Tremor Ditandai dengan Tubuh Bergetar dan Hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda pernah merasakan tangan, kepala, atau anggota tubuh lainnya tiba-tiba gemetar atau bergetar. Bila ya, saat itu Anda mungkin sedang mengalami tremor pada anggota tubuh tersebut. Lantas, apa sebenarnya arti tremor itu dan apa penyebab dari kondisi ini? Apakah kondisi ini berbahaya bagi kesehatan Anda? Simak ulasan berikut untuk informasi lengkapnya.

Apa itu tremor?

Tremor adalah kontraksi otot ritmis (berirama) yang tidak sengaja atau tidak terkendali dan menyebabkan gerakan gemetar di satu atau lebih bagian tubuh. Gangguan gerakan ini paling sering terjadi di tangan. Namun, lengan, kaki, kepala, badan, bahkan suara juga bisa bergetar tanpa terkendali. 

Gerakan gemetar ini mungkin datang dan pergi secara konstan yang terjadi dengan sendirinya. Pada kondisi ini, tremor tidaklah berbahaya dan tidak menunjukkan adanya kondisi medis yang serius.

Namun, gerakan gemetar ini pun bisa membuat Anda tidak nyaman, bahkan hingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menulis, berjalan, minum dari gelas, dan sebagainya. Bahkan, pada kondisi yang parah, tremor juga bisa memburuk dan menjadi tanda atau gejala dari penyakit lain. 

Tremor paling sering terjadi pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua. Namun, tremor juga bisa dialami pada semua usia, termasuk anak-anak, baik pria maupun wanita. Pada kondisi tertentu, tremor juga dapat diturunkan oleh orangtua ke anak dengan kemungkinan risiko sebesar 50 persen.

Berbagai penyebab tremor yang mungkin Anda alami

Penyebab tremor adalah masalah di bagian dalam otak yang mengontrol gerakan.

Penyebab tremor yang umum adalah adanya masalah pada bagian otak yang mengontrol otot atau gerakan di seluruh tubuh, atau bagian otot tubuh tertentu saja, seperti tangan atau kaki. Pada sebagian besar tipe, penyebab pasti dari hilangnya kontrol gerakan tersebut tidak diketahui. Namun, beberapa tipe kondisi ini bisa terjadi karena faktor keturunan.

Selain itu, dilansir dari NHS, pada kondisi yang tidak parah, tangan, kepala, atau anggota tubuh lain yang bergetar sering terjadi karena faktor pertambahan usia atau saat stres, lelah, cemas, dan marah. Kondisi ini juga umum terjadi setelah Anda mengonsumsi minuman berkafein (teh, kopi, atau soda) atau merokok serta jika Anda merasa kepanasan atau kedinginan yang ekstrem.

Pada kondisi yang parah, gemetar juga bisa disebabkan oleh kondisi lain atau sebagai gejala penyakit tertentu, terutama kelainan terkait dengan sistem saraf. Berikut beberapa kondisi dan penyakit tersebut:

  • Gangguan neurologis, seperti multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, dan cedera otak traumatis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat asma, amfetamin, kafein, kortikosteroid, dan obat yang digunakan untuk gangguan kejiwaan dan neurologis tertentu.
  • Penyalahgunaan alkohol atau keracunan merkuri.
  • Hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif.
  • Gagal hati atau gagal ginjal.

Jenis-jenis tremor

Tremor memiliki beberapa jenis tergantung pada kapan gemetar terjadi serta penyebab atau asal terjadinya kondisi tersebut. Berikut adalah tipe tremor berdasarkan waktu terjadinya:

  • Resting tremor, yaitu kondisi tubuh gemetar yang terjadi ketika istirahat atau dalam keadaan rileks, seperti saat tangan bertumpu pada pangkuan. Gemetar jenis ini seringkali menyerang tangan atau jari dan umumnya terjadi pada penderita penyakit Parkinson.
  • Action tremor, yaitu terjadi ketika seseorang sedang melakukan gerakan tubuh tertentu. Sebagian besar tubuh yang gemetar terjadi ke dalam tipe ini.

Sementara itu, jenis-jenis tremor berdasarkan penyebab atau asal terjadinya adalah:

  • Tremor esensial, adalah jenis yang paling sering terjadi. Kondisi ini biasanya dirasakan di tangan, tetapi bisa juga terjadi pada bagian kepala, lidah, dan kaki. Adapun penyebabnya tidak diketahui, tetapi kondisi ini diyakini terkait dengan faktor keturunan.
  • Tremor fisiologis, adalah jenis yang dapat terjadi pada orang yang sehat. Kondisi ini tidak dianggap sebagai penyakit, tetapi merupakan fenomena normal hasil dari aktivitas ritmis di dalam tubuh, seperti detak jantung dan aktivitas otot.
  • Tremor distonik, merupakan jenis yang sering terjadi pada orang yang mengalami distonia, yaitu gangguan kontraksi otot. Ini dapat memengaruhi otot tubuh manapun dan dan biasanya menyebabkan gerakan berputar dan berulang.
  • Tremor serebelar, ditandai dengan gerakan gemetar perlahan, yang biasanya disebabkan oleh kerusakan pada otak kecil (serebelum) akibat multiple sclerosis, tumor otak, atau stroke.
  • Tremor Parkinson, adalah gejala umum penyakit Parkinson, meski tidak semua penderita ini akan mengalami tubuh gemetar. Umumnya, gejala berupa gemetar pada salah satu atau kedua tangan saat istirahat, yang bisa memengaruhi dagu, bibir, wajah, dan kaki.
  • Tremor psikogenik, umumnya terjadi pada penderita gangguan kejiwaan, seperti depresi atau gangguan stres pascatrauma (PTSD). Gejala tipe ini dapat bervariasi, tetapi sering muncul secara tiba-tiba dan dapat memengaruhi semua bagian tubuh.
  • Tremor ortostatik, adalah kelainan langka yang ditandai dengan kontraksi otot yang cepat di kaki saat berdiri. Biasanya, gejala ini ditandai dengan perasaan tidak stabil atau seimbang saat berdiri sehingga penderitanya cenderung ingin segera duduk atau berjalan. Adapun penyebab tipe ini belum diketahui.

Bagaimana cara mengatasi atau menghilangkan tremor?

Penderita tremor mungkin tidak membutuhkan obat atau pengobatan tertentu, terutama bila gejalanya ringan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih serius, tangan, kaki, kepala, atau tubuh yang bergetar mungkin memerlukan perawatan tergantung pada penyebabnya. 

Umumnya, gemetar yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu akan membaik atau hilang bila penyakit yang mendasarinya tersebut diatasi. Misalnya, pada penderita penyakit Parkinson, pemberian obat penyakit Parkinson, seperti levodopa atau carbidopa, dapat membantu menghilangkan gemetar.

Sementara jika gemetar disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, menghentikan obat bisa menjadi cara untuk menghilangkan tremor yang diderita.

Adapun untuk gemetar yang tidak diketahui penyebabnya, dokter biasanya memberikan beberapa bentuk pengobatan untuk meringankan gejala yang dialami. Berikut adalah beberapa pilihan obat atau pengobatan untuk mengatasi tremor di tangan, kaki, kepala, atau anggota tubuh lainnya yang tidak diketahui penyebabnya tersebut:

  • Obat beta blocker

Biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, jenis obat beta blockers, seperti propranolol (Inderal) dapat membantu meringankan tremor esensial pada beberapa orang. Beta blockers lain yang dapat digunakan, termasuk atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor), nadolol, dan sotalol (Betapace).

  • Obat anti-kejang

Obat antikejang, seperti primidone, mungkin efektif pada penderita gemetar tipe esensial yang tidak merespon beta blockers. Selain tu, obat antikejang lain yang mungkin diresepkan dokter, yaitu gabapentin dan topiramate. Namun, beberapa obat antikejang pun dapat menyebabkan tubuh gemetar, karena itu selalu konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat ini. 

  • Obat penenang

Obat penenang, seperti alprazolam dan clonazepam juga dapat membantu mengobati orang-orang dengan tremor yang diperparah oleh ketegangan atau kecemasan. Namun, penggunaan obat-obatan ini hanya boleh digunakan secara terbatas dan tidak dalam jangka panjang karena efek samping yang mungkin ditimbulkan, seperti mengantuk, konsentrasi yang buruk, koordinasi tubuh yang buruk, hingga ketergantungan fisik. 

  • Suntik botox

Suntikan botulinum toxin (botox) mungkin berguna dalam mengobati beberapa jenis tremor, seperti tremor distonik, serta suara dan kepala bergetar yang tidak merespon obat-obatan. Suntikan botox dapat meredakan gemetar pada tipe tersebut selama setidaknya tiga bulan. Namun, jenis pengobatan ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa kelemahan otot atau suara serak dan kesulitan menelan. 

  • Operasi

Pada kasus gemetar yang parah dan tidak kunjung membaik dengan obat-obatan, prosedur operasi atau pembedahan bisa menjadi pilihan. Jenis prosedur operasi yang umum digunakan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu deep brain stimulation (DBS), dan yang jarang dilakukan, yaitu thalamotomy.

Pada DBS, implan atau elektroda ditanamkan melalui prosedur pembedahan untuk mengirim sinyal listrik berfrekuensi tinggi ke talamus, yaitu struktur dalam otak yang mengoordinasikan dan mengontrol beberapa gerakan tak sadar. Cara ini sering digunakan untuk mengobati tremor esensial, Parkinson, dan distonik. Sementara thalamotomy adalah pembedahan yang mengangkat bagian kecil di dalam talamus.

  • Terapi

Selain pengobatan medis di atas, beberapa penderita tremor mungkin perlu melakukan terapi fisik (fisioterapi), terapi wicara, dan terapi okupasi untuk membantu mengendalikan kondisinya. Terapi fisik dapat membantu meningkatkan kontrol, fungsi, dan kekuatan otot melalui latihan fisik.

Ahli terapis wicara dapat mengevaluasi dan membantu mengatasi masalah gangguan bicara, bahasa, dan komunikasi, termasuk menelan. Adapun terapi okupasi dapat mengajari cara-cara baru untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang mungkin terpengaruh.

Apa tandanya ketika tremor perlu diwaspadai?

Granuloma Inguinale adalah

Tanda dan gejala tremor yang umum adalah gerakan yang ritmis seperti gemetar pada tangan, lengan, kaki, badan, atau bagian tubuh lainnya. Kepala Anda mungkin akan terasa bergetar atau mengangguk-angguk tanpa sengaja bila kondisi ini menyerang bagian atas tubuh tersebut. Adapun bila menyerang pita suara, tanda dan gejala yang timbul biasanya berupa suara yang bergetar.

Gemetar pada tubuh yang sangat ringan umumnya adalah hal wajar. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda menggerakkan bagian tubuh tertentu, seperti saat memegang tangan atau lengan Anda yang direntangkan ke depan. Gemetar pada bagian tubuh juga bisa semakin terasa seiring pertambahan usia atau saat Anda merasa stres, lelah, cemas, marah, kepanasan, kedinginan, atau setelah mengonsumsi kafein.

Meski demikian, tremor bisa menjadi tidak wajar jika timbul gejala tertentu yang tidak biasa. Berikut adalah beberapa tanda atau gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Bagian tubuh tetap gemetar meski dalam kondisi istirahat atau diam.
  • Memengaruhi aktivitas harian Anda, seperti kesulitan menulis, minum dari gelas, atau menggunakan perkakas, berjalan, dan sebagainya. 
  • Terjadi di lebih dari satu bagian tubuh. Misalnya dari tangan, kemudian memengaruhi kaki, dagu, bibir, atau bagian tubuh lainnya.
  • Timbul gejala lain bersamaan dengan bagian tubuh yang gemetar, seperti postur tubuh yang membungkuk, gerakan yang lambat, cara berjalan yang tidak stabil atau terseok-seok, atau tanda lainnya.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tremor yang tidak biasa di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda Anda memiliki suatu kelainan atau penyakit lain, seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, dan lainnya. 

Nantinya, dokter akan mendiagnosis penyebab tremor yang Anda miliki untuk menentukan pengobatan yang tepat. Adapun untuk membuat diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat medis serta melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes pemeriksaan.

Tes pemeriksaan bisa beragam dan umumnya dilakukan untuk mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala. Beberapa tes yang mungkin dilakukan, yaitu tes darah, tes urine, elektromiografi, tes pencitraan (CT scan, MRI, atau rontgen sinar-X), atau tes lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara untuk Melupakan Sesuatu yang Tidak Ingin Anda Ingat

Ingatan buruk dan menyedihkan pasti ingin Anda lupakan. Namun, bagaimana cara melupakan sesuatu yang tidak ingin diingat seperti ini? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap Otak Tengah, Termasuk Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Berdasarkan letaknya, otak Anda terbagi menjadi bagian depan, tengah (midbrain), dan belakang. Yuk, kenali struktur dan fungsi dari otak tengah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Informasi Lengkap tentang Kondisi Mati Batang Otak

Mati batang otak adalah kondisi fatal yang merupakan salah satu tanda dari seseorang mengalami kematian. Pahami tentang kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala parkinson

Kenali Gejala-gejala Penyakit Parkinson yang Mungkin Terabaikan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
demensia frontotemporal dementia adalah

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal Dementia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat herbal parkinson

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
mengganggu kesehatan mental

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit