Sama-sama Penyakit Hati, Apa Bedanya Hepatitis dan Sirosis?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Baik hepatitis maupun sirosis tergolong sebagai penyakit hati kronis yang dapat mengganggu kesehatan seseorang. Meski dua-duanya adalah penyakit yang menyerang organ hati, tapi tentu keduanya berbeda. Lalu, apa saja perbedaan dari hepatitis dan sirosis? Mana yang lebih berbahaya? Simak jawabannya di sini. 

Sama-sama penyakit hati kronis

Hepatitis dan sirosis sama-sama menyebabkan organ hati mengalami peradangan dan akhirnya rusak. Faktanya, kedua jenis penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan komplikasi yang buruk, seperti menimbulkan luka permanen pada hati atau bahkan kanker hati.

Dari penyebabnya pun kedua penyakit ini hampir mirip. Hepatitis dan sirosis, keduanya bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan atau penggunaan obat minum dalam jangka panjang.

Dilihat dari gejala yang ditimbulkan, hepatitis dan sirosis juga punya gejala dan tanda yang hampir mirip. Apa saja gejala dan tandanya?

  • Penyakit kuning. Gejala ini ditandai dengan menguningnya beberapa bagian tubuh. misalnya, kulit dan bola mata terlihat menguning. Bila Anda mengalami hal ini, berarti Anda sedang mengalami gangguan fungsi hati.
  • Permukaan kulit terasa gatal-gatal. Hal ini akibat zat bilirubin yang masuk ke dalam aliran darah sehingga muncul di bawah permukaan kulit. Biasanya, gejala ini diiringi juga bercak-bercak kemerahan.
  • Perut buncit akibat penumpukan air. Kalau perut Anda tiba-tiba membesar, padahal Anda tidak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak, bisa jadi Anda mengalami penumpukan pada perut. Hal ini terjadi gangguan fungsi hati yang terjadi. Biasanya, kondisi ini diiringi dengan gejala sulit bernapas akibat cairan yang menumpuk di sekitar perut.
  • Kaki tiba-tiba bengkak. Pembengkakan kaki yang tiba-tiba ini juga disebabkan oleh penumpukan cairan di sekitar kaki Anda (edema). Hal ini menunjukkan bahwa aliran darah di dalam tubuh Anda terganggu.
  • Mengalami gejala lainnya, seperti sulit tidur, muntah darah, merasa lelah terus-terusan, bahkan hilang kesadaran.

jenis hepatitis adalah

Perbedaan hepatitis dan sirosis

Hampir sama tapi tak serupa, kedua penyakit hati tersebut memiliki peluang kesembuhan yang berbeda. Dalam kebanyakan kasus, hepatitis dapat disembuhkan. Apalagi jika kondisi tersebut berhasil dideteksi sejak dini. Sedangkan sirosis merupakan infeksi hati kronis yang menyebabkan organ tersebut sudah memiliki banyak luka di mana-mana, sehingga tidak bisa disembuhkan seperti semula lagi.

Karena tingkat keparahan dua penyakit hati ini berbeda, maka pengobatan yang dilakukan juga akan berbeda. Pada orang yang menderita hepatitis, biasanya cukup diberikan obat dan istirahat yang cukup. Namun, ini tergantung pada jenis hepatitis yang terjadi. Sementara, orang yang sudah mengalami sirosis, biasanya menjalani pengobatan melalui operasi atau bahkan transplantasi (cangkok) hati.

Penyakit hati mana yang lebih berbahaya?

Pada dasarnya, kedua penyakit hati ini sama-sama bisa menyebabkan komplikasi yang buruk bagi tubuh, yaitu kanker hati. Namun, memang jika seseorang mengalami penyakit hepatitis maka tingkat kesembuhannya masih cukup besar, tergantung dengan penyebab penyakitnya. Istilahnya, bagian hati yang telah rusak, masih bisa diselamatkan dan dinormalkan kembali.

Sementara, sirosis adalah peradangan hati tahap akhir yang tak bisa lagi dikembalikan seperti keadaan semula. Orang yang mengalami sirosis berisiko lebih besar untuk mengalami gagal hati atau kanker hati, ketimbang orang dengan hepatitis. Namun, tenang saja, pengobatan akan tetap dijalani untuk menurunkan risiko komplikasi dan mencegah organ hati semakin rusak. 

Biasanya, beberapa jenis hepatitis yang tidak ditangani dan diobati dengan baik, akan menyebabkan hati mengalami sirosis. Sedangkan kalau memang sirosis hati tidak bisa ditangani, pilihan terakhir yang dilakukan tim medis adalah dengan melakukan cangkok hati.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020