Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sakit kepala bisa menyerang bagian kepala yang mana saja, termasuk sakit kepala bagian atas. Ada beberapa penyebab yang dapat memicu kondisi tersebut ? Setelah mengetahui penyebabnya, lalu bagaimana cara mengatasi sakit kepala bagian atas? Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa penyebab sakit kepala bagian atas?

Umumnya, rasa sakit kepala bagian atas memberikan sensasi seolah Anda sedang membawa beban berat yang terletak di puncak kepala Anda. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi rasa sakit itu, Anda harus mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab sakit kepala bagian atas.

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Sakit kepala tegang adalah salah satu penyebab yang paling umum dari timbulnya sakit kepala bagian atas. Umumnya, rasa sakit yang dialami seolah kepala sedang diremas-remas dan terdapat beban yang amat berat di pucuk kepala. Beberapa orang bahkan merasakan sakit kepala bagian atas ini menjalar hingga pundak dan leher.

Rasa sakit kepala yang satu ini biasanya terasa tidak nyaman meski tidak terlalu parah. Belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan tension headache terjadi. Tetapi, tekanan yang Anda rasakan pada kepala mungkin terbentuk pada otot-otot Anda saat Anda menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, menempelkan ponsel ke telinga dalam jangka waktu lama, atau rasa stres yang Anda alami membuat otot di leher, wajah, rahang, hingga kulit kepala terasa tegang.

2. Migrain

Penyebab lain dari sakit kepala bagian atas adalah migrain. Saat mengalami migrain, Anda akan merasakan kepala seperti berdenyut yang perlahan-lahan semakin terasa sakit. Rasa sakit ini bisa berawal dari sisi kepala Anda dan berpindah ke bagian atas atau justru sebaliknya. Bahkan, rasa sakit ini bisa terasa hingga ke belakang leher.

Gejala yang mungkin Anda alami saat migrain adalah mual, tangan terasa dingin, dan Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara. Jika Anda sedang mengalami migrain, hindari melakukan aktivitas dan upayakan untuk beristirahat di rumah. Sebab, pergerakan sederhana seperti berjalan atau membersihkan rumah dapat memperburuk kondisi tersebut, apalagi jika harus beraktivitas di luar rumah.

Migrain yang mungkin menyebabkan rasa sakit di bagian atas kepala ini dapat disebabkan oleh beberapa hal termasuk perubahan hormon, gangguan tidur, bau yang terlalu tajam, kebiasaan merokok, dan kebiasaan melewatkan jam makan. Sementara itu, ada pula makanan yang dapat memicu timbulnya kondisi ini seperti kopi, wine, cokelat, daging olahan, dan masih banyak lagi.

3. Sakit kepala cluster (cluster headache)

Sama halnya dengan tension headache dan migraincluster headache juga dapat memicu timbulnya sakit kepala bagian atas. Rasa sakit ini biasanya terjadi berulang kali. Bahkan, ada yang mungkin merasakan sakitnya sebanyak delapan kali dalam sehari.

Umumnya, sakit kepala yang satu ini terasa sakit di bagian belakang kepala. Meski sakit kepala cluster mungkin tidak berawal dari bagian atas kepala, rasa sakit ini mungkin bergerak dan berpindah pada area tersebut. Rasa sakit yang Anda alami mungkin memuncak setelah 5-10 menit lamanya. Setelah itu, rasa sakit ini bisa terasa hingga kurun waktu tiga jam.

Saat mengalaminya, mata dan hidung Anda mungkin memerah dan membengkak di sisi kepala yang terasa sakit dan Anda mungkin lebih sensitif terhadap cahaya, suara, hingga bau-bauan.

4. Sakit kepala akibat kurang tidur

Biasanya, saat jam tidur Anda berkurang, Anda akan merasakan sakit di kepala, termasuk sakit kepala bagian kepala. Rasa sakit ini mungkin terjadi akibat jadwal tidur yang berantakan. Tidak hanya itu, rasa sakit kepala yang Anda alami juga bisa berasal dari postur tubuh yang tidak baik saat sedang tidur.

Sakit atau masalah pada tulang belakang Anda mungkin lebih terasa saat Anda sedang tidur sehingga menimbulkan  sakit kepala bagian atas saat Anda bangun. Rasa sakit biasanya seperti adanya tekanan di puncak kepala dan kepala terasa lebih berat dari biasanya.

5. Oksipital neuralgia

Oksipital neuralgia adalah sakit yang muncul karena saraf yang bergerak dari tulang belakang ke kulit kepala mengalami kerusakan, iritasi, atau terjepit. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala bagian belakang, atau sakit kepala bagian atas. Biasanya, kondisi ini diikuti dengan gejala seperti rasa sakit seperti disetrum, dan biasanya gejala semakin parah saat Anda melakukan pergerakan.

6. Brain freeze

Terpapar suhu yang terlalu dingin bisa menyebabkan otak terasa seperti membeku. Hal ini bisa terjadi saat Anda makan es krim dalam jumlah banyak atau minum minuman yang sangat dingin. Saat terjadi brain freeze, ada kemungkinan Anda akan merasakan sakit kepala bagian atas, meski hanya bertahan selama beberapa detik saja. Rasa sakit ini akan segera hilang jika suhu dingin di kepala juga menghilang.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit kepala di bagian atas?

Anda bisa mengatasi sakit kepala bagian atas dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu atau melakukan pengobatan alternatif. Umumnya, cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakitnya sesuai dengan penyebab sakit kepala bagian atas. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Penggunaan obat-obatan

Salah satu cara yang mungkin bisa Anda gunakan untuk meredakan sakit kepala bagian atas adalah mengonsumsi obat. Anda bisa menggunakan obat seperti acetaminophen (Tylenol), ibuprofen, aspirin, dan naproxen untuk meredakan rasa sakit. Obat-obatan ini dipercaya bisa secara efektif mengurangi sakit kepala bagian atas.

Namun, saat menggunakan obat-obatan ini, pastikan bahwa Anda mengikuti instruksi penggunaan di dalam kemasan obat. Selain itu, pastikan bahwa Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai obat mana yang paling sesuai untuk kondisi Anda. Sebab, beberapa jenis obat-obatan tertentu tidak dapat dikonsumsi bersamaan.

2. Mengubah pola makan

Selain menggunakan obat-obatan untuk mengatasi sakit kepala bagian atas, Anda juga bisa mengubah pola makan Anda. Misalnya, cobalah untuk menerapkan pola makan sehat, termasuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein.

Sekalipun beberapa obat sakit kepala juga mengandung kafein, Anda tetap harus mengurangi asupan kafein karena dapat memperparah kondisi atau sakit yang Anda rasakan. Selain itu, cobalah untuk mengurangi berat badan jika Anda mengalami obesitas.

3. Mengubah gaya hidup

Anda juga bisa mencoba mengurangi sakit kepala bagian atas dengan mengubah gaya hidup. Misalnya, meminimalisir kegiatan atau aktivitas yang memicu rasa stres muncul. Justru, tingkatkan kegiatan yang bisa membuat Anda lebih rileks, misalnya dengan melakukan yoga atau olahraga secara rutin. Olahraga yang bisa Anda lakukan adalah berenang, bersepeda, dan berjalan kaki.

Selain itu, pastikan jam tidur Anda tercukupi. Artinya, Anda tidur sesuai dengan jam tidur yang ideal untuk orang dewasa. Sebab, kurang tidur bisa menyebabkan rasa sakit di kepala. Pastikan juga bahwa Anda selalu mempraktikkan postur tubuh yang benar, baik saat sedang berdiri, duduk, maupun berbaring. Karena jika Anda mengabaikan postur tubuh dan terbiasa dengan postur tubuh yang buruk, Anda bisa meningkatkan risiko mengalami sakit kepala bagian atas atau jenis sakit kepala lain.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 14, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca