Perlemakan Hati Non-Alkohol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Definisi

Apa itu perlemakan hati non-alkohol?

Perlemakan hati non-alkohol adalah kondisi di mana ada terlalu banyak lemak yang tersimpan dalam sel-sel hati, namun ini terjadi pada orang yang bukan peminum alkohol atau hanya minum sedikit alkohol.

Perlemakan hatu non-alkohol merupakan bentuk penyakit yang berpotensi serius, ditandai oleh peradangan hati berat (yang dapat berkembang menjadi luka dan kerusakan yang tidak dapat disembuhkan). Kerusakan ini mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan alkohol berat.

Pada tingkat terparahnya, kondisi ini dapat berkembang menjadi sirosis dan gagal hati. Jika proses tersebut tidak diinterupsi, sirosis dapat menyebabkan:

  • penumpukan cairan di perut (ascites)
  • pembengkakan pembuluh darah di esophagus (varises esophagus), yang bisa pecah dan berdarah
  • linglung, mengantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatik)
  • kanker hati
  • gagal hati stadium akhir, yang berarti hati telah berhenti berfungsi

Seberapa umumkah perlemakan hati non-alkohol?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Ini dapat mengenai pasien pada usia berapapun, terutama pada orang di usia 40-an dan 50-an yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung karena faktor risiko seperti obesitas dan diabetes tipe II. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perlemakan hati non-alkohol?

Gejala umum dari perlemakan hati non-alkohol adalah:

  • pembesaran hati
  • kelelahan
  • nyeri di perut kanan atas

Kemungkinan tanda-tanda dan gejala steatohepatitis non-alkohol dan sirosis (luka berat) meliputi:

  • pembengkakan perut (ascites)
  • pembesaran pembuluh darah tepat di bawah permukaan kulit
  • pembesaran payudara pada pria
  • pembesaran limpa
  • telapak tangan merah
  • menguning pada kulit dan mata (sakit kuning)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab perlemakan hati non-alkohol?

NAFLD adalah salah satu sindrom metabolik yang ditandai dengan diabetes, atau pra-diabetes (resistensi insulin), kelebihan berat badan atau obesitas, peningkatan lemak darah seperti kolesterol dan trigliserida, serta tekanan darah tinggi. Tidak semua pasien mengalami manifestasi sindrom metabolik. Kurang diketahui apa yang menjadi penyebab NASH. Para peneliti berfokus pada beberapa faktor yang mungkin berkaitan dengan perkembangan NASH. Ini meliputi:

  • stres oksidatif (ketidakseimbangan antara bahan kimia pro-oksidan dengan anti-oksidan yang menyebabkan kerusakan sel hati)
  • produksi dan pelepasan protein inflamasi yang beracun (sitokin) oleh sel-sel inflamasi, sel-sel hati, atau sel-sel lemak pasien itu sendiri
  • nekrosis atau kematian sel hati, disebut apoptosis
  • peradangan jaringan adipose (jaringan lemak) dan infiltrasi sel-sel darah putih
  • gut microbiota (bakteri usus) yang dapat dianggap sebagai penyebab peradangan hati

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perlemakan hati non-alkohol?

Ada banyak faktor risiko untuk perlemakan hati non-alkohol, antara lain:

  • kolesterol tinggi
  • kadar trigliserida dalam darah tinggi
  • sindrom metabolik
  • obesitas, terutama jika lemak terkonsentrasi di perut
  • sindrom ovarium polikistik
  • sleep apnea
  • diabetes tipe II
  • tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
  • kelenjar pituitary kurang aktif (hipoputuitarisme)
  • orang usia lanjut

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana perlemakan hati non-alkohol didiagnosis?

Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis NASH. Dokter akan bertanya mengenai masalah kesehatan lain yang pernah Anda miliki.

Tes darah

  • hitung darah lengkap
  • tes enzim hati dan fungsi hati
  • tes untuk hepatitis virus kronis (hepatitis A, hepatitis C dan lainnya)
  • tes skrining penyakit celiac
  • puasa gula darah
  • hemoglobin A1C, yang menunjukkan seberapa stabil gula darah Anda
  • profil lipid, yang mengukur lemak darah, seperti kolesterol dan trigliserida

Prosedur pencitraan

  • USG polos, yang seringkali merupakan tes awal ketika penyakit hati dicurigai.
  • Computerized tomography (CT) scanning atau magnetic resonance imaging (MRI) perut. Teknik-teknik ini tidak memiliki kemampuan untuk membedakan steatohepatitis dengan penyakit perlemakan hati non-alkohol, tetapi masih dapat digunakan.
  • Transient elastography, suatu bentuk USG yang disempurnakan yang mengukur kekakuan hati. Kekakuan hati mengindikasikan fibrosis atau luka.
  • Magnetic resonance elastography, yang mengombinasikan pencitraan resonansi dengan pola-pola yang terbentuk dari gelombang suara yang terpantul dari hati untuk menciptakan peta visual yang menunjukkan gradien kekakuan seluruh hati, yang mencerminkan fibrosis atau luka.

Pemeriksaan jaringan hati

Jika tidak didapat kesimpulan dari tes lainnya, dapat dianjurkan pemeriksaan jaringan hati yang merupakan prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari hati (biopsi hati). Sampel jaringan diperiksa di laboratorium untuk mencari tanda-tanda peradangan dan luka. Biopsi hati bisa jadi menyakitkan bagi beberapa pasien, dan terdapat risiko kecil yang akan diulas oleh dokter secara detail. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum melalui dinding perut dan ke dalam hati.

Apa saja pengobatan untuk perlemakan hati non-alkohol?

Pengobatan untuk NASH meliputi mengatasi kondisi yang meningkatkan risiko atau membuat NASH memburuk. Anda dapat:

  • menurunkan kadar kolesterol total
  • mencapai berat sehat—menurunkan 3% hingga 10% dari berat tubuh total dapat membuat perbedaan
  • mengendalikan diabetes
  • menghentikan atau mengurangi minum alkohol
  • olahraga teratur

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perlemakan hati non-alkohol?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi perlemakan hati non-alkohol:

  • mempertahankan berat badan sehat
  • makan diet sehat
  • olahraga teratur
  • membatasi asupan alcohol
  • hanya menggunakan obat-obatan yang dibutuhkan dan mengikuti anjuran dosis

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Liver (Penyakit Hati)

Penyakit liver (hati) adalah gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Liver (hati) berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Waspadai Gejala Hepatitis B, Termasuk yang Kronis dan Akut

Hepatitis B merupakan penyakit hati yang dapat berlangsung secara akut dan kronis. Tingkat keparahan penyakit ini memiliki gejala hepatitis B yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Waspadai, Inilah Macam-Macam Gejala Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi hati menular yang disebabkan oleh virus. Apakah gejala hepatitis A selalu muncul dan bagaimana tahapannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 28 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Hindari minuman keras jika Anda baru minum obat paracetamol untuk meredakan nyeri atau demam. Ini bahayanya kalau paracetamol dan alkohol bercampur.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Hepatitis D

Hepatitis D

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hepatomegali

Hepatomegali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pilihan obat hepatitis

Pilihan Obat untuk Mengatasi Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit hepatitis adalah

Penyakit Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit