Mengenal Spermisida, Alat Kontrasepsi untuk Membunuh Sperma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apa itu spermisida?

Spermisida adalah metode kontrasepsi untuk mencegah hamil, yang biasanya mengandung bahan kimia nonoxynol-9 yang dapat membunuh sperma atau menghentikan pergerakannya. Alat KB ini tersedia dalam bentuk krim, gel, foam, atau supositori.

Spermisida bisa digunakan sendiri, namun lebih efektif jika digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain seperti kondom.

Bagaimana cara kerjanya?

Spermisida membunuh sperma dan menghentikan pergerakannya sebelum sperma bisa berenang masuk ke dalam rahim. Supaya efektif, ia harus ditempatkan jauh di dalam vagina, dekat leher rahim. Spermisida bentuk krim, gel, dan foam biasanya disemprotkan ke dalam vagina menggunakan aplikator khusus. Jenis lainnya adalah vaginal contraceptive film (VCF) yang berupa lembaran tips yang harus ditempelkan di belakang vagina, dan vagina supositori yang dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Spermisida harus dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Masing-masing produk biasanya akan memberi instruksi pada labelnya mengenai kapan waktu yang tepat untuk memakainya. Ada beberapa produk yang membolehkan Anda langsung berhubungan seks segera setelah memakainya, namun sebagian besar baru mulai bekerja setidaknya 15 menit setelah dipakaikan, sehingga Anda harus menunggu sebentar sebelum memulai penetrasi.

Semua jenis spermisida hanya efektif selama satu jam setelah dimasukkan. Jika Anda sudah memasukkannya ke dalam vagina namun ternyata hubungan seks Anda baru terjadi satu jam setelahnya, Anda perlu memakainya kembali sebelum memulai. Wanita juga dianjurkan untuk tidak bersih-bersih dengan sabun pencuci vagina (douche) selama 6 jam setelah berhubungan seks memakai spermisida.

Apakah spermisida efektif mencegah kehamilan?

Dalam jangka waktu satu tahun, sebanyak 29 dari 100 pasangan yang hanya menggunakan spermisida sebagai alat KB akan mengalami kehamilan yang tak direncanakan. Tentu saja angka ini bergantung pada apakah cara Anda menggunakannya sudah benar. Maka dari itu, spermisida paling efektif jika digabungkan dengan alat kontrasepsi lain.

Secara umum, efektivitas alat kontrasepsi apapun bergantung pada banyak hal. Di antaranya adalah apakah seseorang memiliki penyakit tertentu atau sedang minum obat tertentu yang mungkin mengganggu keampuhan alat KB tersebut. Jika alat KB tersebut lupa digunakan atau diminum, ini juga dapat mengurangi efektivitasnya.

Apakah spermisida dapat mencegah penularan penyakit kelamin?

Alat kontrasepsi selain kondom tidak efektif untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Kondom harus selalu digunakan jika Anda mempraktikkan seks bebas, meskipun jika pasangan Anda sudah memakai spermisida. Bahkan jika digunakan terlalu sering, spermisida dapat menimbulkan iritasi. Padahal, luka pada alat kelamin dapat meningkatkan risiko Anda tertular HIV dan penyakit kelamin lain.

Adakah efek samping menggunakan spermisida?

Seperti sudah dijelaskan di atas, penggunaan yang terlalu sering dapat mengiritasi vagina dan kulit di sekitarnya. Iritasi ini membuat Anda lebih mudah terinfeksi HIV dan penyakit kelamin lain.

Efek samping lainnya adalah meningkatkan risiko infeksi saluran kencing, karena spermisida dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam tubuh wanita.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Disfungsi Seksual

Ketidakpuasan saat melakukan aktivitas seks bisa karena seseorang mengalami disfungsi seksual. Cari tahu informas selengkapnya di sini, ya!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Tips Seks 24 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Merasa Sakit Saat Berhubungan Seks? 9 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya

Ada berbagai alasan sakit saat berhubungan intim, mulai dari masalah fisik hingga psikologis. Agar cepat diatasi, mari cari tahu penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Tips Seks 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penurunan Libido

Penurunan libido bisa dialami oleh pria dan wanita. Jangan biarkan kondisi ini berlangsung lama, cari tahu informasi selengkapnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Seks 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan intim di malam hari

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab kondom sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan intim sebaiknya seminggu berapa kali sehari

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit