home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hal yang Harus Orangtua Lakukan Saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Hal yang Harus Orangtua Lakukan Saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Memberikan imunisasi pada anak menjadi salah satu cara pencegahan penularan penyakit. Pemerintah bahkan sudah menetapkan 5 vaksinasi dasar yang wajib anak dapatkan sebelum mereka berusia 1 tahun. Sayangnya, tak sedikit anak yang terlambat imunisasi karena orangtua sering lupa. Entah itu karena jadwal yang sibuk atau malah menganggap bahwa imunisasi bukanlah hal yang penting. Lantas, apa jadinya kalau anak telat imunisasi? Bagaimana caranya supaya orangtua selalu ingat jadwal imunisasi anak? Yuk, cari tahu jawaban dari semua pertanyaan tersebut dalam ulasan di bawah ini.

Imunisasi sangat penting sehingga tidak boleh sampai terlambat

efek samping imunisasi

Manfaat imunisasi adalah mencegah dan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit-penyakit yang berbahaya dan menular.

Ketika anak sudah mendapatkan vaksinasi, tubuhnya akan secara otomatis sudah lengkap dengan sistem imun yang bekerja spesifik untuk melawan virus, bakteri, atau kuman penyebab penyakit tersebut.

Sebaliknya, jika anak tidak mendapatkan imunisasi, mereka akan lebih berisiko tertular penyakit berbahaya dan mengalami komplikasi yang parah.

Anak yang tidak menerima vaksinasi juga berisiko menularkan penyakit yang mereka derita ke orang-orang lain. Alhasil, wabah penyakit dan tingkat kematian akan semakin tinggi.

Bagaimana kalau anak terlambat imunisasi?

vaksinasi

Dengan kesibukan yang harus dijalani, ada kalanya Anda sebagai orangtua mungkin lupa dengan jadwal imunisasi anak.

Hal ini membuat anak jadi terlambat atau bahkan melewatkan imunisasi. Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan.

Jika telat beberapa hari dari jadwal, segera konsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan menganjurkan anak untuk melakukan vaksinasi susulan.

Hal ini juga berlaku apabila telat atau melewatkan vaksinasi yang harus anak dapatkan dalam satu rangkaian, misalnya polio.

Vaksinasi polio sendiri terdiri dari empat rangkaian dan anak-anak wajib mendapatkannya semua.

Sesuai program pemerintah, anak perlu mendapatkan vaksinasi polio segera saat baru lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan.

Ketika anak terlambat mendapatkan vaksinasi polio, Anda tak perlu khawatir harus mengulangnya lagi dari awal.

Tetaplah memberikan jenis imunisasi berikutnya sesuai jadwal. Tidak peduli berapa pun jarak keterlambatan dari pemberian imunisasi sebelumnya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada kata terlambat untuk menyusulkan imunisasi yang sudah terlanjur terlewat.

Ingat, vaksinasi tidak hanya melindungi anak terkena berbagai penyakit berbahaya, tapi juga mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

Jadi, tidak hanya anak Anda saja yang mendapatkan manfaat vaksinasi, anak-anak lain juga akan merasakannya.

Tips agar tidak lupa dan terlambat jadwal vaksinasi anak

vaksin mempengaruhi kecerdasan anak

Berhubung vaksinasi berperan penting untuk mencegah penyakit menular maupun komplikasi berbahaya, penting bagi orangtua untuk selalu ingat jadwal imunisasi anak.

Nah, supaya anak tidak lagi telat imunisasi, berikut beberapa hal yang bisa orangtua lakukan.

1. Buat pengingat di ponsel

Saat ini ponsel sudah jadi barang penting yang wajib Anda bawa ke mana pun kita pergi.

Tak melulu memberi dampak yang negatif, jika Anda gunakan dengan bijak, ponsel pun bisa memberi banyak manfaat.

Salah satunya jadi sarana pengingat untuk jadwal vaksin anak. Ya, Anda bisa memanfaatkan fitur pengingat yang ada pada ponsel.

Caranya mudah, tandai tanggal anak harus menerima vaksin lalu atur alarm pengingat supaya berdering pada tanggal tersebut.

Jadi, Anda tak perlu was-was lagi kelewatan jadwal vaksin si buah hati.

Anda juga bisa menambahkan jenis vaksin sesuai jadwal, misalnya imunisasi hepatitis B atau imunisasi MMR.

Ini akan memudahkan orangtua dalam mengingat jenis vaksin yang akan anak terima.

2. Catat, catat, catat

Meski terbilang kuno, membuat jurnal atau catatan khusus tentang semua perkembangan atau kebutuhan si kecil juga bisa jadi cara efektif untuk mengingat jadwal vaksin anak.

Kebiasaan tersebut membuat anak tidak akan lagi terlambat imunisasi.

Ya, bagi beberapa orangtua, menulis langsung pada kertas memudahkan mereka dalam mengingat sesuatu ketimbang harus menulisnya dalam gadget.

Anda juga bisa melihat jadwal vaksin anak dalam buku catatan yang dokter atau penyedia kesehatan sediakan.

Simpan baik-baik buku catatan tersebut, sehingga Anda mudah mencarinya ketika sewaktu-waktu membutuhkannya.

3. Ingat tanggal lahir anak

Cara mudah lainnya supaya anak tidak terlambat imunisasi adalah dengan mengingat tanggal lahir mereka.

Pada prinsipnya, jadwal vaksinasi anak akan berpedoman pada tanggal lahir anak setiap bulan.

Jadi, seharusnya tak ada alasan lagi untuk lupa jadwal vaksinasi anak, ‘kan?

Hal penting yang harus orangtua perhatikan bila terlambat imunisasi

imunisasi anak vaksin

Pelayanan kesehatan biasanya memberikan vaksinasi gratis, seperti rumah sakit daerah (RSUD), Puskesmas, maupun Posyandu.

Jangan ragu bertanya atau meminta penjelasan ke dokter maupun bidan terkait program imunisasi yang akan dilakukan anak nantinya.

Mintalah penjelasan tentang jenis vaksin yang digunakan, merek vaksinnya, hingga efek samping imunisasi dan hal-hal lain yang harus diwaspadai setelah imunisasi.

Bila merasa belum mengerti silakan konsultasikan dengan dokter sampai benar-benar paham.

Satu lagi yang tak kalah penting, hal-hal yang dokter catat dalam buku catatan vaksinasi juga harus orang tua pahami. Jangan sampai hanya dokternya saja yang paham.

Meski dokter yang menulis buku catatan vaksinasi, tetapi buku itu adalah milik orang tua. Maka, penting bagi orangtua untuk memahaminya juga. Dengan begitu, anak tidak akan lagi terlambat imunisasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A pada 16/10/2020
Ditinjau oleh dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
x