home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Komplikasi Sirosis yang Perlu Diwaspadai

6 Komplikasi Sirosis yang Perlu Diwaspadai

Sirosis merupakan penyakit hati stadium akhir yang menyebabkan timbulnya jaringan parut. Jaringan parut ini kemudian membatasi aliran darah ke hati. Akibatnya, hati kehilangan fungsi normalnya. Seiring waktu, sirosis bisa menyebabkan komplikasi.

Berbagai komplikasi sirosis yang perlu diwaspadai

penyebab sirosis hati

1. Hipertensi portal

Hipertensi portal merupakan kondisi saat aliran normal darah yang melalui vena portal (yang membawa darah dari usus dan limpa ke hati) melambat karena adanya jaringan parut pada hati. Kondisi ini pada akhirnya bisa meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah.

2. Pembengkakan di kaki dan perut

Adanya peningkatan tekanan di vena portal membuat cairan menumpuk di kaki (edema) dan perut (asites). Selain karena peningkatan tekanan darah, kondisi ini juga disebabkan karena hati tidak mampu memproduksi albumin.

Albumin merupakan protein darah yang berfungsi untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah. Tak hanya itu, albumin juga berfungsi untuk menjaga agar cairan yang terdapat di dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh sekitarnya.

3. Pembuluh darah yang melebar

Salah satu komplikasi sirosis yaitu ketika aliran darah yang melalui vena portal melambat, maka darah dari usus dan limpa kembali ke pembuluh darah di perut dan kerongkongan.

Akibatnya, pembuluh darah di bagian ini akan melebar karena tidak dipersiapkan untuk membawa banyak darah. Pembuluh darah yang membesar ini dinamakan varises.

Pada varises, dinding kulit sangatlah tipis. Akan tetapi, di bawahnya terdapat tekanan yang cukup tinggi sehingga membuatnya lebih mudah untuk pecah. Jika sudah pecah, Anda berisiko mengalami perdarahan serius di bagian perut atas dan kerongkongan.

4. Memar dan berdarah

Komplikasi sirosis dapat menyebabkan hati memperlambat bahkan menghentikan produksi protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Akibatnya, seseorang yang mengalami sirosis lebih mudah memar atau berdarah meski hanya cedera ringan.

5. Ensefalopati hepatik

Sirosis membuat hati menjadi rusak. Akibatnya, hati tidak dapat membersihkan racun dari darah.

Racun kemudian menumpuk di otak dan menyebabkan seseorang mengalami linglung, sulit konsentrasi, tidak responsif, dan pikun (mudah lupa). Gejala tersebut merupakan tanda dari ensefalopati hepatik.

6. Jaundice (penyakit kuning)

Komplikasi penyakit kuning membuat seluruh kulit dan mata Anda berubah warna menjadi kuning. Kondisi ini bisa terjadi ketika hati yang sudah rusak tidak mengeluarkan bilirubin (produk limbah darah) dalam jumlah yang semestinya.

Bila Anda mengalami komplikasi-komplikasi tersebut atau punya pertanyaan lebih jauh, langsung konsultasikan dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Complications of Cirrhosis

https://www.verywellhealth.com/complications-of-cirrhosis-63380 accessed on December 11th 2018

Cirrhosis

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cirrhosis/symptoms-causes/syc-20351487  accessed on December 11th 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x