Siklus Hidup Cacing Pita, Parasit Penyebab Penyakit Taeniasis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit cacing pita adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit taenia. Dalam dunia medis, infeksi ini disebut dengan taeniasis. Taeniasis termasuk salah satu penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Meski terbilang umum, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati dengan cara yang tepat. Pasalnya, larva cacing mampu bertahan hidup di dalam tubuh manusia hingga 30 tahun lamanya!

Jika larva cacing sampai keluar dari usus dan membentuk kista di jaringan lain, maka infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan organ dan jaringan. Yuk, simak informasi lengkap tentang infeksi taeniasis di bawah ini.

Siklus hidup cacing pita, parasit penyebab taeniasis

Ada dua jenis utama parasit penyebab infeksi cacing pita: Taenia saginata yang berasal dari sapi dan Taenia solium yang berasal dari babi. Siklus hidup cacing pita T. saginata dan T. solium sangat mirip.

Secara umum, berikut penjelasan tentang siklus hidup cacing pita:

Siklus hidup cacing pita

1. Telur cacing lepas ke lingkungan

Cacing pita adalah hewan parasit. Oleh karena itu, hewan ini memerlukan tubuh inang agar dapat berkembang biak, dan usus halus manusia adalah satu-satunya tuan rumah bagi T. saginata dan T. solium untuk bertahan hidup.

Cacing taenia dewasa berkembang biak dengan cara bertelur. Telur cacing yang telah matang berkembang menjadi larva oncospheres yang masih mengandung telur, kemudian terlepas dari tubuh cacing pita dewasa dan keluar dari anus bersama feses manusia.

2. Infeksi hewan ternak

Saat telur cacing pita keluar dari tubuh manusia, ada kemungkinan telur cacing ini dapat berpindah ke inang lain. Babi dan sapi adalah dua jenis hewan yang sering menjadi inang dari cacing taenia. Sapi dan babi terinfeksi cacing ini dengan mengonsumsi pangan ternak yang terkontaminasi telur cacing.

Di usus binatang, larva oncospheres menetas menjadi embrio cacing, kemudian menyerang dinding usus dan masuk dalam sistem peredaran darah pada hewan tersebut. Larva kemudian menyebar ke bagian bagian tubuh hewan yang lain, seperti di otot lidah, jantung, hati, sistem limfatik, dan bahu. Embrio cacing pita dapat bertahan selama beberapa tahun pada hewan tersebut.

3. Infeksi manusia

Manusia bisa menelan larva cacing pita yang tersembunyi pada daging hewan yang mentah atau dimasak tidak matang. Anda juga bisa menelan cacing ini dari mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar kotoran manusia atau hewan yang mengandung terinfeksi oleh cacing.

Setelah tertelan, scolex (kepala) cacing akan menempel kuat ke dinding usus halus dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang menumpahkan telur di kotoran manusia yang terinfeksi. Cacing dewasa bisa memanjang sampai 15 meter dan mampu bertahan hidup hingga 30 tahun dalam tubuh manusia.

Setelah telur-telur baru bermigrasi ke anus dan masuk ke dalam tinja, kemudian siklus hidup cacing akan berulang kembali.

Tanda tubuh Anda terinfeksi cacing pita

penyakit usus halus pendek

Kebanyakan orang yang terinfeksi cicing ini tidak mengalami gejala apapun. Namun, beberapa gejala khas dari infeksi cacing ini biasanya meliputi:

  • Sering sakit perut
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun drastis tanpa sebab
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Terlihat lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Sulit tidur, atau bahkan mengalami insomnia

Beberapa orang yang terinfeksi cacing jenis ini juga mengalami iritasi di daerah perianal, yaitu area di sekitar anus. Iritasi ini disebabkan oleh segmen cacing atau telur yang dikeluarkan dalam tinja. Biasanya, orang baru sadar kalau mereka terkena penyakit cacingan ketika melihat segmen cacing atau telur di tinja mereka.

Pilihan pengobatan untuk infeksi cacing pita

obat mata sensitif terhadap cahaya

Penyakit cacingan biasanya diobati dengan obat yang diresepkan dokter. Praziquantel dan albendazole merupakan obat-obatan yang sering diresepkan dokter.

Kedua obat ini memiliki sifat antihelmintik, yaitu bertugas untuk membunuh cacing dan telurnya. Biasanya obat-obatan tersebut dikonsumsi selama beberapa minggu supaya tubuh Anda benar-benar terbebas dari infeksi. Nantinya, cacing tainea akan dikeluarkan dari tubuh bersama dengan feses.

Selama mengonsumsi obat-obatan tersebut, Anda mungkin akan mengalami beberapa efek samping seperti pusing dan sakit perut.

Tips jitu untuk mencegah infeksi cacing pita

ciri daging yang sehat

Salah satu cara untuk mencegah infeksi cacing pita (taeniasis) adalah dengan memasak daging hingga matang. Kalau memungkinkan, termometer makanan harus digunakan untuk mengukur suhu dalam daging yang dimasak. Selain itu, jangan mencicipi daging sampai daging tersebut matang sempurna.

United States Department of Agriculture (USDA), atau setara dengan Kementarian Pertanian di Indonesia merekomendasikan sejumlah hal berikut sebagai cara mengolah daging yang benar:

  • Untuk potongan daging utuh (tidak termasuk daging unggas). Masak sampai setidaknya daging bersuhu 63°C yang diukur dengan termometer makanan yang ditusukkan di bagian daging yang paling tebal. Lalu diamkan dagingnya sebentar selama tiga menit sebelum dikonsumsi.
  • Untuk daging cincang (tidak termasuk daging unggas). Masak sampai setidaknya daging bersuhu 71°C. Daging cincang tidak memerlukan waktu istirahat sebelum dikonsumsi.

Pastikan juga untuk memerhatikan cara menyimpan daging yang benar. Taruh daging sapi di kulkas bersuhu 1°Celcius atau di freezer bersuhu -18°C segera setelah membelinya. Hal ini dilakukan untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisinya, dan memperpanjang umur simpan makanan. Jika disimpan dalam kulkas, pastikan daging yang dimasak diletakkan terpisah dari daging mentah, makanan mentah, dan makanan beku pada umumnya.

Cara lainnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan pribadi, dengan selalu cuci tangan sebelum dan setelah makan serta setelah dan sebelum mengolah daging. Selain itu, penting juga untuk selalu cuci tangan setelah Anda buang air buang air kecil/besar.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca