Sleeve Gastrectomy Laparoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu sleeve gastrectomy laparoskopi?

PasteTextHereSleeve  gastrectomy  adalah  proses  pengurangan  ukuran  lambung  menjadi  bentuk tabung.  Cara  kerjanya  adalah  dengan  membuat  Anda  cepat  merasa  kenyang  dan mengurangi porsi makan Anda.

Kapan saya perlu menjalani sleeve gastrectomy laparoskopi?

Jika indeks massa tubuh Anda di atas 40 atau di atas 35 dengan penyakit diabetes tipe 2 atau tekanan darah tinggi, operasi ini dapat membantu Anda mengurangi berat badan secara jangka panjang. Ahli bedah Anda akan memastikan indeks massa tubuh Anda dan melakukan penilaian rinci sebelum memutuskan operasi sesuai untuk Anda atau tidak.

Apa saja keuntungan dari sleeve gastrectomy?

Anda  dapat  menurunkan  berat  badan  secara  jangka  panjang,  namun  hal  ini  juga tergantung pada Anda dalam menjaga gaya hidup. Penurunan  berat  badan  jangka  panjang  juga  dapat  membantu  permasalahan  obesitas yang Anda miliki.

Pencegahan & peringatan

Apa yang perlu saya ketahui sebelum menjalani sleeve gastrectomy laparoskopi?

Langkah‐langkah  untuk  penurunan  berat  badan  meliputi  mengurangi  porsi  makan, memperbaiki pola makan dan berolahraga lebih banyak. Beberapa obat yang diberikan dokter juga dapat membantu penurunan berat badan. Ada  beberapa  pilihan  operasi  selain  sleeve gastrectomy,  seperti  gastric  banding, memperpendek saluran pencernaan dan gastric bypass. Dapat juga menggunakan gastric balloon, namun gastric balloon hanya dapat bertahan sampai dengan 9 bulan.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani sleeve gastrectomy laparoskopi?

Diskusikan  dengan  dokter  Anda  tentang  obat‐obatan  yang  sedang  Anda  konsumsi, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya sebelum menjalani operasi. Penting untuk Anda ikuti  instruksi  dokter  untuk  berhenti  makan  atau  minum  sebelum  operasi.  Sebelum operasi, atur  jadwal  pertemuan  dengan  ahli  anestesi  Anda.  Penting  untuk  Anda  ikuti instruksi dokter untuk berhenti makan atau minum sebelum operasi. Anda akan diberi instruksi sebelum operasi, seperti apakah Anda diperbolehkan makan sebelum  operasi.  Pada umumnya,  Anda  harus  berpuasa  6  jam  sebelum  prosedur dimulai. Anda mungkin diperbolehkan untuk meminum  cairan,  seperti kopi, beberapa jam sebelum operasi.

Bagaimana proses sleeve gastrectomy laparoskopi?

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 1 sampai 3 jam. Ahli bedah akan membuat beberapa sayatan kecil pada perut. Peralatan seperti teleskop akan dimasukkan ke dalam perut untuk dilakukan operasi. Ahli  bedah  akan  memasukkan tabung  melewati  esofagus  sampai  ke  lambung  Anda. Tabung digunakan sebagai pemandu ahli bedah dalam memotong dan menyambungkan lambung. Ahli bedah akan mengangkat sisa lambung Anda.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani sleeve gastrectomy laparoskopi?

Anda diperbolehkan pulang setelah 2 atau 3 hari. Anda  hanya  bisa  mengonsumsi  cairan  saja  selama  beberapa  minggu,  perlahan mengkonsumsi  makanan  halus,  lalu  setelah  4  sampai  6  minggu  baru  Anda  bisa mengonsumsi makanan padat. Beristirahatlah untuk beberapa waktu sebelum kembali kerja. Anda dapat kembali kerja setelah 2 sampai 4 minggu, tergantung tingkat operasi dan jenis aktivitas Anda. Berolahraga  dapat  membantu  Anda  kembali  beraktivitas  seperti  biasa.  Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Rata‐rata, orang yang menjalani sleeve gastrectomy dapat menghilangkan setengah dari kelebihan berat badan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Seperti prosedur lainnya, ada beberapa kemungkinan risiko. Mintalah ahli bedah untuk menjelaskan risiko pada Anda. Kemungkinan komplikasi pada prosedur umumnya dapat meliputi reaksi pada anestesi, perdarahan, atau penggumpalan pada darah (deep vein thrombosis, DVT).

Pada  prosedur  sleeve  gastrectomy  laparoskopi,  terdapat  beberapa  kemungkinan komplikasi, seperti:

● kerusakan pada struktur seperti usus, kandung kemih atau pembuluh darah

● surgical emphysema

● munculnya hernia di sekitar sayatan

● pendarahan pada staple‐line

● kebocoran pada staple‐line atau timbulnya luka pada lambung atau usus

● penyempitan sleeve

● timbulnya acid reflux

● kekurangan nutrisi

● kematian.

Anda  dapat  meminimalisir  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  instruksi  dari  dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengkonsumsi obat tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

    Sekilas ketiganya tampak sama dan sulit dibedakan. Agar tak keliru, berikut beda oral thrush, lidah peta, dan OHL yang penting diketahui. 

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

    Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

    Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
    minyak kelapa untuk bayi

    Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
    posisi bab yang baik

    Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    perut bunyi saat lapar

    5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit