Serba-serbi Operasi Bariatrik untuk Obesitas, yang Bisa Bantu Pangkas Lemak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jika diet dan olahraga rutin tak membuat berat badan turun, biasanya orang dengan obesitas akan ditawarkan untuk melakukan operasi bariatrik. Operasi ini dapat membantu Anda dalam memangkas lemak-lemak di dalam tubuh. Namun, tidak semua orang gemuk bisa menjalani tindakan medis ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelumnya.

Apa itu operasi bariatrik?

risiko operasi bariatrik cara turun berat badan super cepat

Operasi bariatrik adalah tindakan medis khusus yang ditujukan untuk mengatasi kegemukan. Biasanya, penurunan berat badan pascaoperasi bisa mencapai 40-68% dalam selang waktu 2 tahun.

Operasi ini juga dilakukan dengan beberapa prosedur, tergantung dengan masing-masing kondisi pasien. Tujuan utama dari operasi bariatrik adalah untuk menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat dan mencegah berbagai penyakit kronis yang mengintai.

Meki terdengar menjanjikan, tak semua orang gemuk dapat menjalani operasi ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Memiliki indeks massa tubuh lebih dari 35 dengan penyakit komorbid (penyakit penyerta)
  • Mengalami dua atau lebih penyakit kronis
  • Berat badan tak kunjung turun meski telah melakukan diet dan pola hidup sehat
  • Tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang dapat bertentangan dengan operasi bariatrik
  • Memiliki motivasi yang kuat.

Walaupun Anda mengalami hal-hal tersebut, Anda tetap tidak bisa menjalani operasi ini jika:

  • sedang hamil
  • mengalami kelainan hormon yang membuatnya obesitas
  • sedang kecanduan obat
  • punya penyakit psikiatrik yang tidak terkontrol tidak diperbolehkan melakukan operasi ini.

Bagaimana prosedur operasi bariatrik?

penyebab infeksi luka operasi faktor risiko

Untuk membuat pasien mencapai berat badan idealnya, tindakan medis ini dilakukan dalam beberapa prosedur yang berbeda.

Membatasi ruang lambung

Prosedur ini dilakukan supaya makanan yang masuk ke lambung tidak terlalu banyak, sehingga bisa memangkas kalori tubuh. Beberapa prosedur yang dapat membuat ruang di lambung menyempit yaitu prosedur ikat lambung (vertical banded gastroplasty). 

Memanipulasi lambung

Tindakan medis ini dilakukan dengan cara sleeve gastrectomy (SV), yaitu mengangkat beberapa bagian organ pencernaan. Tujuannya lagi-lagi untuk membatasi makanan yang masuk dan dicerna. Selain itu, Roux-ex Y gastric bypass (RYGB) juga dilakukan, dengan cara membagi area organ pencernaan menjadi lebih kecil. Jadi, perut cepat penuh dan rasa kenyang pun tahan lama.

Prosedur kombinasi

Prosedur ini akan membuat malabsorpsi zat gizi makro dan zat gizi mikro yang masuk ke dalam tubuh, cara ini dilakukan untuk membatasi penyerapan makanan yang masuk. Contoh prosedur ini adalah biliopancreatic diversion (BPD) dan BPD dengan duodenal switch (BPD DS).

Apa yang harus dipersiapkan supaya operasi bariatrik berhasil?

Granuloma Inguinale adalah

Sebelum menjalani operasi bariatrik, pasien akan diperiksa dan dilihat kondisinya. Pasien juga akan diberikan pengetahuan terkait perubahan diet yang harus dilakukan setelah operasi, efek samping, serta risiko dari tindakan medis ini.

Tim medis juga akan menjelaskan berapa besar peluang keberhasilan dari operasi bariatrik. Selain itu, ada juga pemeriksaan tambahan yang perlu dilakukan sebelum prosedur dilakukan, yaitu:

  • Fungsi paru dan tes sleep apnoer syndrome
  • Pemeriksaan kelainan metabolik dan endokrin, lipid darah, TSH
  • Pemeriksaan kelainan gastro-esophageal (Helicobacter pylory dll)
  • Mengukur kepadatan tulang
  • Komposisi tubuh
  • Resting energy expenditure

Apakah ada diet khusus yang harus dilakukan sebelum operasi?

makanan rendah karbohidrat

Selama 2 sampai 4 minggu sebelum operasi, pasien disarankan untuk menerapkan diet rendah kalori (1000-1200 kalori per hari) atau diet sangat rendah kalori (± 800 kalori harian).

Biasanya, pasien juga akan diperiksa jumlah vitamin dalam tubuh. Bila ada salah satu vitamin yang jumlahnya kurang dari normal, maka akan diberikan diet khusus untuk meningkatkan kadar vitamin tersebut sebelum operasi.

Makanan yang harus dihindari sama sekali, yaitu:

  • Gula, makanan yang mengandung gula tersembunyi
  • Jus buah kemasan
  • Makanan tinggi lemak
  • Gorengan
  • Alkohol

Sementara, Anda juga harus membatasi makanan berikut ini: makanan yang harus dibatasi:

  • Produk susu
  • Tepung-tepungan
  • Beberapa jenis buah dan sayuran (seledri, sayur mentah, buah kering, buah dengan kulit)
  • Daging yang keras
  • Soda

Lalu, apakah tetap harus menjalani diet setelah operasi bariatrik?

makan bubur

Tentu saja Anda harus tetap menjalani diet khusus, supaya hasil operasi makin maksimal. Umumnya, diet yang diberikan akan disesuaikan dengan tekstur dan bentuk makanan. Pasien yang baru saja menjalani operasi, akan diberikan makanan cair hingga nanti akhirnya kembali ke makanan padat.

Penerapan diet bertahap ini dilakukan selama kurang lebih 4 sampai 6 minggu, disesuaikan dengan kondisi pasien masing-masing.

Makanan cair

Selama di rumah sakit akan diberikan makanan cair bening yang bebas gula, sebanyak  2-4 kali setelah operasi. Cairan yang harus diminum sekitar 14-30 ml per 20 menit dan tidak boleh menggunakan sedotan

Makanan pure

Setelah makanan cair, pasien mulai bisa diberikan makanan lumat yang rendah lemak dan tanpa gula. Biasanya, makanan ini akan diberikan sampai pasien keluar dari rumah sakit.

Makanan lunak

Setelah 3-4 minggu keluar dari rumah sakit, pasien dianjurkan untuk makan makanan lunak. Sedikit berbeda dengan pure, makanan ini sudah memiliki tekstur di dalamnya.

Makanan padat

Lama-kelamaan, lambung dan organ cerna pasien semakin kuat dan normal, sehingga dapat diberikan makanan padat. Nah, biasanya jenis makanan yang diberikan tergantung dengan diet yang harus dijalani.

Jika bingung, sebaiknya tanyakan dan konsultasikan pada dokter, diet seperti apa yang harus Anda lakukan pascaoperasi.

Pemberian vitamin dan mineral

Selain dari bentuk makanan yang harus diatur secara bertahap, biasanya diberikan juga suplemen khusus yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin D, dan asam folat.

Sementara itu, makanan tinggi gula dan lemak juga tetap harus dipantang usai menjalani operasi bariatrik. Makanan yang mesti dihindari dan dibatasi pascaoperasi, sama seperti sebelum Anda menjalani operasi.

Apakah ada efek samping setelah melakukan operasi ini?

cara mengatasi perut kembung

Efek samping yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, tergantung dengan jenis prosedur yang dilakukan. Namun, efek samping yang paling sering muncul adalah:

  • Masalah pencernaan, seperti kesulitan menelan, konstipasi, diare, mual, intoleransi pada beberapa jenis makanan
  • Kulit kendur di area bekas operasi
  • Kekurangan vitamin dan mineral
  • Pembentukan batu empedu (karena penurunan BB terlalu cepat)
  • Rambut rontok, yang biasanya terjadi sementara

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK.

Serba-serbi Operasi Bariatrik untuk Obesitas, yang Bisa Bantu Pangkas Lemak

Operasi bariatrik merupkan pilihan akhir ketika seseornag mengalami obesitas yang tidak bisa diatasi lagi. Namun, ini tidak sembarangan. Ini aturannya.

Ditulis oleh: dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK.
operasi bariatrik
Obesitas, Health Centers 26 November 2018

Bagaimana Cara Mengatur Pola Makan Makan Saat Kemoterapi?

Kemoterapi salah satu tindakan untuk melawan sel kanker tetapi memiliki efek samping terhadap nafsu makan. Lalu bagaimana pola makan saat kemoterapi?

Ditulis oleh: dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK.
pola makan saat kemoterapi
Nutrisi, Hidup Sehat 20 Agustus 2018

Supaya Berat Badan Lansia Tak Terus Menyusut, Ini Ragam Nutrisi yang Dibutuhkan

Menjaga asupan gizi lansia adalah hal yang sangat penting. Sebab, banyak perubahan dalam tubuh lansia yang memengaruhi nafsu makannya. Ini cara mengaturnya!

Ditulis oleh: dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK.
gizi lansia

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Kesehatan tubuh bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Yuk, cari tahu cara mengukur lingkar perut yang benar di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengatur Kebiasaan Makan yang Sehat untuk Mencegah Obesitas

Kebiasan makan yang buruk sering kali menjadi biang kerok dari obesitas. Lalu apa saja kebiasaan makan yang perlu diatur kembali untuk cegah obesitas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Obesitas, Health Centers 29 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

Memanggil “Gendut”, Ternyata Bikin Berat Badan Anak Makin Naik

Menyebut anak dengan "gendut", "gembul", atau lainnya, ternyata bisa membuat berat badannya makin naik. Kenapa bisa terjadi? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 21 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
makan setelah operasi bariatrik

Panduan Makan Setelah Menjalani Operasi Bariatrik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
anak obesitas makan lemak

Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit