Macam-macam Warna Feses dan Artinya bagi Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Feses adalah sisa pencernaan dari zat-zat yang tidak lagi berguna bagi tubuh, seperti partikel makanan yang tidak tercerna, bakteri, dan garam. Beragam zat yang terdapat dalam feses membuat warna, bentuk, konsistensi, dan baunya menjadi berbeda-beda.

Perbedaan warna dan bentuk feses tidak selalu menandakan kondisi serius, tapi hal ini juga dapat menjadi gejala gangguan pencernaan. Simak ulasan berikut untuk mengetahui arti dari warna dan bentuk feses Anda.

Seperti apa ciri-ciri feses yang normal?

penyebab BAB buang air besar berdarah

Selain dari kondisi fisik, sehat atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari bentuk dan warna fesesnya. Karakteristik feses setiap orang mungkin beragam, tetapi ciri feses yang sehat umumnya tidak jauh dari kriteria berikut.

Tekstur feses yang normal adalah sebagai berikut:

1. Berwarna kecokelatan

Feses yang sehat memiliki warna kecokelatan hingga cokelat tua. Warna ini berasal dari pigmen (zat pemberi warna) yang disebut bilirubin. Bilirubin merupakan zat hasil perombakan sel darah merah sebagai salah satu fungsi hati.

2. Memiliki bau tak sedap yang khas

Bau khas feses berasal dari pembentukan gas oleh bakteri di dalam usus. Tingginya kandungan belerang dalam gas usus memang membuat bau feses menjadi kuat dan tidak sedap, tapi bau tersebut adalah salah satu ciri dari feses yang sehat.

3. Bertekstur lembut

Feses orang yang sehat biasanya berbentuk seperti sosis karena bentuk usus yang memanjang. Feses berbentuk potongan atau butiran kecil juga bisa menandakan usus yang sehat, tapi Anda tetap perlu mencermati apakah terdapat gejala yang lain.

4. Tidak menimbulkan rasa sakit

Usus yang sehat tidak akan menimbulkan sakit ketika buang air besar. Pasalnya, tekanan yang dihasilkan oleh feses cenderung lemah sehingga kebanyakan orang hanya membutuhkan 10-15 menit untuk buang air besar.

Jika Anda menghabiskan waktu yang lebih lama saat buang air besar karena harus mengejan, ada kemungkinan Anda mengalami gangguan pencernaan. Gangguan ini mungkin berupa sembelit, wasir, atau masalah kesehatan lainnya.

5. Frekuensi BAB normal

Frekuensi buang air besar yang normal paling tidak adalah 3 kali dalam seminggu. Kenyataannya, rentang frekuensi tersebut amat beragam. Sebagian orang buang air besar satu kali dalam sehari, tapi ada juga yang buang air besar hingga 3 kali sehari.

Namun, alih-alih bergantung pada frekuensi, yang terpenting adalah konsistensi buang air besar. Bila Anda mengalami adanya perubahan bau, frekuensi, dan warna feses daripada biasanya, maka ini bisa menjadi masalah pada kesehatan Anda.

Apa arti warna feses yang berbeda-beda?

warna feses berwarna hijau

Selain memahami ciri-ciri tinja yang normal, Anda juga perlu mengetahui arti dari warna feses yang berbeda-beda. Berikut adalah warna feses yang dapat menjadi indikator kesehatan Anda.

1. Hitam

Feses berwarna hitam dapat menandakan perdarahan pada saluran pencernaan atas. Perpindahan darah dari saluran cerna atas menuju anus berlangsung lama sehingga darah lebih dulu teroksidasi. Proses ini mengubah warna darah menjadi gelap.

Meski demikian, menghitamnya feses juga bisa terjadi pada orang yang sehat. Hal ini biasanya terjadi akibat konsumsi suplemen zat besi, licorice, dan obat bismut. Bila Anda mengalaminya selama lebih dari dua minggu, segera konsultasikan pada dokter.

2. Putih

Jika feses berwarna putih, abu-abu, atau pucat, ini adalah tanda seseorang mengalami masalah pada hati atau sistem empedu. Selain itu, warna feses yang pucat juga bisa disebabkan oleh konsumsi beberapa jenis obat anti diare.

3. Hijau

Pada orang yang sehat, perubahan warna feses menjadi hijau dapat disebabkan oleh konsumsi sayuran hijau dalam jumlah banyak. Di samping itu, warna hijau juga bisa menandakan bahwa feses mengandung lebih banyak garam empedu daripada bilirubin.

4. Merah

Konsumsi bit, berry merah, tomat, dan buah berwarna merah lainnya dalam jumlah banyak dapat mengubah warna feses menjadi merah. Namun, jika Anda mengalami kondisi ini tanpa sebab yang jelas, bisa jadi penyebabnya adalah perdarahan.

Warna feses merah akibat perdarahan menandakan bahwa darah berasal dari saluran pencernaan bawah seperti usus besar, rektum, dan anus. Perdarahan mungkin terjadi akibat polip usus besar, wasir, atau dalam kasus yang serius, kanker kolorektal.

5. Oranye

Warna feses bisa menjadi oranye apabila Anda mengonsumsi makanan kaya beta karoten, seperti wortel, ubi jalar, dan jeruk. Namun, saluran empedu yang bermasalah atau konsumsi obat antasida dan antibiotik rifampicin juga bisa menjadi penyebabnya.

6. Kuning

Apabila warna feses tampak kuning atau berminyak, artinya feses mengandung terlalu banyak lemak. Hal ini mungkin diakibatkan oleh masalah penyerapan atau gangguan pada produksi enzim pencernaan atau empedu dalam tubuh Anda.

Cara mengetahui seberapa normal kondisi feses

bentuk dan warna feses

Salah satu metode terbaik untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda adalah dengan pemeriksaan feses. Meski begitu, ada pula cara lain yang bisa Anda lakukan secara mandiri dan lebih sederhana, yaitu dengan menggunakan skala bristol stool.

Skala bristol stool adalah metode pengukuran sederhana untuk mengenali tujuh ciri feses manusia. Bagan ini merupakan hasil temuan seorang dokter asal Inggris setelah melakukan penelitian mengenai kebiasaan buang air besar pada hampir 2.000 orang.

Dengan skala ini, Anda dapat menentukan apakah feses Anda tergolong sehat atau tidak. Kriterianya adalah sebagai berikut.

  • Tipe 1: Tampilan feses berbentuk bulatan-bulatan terpisah dan keras. Ini menjadi pertanda Anda terkena sembelit.
  • Tipe 2: Bentuk feses tampak seperti sosis yang lebih padat dan kental. Hal ini menandakan masalah sembelit ringan.
  • Tipe 3: Bentuk feses tampak seperti sosis, tapi ada retakan pada permukaan. Bentuk feses seperti ini dinilai normal dan menunjukkan kondisi tubuh sedang sehat.
  • Tipe 4: Bentuk feses seperti sosis, tapi lebih lembut dan mengular. Hal ini cenderung normal.
  • Tipe 5: Tampilan feses seperti gumpalan lunak dengan tepi yang jernih. Hal ini menandakan bahwa Anda kurang mengonsumsi serat.
  • Tipe 6: Konsistensi feses cenderung lembek tidak beraturan. Ini menunjukkan bahwa Anda terkena diare ringan.
  • Tipe 7: Konsistensi feses cenderung cair tanpa potongan padat, artinya Anda terkena diare berat.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

pengobatan gagal ginjal

Adanya perubahan pada frekuensi dan tekstur feses tidak boleh disepelekan. Apalagi bila feses Anda berubah warna menjadi kemerahan atau hitam dengan tekstur seperti bubuk kopi. Pasalnya, kedua hal ini menunjukkan potensi perdarahan.

Jika Anda mengalami kondisi ini selama beberapa hari, carilah bantuan medis untuk mencegah hilangnya darah secara signifikan. Dokter kemungkinan akan menyarankan pemeriksaan seperti endoskopi atau kolonoskopi bila dicurigai terdapat penyakit.

Untuk mempertahankan fungsi usus yang normal, Anda dianjurkan untuk menerapkan pola hidup yang sehat. Misalnya dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat, olahraga teratur, mengelola stres, dan minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Salah satu minyak herbal yang sedang populer adalah minyak kutus kutus. Namun sebelum beli, yuk cek klaim manfaat minyak kutus-kutus di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit