home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Untuk menjaga kebersihan diri, salah satu cara terpenting yang harus ditempuh adalah dengan mencuci tangan. Hal ini penting karena tangan sering kali menjadi perantara penularan penyakit. Kira-kira, seperti apa langkah-langkah cuci tangan yang tepat? Yuk, simak ulasannya di bawah ini untuk tahu seperti apa cara cuci tangan yang baik dan benar.

Mengapa Anda harus cuci tangan?

sabun cuci tangan antiseptik

Ada banyak orang yang berpikir bahwa mencuci tangan sesering mungkin akan membuang waktu mereka.

Namun, mereka tidak menyadari bahwa tangan merupakan inang dari bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit menular.

Tahukah Anda bahwa mencuci tangan secara teratur adalah faktor yang paling penting untuk menjaga kesehatan? Mengapa? Berikut alasannya.

1. Anda tidak bisa melihat kuman

Sifat dari bakteri, kuman, dan virus memang berukuran mikroskopik. Itu artinya, Anda tidak bisa melihat mikroorganisme ini dengan mata telanjang.

Mikroorganisme ini tersebar di mana-mana, termasuk dalam benda-benda terdekat Anda, yang kemungkinan besar sudah terkontaminasi. Mulai dari smartphone, laptop, meja, sepatu, hingga tas.

Kuman bisa juga menempel di tangan dari berbagai aktivitas yang Anda lakukan. Entah itu dengan bersin, batuk, atau terlibat kontak dengan hewan.

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui cara cuci tangan yang baik, karena kuman tersebar di mana-mana meskipun Anda tidak melihatnya.

2. Mencegah penyebaran kuman

Proses berpindahnya kuman bisa berlangsung dengan cepat, baik dari orang ke orang lainnya atau memang dari benda yang sudah terkontaminasi.

Jika sudah masuk ke bagian dalam tubuh, ada kemungkinan mereka akan mengganggu sistem imun atau kekebalan tubuh.

Hal ini biasanya akan membuat Anda sakit atas reaksi adanya infeksi di dalam tubuh oleh bakteri, kuman, atau virus.

Salah-satu cara efektif untuk tetap sehat yaitu dengan tahu cara cuci tangan yang baik dan benar.

Bagaimanapun, tangan memang sering digunakan untuk menyentuh bagian-bagian tubuh lain. Tanpa terasa Anda akan menyentuh pipi, mulut, hidung, atau mata. Jika tangan Anda kotor, kuman bisa sangat cepat tersebar.

Jika teknik membersihkan tangan sudah sesuai, Anda bisa membasmi kuman dan menghalanginya untuk semakin tersebar.

Beberapa penyakit yang berisiko menyebar jika Anda tidak membersihkan tangan dengan baik adalah:

  • Influenza
  • Tifus
  • Hepatitis A
  • Gangguan pencernaan
  • Cacingan
  • COVID-19

Cara cuci tangan yang baik dan benar

cuci tangan

Setelah mengetahui pentingnya menjaga kebersihan tangan, kini Anda perlu memahami bagaimana langkah-langkah membersihkan tangan yang benar.

Menurut situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika (CDC), berikut adalah waktu-waktu yang mengharuskan Anda mencuci tangan:

  • Sebelum, selama, dan sesudah mempersiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Merawat seseorang yang sakit, terutama dengan muntah atau diare
  • Mengobati luka, sebelum dan sesudah
  • Setelah pergi ke toilet
  • Saat mengganti popok bayi
  • Setelah menyentuh binatang, memberi makan binatang, serta menyentuh kotoran binatang
  • Sehabis menyentuh makanan binatang
  • Seusai menyentuh sampah
  • Ketika tangan Anda terlihat kotor atau berminyak
  • Setelah bersih, batuk, serta meniup hidung

Saat mencuci tangan, cara terbaik adalah dengan menggunakan air dan sabun. Sabun dengan kandungan antiseptik atau antibakteri lebih efektif dalam membunuh kuman dibanding dengan sabun biasa.

Berikut langkah-langkah cuci tangan pakai sabun yang dianjurkan:

  • Basahi tangan Anda dengan air mengalir yang bersih
  • Gunakan sabun antiseptik secukupnya
  • Gosok tangan Anda setidaknya selama 20 detik
  • Pastikan Anda menggosok seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, pergelangan, serta sela-sela jari dan bawah kuku
  • Bilas sabun hingga bersih
  • Keringkan tangan dengan handuk bersih

Saat Anda kesulitan menemukan air dan sabun, Anda bisa memakai hand sanitizer sebagai alternatif. Pilihlah produk pembersih tangan dengan kandungan minimal 60% alkohol.

Cara cuci tangan yang salah, namun sering dilakukan banyak orang

cara cuci tangan

Menerapkan kebiasaan cuci tangan itu penting. Sayangnya, masih banyak orang yang membersihkan tangan dengan metode yang salah, seperti berikut ini:

1. Tidak menggunakan air yang mengalir

Selain tidak pakai sabun, banyak juga orang yang suka mencuci tangan dengan air yang tidak mengalir. Contohnya seperti memasukkan tangan ke dalam air di wadah seperti ember, gayung, atau mangkuk kecil.

Biasanya, tindakan ini sering Anda lakukan saat makan di tempat makan lesehan. Rasa malas untuk cuci tangan dari air keran dan rasa lapar, kadang membuat Anda lebih memilih cuci tangan dari air kobokan.

Walaupun tangan sudah terkena air dan Anda sudah meremas jari-jari tangan Anda, membersihkan tangan dengan cara seperti ini tidak membuat tangan Anda benar-benar higienis.

2. Cuci tangan dengan air saja

Mungkin Anda jadi salah satu dari sekian banyak orang yang cuci tangan hanya dengan air saja.

Jangan salah, membersihkan tangan dengan air mengalir saja itu belum ampuh untuk menghilangkan bakteri yang menempel pada kulit, lho.

Air hanya membawa sebagian kuman atau bakteri, tidak benar-benar membunuh semua kotoran, terlebih lagi jika tangan Anda memegang atau terpapar dengan benda yang kotor. Jumlah dan variasi kuman dan bakteri tentu akan lebih banyak.

3. Cuci tangan dengan sabun biasa

Selain menggunakan air yang mengalir, membersihkan tangan yang baik harus dilakukan dengan memakai sabun.

Air hanya akan menyapu beberapa kuman saja tapi tidak membunuhnya. Anda bisa memilih sabun antiseptik untuk cuci tangan.

Sabun jenis ini memiliki kandungan khusus yang mampu membunuh kuman. Jadi, tangan Anda akan lebih bersih dan terbebas dari kotoran dan bibit penyakit.

Hindari membersihkan tangan dengan sabun pembersih piring, apalagi jika Anda memiliki jenis kulit sensitif atau memiliki masalah pada kulit.

4. Hanya menggosok bagian telapak tangan saja

Ya, semua orang tahu bahwa saat membersihkan tangan, Anda perlu menggosok-gosokkan telapak tangan Anda.

Masalahnya, apakah Anda sudah yakin bahwa kuman hanya berada pada telapak tangan saja? Bagaimana dengan sela jari dan kuku Anda?

Anda perlu tahu bahwa kuman suka sekali bersembunyi di tempat-tempat yang sulit dijangkau, tentunya pada sela jari dan kuku.

Bila Anda cuci tangan dengan cara menggosok bagian telapak tangan saja, kuman yang bersembunyi di sela kuku tidak akan ikut dibersihkan.

Anda harus memastikan untuk menggosok seluruh area tangan sampai berbusa. Menggosok sabun antiseptik hingga berbusa adalah kunci untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan mikroba yang menempel pada kulit.

5. Terlalu sebentar mencuci tangan

Sudah pakai sabun antiseptik dan dibilas dengan air mengalir, pasti Anda menganggap cara cuci tangan Anda sudah baik dan benar.

Padahal, jika Anda membersihkan tangan hanya sebentar saja, hal tersebut belum ampuh membunuh kuman. Akibatnya, tidak semua kuman mati terbunuh dan masih menempel di tangan.

Mencuci tangan yang efektif membutuhkan waktu sekitar 20 detik dengan gerakan menggosok sabun antiseptik dan membilasnya dengan air mengalir. Jadi, mulai sekarang jangan membersihkan tangan terlalu sebentar, ya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hand-washing: Do’s and don’ts – Mayo Clinic. (2020). Retrieved February 22, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/hand-washing/art-20046253 

5 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Retrieved February 22, 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/14/5-langkah-cuci-tangan-pakai-sabun 

Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Retrieved February 22, 2021, from https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Panduan_CTPS2020_1636.pdf 

Hand Hygiene FAQs – CDC. (2020). Retrieved February 22, 2021, from https://www.cdc.gov/handwashing/faqs.html 

Handwashing in Community Settings – CDC. (2021). Retrieved February 22, 2021, from https://www.cdc.gov/handwashing/index.html 

When & How to Wash Your Hands – CDC. (2020). Retrieved February 22, 2021, from https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html 

Toney-Butler, TJ., Gasner, A., Carver, N. (2020). Hand Hygiene. StatPearls Publishing.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 15/10/2018
x