home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Mengulik Fungsi Hormon Melatonin Plus Cara Meningkatkan Kadarnya

Yuk, Mengulik Fungsi Hormon Melatonin Plus Cara Meningkatkan Kadarnya

Tidur merupakan kebutuhan bagi tubuh Anda, sama seperti halnya Anda makan. Saat tidur, Anda memberikan waktu bagi tubuh untuk mempersiapkan diri menjalankan aktivitas untuk hari berikutnya. Tidak sekadar memejamkan mata, ada beragam proses dalam tubuh yang membuat Anda dapat tidur dengan nyaman, salah satunya hormon melatonin yang ikut bekerja. Lantas, apa kegunaan hormon ini pada tidur Anda? Adakah masalah kesehatan yang membuat produksi hormon ini terganggu?

Fungsi hormon melatonin bagi tubuh Anda

tidur terlalu cepat

Melatonin memiliki sebutan lain, yakni hormon tidur. Ya, melatonin endogen adalah hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar pineal pada otak dan kemudian dilepaskan ke aliran darah.

Tubuh secara alami memproduksi hormon ini pada malam hari. Produksinya hormon akan terhenti ketika tubuh mendapatkan cahaya. Fungsi dari hormon ini adalah membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas tidur Anda. Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur waktu Anda bangun dan tidur.

Walaupun produksi hormon ini pada malam hari, prosesnya bisa saja terganggu karena berbagai hal, seperti:

  • Cahaya biru dari layar ponsel, komputer, atau TV

Gadget Anda menghasilkan cahaya biru. Bila Anda memainkan gadget pada malam hari, cahaya gadget yang masuk ke mata bisa mengganggu proses produksi hormon melatonin. Akibatnya, bukannya Anda semakin mengantuk, melihat layar ponsel di waktu tidur, bisa membuat Anda semakin susah tidur dengan nyenyak.

  • Minum kopi pada malam hari

Minum kopi pada malam hari bisa jadi penyebab Anda susah tidur. Ini karena kopi mengandung kafein yang meningkatkan kewaspadaan. Di samping itu, kafein pada kopi juga bisa mengganggu fungsi ritme sirkadian yang berkaitan erat dengan hormon melatonin. Dapat Anda simpulkan, bahwa kafein bisa mengganggu fungsi hormon tidur.

  • Usia yang bertambah tua

Menuanya usia sebenarnya tidak mengganggu produksi hormon melatonin. Akan tetapi, menurunkan kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon karena fungsi tubuh yang juga melemah. Oleh karena itulah, lansia sering kali susah untuk tidur karena ini berkaitan dengan melemahnya ritme sirkadian dan produksi hormon tidur.

  • Kekurangan nutrisi tertentu

Kekurangan magnesium, folat, dan zinc dikaitkan dengan tingkat melatonin yang rendah. Namun, tubuh tidak dapat memproduksi nutrisi tersebut secara alami, sehingga Anda perlu mendapatkannya dari makanan.

Anda bisa kekurangan nutrisi tersebut jika pilihan makanan Anda kurang bergizi atau Anda memiliki masalah pada pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi tersebut.

Cara alami meningkatkan hormon melatonin

mengecek handphone

Agar kualitas tidur Anda baik, kadar melatonin dalam tubuh haruslah normal. Jika mengalami insomnia (susah tidur), bisa jadi kadar hormon melatonin Anda tidak mencukupi dari jumlah seharusnya.

Jangan khawatir, Anda bisa merangsang produksi hormon ini dengan beberapa cara alami berikut ini.

1. Konsumsi makanan yang mengandung hormon melatonin

Studi pada Food & nutrition research yang berbasis hewan mamalia menunjukkan bahwa mengonsumsi susu di malam hari bisa meningkatkan kadar melatonin. Pada dasarnya, susu sendiri mengandung melatonin, meski tidak tinggi kadarnya.

Selain susu, penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin B6 baik itu sendiri atau dikombinasikan dengan zinc, folat, dan magnesium bisa meningkatkan plasma melatonin. Nah, dengan mengonsumsi makanan kaya B6 dan nutrisi lainnya dari sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Lakukan meditasi

Cara lain untuk meningkatkan kadar hormon melatonin adalah dengan meditasi. Manfaat ini bisa Anda dapatkan bila melakukan medotasi selama 20-30 menit sebelum tidur. Naiknya kadar hormon tidur ketika meditasi ini kemungkinan akibat berkurangnya paparan cahaya sekitar saat seseorang menutup mata.

Selain melakukan cara tersebut, akan lebih baik lagi jika Anda menghindari segala hal yang bisa menggangguu produksi melatonin. Hindari bermain ponsel , menonton TV, atau mencari informasi lewat komputer Anda menjelang tidur. Ciptakan suasana tidur yang nyaman, yang jauh dari kebisingan dan cahaya ruangan yang redup.

Haruskah minum obat yang mengandung hormon melatonin?

obat antibiotik untuk diare

Bila cara tersebut kurang menunjukkan hasil dalam meningkatkan hormon tidur, Anda bisa mempertimbangkan obat yang mengandung hormon melatonin. Namun, perlu Anda ingat bahwa penggunaan obat tetap harus dengan pengawasan dokter.

Dokter biasanya akan meresepkan obat ini jika Anda memiliki gangguan tidur, dan efeknya sangat mengganggu aktivitas harian. Mungkin juga ketika Anda mengalami jetlag dan minum sesekali ketika Anda butuhkan.

Seperti obat lainnya, melatonin dalam bentuk suplemen ini bisa menimbulkan efek samping ringan seperti sakit kepala, pusing, mual, dan mengantuk. Efek samping parah bisa terjadi tapi kasusnya cukup jarang, contohnya tremor, gelisah dan suasana hati memburuk, kram perut, dan hipotensi.

Selama menggunakan obat, Anda sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi, seperti menyetir atau mengoperasikan alat-alat berat.

Selain efek sampingnya, yang perlu Anda ketahui, obat yang mengandung hormon melatonin juga bisa berinteraksi dengan obat lain. Hal ini menyebabkan efektivitas obat berkurang atau bisa menyebabkan masalah kesehatan lain.

Beberapa obat yang sebaiknya tidak Anda gunakan bersamaan dengan obat melatonin, antara lain:

  • Antikoagulan dan obat antiplatelet yang biasanya diresepkan pada penderita penyakit jantung.
  • Antikovulsan (obat antikejang).
  • Obat diabetes.
  • Obat yang cara kerjanya menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupressan).

Agar Anda terhindar dari efek samping maupun masalah kesehatan lainnya, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Publishing, H. Blue light has a dark side. Retrieved March 30, 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/blue-light-has-a-dark-side.

Caffeine’s connection to sleep problems. (2021, January 22). Retrieved March 30, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/nutrition/caffeine-and-sleep.

Why do i need to sleep? (for kids) – nemours kidshealth. Retrieved March 30, 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/sleep.html.

Melatonin and sleep. (2020, August 06). Retrieved March 30, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/melatonin.

Melatonin. (n.d.). Retrieved March 30, 2021, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/melatonin.

Tooley, G. A., Armstrong, S. M., Norman, T. R., & Sali, A. (2000). Acute increases in NIGHT-TIME plasma melatonin levels following a period of meditation. Biological Psychology, 53(1), 69-78. doi:10.1016/s0301-0511(00)00035-1.

Peuhkuri, K., Sihvola, N., & Korpela, R. (2012). Dietary factors and fluctuating levels of melatonin. Food & nutrition research56, 10.3402/fnr.v56i0.17252. https://doi.org/10.3402/fnr.v56i0.17252.

Brent A. Bauer, M. (2020, November 13). Pros and cons of melatonin. Retrieved March 30, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/melatonin-side-effects/faq-20057874.

Nagendra, R. P., Maruthai, N., & Kutty, B. M. (2012). Meditation and its regulatory role on sleep. Frontiers in Neurology, 3. doi:10.3389/fneur.2012.00054.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 30/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x