Sirosis dan hepatitis C merupakan penyakit hati yang tergolong serius. Meski secara kondisi keduanya berbeda, penyakit ini ternyata saling berkaitan. Hepatitis C adalah salah satu penyebab sirosis hati. Untuk memahami hubungan kedua penyakit ini dengan lebih jelas, berikut ulasannya.

Hepatitis C bisa menjadi penyebab sirosis hati

virus hepatitis c

Hepatitis C dan sirosis adalah masalah kesehatan yang bisa merusak dan membuat hati mengalami peradangan. Hepatitis C disebabkan oleh virus, sementara sirosis terjadi akibat munculnya jaringan parut pada hati yang menyebabkan kerusakan permanen. Kedua penyakit ini ternyata memiliki keterkaitan.

Hepatitis C adalah salah satu penyebab sirosis hati. Dikutip dari Healthline, pada setiap 75 hingga 85 orang yang mengidap hepatitis C kronis, sekitar 5 hingga 20 orang dari mereka mengalami sirosis yang mungkin terjadi 20-30 tahun setelah mengidap hepatitis C.

Ketika seseorang pertama kali mengidap virus ini, biasanya masalah hati belum begitu parah, bahkan gejalanya masih ringan. Apalagi hepatitis C kerap muncul tanpa disadari.

Namun, lama-lama virus yang masuk dalam tubuh ini akan berkembang biak di seluruh sel hati. Akibatnya virus ini menghancurkan dan merusak sel. Kerusakan inilah yang pada akhirnya akan membentuk jaringan parut (fibrosis) dan lama kelamaan jaringan parut akan saling menyatu membentuk sirosis.

Dengan adanya jaringan parut yang luas (sirosis), maka aliran darah tidak dapat mengalir ke hati sehingga fungsi hatipun berubah. Proses ini dapat berlangsung lama dan makin memburuk jika tidak ditangani.

Pemicu sirosis selain hepatitis C

penyakit kanker hati adalah

Selain infeksi virus hepatitis C, kondisi lain yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena sirosis, yaitu:

  • Kebiasaan minum minuman beralkohol
  • Kadar zat besi yang terlalu tinggi di dalam darah
  • Mengidap perlemakan hati pada orang yang tidak minum alkohol
  • Punya penyakit HIV atau hepatitis B
  • Memiliki riwayat mengonsumsi obat imunosupresif (penekan sistem imun)
  • Diabetes tipe 2

Jika Anda memiliki satu dari sekian kondisi ini, usahakan rutin periksa ke dokter untuk memantau kondisi Anda. Jangan sampai berbagai masalah kesehatan ini membuat Anda terkena sirosis.

Pengobatan hepatitis C agar tak sebabkan sirosis

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Obat-obatan hepatitis C dapat membantu memperlambat perkembangan komplikasi penyakit hati seperti sirosis. Oleh karena itu, jangan anggap sepele hepatitis C di awal kemunculannya. Anda perlu segera membicarakan dengan dokter mengenai langkah pengobatan yang tepat.

Hepatitis biasanya ditangani dengan obat antivirus. Selain itu, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk mengurangi risiko penumpukan cairan di perut. Selain itu, dokter juga akan meminta Anda untuk melakukan tes ultrasound. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah kondisi semakin buruk.

Perawatan pada hati akan lebih sulit saat sirosis telah mengalami berbagai komplikasi seperti asites (penumpukan cairan di perut), anemia, atau ensefalopati. Komplikasi ini membuat hati tak lagi bisa diobati dengan obat. Akibatnya, saat hati tak lagi mampu berfungsi dengan baik karena telanjur terkena sirosis, dokter kemungkinan akan menganjurkan transplantasi.

Bagaimana menjaga kesehatan hati jika punya hepatitis C?

Makanan untuk penderita hepatitis c

Agar terhindar dari sirosis meski memiliki hepatitis C, sebaiknya Anda melakukan beberapa hal sebagai berikut:

Tidak minum alkohol

Alkohol bisa membuat kondisi hati menjadi semakin rusak. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak minum alkohol sama sekali saat Anda memiliki hepatitis C.

Tidak minum obat sembarangan

Obat-obatan tertentu bisa membuat kerusakan hati menjadi semakin parah. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda minum obat, herbal, atau suplemen. Dokter akan membantu meresepkan obat mana yang aman untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca