Bahaya Komplikasi Infeksi Saluran Kemih Jika Tidak Diobati Sampai Tuntas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bahaya infeksi saluran kemih (ISK) bisa mengintai siapa saja, terutama pada perempuan dan ibu hamil. Dalam kasus ringan, infeksi saluran kemih disertai dengan gejala anyang-anyangan, rasa sakit saat buang air kecil, atau bahkan ada darah dalam urine.

Jika tidak segera ditangani, infeksi saluran kemih juga dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya untuk tubuh.

Bentuk komplikasi infeksi saluran kemih jika tidak diobati

Bila dibiarkan dan tak diobati tuntas, infeksi saluran kemih bisa menyebar dan mengganggu kesehatan organ lain. Berikut beberapa komplikasi dan bahaya dari salah satu penyakit sistem urologi ini.

1. Infeksi yang kambuh

Komplikasi yang paling umum dirasakan oleh pasien infeksi saluran kemih adalah terulangnya penyakit ini di kemudian hari. Kebanyakan, infeksi yang kembali lagi ini terjadi pada wanita. Hal ini dipicu dari hubungan seksual dan menggunakan spermisida atau kontrasepsi yang berfungsi untuk mematikan sel sperma.

Penetrasi dapat meningkatkan jumlah bakteri dalam kandung kemih, ditambah dengan penggunaan spermisida yang juga membunuh bakteri baik di vagina bernama Lactobacilli, keduanya akan semakin membuat bakteri E. coli lebih mudah untuk bergerak.

2. Kerusakan ginjal

Ginjal merupakan organ yang membantu tubuh menyaring sisa metabolisme tubuh dan membuangnya melalui urine. ISK yang tak diobati bisa memengaruhi fungsi ginjal.

Perlu diketahui bahwa ISK terbagi menjadi dua, yakni infeksi saluran atas dan bawah. Infeksi saluran bawah memengaruhi kandung kemih dan saluran uretra, yakni saluran yang membawa urine ke luar tubuh.

Jika dibiarkan, komplikasi infeksi saluran kemih bagian bawah ini dapat berlanjut dan memicu penjalaran bakteri E. coli penyebab infeksi saluran kencing naik ke ginjal. Dampak fatal ini berlanjut pada infeksi yang bernama pielonefritis hingga kerusakan pada ginjal.

Infeksi ginjal yang tak diobati bisa berlanjut menjadi penyakit lain dalam sistem pembuangan (urologi) tubuh seperti gagal ginjal, penyakit ginjal kronis, peningkatan tekanan darah, serta infeksi seluruh tubuh (sepsis).

3. Bakteremia

Bakteremia adalah kondisi di mana infeksi bakteri telah menjalar sampai ke aliran darah. Selain infeksi saluran kemih, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh masalah lainnya seperti infeksi kulit, gangguan pencernaan, pneumonia, atau efek samping operasi.

Gejalanya serupa dengan infeksi biasa, meliputi demam, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, muncul ruam merah, serta sesak nafas. Namun, gejalanya dapat memburuk di kemudian hari.

Bakteremia tentunya sangat berbahaya, karena darah yang telah terinfeksi akan mengalir ke organ tubuh lainnya seperti ginjal, otak, dan paru-paru. Jika dibiarkan, infeksi akan merusak organ-organ tersebut.

4. Sepsis

Tubuh akan melakukan perlawanan untuk melindungi organ lainnya saat infeksi terjadi. Dalam beberapa kasus, salah satu komplikasi yang muncul akibat infeksi saluran kemih adalah memicu terjadinya sepsis. Hal ini terjadi ketika tubuh bereaksi berlebihan untuk melawan infeksi.

Sepsis dapat memicu peradangan yang meluas dan berpengaruh pada organ lainnya. Hal ini membuat antibodi diproduksi terlalu banyak dan akhirnya masuk ke dalam darah. Akibatnya, darah pun keracunan. Saat itu terjadi, tubuh jadi kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga organ tidak dapat bekerja optimal.

Dampak dari sepsis yang bisa terjadi di antaranya demam, peningkatan denyut jantung, sesak napas, dan peningkatan sel darah putih.

5. Urosepsis

Salah satu jenis sepsis yaitu urosepsis merupakan komplikasi yang bisa muncul karena infeksi saluran kemih. Disebut urosepsis karena dampaknya yang menyerang sistem perkemihan atau urologi.

Yrosepsis terjadi karena infeksi merangsang tubuh menghasilkan antibodi yang berlebih. Akibatnya, antibodi bocor ke dalam pembuluh darah di sekitar organ perkemihan.

Urosepsis dapat mengancam jiwa. Meski pasien telah mendapatkan perawatan, infeksi masih bisa berkembang dan sulit untuk dikendalikan.

