home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Hanya Obesitas, Ini 7 Penyakit yang Membuat Gemuk

Bukan Hanya Obesitas, Ini 7 Penyakit yang Membuat Gemuk

Umumnya, pola makan buruk dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor utama yang membuat tubuh gemuk. Namun, ada beberapa penyakit tertentu yang bisa membuat gemuk tanpa Anda sadari. Simak ulasannya di bawah ini.

Penyakit yang membuat tubuh gemuk

anak gemuk

Selain yang dijelaskan di atas, faktor genetik (keturunan) dan sistem metabolisme tubuh juga ikut berperan dalam menentukan seberapa cepat kegemukan dapat terjadi. Begitupun kondisi obesitas.

Ada pula beragam masalah kesehatan lainnya yang dapat membuat seseorang tampak gemuk. Di bawah ini beragam penyakit yang dapat bikin tubuh terlihat gemuk.

1. Hipotiroidisme

Salah satu penyakit yang dapat membuat Anda gemuk yakni hipotiroidisme. Hal ini dapat terjadi karena kelenjar tiroid tidak bekerja dengan baik.

Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak pada leher bagian bawah. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini bertugas membantu mengatur metabolisme tubuh.

Bila metabolisme menurun akibat hipotiroidisme, tubuh akan rentan gemuk. Kondisi ini juga mungkin terjadi pada penyandang hipotiroid karena asupan jumlah garam dan air yang berlebihan.

Kenali juga berbagai gejala hipotiroidsime lainnya, seperti depresi, mudah kedinginan, hingga kuku dan rambut yang rapuh. Hal ini bertujuan membantu dokter menentukan perawatan yang tepat untuk menurunkan berat badan Anda.

2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Selain masalah tiroid, penyakit lainnya yang dapat bikin seseorang tampak gemuk yaitu sindrom ovarium polikistik (PCOS). Masalah pada keseimbangan hormon wanita ini dapat menyebabkan pembentukan kista pada indung telur.

Hal ini dapat memicu ketidakseimbangan pada kadar dua hormon bernama estrogen dan progesteron. Akibatnya, siklus menstruasi pun tidak teratur dan bisa membuat kenaikan berat badan.

Sejauh ini belum ditemukan dengan jelas bagaimana PCOS menyebabkan sesoerang tampak gemuk. Namun, para ahli berpendapat bahwa kondisi ini ada hubungannya dengan resistensi insulin yang dialami beberapa wanita dengan PCOS.

Bila Anda mengalami kesulitan dalam mengubah glukosa menjadi energi, tubuh akan memproduksi lebih banyak insulin. Hal ini bertujuan mempertahankan kadar gula tetap normal.

Seiring berjalannya waktu, tubuh akan menghasilkan insulin yang terlalu banyak hingga memicu diabetes tipe 2. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang tentu dapat membuat Anda tampak gemuk.

3. Prolaktinoma

tumor otak

Prolaktinoma merupakan kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tumor jinak (non-kanker) pada kelenjar hipofisis (kelenjar penghasil beberapa hormon) pada otak. Alhasil, tubuh memproduksi hormon prolaktin yang berlebihan.

Jika Anda memiliki hormon prolaktin yang berlebihan, tubuh dapat mengalami kenaikan berat badan. Bila dibiarkan, tentu hal ini dapat membuat Anda tampak gemuk.

Kabar baiknya, prolaktinoma tidak menyebabkan kematian. Hanya saja, penyakit ini juga dapat mengganggu penglihatan dan masalah kesuburan.

Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala prolaktinoma.

4. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing (hiperkortisolisme) yaitu penyakit yang disebabkan oleh hormon kortisol yang berlebihan. Penyakit ini dapat memicu berbagai gangguan pada sistem tubuh secara keseluruhan, termasuk bikin tubuh gemuk tanpa disadari.

Kenaikan berat badan merupakan gejala sindrom Cushing yang paling umum. Penderita penyakit ini mungkin akan merasa penumpukan lemak terjadi pada area wajah (moon face), punggung, hingga pinggang.

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk menjalani pengobatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan sindrom Cushing umumnya termasuk mengurangi dosis steroid atau operasi untuk mengangkat tumor.

5. Depresi

Maprotiline

Sudah bukan rahasia umum lagi bila depresi termasuk salah satu penyakit yang bikin tubuh gemuk. Bagaimana tidak, gejolak emosi yang negatif dapat memicu Anda makan berlebihan.

Kondisi yang disebut emotional eating ini biasanya membuat orang tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, tidak mengherankan bila berat badan naik secara tiba-tiba.

Makanan yang dikonsumsi saat merasa stres atau di tengah depresi yakni jenis makanan berkalori tinggi. Belum lagi bila Anda sering menjadikan makanan sebagai pelarian untuk melepaskan stres.

Selain itu, depresi dan stres terkadang membuat seseroang makan lebih dari tiga kali dalam sehari dengan jumlah yang besar. Hal ini lah yang dapat memicu kenaikan berat badan secara drastis hingga bisa menyebabkan obesitas bila dibiarkan saja.

6. Proses penuaan

Meski bukan penyakit, proses penuaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan memang bisa menjadi penyebab tubuh tampak gemuk.

Melansir Tufts Medical Center, hal tersebut terjadi karena penuaan dapat memengaruhi laju metabolisme basal. Tingkat metabolisme basal yaitu kadar ketika tubuh menggunakan energi saat istirahat guna menjaga fungsi tubuh tetap berjalan.

Seiring bertambahnya usia, laju metabolisme tersebut akan menurun dan dapat memicu kenaikan berat badan. Hal ini juga menyebabkan penurunan massa otot yang membuat Anda tidak dapat menjalani pola makan yang sama.

Oleh sebab itu, asupan kalori akan berubah ketika sudah menua, sehingga Anda butuh pola makan yang konsisten guna menjaga berat badan.

7. Penggunaan obat steroid

Steroid atau dikenal sebagai kortikosteroid merupakan obat-obatan untuk sejumlah penyakit, termasuk asma dan artritis. Meski dapat mengatasi berbagai penyakit, penggunaan steroid dapat membuat tubuh gemuk.

Salah satu jenis obat yang sering menjadi dalang di balik kenaikan berat badan ini yakni prednison. Prednison dapat menyebabkan redistribusi lemak ke wajah, belakang leher, hingga perut.

Meski begitu, perubahan ini mungkin tidak akan sama dari orang ke orang. Umumnya, semakin tinggi dosis dan lama penggunaannya, semakin besar pula perubahannya.

Tidak hanya itu, kenaikan berat badan akibat efek samping dari prednison juga berkaitan dengan retensi cairan. Hal ini pun turut dipengaruhi oleh asupan kalori karena nafsu makan yang meningkat.

Maka dari itu, beberapa penyakit yang membutuhkan obat prednison dalam waktu yang lama terkadang bisa membuat Anda gemuk.

8. Insomnia

insomnia

Tahukah Anda bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam dalam satu hari cenderung mempunyai lebih banyak lemak di tubuhnya? Nyatanya, kondisi yang dapat disebut insomnia ini dapat menyebabkan gemuk karena memengaruhi metabolisme.

Sebagai contoh, orang dewasa yang tidur empat jam dibandingkan 10 jam dalam semalam tampaknya lebih merasa lapar. Hal ini mungkin terjadi karena durasi tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin.

Sementara itu, insomnia juga dapat menyebabkan rasa lelah yang bisa berakibat pada kurangnya aktivitas fisik. Itu sebabnya, tidak sedikit orang dengan masalah tidur ini mengalami kenaikan berat badan.

9. Diabetes

Diabetes merupakan penyakit yang juga dapat membuat orang terlihat gemuk. Pasalnya, kenaikan berat badan adalah efek samping yang paling sering terjadi pada orang yang memakain insulin untuk mengelola diabetes.

Insulin adalah salah satu cara mengontrol kadar gula darah penyandang diabetes. Sayangnya, beberapa dari mereka makan lebih dari yang dibutuhkan untuk mencegah gula darah rendah (hipoglikemia).

Jika Anda tidak ingin hal ini terjadi, usahakan untuk menjalani pola makan sehat dan sering melakukan aktivitas fisik. Bila bingung, tanyakan kepada dokter dan ahli gizi untuk merancang pola makan khusus penyandang diabetes.

Pada dasarnya, berbagai penyakit di atas memang dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Namun, kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan mengatur pola makan sebagai pencegahan obesitas.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thyroid and weight – the science. (n.d). British Thyroid Foundation. Retrieved 23 March 2021, from https://www.btf-thyroid.org/thyroid-and-weight-the-science 

Can PCOS Cause Weight Gain? (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 23 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/can-polycystic-ovary-syndrome-make-gain-weight/ 

Prolactinoma. (n.d). California Center for Pituitary Disorders. Retrieved 23 March 2021, from https://ccpd.ucsf.edu/pituitary-disorders/tumors/prolactinoma 

Fisher, D. (n.d). Can you avoid gaining weight as you age? Tufts Medical Center. Retrieved 23 March 2021, from https://www.tuftsmedicalcenter.org/news-events-media/news/web/20-in-2020/the-weighting-game 

Insulin and weight gain: Keep the pounds off. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 23 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/insulin-and-weight-gain/art-20047836 

ILD Nutrition Manual: Prednisone and Weight Gain. (n.d). The Regents of The University of California. Retrieved 23 March 2021, from https://www.ucsfhealth.org/education/ild-nutrition-manual-prednisone-and-weight-gain 

Zeratsky, K. (2020). Is too little sleep a cause of weight gain? Mayo Clinic. Retrieved 23 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sleep-and-weight-gain/faq-20058198 

9 medical reasons for putting on weight. (2020). National Health Service. Retrieved 23 March 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/nine-medical-reasons-for-putting-on-weight/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 16/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x