home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sistiserkosis

Apa itu sistiserkosis?|Apa saja tanda-tanda dan gejala sistiserkosis?|Apa penyebab sistiserkosis?|Bagaimana cara mendiagnosis sistiserkosis?|Apa saja pilihan pengobatan sistiserkosis?|Bagaimana cara mencegah sistiserkosis?
Sistiserkosis

Apa itu sistiserkosis?

Cysticerocosis atau sistiserkosis adalah infeksi langka yang disebabkan oleh cacing pita bernama Taena solioum (T. solium) dari babi.

Penyakit infeksi ini dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi, atau telur cacing pita dari daging babi yang terinfeksi.

Dalam banyak kasus, cacing pita masuk ke dalam tubuh semenjak masih berbentuk telur.

Dikutip dari Centers for Disease Control (CDC), Sistiserkosis dapat memengaruhi area tubuh termasuk mata, sumsum tulang belakang, kulit, jantung, dan otak.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sistiserkosis adalah infeksi umum karena jenis cacing pita ini ada di seluruh dunia.

Namun, infeksi ini seringnya terjadi di negara-negara berkembang dan daerah pedesaan dengan sanitasi buruk.

Pada daerah-daerah tersebut, babi biasanya berkeliaran secara bebas dan memakan kotoran manusia.

Kondisi ini termasuk jarang teradi pada daerah yang tidak banyak babi berkeliaran atau babi yang makan kotoran manusia.

Meskipun termasuk jarang terjadi, sistiserkosis tetap perlu Anda waspadai.

Pasalnya, ketika sampai ke otak, penyakit menjadi parah terlepas dari apakah pasien adalah orang dewasa atau anak-anak.

Apa saja tanda-tanda dan gejala sistiserkosis?

Telur cacing pita di perut masuk ke dalam usus. Sementara di usus, cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan diare.

Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi.

Ketika cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah, cacing dapat berkembang menjadi kista kecil di otot, otak, dan mata.

Gejala-gejala sistiserkosis ini dapat terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah terinfeksi.

Ketika pindah ke bagian lain dari tubuh, tanda-tanda pertama dari penyakit tergantung pada di mana kista ditemukan.

  • Jika kista di mata dapat menyebabkan penglihatan kabur, kehilangan penglihatan, pembengkakan, dan ablasi retina.
  • Kista di otak dan sumsum tulang belakang dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurangnya konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak, dan bahkan kematian.
  • Jika kista di jantung dapat menyebabkan detak jantung abnormal dan dalam kasus yang jarang terjadi akan menyebabkan gagal jantung.
  • Kista di otot dalam banyak kasus tidak menunjukkan gejala apapun.

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat tanda-tanda atau gejala seperti yang disebutkan di atas, hubungi dokter. Anda pun perlu menghubungi dokter jika terdapat anggota keluarga yang memiliki kista.

Anda harus segera diperiksa setelah dideteksi bahwa muncul gejala.

Apa penyebab sistiserkosis?

Dikutip dari U.S. National Library of Medicine, beberapa hal di bawah ini dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi sistiserkosis.

Mengonsumsi daging babi yang terinfeksi

Babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing dalam tinjanya.

Saat orang makan daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur cacing pita dapat ikut termakan.

Sanitasi yang buruk

Sanitasi yang buruk dapat membuat telur menyebar ke makanan, air, atau barang-benda lainnya.

Sebenarnya, setiap orang bisa memiliki cacing pita di dalam tubuhnya.

Cacing dewasa tinggal di usus, sedangkan cacing pita tahap muda (larva kista) tinggal di otot, hati, paru-paru, otak, atau jaringan lain.

Faktor risiko

Beberapa hal di bawah ini dapat meningkatkan risiko terkena infeksi sistiserkosis.

  • Tinggal di lingkungan yang tidak bersih.
  • Makan makanan yang mengandung larva cacing.
  • Tidak mengonsumsi obat cacing dengan benar.

Bagaimana cara mendiagnosis sistiserkosis?

Infeksi cacing pita bisa sulit untuk didiagnosis, sehingga dokter mungkin akan meminta sampel tinja dalam beberapa hari untuk diteliti tanda-tanda kehadiran cacing pita.

Selain itu, beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis infeksi sistiserkosis adalah:

  • tes darah dan sinar-X,
  • magnetic resonance imaging (MRI) atau CT scan (CT) jika diperlukan,
  • dan biopsi dari satu bagian tubuh untuk penelitian mikroskopis.

Apa saja pilihan pengobatan sistiserkosis?

Sistiserkosis dapat diobati dengan obat anti-parasit atau obat cacing. Ini cukup efektif untuk memberantas cacing pita.

Dokter Anda akan memberikan obat yang tepat untuk menghancurkan cacing (jika Anda terinfeksi lebih dari satu jenis cacing) dan juga akan tergantung pada tingkat kedewasaan cacing.

Untuk menyembuhkan kista, dokter akan memberikan obat antiradang atau melakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat kista.

Bagaimana cara mencegah sistiserkosis?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi sistiserkosis.

1. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin

Lakukan medical check up secara rutin guna mengontrol perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda.

Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau dengan sengaja meninggalkan resep yang ditujukan untuk Anda.

2. Makanlah daging yang matang

Hindari makan daging babi mentah atau kurang matang. Hal ini berlaku juga untuk daging hewan lain. Pastikan dagingnya dimasak hingga matang.

3. Cuci tangan

Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara-negara berkembang.

Selain itu, cuci dan kupas sayuran segar serta buahan sebelum dimakan, hindari makanan yang terkontaminasi kotoran.

4. Minumlah air bersih

Minumlah hanya air kemasan atau air yang direbus untuk mencegah sistiserkosis. Jangan minum air mineral dengan es batu atau mengunyah es batu yang tidak terjamin kebersihannya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Encyclopedia, M. (2021). Cysticercosis: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 7 July 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000627.htm

Cysticercosis – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://rarediseases.org/rare-diseases/cysticercosis/

CDC – Cysticercosis. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://www.cdc.gov/parasites/cysticercosis/index.html

Zammarchi, L., Strohmeyer, M., Bartalesi, F., Bruno, E., Muñoz, J., & Buonfrate, D. et al. (2013). Epidemiology and Management of Cysticercosis and Taenia solium Taeniasis in Europe, Systematic Review 1990–2011. Plos ONE, 8(7), e69537. doi: 10.1371/journal.pone.0069537

Cysticercosis. (2018). Retrieved 7 July 2021, from https://www.health.govt.nz/our-work/diseases-and-conditions/communicable-disease-control-manual/cysticercosis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x