6. Hidronefrosis

Hidronefrosis (ginjal bengkak) adalah penyakit berupa pembengkakan pada salah satu atau kedua ginjal akibat pengosongan saluran kemih yang tidak tuntas. Hidronefrosis juga bisa muncul sebagai salah satu komplikasi yang mungkin terjadi karena penyakit ISK.

Gejalanya bisa muncul tiba-tiba atau secara bertahap. Beberapa hal yang akan dirasakan bila Anda menderita penyakit ini adalah nyeri mendadak pada bagian samping tubuh atau punggung, mual, sakit saat buang air kecil, dan demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Gejala juga bergantung pada seberapa parah penyumbatan yang ada di saluran kemih.

Hidronefrosis harus segera ditangani karena penyumbatan urine bisa merusak ginjal dan berujung pada gagal ginjal. Jika sudah telanjur terjadi, Anda harus menjalani perawatan cuci darah atau transplantasi ginjal.

7. Striktur uretra

Striktur uretra terjadi ketika luka atau pembengkakan membuat saluran uretra yang membawa urine keluar dari tubuh jadi lebih sempit. Luka atau peradangan bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan nantinya dapat menyebabkan berbagai masalah urinasi.

Striktur uretra akan membuat Anda kesulitan buang air kecil. Luka peradangan akan menghalangi jalan keluarnya urine. Selain itu, aliran urine juga menjadi lebih lemah. Pada beberapa kasus, kencing berdarah juga dialami sebagai salah satu gejalanya.

Jika lukanya parah bisa saja urine benar-benar tersumbat dan tak bisa mengalir sama sekali. Bila kondisi yang bernama retensi urine ini terjadi, Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Kebanyakan striktur uretra terjadi pada pasien pria, hal ini dikarenakan pria memliki ukuran uretra yang lebih panjang dari wanita.

8. Masalah kehamilan

Infeksi saluran kemih biasanya juga dialami oleh ibu hamil. Jika infeksi saluran kemih tak diobati, bahaya dari komplikasi mengintai kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Pasalnya, bakteri E. coli dari anus dapat mudah menyebar ke uretra hingga kandung kemih.

ISK kerap dialami ibu hamil karena bayi dalam perut memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Oleh karenanya, ibu hamil kerap mengalami kebocoran urine karena otot panggul yang melemah. Kondisi ini juga memudahkan bakteri menetap pada kandung kemih.

Perempuan juga mengalami perubahan fisik saat hamil, seperti saluran kemih yang menjadi lebih lebar. Kondisi tersebut menyebabkan urine terjebak lebih lama di dalam uretra dan memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Selain dapat berakibat pada infeksi ginjal, ISK dapat memicu kelahiran prematur. Bakteri E. coli dalam ISK juga meningkatkan risiko kematian pada bayi baru lahir dan bayi prematur.

Mencegah ISK sebelum terlambat

Setelah mengetahui bahaya dari komplikasi infeksi saluran kemih, tentu akan lebih baik Anda mencegahnya ketimbang harus mengobatinya.

Sebenarnya, cara mencegah infeksi saluran kemih cukup mudah. Anda dapat melakukannya dengan banyak minum air putih untuk meminimalkan perkembangan bakteri. Selain itu, setidaknya Anda perlu penuhi asupan cairan sebanyak 8 gelas per hari.

Agar saluran kemih tetap terjaga kesehatannya dan terhindar bahaya dari ISK, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen ekstrak cranberry. Cranberry bermanfaat mencegah penempelan bakteri penyebab ISK pada dinding saluran kemih.

Minum banyak air putih ibarat “mencuci” saluran kemih dari bakteri penyebab ISK. Ini merupakan cara efisien dan efektif sebelum infeksi bakteri pada saluran kemih mengganggu aktivitas harian Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Gejala Disuria (Anyang-anyangan) Berdasarkan Penyebabnya

Jika Anda pernah merasa nyeri saat buang air kecil, ini mungkin merupakan gejala dari anyang-anyangan. Selain itu, apa lagi gejala yang perlu Anda kenali?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Striktur Uretra

Striktur uretra adalah penyempitan pada saluran pembawa air kencing (uretra) yang disebabkan peradangan atau masalah lain.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Bisakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Diobati Tanpa Antibiotik?

Sebagian orang yang mungkin sudah resisten terhadap antibiotik bisa membaca beberapa cara ini untuk mengobati ISK tanpa antibiotik.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ibu hamil rentan terkena infeksi saluran kemih atau ISK yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Lalu, bagaimana mencegah infeksi saluran kemih saat hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah infeksi saluran kemih

Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
obat infeksi saluran kencing

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
infeksi saluran kencing kemih

Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit