Manfaat dan Risiko Pemakaian Obat Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/10/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Obat tidur biasanya menjadi pilihan utama dalam mengatasi insomnia dan kondisi yang membuat kita sulit tertidur, seperti memikirkan pekerjaan, tagihan, atau keluarga. Banyak orang yang mengatakan bahwa obat tidur dapat membantu mereka mendapatkan tidur yang baik, namun banyak juga orang yang mengatakan bahwa obat tidur bukanlah solusi yang tepat, karena ia dapat menyebabkan ketergantungan jangka panjang. Jadi, apa kelebihan dan kekurangan dari obat tidur? Mari kita lihat selengkapnya di bawah ini!

Manfaat obat tidur

Insomnia bukanlah suatu kondisi yang bisa dianggap enteng. Insomnia telah dikaitkan dengan obesitas, kecemasan, kekebalan tubuh turun, sakit jantung, dan diabetes. Kurangnya tidur juga dapat mempengaruhi Anda pada aktivitas siang hari, sehingga Anda cenderung meningkatkan asupan kafein atau mengambil tidur siang yang panjang. Kurangnya tidur juga dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin yang membuat Anda menjadi lebih sulit tertidur.

Benzodiazepin merupakan obat yang paling umum diresepkan untuk obat tidur. Senyawa ini dapat merangsang neurotransmitter GABA yang bertanggung jawab untuk sedasi. Obat tidur populer lainnya dapat mempengaruhi reseptor melatonin, obat ini dapat membantu untuk menginduksi tidur dan mengatur siklus tidur-bangun Anda. Selain itu, antidepresan dapat menghasilkan efek sedatif dengan menurunkan kecemasan.

Meskipun benzodiazepin bertindak atas berbagai jenis reseptor GABA di seluruh otak, benzodiazepin juga memiliki efek lain, yaitu:

  • Mengurangi kecemasan
  • Relaksasi otot
  • Menghilangkan ingatan atas peristiwa tertentu saat mengonsumsi obat
  • Euforia

Risiko obat tidur

Semua resep obat tidur memiliki efek samping yang bervariasi, tergantung pada obat dan dosis tertentu, serta berapa lama obat berlangsung dalam sistem Anda. Efek samping yang paling umum adalah seperti kantuk yang berkepanjangan di keesokan harinya, sakit kepala, nyeri otot, sembelit, mulut kering, sulit berkonsentrasi, pusing, linglung, dan insomnia.

Risiko lainnya meliputi:

  • Toleransi obat. Pada periode waktu tertentu, tubuh Anda akan membangun toleransi obat tidur, sehingga Anda akan mengonsumsi lebih dari biasanya agar obat tersebut dapat bekerja di tubuh Anda. Dengan semakin banyaknya obat tidur yang Anda minum, Anda akan merasakan efek samping yang lebih besar.
  • Ketergantungan obat. Anda mungkin akan bergantung pada obat tidur untuk tidur, dan tidak akan bisa tidur atau bahkan memiliki tidur yang buruk jika tidak meminum mereka. Obat resep biasanya dapat sangat adiktif, sehingga akan sangat sulit untuk berhenti dari mereka.
  • Gejala sakau. Jika Anda menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba, Anda mungkin akan mengalami gejala sakau seperti mual, berkeringat, dan gemetar.
  • Interaksi obat. Obat tidur dapat berinteraksi dengan obat lain. Hal ini dapat memperburuk efek samping dan kadang-kadang membahayakan, terutama dengan obat resep penghilang rasa sakit dan obat penenang lainnya.
  • Insomnia. Jika Anda berhenti dari penggunaan obat tidur, terkadang insomnia akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
  • Menutupi masalah utama. Mungkin ada gangguan medis atau mental yang mendasari insomnia atau bahkan gangguan tidur yang tidak dapat diobati oleh obat tidur.  

Bagaimana cara memiliki kebiasaan tidur yang baik?

Meskipun obat bisa membantu kita untuk memiliki tidur yang baik, namun hal itu akan membuat Anda menjadi ketergantungan secara psikologis. Anda akan mulai percaya bahwa Anda tidak dapat tidur tanpa obat dan hal itu bukanlah suatu kebiasaan yang baik untuk tidur Anda. Menurut National Sleep Foundation, kebiasaan tidur yang baik harus diikuti dengan:

  • Tidak mengonsumsi kafein di kemudian hari.
  • Menghindari nikotin dan alkohol 2-3 jam sebelum tidur.
  • Mempertahankan jadwal tidur-bangun yang teratur setiap hari termasuk akhir pekan.
  • Berolahraga secara teratur dan berhenti beberapa jam sebelum tidur.
  • Menyelesaikan makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.
  • Menciptakan lingkungan tidur yang nyenyak dengan mengurangi kebisingan, cahaya, dan suhu ekstrim dengan menyumbat telinga, menggunakan selimut, dan AC.

Para ahli sepakat bahwa obat tidur dapat menjadi bagian penting dan diperlukan dalam kesuksesan program tidur, namun hal tersebut bukanlah satu-satunya jawaban. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup akan menjadi obat jangka panjang bagi masalah tidur Anda. Perubahan perilaku dan lingkungan dapat memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan dengan tidur menggunakan obat, karena hal tersebut tidak memiliki efek samping dan risiko ketergantungan.   

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca