3 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin hanya mengenal makanan berlemak. Tapi, sebenarnya ada dua kelompok lemak yang terkandung dalam makanan, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik justru dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, menghasilkan hormon misalnya. Berbeda dengan kandungan lemak jahat dalam makanan yang harus Anda batasi konsumsinya. Salah satu jenis lemak yang tergolong jahat bagi tubuh adalah lemak jenuh. Nah, apa saja sih makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi?

Apa itu lemak jenuh?

Lemak jenuh merupakan molekul lemak sederhana yang tidak memiliki ikatan rangkap antara molekul karbon karena adanya molekul hidrogen yang membuatnya jenuh. Biasanya, lemak jenuh berbentuk padat pada suhu kamar.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat Anda. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Ini mengapa Anda harus membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi

Biasanya, makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah makanan yang berasal dari hewan. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah:

1. Daging merah

Daging merah, seperti daging sapi dan kambing biasanya tinggi lemak jenuh. Terutama, jika Anda mengambil bagian daging yang mengandung banyak lemak, seperti sirloin, rib eye, dan T-bone. Mengonsumsi daging tinggi lemak setiap hari tentu dapat membuat kadar kolesterol Anda bertambah.

Untuk menurunkan risikonya, sebaiknya pilihlah bagian daging yang tidak mengandung banyak lemak atau gajih. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir tentang kadar kolesterol Anda setelah mengonsumsi daging, terutama jika Anda mempunyai kadar kolesterol tinggi.

2. Susu dan produk susu

Susu tinggi lemak dan produk susu, seperti keju, es krim, dan yogurt, juga mengandung lemak jenuh tinggi. Kadang, susu dan produk susu ini juga terkandung dalam makanan yang Anda makan, kue misalnya, sehingga secara tidak sadar Anda telah mengonsumsi banyak lemak jenuh.

Untuk mengurangi jumlah lemak jenuh yang masuk ke tubuh Anda, ada baiknya Anda memilih susu atau produk susu dengan kandungan lemak rendah, seperti susu rendah lemak atau susu skim, yogurt rendah lemak, dan sebagainya.

3. Makanan berminyak dan berlemak

Banyak makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi tanpa Anda sadari. Karena dalam pembuatannya, makanan tersebut menggunakan mentega, minyak sayur, krim, atau mayones. Dengan penambahan minyak atau lemak tersebut, maka makanan yang tadinya sehat dan bergizi tinggi bisa menjadi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Contohnya saja, salad yang ditambahkan dengan mayones atau ayam berlapis tepung terigu yang digoreng dengan minyak sayur seperti pada makanan fast food. Metode memasak dengan cara menggoreng dalam minyak banyak membuat ayam jadi mengandung lemak jenuh tinggi. Oleh karena itu, pilihlah metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.

Berapa banyak seharusnya konsumsi lemak jenuh dalam sehari?

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi lemak jenuh hanya sebanyak 13 gram lemak jenuh per hari atau sekitar 5-6% dari kalori harian Anda. Misalnya, jika Anda membutuhkan kalori harian total sebanyak 2000 kalori, maka sebaiknya kalori yang Anda dapatkan dari lemak jenuh tidak lebih dari 120 kalori.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batu Empedu

Penyakit batu empedu adalah kondisi mengerasnya lemak di dalam empedu. Cari tahu info pengobatan, penyebab dan gejala batu empedu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Empedu 1 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Daging Kambing vs Daging Domba: Mana yang Lebih Sehat?

Anda penggemar sate kambing? Atau lebih suka steak domba muda? Kira-kira mana yang lebih baik untuk kesehatan, daging kambing atau domba?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh (Beserta Efek Sampingnya)

Cumi-cumi merupakan menu favorit banyak pecinta seafood. Apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan, kalau tidak dimakan kebanyakan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Fakta Gizi, Nutrisi 8 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak untuk mpasi

Lemak di dalam MPASI Itu Penting, Lho! Kenali 7 Sumber yang Bisa Jadi Pilihan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat buah plum untuk kesehatan

Berbagai Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
kolesterol ldl tinggi

Kolesterol Ldl

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit