang kuat, bantuan terapis atau dokter, dan orang terdekat pasein untuk mendukungnya berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan saran atau layanan kesehatan yang membantu pasien untuk berhenti merokok. Jauhkan pasien dari asap rokok, walaupun ODHA tidak merokok, berada di sekitar perokok efeknya tetap berbahaya.

Berhenti merokok mendukung kestabilan kesehatan ODHA dan tidak menyia-nyiakan pengobatan yang dilakukan. Ini tentu meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghindari pasien dari beberapa penyakit kronis terkait dengan asap rokok. Sebenarnya tanpa HIV pun, asap rokok dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, berhenti merokok dan beralihlah ke pola hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit kronis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit