Kandungan Gizi Pada Frozen Food Sama Dengan Makanan Segar. Tapi…

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sedang terburu-buru dan tidak punya banyak waktu untuk memasak, frozen food atau makanan beku bisa menjadi pilihan menu masakan yang simpel serta sederhana. Berbagai jenis bahan makanan dapat Anda temukan dalam bentuk makanan beku. Alasan praktis dan mudah didapatkan membuat frozen food atau makanan beku ini digemari oleh banyak orang.

Tapi tunggu dulu, apakah frozen food itu sehat? Apakah nilai gizinya sama dengan makanan segar? Apa yang terjadi jika selalu makan makanan beku?

Frozen food dan makanan segar, lebih sehat mana?

Dari daging, sosis, kentang, sayuran, serta berbagai jenis buah-buahan saat ini telah dikemas ke dalam frozen food. Memang sangat praktis karena makanan beku ini juga dirancang untuk bisa tahan lama, tetapi apakah keawetannya sebanding dengan nilai gizi yang terkandung di dalamnya?

Sayur dan buah dalam bentuk makanan beku sama gizinya dengan yang segar

Ternyata, sayur dan buah yang dibekukan mempunyai kandungan gizi yang hampir sama  dengan makanan segar. Mengapa begitu? Sebenarnya, sayur dan buah dalam bentuk makanan beku ataupun segar, akan mengalami proses yang sama, yaitu pemetikan atau panen, pencucian, hingga dikemas.

Saat proses pencucian sayur dan buah, mungkin saja zat gizinya berkurang sedikit tetapi tidak menurunkan nilai gizi makanan tersebut secara keseluruhan. Kemudian, saat sayur dan buah dikemas dan disimpan dalam keadaan beku, maka vitamin dan mineral di dalamnya juga ikut membeku. Sehingga zat gizi tersebut akan bertahan hingga Anda memasak dan mengonsumsinya. Tetapi, tentu saja tekstur serta rasa sayur atau buah yang telah dibekukan akan berbeda dengan yang masih segar.

Daging beku atau daging segar?

Proses pembekuan tidak membuat perubahan nilai gizi pada berbagai jenis daging yang dikemas dalam bentuk makanan beku. Hampir sama dengan sayur dan buah sebelumnya, daging beku mempunyai kadar zat gizi masih sama dengan daging segar. Namun memang, tekstur serta rasa yang dimiliki daging beku tidak akan sama seperti daging segar.

Berarti, bolehkah saya terus menerus makan frozen food?

Bukan berarti Anda bisa terus-terusan mengonsumsi makanan beku setiap hari. Frozen food yang banyak Anda temukan di dalam pasar swalayan adalah makanan yang sudah diolah sebelumnya sehingga tidak bisa dibilang 100% makanan segar yang dibekukan. Lebih tepatnya, makanan tersebut adalah makanan olahan yang disajikan dalam bentuk beku, seperti sosis, bakso, atau kentang, yang siap untuk digoreng.  

Makanan kemasan yang dibekukan seperti ini tentunya mengandung berbagai zat aditif, misalnya zat pengawet makanan, zat penguat rasa, dan natrium yang tinggi. Padahal zat-zat yang seperti itu dianggap dapat membuat seseorang mengalami penyakit degeneratif di kemudian hari.

Walaupun pembekuan adalah cara yang baik untuk mengawetkan makanan, bahan makanan segar tetap lebih baik ketimbang makanan beku. Lagi pula, Anda tetap bisa membekukan makanan segar yang Anda dapatkan dengan menggunakan lemari pendingin yang ada di rumah.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips perawatan setelah sunat

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit