home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Bahaya pada Tubuh Jika Mengonsumsi Garam Terlalu Banyak

6 Bahaya pada Tubuh Jika Mengonsumsi Garam Terlalu Banyak

Makan tanpa garam layaknya makan sayur tanpa garam, hambar. Sehingga tidak heran jika banyak orang menyukai garam karena dapat menambah kelezatan makanan yang dimakan. Namun konsumsi garam berlebih dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Garam yang mengandung sodium memang penting bagi kesehatan manusia. Mineral yang terkandung dalam garam dapat membantu mengatur cairan tubuh serta mempertahankan transmisi saraf dan kontraksi otot.

Sebuah penelitian menemukan bahwa otak merespons sodium serupa dengan zat adiktif seperti nikotin, sehingga dapat menimbulkan efek kecanduan. Oleh karena itu, kita perlu membatasi asupan garam setidaknya 5 gram atau satu sendok teh per hari. Jika tidak dibatasi maka konsumsi garam berlebih dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh Anda.

Apa bahaya garam berlebih pada kesehatan tubuh?

Berikut adalah beberapa risiko dan bahaya yang dapat timbul jika Anda mengonsumsi garam berlebihan.

1. Penurunan fungsi otak

Studi menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi banyak garam dalam makanan berisiko lebih mengalami penyakit jantung. Tak hanya itu, studi Baycrest bahkan menunjukkan bahwa orang dewasa yang yang mengonsumsi terlalu banyak garam dan tidak berolahraga, berisiko lebih besar dalam mengalami penurunan kognitif.

2. Mengganggu fungsi ginjal

Seperti yang Anda ketahui, salah satu fungsi garam adalah menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh, dengan memberikan isyarat kepada ginjal kapan harus menahan air dan kapan harus membuang air. Sayangnya, konsumsi garam berlebih justru dapat mengganggu proses tersebut.

Jika Anda mengonsumsi garam berlebih, ginjal Anda akan mengurangi pengeluaran air ke dalam urin, yang dapat menyebabkan peningkatan volume darah akibat retensi air. Gejala yang akan timbul di antaranya adalah edema, yang ditandai dengan pembengkakan terutama di tangan, lengan, pergelangan kaki, dan kaki, yang disebabkan oleh retensi cairan.

3. Meningkatkan tekanan darah

Konsumsi garam berlebih juga berbahaya karena dapat memengaruhi tekanan darah. Semakin tinggi kadar natrium dalam darah, maka semakin tinggi volume darah Anda. Kenaikan volume darah tersebut ternyata dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, konsumsi natrium dalam jangka panjang juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri saat jantung memompa darah yang dapat menyebabkan banyak kondisi serius, seperti stroke dan gagal jantung. Meskipun tekanan darah meningkat secara alami seiring bertambahnya usia, menurut American Heart Association, salah satu cara untuk mencegah tekanan darah Anda dari kenaikan terlalu banyak adalah dengan mengurangi asupan garam.

4. Stroke dan demensia vaskular

Bahaya tingginya asupan garam selain meningkatkan tekanan darah adalah meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular. Demensia adalah hilangnya fungsi otak yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, bahasa, penilaian, dan perilaku. Demensia vaskular dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat di otak. Sekitar satu dari tiga orang yang mengalami stroke mengalami demensia vaskular.

5. Penipisan tulang

Ekskresi kalsium berlebihan dalam urin dipercaya oleh beberapa ahli dapat meningkatkan risiko penipisan tulang. Beberapa studi bahkan telah menemukan bahwa garam dapur dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga dapat membuat tulang menjadi lebih lemah. Dalam jangka waktu yang lama, kehilangan kalsium yang berlebihan tersebut dapat berkaitan dengan risiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause.

6. Kanker perut

Dalam medicaldaily.com disebutkan bahwa studi tahun 1996 yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology menemukan bahwa kematian akibat kanker perut pada pria dan wanita berkaitan erat dengan konsumsi garam berlebih. Selain itu, asupan garam yang tinggi juga dapat berkaitan dengan sakit maag.

Meskipun belum ada alasan kuat akan kaitan tersebut, namun dikutip melalui livestrong.com, garam mungkin memiliki efek buruk pada lapisan mukosa lambung dan menyebabkan jaringan lambung menjadi tidak normal dan tidak sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Tanggal diperbarui 24/12/2020
x