home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Urosepsis

Urosepsis

Salah satu komplikasi infeksi saluran kemih yang berbahaya dan mengancam nyama adalah urosepsis. Kondisi ini memerlukan penanganan segera, sehingga Anda perlu waspada terhadap gejala-gejalanya.

Apa itu urosepsis?

Urosepsis adalah istilah untuk menggambarkan sepsis yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Saat kondisi ini terjadi, infeksi dari saluran kemih menyebar ke aliran darah dan memengaruhi bagian-bagian tubuh lainnya.

Saat mengalami sepsis, sistem imun tubuh akan bereaksi berlebihan dan melepaskan zat kimia ke pembuluh darah untuk melawan infeksi bakteri penyebab penyakit.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu kondisi saat infeksi bakteri terjadi pada sistem kemih. Kondisi ini dapat memengaruhi organ pada sistem urologi yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Jenis infeksi ini tergolong umum dan penanganannya cukup dengan antibiotik. Namun pada kondisi tertentu, infeksi bisa menyebar dan menimbulkan kondisi yang disebut urosepsis.

Kondisi ini dapat mengancam nyawa, bahkan setelah perawatan. Penderita mungkin saja mengembangkan sepsis berat yang bisa memicu syok sepsis (sepsis shock).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Urosepsis lebih berisiko pada penderita infeksi saluran kemih dari orang dewasa yang lebih tua, orang dengan sistem imun lemah dan penyakit bawaan, ibu hamil, dan bayi di bawah 1 tahun.

Menurut sebuah penelitian asal Jerman pada 2015, urosepsis menyumbang 9 – 31% dari total kasus sepsis. Kondisi ini cenderung meningkat sering bertambahnya usia populasi.

Dibandingkan sepsis, urosepsis memiliki tingkat kematian lebih rendah, yakni 20 – 40%. Walaupun begitu, tetap perlu kecurigaan dini dan perawatan cepat untuk meningkatkan harapan hidup penderitanya.

Tanda dan gejala urosepsis

Urosepsis berkembang sebagai komplikasi infeksi saluran kemih. Sebagian besar infeksi saluran kemih umumnya melibatkan saluran kemih bagian bawah, yakni kandung kemih dan uretra.

Mendeteksi tanda-tanda infeksi saluran kemih dapat membantu Anda menghindari komplikasi berbahaya ini. Beberapa gejala tersebut, antara lain:

Urosepsis lebih berisiko terjadi saat infeksi mulai menyebar ke ureter dan ginjal. Saat infeksi semakin berkembang, Anda mungkin akan merasakan gejala awal urosepsis, seperti:

  • demam,
  • kelelahan,
  • mual dan muntah,
  • peningkatan denyut nadi,
  • frekuensi napas cepat, serta
  • kebingungan, terutama pada lansia.

Pada kasus serius, urosepsis dapat berkembang menjadi syok sepsis yang berisiko kematian. Tanda-tanda perkembangan syok sepsis, meliputi:

  • penurunan tekanan darah yang memerlukan konsumsi obat untuk menjaga tekanan darah agar lebih tinggi atau sama dengan 66 mmHg, dan
  • peningkatan kadar asam laktat darah (serum laktat) yang berarti sel-sel tubuh tidak menggunakan oksigen dengan benar.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Infeksi saluran kemih harus segera Anda obati untuk mencegah komplikasi. Walaupun begitu, urosepsis dapat timbul setelah perawatan dan berisiko pada bagian-bagian tubuh lainnya.

Apabila Anda merasakan tanda dan gejala urosepsis, segera hubungi pertolongan medis terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab dan faktor risiko urosepsis

Urosepsis bukan hanya terjadi akibat komplikasi infeksi saluran kemih. Beberapa prosedur medis bisa meningkatkan risiko Anda mengembangkan kondisi ini.

Apa saja penyebab urosepsis?

Infeksi saluran kemih terjadi saat bakteri, umumnya Escherichia coli (E. coli), masuk ke saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak dalam kandung kemih.

Hal ini bisa terjadi jika sistem pertahanan tubuh gagal mencegah masuknya bakteri. Sehingga bakteri dapat bertahan dan tumbuh menjadi infeksi dalam saluran kemih.

Infeksi jamur dapat terjadi saat jamur masuk ke saluran kemih melalui darah. Orang yang mengembangkan jenis infeksi ini, biasanya mengalami gangguan sistem imun, seperti AIDS.

Urosepsis dapat terjadi apabila infeksi saluran kemih tidak segera Anda obati. Maka dari itu, mengetahui tanda dan gejala infeksi bisa mencegah terhadap masalah kesehatan ini.

Faktor apa saja yang meningkatkan risiko kondisi ini?

Penyebab utama urosepsis yaitu infeksi saluran kemih. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi, seperti berikut ini.

  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko daripada pria karena memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga memperpendek waktu bakteri untuk mencapai kandung kemih.
  • Aktivitas seksual. Hubungan seksual yang tidak aman bisa meningkatkan risiko, baik pria dan wanita, mengalami infeksi saluran kemih.
  • Kelainan saluran kemih. Bayi di bawah 1 tahun dengan kelainan saluran kemih yang tidak memungkinkan urine keluar dari tubuh secara normal.
  • Penyumbatan saluran kemih. Gangguan urologi, seperti batu ginjal dan pembesaran prostat pada pria bisa menahan urine dalam kandung kemih.
  • Gangguan sistem kekebalan. Penderita penyakit diabetes atau penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Penggunaan kateter. Pemasangan kateter urine dalam jangka waktu lama bisa meningkatkan risiko infeksi, walaupun dilakukan dengan teknik steril.
  • Prosedur operasi. Pembedahan di dalam atau dekat saluran kemih bisa meningkatkan risiko infeksi, termasuk operasi prostat, kandung kemih, dan transplantasi ginjal.

Diagnosis dan pengobatan urosepsis

Diagnosis terhadap infeksi saluran kemih yang memicu urosepsis akan membantu penanganan yang lebih cepat untuk menurunkan risiko yang lebih serius.

Apa saja pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi ini?

Tes urine (urinalisis) umumnya dokter lakukan untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih. Dokter akan memeriksa apakah sel darah merah, sel darah putih, atau bakteri terdapat dalam sampel urine.

Jika dokter mencurigai infeksi yang telah menyebar dan berkembang menjadi urosepsis, Anda mungkin akan melakukan beberapa tes tambahan seperti berikut ini.

  • Tes darah untuk mengetahui adanya infeksi, gangguan pembekuan, serta ketidakseimbangan oksigen dan elektrolit dalam darah.
  • Pemindaian ultrasound (USG) untuk memeriksa infeksi pada ginjal.
  • CT scan untuk memeriksa infeksi pada organ di sekitar area perut dan panggul.

Apa saja pilihan pengobatan untuk urosepsis?

Pengobatan infeksi saluran kemih akan lebih mudah jika diketahui lebih awal. Dokter umumnya akan memberikan resep antibiotik untuk infeksi bakteri dan obat antijamur untuk infeksi jamur.

Dokter juga menyarankan untuk minum air putih lebih banyak untuk membantu menghilangkan infeksi. Beristirahat yang cukup dapat membantu proses pemulihan kondisi ini.

Namun, pengobatan urosepsis membutuhkan perawatan yang lebih kompleks. Penderita perlu minum obat-obatan dan melakukan prosedur medis tertentu untuk menghilangkan infeksi.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dalam mengobati urosepsis dan syok sepsis sebagai berikut ini.

  • Antibiotik. Pengobatan dengan obat antibiotik dalam tahap awal cukup efektif untuk melawan infeksi bakteri, sehingga Anda mungkin bisa pulih sepenuhnya.
  • Cairan intravena. Penggunaan obat melalui infus bisa berupa antibiotik, kortikosteroid dosis rendah, insulin, dan obat penghilang rasa sakit.
  • Vasopresor. Penggunaan obat vasopresor untuk mempersempit pembuluh darah dan membantu meningkatkan tekanan darah perlu diberikan jika tekanan darah terlalu rendah, bahkan setelah menerima cairan infus.

Perawatan medis pendukung

Penderita urosepsis perlu pemantauan dan perawatan ketat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit. Anda akan mendapat perawatan medis pendukung, termasuk oksigen.

Tergantung kondisinya, Anda mungkin memerlukan bantuan mesin untuk menstabilkan detak jantung dan pernapasan. Prosedur medis lain, seperti prosedur dialisis juga diperlukan jika fungsi ginjal mulai terdampak.

Pembedahan

Dalam beberapa kasus, prosedur operasi mungkin Anda butuhkan untuk menghilangkan sumber infeksi, seperti penyerapan kumpulan nanah (abses) serta pengangkatan jaringan yang terinfeksi dan mati (gangren).

Pencegahan urosepsis

Urosepsis memiliki tingkat kematian hingga 20 – 40%. Namun, dengan pengobatan dini bisa meningkatkan peluang untuk sembuh dan menjalani hidup kembali seperti biasanya.

Pencegahan urosepsis perlu dilakukan dengan konsultasi ke dokter apabila mengalami gejala infeksi saluran kemih. Pastikan untuk minum obat antibiotik sesuai instruksi dokter Anda.

Selama pengobatan berlangsung, Anda juga bisa melakukan beberapa hal seperti berikut ini.

  • Minum air putih lebih banyak setiap hari untuk membantu membersihkan saluran kemih.
  • Hindari menahan buang air kecil, segera kosongkan kandung kemih sesegera mungkin.
  • Pastikan selalu menjaga kebersihan alat kelamin dengan benar, baik setelah buang air kecil dan berhubungan seks.
  • Hindari menggunakan deodoran, bedak, atau produk kewanitaan lainnya di area genital yang dapat mengiritasi uretra.
  • Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida untuk pengendali kelahiran. Konsultasikan ke dokter untuk mendiskusikan metode lain yang lebih aman.

Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih, segera lakukan pemeriksaan ke dokter urologi. Semakin cepat infeksi tertangani, semakin rendah risiko komplikasi yang Anda hadapi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Urinary Tract Infections. Sepsis Alliance. (2021). Retrieved 5 August 2021, from https://www.sepsis.org/sepsisand/urinary-tract-infections/ 

Urinary tract infection (UTI). Mayo Clinic. (2021). Retrieved 5 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447 

Sepsis – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 5 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sepsis/symptoms-causes/syc-20351214 

Sepsis – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 5 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sepsis/diagnosis-treatment/drc-20351219 

Dreger, N. M., Degener, S., Ahmad-Nejad, P., Wöbker, G., & Roth, S. (2015). Urosepsis–Etiology, Diagnosis, and Treatment. Deutsches Arzteblatt international, 112(49), 837–848. https://doi.org/10.3238/arztebl.2015.0837 

Peach, B., Garvan, G., Garvan, C., & Cimiotti, J. (2016). Risk Factors for Urosepsis in Older Adults. Gerontology And Geriatric Medicine, 2, 233372141663898. https://doi.org/10.1177/2333721416638980

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 18/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan