Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Imunisasi sangat dibutuhkan bayi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya guna mencegahnya dari penyakit infeksi. Sehingga, pemberian imunisasi lengkap pada bayi sangat diperlukan. Bahkan, terdapat pemberian imunisasi yang harus diulang untuk melindungi bayi dari penyakit. Apa saja imunisasi yang harus diulang?

Mengapa ada beberapa jenis imunisasi yang harus diulang?

Imunisasi penting diberikan pada bayi, bahkan sejak bayi baru lahir, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan mencegah bayi terkena berbagai penyakit infeksi. Imunisasi bekerja dengan cara memasukkan virus yang telah dijinakkan agar tubuh mengenal virus tersebut. Sehingga, ketika ada virus masuk ke dalam tubuh, tubuh sudah mempunyai bekal untuk melawannya.

Banyak imunisasi yang pemberiannya harus diulang berkali-kali. Terkadang, hanya satu kali pemberian saja tidak cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam merespon virus yang masuk. Pemberian imunisasi berulang dapat membangkitkan respon imun yang lebih baik. Selain itu, pemberian imunisasi beberapa kali juga bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan. Beberapa vaksin imunisasi memberi tingkat perlindungan yang rendah setelah satu kali pemberian, sehingga pemberian selanjutnya dapat memberikan perlindungan yang lebih besar.

Apa saja imunisasi yang harus diberikan lebih dari satu kali?

Beberapa jenis imunisasi yang harus diulang pemberiannya beberapa kali pada anak adalah:

1. DPT

Imunisasi DPT diberikan pada anak untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini diberikan sebanyak lima kali. Pertama kali diberikan pada usia 2 bulan atau paling cepat pada usia 6 minggu. Selanjutnya, diberikan pada usia 4 bulan dan 6 bulan. Imunisasi DPT yang keempat diberikan pada usia 18 bulan dan terakhir diberikan pada usia 5 tahun.

Setelah itu, anak dapat diberikan vaksin Td atau Tdap pada usia 10-12 tahun sebagai booster untuk melindungi anak dari tetanus dan difteri. Selanjutnya, booster ini dapat diberikan setiap 10 tahun.

2. Hepatitis B (HB)

Imunisasi ini diberikan sebanyak 3 kali untuk mencegah anak dari penyakit hepatitis B. Vaksin ini paling baik diberikan pertama kali dalam waktu 12 jam setelah anak lahir. Setelah itu, vaksin hepatitis B kedua diberikan pada saat bayi berusia 1-2 bulan. Dan, vaksin hepatitis B ketiga diberikan pada bayi usia 6-18 bulan. Bila pemberiannya dikombinasikan dengan DPT, maka imunisasi ini diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan.

3. Polio

Vaksin polio diberikan untuk mencegah penyakit polio pada anak. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali. Pemberian pertama vaksin polio dilakukan segera setelah bayi lahir. Setelah itu, vaksin kedua, ketiga, dan keempat diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan. Pada usia 18 bulan, vaksin polio booster dapat diberikan.

4. Pneumokokus (PCV)

Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari bakteri penyebab meningitis dan pneumonia. PCV diberikan sebanyak 4 kali. Pada anak usia kurang dari satu tahun, PCV diberikan setiap dua bulan, seperti pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian keempat vaksin PCV ini dilakukan pada bayi usia 12-15 bulan.

5. Campak

Vaksin campak diberikan untuk mencegah penyakit campak. Vaksin ini diberikan pertama kali pada bayi usia 9 bulan. Setelah itu, dilanjutkan pemberian kedua kalinya pada usia 18 bulan dan pemberian ketiga pada usia 6-7 tahun atau saat anak baru masuk sekolah.  Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan bila anak sudah mendapatkan vaksin MMR.

6. MMR

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah anak mengalami penyakit mumps (gondong), measles (campak), dan rubella (campak jerman). Jika anak sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka pemberian vaksin MMR dilakukan pada usia 15 bulan (minimal jarak pemberian 6 bulan dari vaksin campak). Pemberian vaksin MMR kedua (booster) dilakukan saat anak berusia 5 tahun.

7. Rotavirus

Imunisasi rotavirus diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit infeksi karena rotavirus, seperti sakit diare. Vaksin rotavirus monovalen yang terdiri dari satu jenis virus diberikan dua kali, yaitu pada usia bayi 6-14 minggu dan setelah 4 minggu dari pemberian pertama. Sedangkan, vaksin rotavirus pentavalen yang terdiri dari beberapa jenis virus diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun yang Tidak Boleh Dilewatkan

Imunisasi memiliki jadwal yang tidak boleh terlewatkan, mulai dari yang wajib sampai tambahan. Ini jadwal imunisasi anak selengkapnya,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Banyak orangtua menganggap vaksinasi hanya perlu bagi bayi dan balita saja. Padahal, ada sejumlah imunisasi untuk remaja yang tak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Probiotik dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Tak hanya untuk pencernaan tapi juga daya tahan. Bagaimana probiotik meningkatkan daya tahan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
terlambat imunisasi

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit