Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/08/2017
Bagikan sekarang

Imunisasi sangat dibutuhkan bayi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya guna mencegahnya dari penyakit infeksi. Sehingga, pemberian imunisasi lengkap pada bayi sangat diperlukan. Bahkan, terdapat pemberian imunisasi yang harus diulang untuk melindungi bayi dari penyakit. Apa saja imunisasi yang harus diulang?

Mengapa ada beberapa jenis imunisasi yang harus diulang?

Imunisasi penting diberikan pada bayi, bahkan sejak bayi baru lahir, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan mencegah bayi terkena berbagai penyakit infeksi. Imunisasi bekerja dengan cara memasukkan virus yang telah dijinakkan agar tubuh mengenal virus tersebut. Sehingga, ketika ada virus masuk ke dalam tubuh, tubuh sudah mempunyai bekal untuk melawannya.

Banyak imunisasi yang pemberiannya harus diulang berkali-kali. Terkadang, hanya satu kali pemberian saja tidak cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam merespon virus yang masuk. Pemberian imunisasi berulang dapat membangkitkan respon imun yang lebih baik. Selain itu, pemberian imunisasi beberapa kali juga bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan. Beberapa vaksin imunisasi memberi tingkat perlindungan yang rendah setelah satu kali pemberian, sehingga pemberian selanjutnya dapat memberikan perlindungan yang lebih besar.

Apa saja imunisasi yang harus diberikan lebih dari satu kali?

Beberapa jenis imunisasi yang harus diulang pemberiannya beberapa kali pada anak adalah:

1. DPT

Imunisasi DPT diberikan pada anak untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini diberikan sebanyak lima kali. Pertama kali diberikan pada usia 2 bulan atau paling cepat pada usia 6 minggu. Selanjutnya, diberikan pada usia 4 bulan dan 6 bulan. Imunisasi DPT yang keempat diberikan pada usia 18 bulan dan terakhir diberikan pada usia 5 tahun.

Setelah itu, anak dapat diberikan vaksin Td atau Tdap pada usia 10-12 tahun sebagai booster untuk melindungi anak dari tetanus dan difteri. Selanjutnya, booster ini dapat diberikan setiap 10 tahun.

2. Hepatitis B (HB)

Imunisasi ini diberikan sebanyak 3 kali untuk mencegah anak dari penyakit hepatitis B. Vaksin ini paling baik diberikan pertama kali dalam waktu 12 jam setelah anak lahir. Setelah itu, vaksin hepatitis B kedua diberikan pada saat bayi berusia 1-2 bulan. Dan, vaksin hepatitis B ketiga diberikan pada bayi usia 6-18 bulan. Bila pemberiannya dikombinasikan dengan DPT, maka imunisasi ini diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan.

3. Polio

Vaksin polio diberikan untuk mencegah penyakit polio pada anak. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali. Pemberian pertama vaksin polio dilakukan segera setelah bayi lahir. Setelah itu, vaksin kedua, ketiga, dan keempat diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan. Pada usia 18 bulan, vaksin polio booster dapat diberikan.

4. Pneumokokus (PCV)

Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari bakteri penyebab meningitis dan pneumonia. PCV diberikan sebanyak 4 kali. Pada anak usia kurang dari satu tahun, PCV diberikan setiap dua bulan, seperti pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian keempat vaksin PCV ini dilakukan pada bayi usia 12-15 bulan.

5. Campak

Vaksin campak diberikan untuk mencegah penyakit campak. Vaksin ini diberikan pertama kali pada bayi usia 9 bulan. Setelah itu, dilanjutkan pemberian kedua kalinya pada usia 18 bulan dan pemberian ketiga pada usia 6-7 tahun atau saat anak baru masuk sekolah.  Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan bila anak sudah mendapatkan vaksin MMR.

6. MMR

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah anak mengalami penyakit mumps (gondong), measles (campak), dan rubella (campak jerman). Jika anak sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka pemberian vaksin MMR dilakukan pada usia 15 bulan (minimal jarak pemberian 6 bulan dari vaksin campak). Pemberian vaksin MMR kedua (booster) dilakukan saat anak berusia 5 tahun.

7. Rotavirus

Imunisasi rotavirus diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit infeksi karena rotavirus, seperti sakit diare. Vaksin rotavirus monovalen yang terdiri dari satu jenis virus diberikan dua kali, yaitu pada usia bayi 6-14 minggu dan setelah 4 minggu dari pemberian pertama. Sedangkan, vaksin rotavirus pentavalen yang terdiri dari beberapa jenis virus diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Sudah banyak lembaga dan negara meneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk Indonesia. Bagaimana Indonesia membuka jalan dalam mencari vaksin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

4 Cara Alami Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

Tubuh lemas saat puasa? Tidak perlu khawatir, coba tips ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda, agar tetap kuat dan sehat saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 26/04/2020

Imunisasi di Tengah Pandemi COVID-19 Tetap Penting, tapi Amankah?

Imunisasi tetap perlu dilakukan saat pandemi corona guna mencegah munculnya wabah penyakit menular lainnya. Lalu, seperti apa cara aman melakukan imunisasi?

Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Coronavirus, COVID-19 16/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

antibodi sars untuk covid-19 herd immunity indonesia

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
komplikasi bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020