Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Kaki Gajah (Filariasis) dan Penularannya

Penyebab Kaki Gajah (Filariasis) dan Penularannya

Filariasis atau (elephantiasis) menyebabkan pembesaran ukuran pada kaki, lengan, dan alat kelamin. Oleh karena itulah, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan kaki gajah. Di Indonesia, penderita kaki gajah tercatat cukup banyak, yakni lebih dari 14.000 kasus di 34 provinsi berdasarkan Infodatin tahun 2014 yang digarap Kemenkes RI. Hingga kini, pemerintah masih melakukan tindakan pengendalian dan pencegahan di berbagai daerah. Lantas, tahukah Anda apa penyebab dari kaki gajah?

Sebenarnya, apa penyebab kaki gajah?

Penyakit filariasis adalah penyakit yang menimbulkan kerusakan pada sistem limfatik. Sebagian besar tidak menunjukkan gejala di awal perkembangan penyakit. Akan tetapi, ketika kondisinya sudah mencapai tahap kronis, limfedema (pembengkakan jaringan) bisa terjadi. Gejala ini disertai dengan penebalan kulit dan hidrokel (pembengkakan skrotum atau buah zakar).

Seiring waktu, gejala tersebut akan menimbulkan kerusakan yang dapat menimbulkan cacat permanen. Tidak hanya cacat fisik, pasien juga bisa mengalami masalah mental, sosial, dan finansial akibat ketidakmampuannya untuk melakukan aktivitas normal.

Penyebab kaki gajah adalah infeksi parasit yang masuk dalam klarifikasi nematoda (cacing gelang) dari famili Filariodidea. WHO menyebutkan ada 3 jenis cacing filaria yang bisa menyebabkan filariasis, berikut ini pembahasannya.

cacing kaki gajah

Brugia malayi dan Brugia timori

Ketika menggigit tubuh manusia, nyamuk yang terinfeksi memasukkan larva filaria tahap ketiga ke kulit manusia. Larva akan berkembang menjadi cacing betina berukuran panjang 43 hingga 55 mm dengan lebar 130 hingga 170 m, dan cacing jantan berukuran panjang 13 hingga 23 mm dengan lebar 70 hingga 80 m.

Cacing ini kemudian menghasilkan mikrofilaria (larva cacing yang belum matang), berukuran panjang 177 hingga 230 m dan lebar 5 hingga 7 m. Mikrofilaria dapat berpindah ke getah bening dan memasuki aliran darah. Lalu, akan terjadi infeksi yang bisa menyebabkan filariasis.

Wuchereria bancrofti

Proses masuknya cacing ke dalam tubuh, sama seperti cacing jenis Brugia malayi. Namun, cacing ini menghasilkan larva yang berkembang menjadi cacing betina berukuran panjang 80 hingga 100 mm dan diameter 0,24 hingga 0,30 mm, sedangkan cacing jantan berukuran sekitar 40 mm kali 1 mm.

Cacing tersebut menghasilkan mikrofilaria yang bisa berpindah ke saluran getah bening dan terbawa bersama darah sehingga menyebabkan filariasi.

Bagaimana penularan penyakit kaki gajah?

nyamuk malaria penyebab malaria

Penyebab utama kaki gajah memang cacing. Akan tetapi, penularan dan penyebarannya melalui nyamuk. Jadi begini, semua cacing yang bersarang di pembuluh limfatik akan menggangu fungsi normal dari sistem limfatik, yakni sistem tubuh yang berperan utama sebagai sistem kekebalan tubuh.

Cacing yang masuk ke tubuh ini dapat bertahan selama kurang lebih 6 hingga 8 tahun. Selama masa hidupnya, cacing akan menghasilkan jutaan mikrofilaria yang beredar dalam darah. Ketika nyamuk mengisap darah orang yang terinfeksi, mikrofilaria akan berpindah ke tubuh si nyamuk.

Nyamuk yang terinfeksi ini disebut sebagai vektor filariasis yang bisa menyebarkan infeksi lewat gigitannya pada manusia. Ketika nyamuk yang terinfeksi ini menggigit kulit seseorang, larva parasit akan diendapkan pada kulit dan masuk ke tubuh. Larva akan berpindah ke sistem limfatik, berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Siklusnya penularan akan terus terjadi seperti demikian.

Semua spesies cacing di atas ada di Indonesia, tapi sebanyak 70% kasus disebabkan oleh cacing Brugia malayi. Saat ini telah terdeteksi 23 jenis nyamuk yang berperan sebagai pembawa dan penyebar virus penyebab kaki gajah (vektor filariasis), yakni Anopheles, Culex, Mansonia, dan Armigeres.

Namun, vektor filariasis yang paling umum adalah nyamuk Anoplehes farauti dan Anopheles punctualatus. Nyamuk genus Anopheles ini juga menjadi vektor dari penyakit malaria.

Adakah cara untuk mencegah penularan penyakit kaki gajah?

Obat nyamuk bakar

Satu-satunya cara untuk mencegah penularan infeksi parasit penyebab kaki gajah adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Nyamuk yang membawa bibit penyakit ini biasanya berkeliaran di waktu senja hingga malam hari.

Sebenarnya, caranya tidak berbeda jauh dengan menghindari gigitan nyamuk biasa. Anda bisa menggunakan kelambu, nyalakan AC, gunakan piyama panjang, dan nyalakan obat nyamuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC – LYMPHATIC FILARIASIS. (2018, October 22). Retrieved September 15, 2021, from https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/index.html

CDC – LYMPHATIC Filariasis – epidemiology & risk factors. (2021, September 01). Retrieved September 15, 2021, from https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/epi.html

Lymphatic filariasis. WHO. Retrieved September 15, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis

Infodatin Kaki Gajah. Kemenkes RI. Retrieved September 15, 2021, from https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-filariasis.pdf

CDC – LYMPHATIC Filariasis – Prevention & control. (2020, October 26). Retrieved September 15, 2021, from https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/prevent.html

CDC – Dpdx – LYMPHATIC FILARIASIS. (2019, August 30). Retrieved September 15, 2021, from https://www.cdc.gov/dpdx/lymphaticfilariasis/index.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri