home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Pilihan Obat Cacing yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

5 Pilihan Obat Cacing yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

Anjuran minum obat cacing untuk anak-anak tentu sudah lumrah Anda dengar. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa orang dewasa juga masih bisa terkena cacingan, terlebih lagi jika Anda kurang menjaga kebersihan. Kira-kira, apa saja obat-obatan cacingan untuk orang dewasa? Apakah semua orang dewasa harus rutin minum obat cacing?

Perlukah orang dewasa minum obat cacing?

Cacingan memang kerap dialami anak-anak. Kurangnya menjaga kebersihan bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong penyebaran penyakit infeksi akibat cacing. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga bisa mengalami cacingan.

Untuk kasus cacingan anak, dokter biasanya menganjurkan minum obat cacing enam bulan sekali sebagai upaya pencegahan sekaligus pengobatan. Ini juga berlaku bagi orang dewasa yang terkena cacingan.

Orang dewasa yang mengalami cacingan harus mengonsumsi obat cacing untuk mengobati akar permasalahannya. Jika tidak ditangani dengan benar, cacingan dapat menyebabkan komplikasi lanjutan, seperti penyumbatan usus dan malabsorpsi (kegagalan penyerapan) nutrisi.

Namun, rekomendasi minum obat cacing sebagai upaya pencegahan diutamakan hanya untuk orang-orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami cacingan.

Siapa yang sebaiknya minum obat cacing?

Rekomendasi minum obat cacing per enam bulan sekali sebagai perlindungan dari cacingan hanya dianjurkan pada orang-orang dewasa yang berisiko mengalami cacingan, antara lain:

1. Orang yang bekerja di tempat-tempat rawan cacing

Orang dewasa yang menghabiskan sebagian besar waktu berada di tempat-tempat rawan populasi cacing, rentan mengalami cacingan. Apalagi jika aktivitas utamanya memungkinkan kulit mereka kontak langsung dengan tanah terkontaminasi. Beberapa profesi yang rentan terhadap cacingan, antara lain buruh bangunan, penggali tanah, atau peternak dan petani yang bekerja dengan atau terpapar hewan.

Orang yang bekerja di bidang tersebut lebih berisiko cacingan jika tidak cuci tangan setelah beraktivitas. Risiko ini juga sama besarnya jika tempat mereka bekerja miskin fasilitas sanitasi yang memadai. Akibatnya, tanah yang terkontaminasi cacing dan feses binatang dan/atau manusia dapat dengan mudah memasuki mulut mereka melalui tangan yang tidak dicuci bersih.

2. Orang yang makan makanan tidak bersih

Makan sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih, terkupas benar, atau dimasak hingga benar-benar matang, akan membuat seseorang berisiko terkena cacingan. Rutin mengonsumsi daging sapi atau babi yang tidak dimasak matang juga meningkatkan risiko Anda kena penyakit cacingan.

3. Orang yang tinggal di lingkungan kumuh

Infeksi cacing lebih umum terjadi di tempat-tempat beriklim hangat dan lembap. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan fasilitas sanitasi (kebersihan) tidak memadai juga berisiko, seperti di bantaran kali, pinggiran kota, atau pedesaan.

Seseorang berisiko terinfeksi cacing jika kulit mereka kerap kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi. Tanah bisa saja terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi cacingan karena BAB di “toilet alam”, seperti pinggir sungai, atau ketika kotoran manusia juga digunakan sebagai pupuk.

4. Orang-orang yang tinggal di daerah endemik cacingan

Orang dewasa yang bermukim di lokasi endemik penyakit cacingan harus tetap mewaspadai penularan penyakit schistosomiasis dengan meminum obat cacing. Schistosomiasis, atau demam keong, adalah infeksi parasit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum.

Schistosomiasis umum terjadi di daerah tropis dan subtropis, khususnya daerah pinggiran dan/atau pedalaman tanpa akses ke air minum bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai. Penularan terjadi ketika orang menderita schistosomiasis mencemari sumber air tawar dengan feses mereka yang mengandung telur parasit. Telur itu kemudian menetas di dalam air.

Untuk info lebih lanjut mengenai daerah endemis cacingan di wilayah Anda, tanyakan petugas kesehatan setempat.

Rekomendasi obat cacing untuk orang dewasa

Dalam beberapa kasus, seperti infeksi cacing pita, cacingan bisa sembuh dengan sendirinya selama Anda menjaga sistem kekebalan tubuh serta gaya hidup yang sehat.

Namun, beberapa jenis infeksi cacing memerlukan obat antiparasit khusus agar cacing di dalam tubuh dapat dibasmi. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala cacingan, seperti:

  • Ada darah atau nanah di feses
  • Sering muntah, bahkan setiap hari
  • Suhu tubuh meningkat
  • Lebih mudah lelah dan dehidrasi

Munculnya tanda-tanda tersebut menandakan Anda membutuhkan pengobatan secara intensif. Obat-obatan yang diberikan biasanya akan bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi tubuh Anda.

Berikut adalah deretan jenis obat cacingan untuk orang dewasa:

1. Albendazole

Albendazole adalah obat yang biasanya diresepkan untuk mengobati infeksi cacing pita yang menyerang otot, otak, serta mata.

Selain untuk infeksi cacing pita, albendazole juga bisa digunakan untuk obat infeksi cacing gelang dan cacing tambang pada orang dewasa. Obat ini bekerja secara langsung dengan cara membunuh cacing yang bersarang di dalam tubuh Anda.

Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet dan harus diminum sebanyak 2 kali sehari sesudah makan. Untuk mengatasi cacingan, albendazole membutuhkan waktu untuk bekerja sekitar 8-30 hari, tergantung tingkat keparahan infeksi.

Penting untuk diingat bahwa albendazole tidak boleh dikonsumsi ibu hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan. Pasalnya, obat ini berisiko mengakibatkan gangguan pada janin.

2. Mebendazole

Serupa dengan albendazole, mebendazole adalah obat untuk mengatasi beberapa jenis cacingan pada orang dewasa. Obat ini lebih umum diresepkan untuk infeksi cacing tambang, cacing gelang, serta cacing cambuk.

Mebendazole dapat membunuh cacing dewasa di dalam tubuh, tapi perlu diketahui bahwa obat ini tidak bisa membunuh telur cacing. Ibu hamil, menyusui, serta anak-anak di bawah 2 tahun juga tidak disarankan untuk minum obat ini.

3. Ivermectin

Ivermectin adalah obat yang sering diberikan dokter untuk mengatasi strongyloidiasis, jenis infeksi cacing gelang yang masuk melalui kulit dan menyerang usus pada orang dewasa.

Obat ini bekerja dengan cara membunuh cacing-cacing yang masih berkembang. Sayangnya, ivermectin tidak dapat membunuh cacing dewasa.

Ivermectin dikonsumsi dalam bentuk tablet dan harus diminum ketika perut dalam keadaan kosong. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki beberapa kondisi kesehatan tertentu sebelum menggunakan ivermectin, seperti pernah mengidap meningitis atau memiliki penyakit autoimun.

4. Pirantel

Pirantel adalah jenis obat lainnya untuk cacingan pada orang dewasa. Biasanya, pirantel diberikan untuk mengatasi infeksi cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing kremi.

Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk kapsul dan obat cair. Dosis yang dianjurkan untuk pirantel adalah 1 kali minum, tetapi harus diulang dalam waktu beberapa hari atau minggu.

Pirantel bisa Anda konsumsi dengan cara dicampur jus, susu, atau diminum saat perut dalam keadaan kosong. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter lebih dulu jika sedang hamil atau menyusui sebelum minum obat ini.

5. Praziquantel

Praziquantel juga merupakan jenis obat yang ditujukan untuk mengatasi infeksi cacing pada orang dewasa, khususnya cacing yang menyerang pembuluh darah atau hati, seperti schistosomiasis. Obat ini juga bisa digunakan untuk infeksi cacing pita pada usus.

Obat praziquantel hadir dalam bentuk tablet yang harus dikonsumsi setelah makan. Biasanya, Anda diharuskan minum sebanyak 3 kali sehari.

Jika gaya hidup Anda sudah dirasa higienis—mencuci buah dan sayur hingga bersih, mempersiapkan bahan-bahan makan dengan baik dan benar, memasak daging hingga matang, rajin cuci tangan—anjuran minum obat cacing untuk orang dewasa pada umumnya diubah menjadi satu tahun sekali.

Sebagai upaya pencegahan, tak apa bila Anda ingin minum obat cacing 6 bulan sekali. Dosis obat cacing termasuk dosis tunggal, sehingga tidak akan memunculkan efek samping berat setelah minum obat meski tubuh Anda tidak memiliki cacing.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ascariasis FAQs – CDC. (2020). Retrieved December 14, 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/gen_info/faqs.html 

Ascariasis: Resources for Health Professionals – CDC. (2020). Retrieved December 14, 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/health_professionals/index.html#tx 

Schistosomiasis – WHO. (2020). Retrieved December 14, 2020, from https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/schistosomiasis 

Obat Kecacingan – Pusat Informasi Obat Nasional. (n.d.). Retrieved December 14, 2020, from http://pionas.pom.go.id/artikel/obat-kecacingan 

What are intestinal worms (soil transmitted helminthiasis)? – WHO. (n.d.). Retrieved December 14, 2020, from https://www.who.int/intestinal_worms/disease/en/ 

Roundworms – Cleveland Clinic. (2013). Retrieved December 14, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15240-roundworms 

5 Parasites – Australian Government Department of Health. (2010). Retrieved December 14, 2020, from https://www1.health.gov.au/internet/publications/publishing.nsf/Content/ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch1~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch1.5 

Albendazole – MedlinePlus. (2019). Retrieved December 14, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a610019.html

Mebendazole – MedlinePlus. (2017). Retrieved December 14, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682315.html

Ivermectin – MedlinePlus. (2020). Retrieved December 14, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607069.html 

Pyrantel – MedlinePlus. (2017). Retrieved December 14, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682820.html 

Praziquantel – MedlinePlus. (2016). Retrieved December 14, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a608048.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 02/02/2021
x