home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Apa itu vaksin hepatitis A?|Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis A?|Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?|Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin hepatitis A?|Apa efek samping vaksin hepatitis A?
Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Imunisasi pada anak sangat penting untuk mencegah penularan penyakit sejak dini. Jenis imunisasi yang harus si kecil terima juga sangat banyak, salah satunya vaksin hepatitis A. Seberapa penting vaksin ini? Apakah anak harus mendapatkannya meski sudah melakukan imunisasi hepatitis B? Berikut penjelasannya.

Apa itu vaksin hepatitis A?

vaksin pcv

Imunisasi hepatitis A adalah cara untuk mencegah infeksi virus penyebab hepatitis A (HAV).

Virus ini penyakit hepatitis A sangat menular dan bisa menginfeksi bagian hati secara akut sehingga mengakibatkan peradangan.

Apa perbedaannya dengan hepatitis B? Mengutip dari Mayo Clinic, virus hepatitis B menular lewat cairan tubuh, seperti darah, air liur, sperma, atau cairan vagina.

Ibu yang memiliki hepatitis B akan menularkan kepada bayi dalam kandungannya.

Sementara hepatitis A, penyebarannya bisa dengan mudah melalui konsumsi makanan dan minuman, melakukan hubungan seksual dengan penderita, atau terpapar feses yang telah mengandung virus hepatitis A.

Perilaku hidup tidak bersih dan sehat seperti jarang mencuci tangan juga dapat menjadi faktor risiko seseorang untuk terkena penyakit hepatitis A.

Orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan seperti merasa kelelahan, demam, mual, muntah-muntah, dan penyakit kuning (jaundice).

Sebaliknya, anak-anak memang secara umum justru tidak memperlihatkan gejala saat terkena infeksi virus hepatitis A.

Namun, tetap menjadi carrier atau pembawa yang dapat menularkan virus. Kondisi ini justru jauh lebih berbahaya karena tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu, pemberian imunisasi hepatitis A tidak hanya berdampak positif terhadap kesehatan pribadi saja. Namun juga bisa membasmi wabah penyakit yang merugikan banyak orang.

Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis A?

umur berapa anak vaksin HPV

Mengutip dari WHO, ada dua tipe vaksin yang dapat orangtua gunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A pada anak.

Pertama, Live attenuated vaccines, khusus untuk menghentikan wabah hepatitis A di India dan Tiongkok.

Kedua, vaksin HAV non-aktif (formaldehyde-inactivated vaccines), negara selain India dan Tiongkok menggunakan jenis vaksin ini.

Untuk orang dewasa biasanya terdapat vaksin kombinasi yang sekaligus dapat melawan infeksi virus hepatitis A dan B.

Pada masing-masing pemberian, dosis imunisasi hepatitis A untuk anak-anak berumur 1 sampai 15 tahun adalah 0.5 ml.

Pada orang dewasa pemberian vaksin hepatitis A sebanyak dua kali dengan rentang waktu 6 bulan setelah vaksinasi pertama. Dosisnya 1 ml untuk setiap pemberian vaksin.

Namun untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan dengan kekebalan tubuh yang tinggi, mendapatkan satu dosis vaksin sudah cukup efektif untuk menangkal infeksi virus hepatitis A.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?

Bayi akan divaksin pada jadwal imunisasi bayi

Meski WHO dan pemerintah sudah melakukan strategi pencegahan melalui pemberian imunisasi hepatitis A, sekelompok orang masih berisiko terjangkit penyakit ini.

Bayi dan anak-anak

Berdasarkan jadwal pemberian imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak membutuhkan dua kali penyuntikan vaksin hepatitis A dengan jarak pemberian 6-12 bulan.

Pemberian imunisasi hepatitis A pada anak sejak si kecil usia 12-18 bulan sebanyak dua kali dengan jeda 6-36 bulan setelah suntikan pertama. Sebagai contoh jeda pemberiannya seperti:

  • Usia 12 bulan untuk suntikan pertama
  • Usia 3 tahun untuk suntikan kedua

Orang dewasa

Frontline Medical Communications menerbitkan penelitian bahwa orang dewasa termasuk ke dalam kelompok orang yang rentan terhadap paparan virus hepatitis A.

Ini membuat pemberian vaksin hepatitis A masih perlu untuk meredakan epidemi. Berikut beberapa kondisinya:

  • Akan berpergian ke tempat yang mengalami wabah penyakit hepatitis A (vaksin hepatitis A sebaiknya diberikan 2-4 minggu sebelum keberangkatan)
  • Pulang dari tempat yang terjangkit epidemi hepatitis A
  • Memiliki penyakit hati kronis
  • Tinggal bersama orang yang terinfeksi virus hepatitis A
  • Menjalani pengobatan yang menggunakan jarum suntik
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Bekerja dalam penelitian virus hepatitis A
  • Merawat atau berinteraksi dengan hewan primata yang terinfeksi

Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui? Apakah aman melakukan vaksin hepatitis A? Mengutip dari Mother to Baby, ibu hamil dan menyusui tetap bisa mendapatkan imunisasi hepatitis A.

Vaksin ini tidak berdampak buruk pada proses menyusui dan tidak menyebabkan keguguran pada ibu hamil.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Manfaat imunisasi yaitu menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit hepatitis A.

Namun ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menunda, bahkan tidak boleh menerima vaksin.

Memiliki alergi yang mengancam jiwa

Memiliki reaksi alergi kronis yang mengancam keselamatan jiwa. Biasanya reaksi dari alergi akan muncul setelah mendapatkan vaksin hepatitis A.

Oleh karena itu, tanyakan terlebih dahulu pada petugas kesehatan komponen apa saja yang terkandung pada vaksin tersebut.

Sakit ringan

Biasanya Anda tetap diperbolehkan mendapatkan vaksin hepatitis A jika mengalami batuk pilek atau merasa tidak enak badan.

Namun jika mengalami penyakit parah, misalnya demam tinggi, Anda bisa menunda pemberian vaksin sampai pulih.

Apa efek samping vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Seperti obat lainnya, vaksin juga memiliki efek samping meski umumnya ringan.

Menurut WHO, imunisasi hepatitis A umumnya bekerja dengan efektif tanpa menimbulkan efek samping berarti, tapi kemungkinan terjadinya reaksi yang berbahaya tetap ada.

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) ada efek samping imunisasi yang mungkin terjadi.

Efek samping ringan yang umum terjadi

Biasanya imunisasi hepatitis A hanya menimbulkan efek samping ringan yang tidak membahayakan, seperti:

  • Kemerahan pada area suntikan
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Kondisi di atas biasanya timbul segera setelah pemberian imunisasi dan akan hilang sendiri 1-2 hari. Dokter akan menjelaskan reaksi ini lebih detail saat konsultasi.

Efek samping berat yang sangat langka

Pemberian vaksin dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang cukup serius, meski sangat jarang terjadi.

Rasio kemungkinan 1 diantara 1 juta dosis vaksin, tetapi reaksi ini dapat berlangsung dalam beberapa menit saja setelah pemberian vaksin.

Reaksi yang muncul yaitu:

  • Pembengkakan pada wajah
  • Tubuh menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Jantung berdegup kencang

Selain itu, beberapa orang bisa pingsan setelah menjalani vaksin. Untuk mengatasinya, berbaringlah selama 15 menit setelah melakukan imunisasi hepatitis A.

Cara ini bisa membantu untuk mencegah pingsan dan terluka akibat terjatuh. Beritahu dokter bila mengalami pusing, pandangan kabur, atau telinga mendengung.

Namun hal yang perlu orangtua ingat, efek samping anak yang tidak menerima imunisasi atau anak terlambat imunisasi lebih besar daripada yang mendapat vaksin.

Jadi, penting untuk orangtua memberikan pencegahan agar si kecil tidak tertular dan menyebarkan penyakit berbahaya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(2020). Retrieved 16 June 2020, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/hepatitis-vaccine-pregnancy/pdf/

Andrew M. Moon, L. (2018). Hepatitis A Virus Prevention and Vaccination Within and Outside the Veterans Health Administration in Light of Recent Outbreaks. Federal Practitioner35(Suppl 2), S32. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6375401/

Your Child’s Immunizations: Hepatitis A Vaccine (HepA) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/hepa-vaccine.html

Hepatitis A | Vaccines. (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://www.vaccines.gov/diseases/hepatitis_a

Hepatitis A Vaccine (Havrix, Vaqta): Side Effects & Dosage. (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://www.medicinenet.com/hepatitis_a_vaccine-injection/article.htm

WHO | Hepatitis A. (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://www.who.int/ith/vaccines/hepatitisA/en/

Vaccine Information Statement | Hepatitis A | VIS | CDC. (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-a.html

Brundage, S., & Fitzpatrick, N. (2006). Hepatitis A. American Family Physician73(12), 2162-2168. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2006/0615/p2162.html

Hepatitis A And Hepatitis B Vaccine (Intramuscular Route) Description and Brand Names – Mayo Clinic . (2020). Retrieved 16 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/hepatitis-a-and-hepatitis-b-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20061965

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 26/07/2020
x