home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Penyebab Penyakit Kuning pada Orang Dewasa?

Apa Penyebab Penyakit Kuning pada Orang Dewasa?

Penyakit kuning memang sering dikaitkan pada bayi baru lahir. Namun, pernahkah Anda menemui kondisi ini pada orang dewasa? Biasanya kulit dan bagian putih mata akan berubah warna menjadi kuning. Apa penyebab penyakit kuning pada orang dewasa?

Apa itu penyakit kuning?

Penyakit kuning alias jaundice adalah kondisi yang membuat kulit menjadi kuning. Tak hanya itu, warna putih pada mata Anda pun akan berubah menjadi kuning.

Pada kasus yang parah, warna putih tersebut juga dapat berubah menjadi coklat atau oranye. Biasanya, penyakit kuning dialami oleh bayi, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga akan mengalaminya.

Penyakit kuning disebabkan oleh zat yang disebut bilirubin yang berlebihan dalam darah dan jaringan tubuh. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang terbentuk dari sel darah merah yang mati di hati.

Normalnya, hati menghilangkan bilirubin bersama dengan sel darah merah yang tua. Kondisi apa pun yang mengganggu perpindahan bilirubin dari darah ke organ hati atau keluar dari tubuh dapat menyebabkan penyakit kuning.

Apa saja gejalanya?

Penyakit kuning bisa diindikasi sebagai masalah yang serius bagi fungsi sel darah putih serta beberapa organ yaitu hati, pankreas, dan kantung empedu.

Selain perubahan pada mata dan kulit, tanda yang ditimbulkan yaitu mengeluarkan urine berwarna gelap dan tinja berwarna pucat. Jika Anda memiliki penyakit hepatitis, maka Anda akan mengalami gejala lain seperti lemah dan mual.

Meskipun kulit berubah jadi kuning, tapi tidak semua kondisi yang mengacu pada perubahan tersebut dapat diidentifikasi sebagai penyakit kuning. Beberapa orang salah mendiagnosis ketika mereka mengalami kulit kuning.

Berdasarkan salah satu pasien yang mengalami kondisi ini, ketika seseorang mengidapnya, kemungkinan perubahan warna kuning tersebut ditemukan pada mata dan kulit secara bersamaan.

Jika Anda memiliki kulit kuning saja, mungkin kondisi tersebut disebabkan oleh kelebihan beta karoten pada sistem tubuh Anda. Beta karoten termasuk antioksidan yang ditemukan pada sayuran berwarna kuning atau oranye, seperti wortel, lebak, dan ubi.

Meski makan terlalu banyak beta karoten dapat mengubah warna kulit sementara, makan sayuran tersebut secara berlebihan tidak akan membuat Anda terkena penyakit kuning.

Berbagai penyebab penyakit kuning pada orang dewasa

Organ hati mungkin akan mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat memproses bilirubin. Terkadang bilirubin tidak dapat masuk ke sistem pencernaan sehingga dibuang melalui buang air besar.

Namun dalam kasus lain, banyak bilirubin yang mencoba masuk ke hati pada saat yang bersamaan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh.

Terdapat tiga macam penyakit kuning, tergantung pada bagian tubuh yang terkena dampak dari pergerakan bilirubin tersebut. Berikut ini jenis penyakit kuning berdasarnya penyebab masing-masing.

1. Penyakit kuning pre-hepatik

Penyakit kuning pre-hepatik adalah kondisi yang muncul ketika terjadi infeksi yang mempercepat kerusakan sel darah merah. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan peningkatan level bilirubin dalam darah, sehingga memicu penyakit kuning.

Di bawah ini merupakan penyebab dari penyakit kuning pre-hepatik.

  • Malaria, infeksi ini menyebar dalam darah.
  • Anemia sel sabit, gangguan darah yang diturunkan di mana sel darah merah terbentuk tidak normal. Thalassemia juga dapat memicu risiko penyakit kuning.
  • Sindrom Crigler-Najjar, sindrom genetik di mana tubuh kehilangan enzim yang membantu memindahkan bilirubin dari darah.
  • Spherocytosis yang diturunkan, kondisi genetik yang menyebabkan sel darah merah terbentuk tidak normal sehingga sel tersebut tidak dapat bertahan lama.

2. Penyakit kuning post-hepatik

Penyakit kuning post-hepatik adalah penyakit kuning yang biasanya dipicu ketika saluran empedu rusak, meradang, atau terhambat.

Akibat yang ditimbulkan yaitu kandung empedu tidak mampu memindahkan empedu ke sistem pencernaan. Di bawah ini yang dapat menyebabkan kondisi tersebut.

  • Batu empedu – menghalangi sistem saluran empedu kanker pankreas.
  • Pankreatitis atau kanker kandung empedu – peradangan pankreas, yang dapat menyebabkan pankreatitis akut (berlangsung selama beberapa hari) atau pankreatitis kronis (berlangsung selama beberapa tahun).

3. Penyakit kuning intra-hepatik

Penyakit kuning intra-hepatik adalah penyakit yang terjadi ketika ada permasalahan di hati, seperti kerusakan akibat infeksi atau alkohol. Hal ini mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin.

Di bawah ini kemungkinan penyebab dari penyakit kuning intra-hepatik.

  • Virus hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C.
  • Penyakit hati (kerusakan hati) yang disebabkan terlalu banyak minum alkohol.
  • Leptospirosis, infeksi yang menular melalui binatang contohnya tikus.
  • Demam glandular, infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr; virus ini ditemukan pada ludah orang yang terinfeksi dan menyebar melalui ciuman, batuk, berbagi peralatan makanan yang tidak dicuci.
  • Penyalahgunaan obat, mengosumsi paracetamol atau ekstasi yang berlebihan.
  • Sirosis bilier primer, kondisi yang jarang ditemukan dan dapat menyebabkan kerusakan hati lebih lanjut.
  • Sindrom Gilbert, sindrom genetik umum di mana hati memiliki masalah dalam mengurai bilirubin dalam tingkat normal
  • Kanker hati.
  • Pemakaian zat yang berlebihan yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati, seperti fenol (digunakan di tempat pembuatan plastik), karbon tetraklorida (dahulu sering digunakan seperti pada proses pendinginan).
  • Hepatitis autoimun, kondisi yang jarang di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang hati.

Bagaimana penyakit kuning didiagnosis?

Dokter akan memberikan tes bilirubin untuk mengetahui berapa jumlahnya di dalam darah. Jika Anda memiliki penyakit kuning, kemungkinan level dari bilirubin Anda akan tinggi.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan adalah tes fungsi hati, complete blood count (CBC) – dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki bukti mengidap anemia hemolitik dan biopsi hati.

Bagaimana mengobati penyakit kuning?

Penyakit kuning sendiri sebenarnya bukan termasuk ke dalam penyakit, tapi merupakan gejala dari penyakit lain yang Anda alami. Maka untuk mengobatinya, Anda harus tahu apa akar dari kondisi tersebut.

Jika Anda mengidap penyakit hepatitis, kulit Anda berubah menjadi kuning dan cara untuk mengatasinya adalah dengan mengobati penyakit hepatitis tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s Causing My Yellow Skin?  http://www.healthline.com/health/jaundice-yellow-skin#1 Accessed November 16th 2016.

Jaundice: Why It Happens in Adults. http://www.webmd.com/hepatitis/jaundice-why-happens-adults Accessed November 16th 2016.

Causes of jaundice. http://www.nhs.uk/Conditions/Jaundice/Pages/Causes.aspx Accessed November 16th 2016.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rizki Pratiwi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x