home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru Tahun 2020 untuk Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun

Jadwal imunisasi bayi dan anak menurut IDAI|Jadwal imunisasi bayi usia 0-6 bulan|Jadwal imunisasi bayi usia 6-12 bulan|Jadwal imunisasi bayi usia 12-24 bulan|Agenda imunisasi anak usia 2-18 tahun|Cara membaca tabel agenda imunisasi anak
Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru Tahun 2020 untuk Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun

Bayi baru lahir sudah menerima vaksinasi atau imunisasi sebagai langkah mencegah penularan penyakit. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi mampu mencegah 2-3 juta kematian anak setiap tahun. Pemberian imunisasi pada anak sangat penting untuk kelangsungan hidupnya. Berikut jadwal imunisasi bayi dan anak berdasarkan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jadwal imunisasi bayi dan anak menurut IDAI

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam situs resminya, vaksin adalah alat atau produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Pemberian imunisasi secara teratur dapat berdampak positif pada anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah memperbarui jadwal imunisasi pada tahun 2020 lalu.

Jadwal ini untuk memudahkan orangtua dan dokter untuk mengetahui waktu pemberian imunisasi yang tepat sesuai usia si kecil.

Berikut tabel jadwal imunisasi anak rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020.

jadwal vaksin 2020

Berdasarkan anjuran IDAI terbaru, berikut daftar imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-9 bulan.

  • Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0
  • Usia 1 bulan: Polio 0 dan BCG
  • Umur 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV
  • Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis 3
  • Umur 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2
  • Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (petavalen)
  • umur 9 bulan: Campak atau MR

Mengutip dari Sari Pediatri, jadwal imunisasi dibuat sesuai dengan ketersediaan vaksin kombinasi, seperti:

  • DPT-HiB-HB (difteri, pertusis, influenza, hepatitis)
  • DPTa-HB-HiB-IPV (difteri, pertusisis, tetanus, hepatitis, influenza, dan polio)

Untuk lebih jelasnya, berikut jadwal imunisasi bayi dan anak sesuai usianya mulai 0-18 tahun.

Jadwal imunisasi bayi usia 0-6 bulan

jadwal imunisasi idai

Jadwal imunisasi untuk bayi usia 6 bulan termasuk ke dalam imunisasi wajib. Beberapa daftar imunisasi wajib untuk anak yaitu:

Hepatitis B

Bila melihat dari tabel jadwal imunisasi bayi dari IDAI, anak mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB) pertama yaitu monovalent saat bayi usia 1 bulan.

Bayi menerima imunisasi Hepatitis B sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan.

Pemberian vaksin ini jaraknya satu bulan, yaitu ketika bayi baru lahir, bayi usia 2, 3, 4 bulan. Anda bisa memberikan imunisasi HB bersamaan dengan DPT.

Polio

Masalah kesehatan yang satu ini merupakan penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat pada otak.

Polio bisa menyebabkan lumpuh atau masyarakat mengenalnya dengan penyakit lumpuh layu.

Pembagian vaksin dapat secara Oral Poliovirus Vaccine (OPV) dan suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV).

Bayi mendapatkan imunisasi polio tipe OPV ketika ia baru lahir sampai usia 1 bulan. Kemudian pengulangan setiap bulan yaitu usia 2,3, dan 4 bulan.

Pemberiannya bisa bersamaan dengan vaksin DPT yang tergabung dalam imunisasi pentabio. Setidaknya ada satu pemberian vaksin pada usia 2,3 dan 4 bulan melalui OPV yang dengan bersamaan OPV-3.

BCG

Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau TBC. Penyakit ini sangat berbahaya dan menyerang saluran pernapasan, bahkan bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Jadwal imunisasi BCG hanya satu kali, ketika bayi berusia 3 bulan, tetapi lebih efektif dan optimal bila bayi mendapatkannya saat usia 2 bulan.

Difteri, pertusis, dan tetanus (DPT)

Pemberian vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah tiga penyakit sekaligus dalam satu suntikan, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Ketiganya merupakan penyakit yang sangat parah dan bisa menyebabkan kematian anak.

Jadwal imunisasi DPT pertama kali diberikan pada bayi usia dua bulan dengan interval atau jeda satu bulan sehingga pemberiannya saat bayi usia 2, 3, 4 bulan.

WHO mengembangkan imunisasi kombinasi yaitu pentavalen dan pentabio. Imunisasi pentavalen merupakan gabungan dari imunisasi DPT, HiB, (haemophilus influenza tipe B), dan hepatitis B (HB).

Sementara itu untuk imunisasi bernama pentabio, gabungan dari imunisasi DPT, Hepatitis (HB), dan polio.

Influenza

Pemberian imunisasi influenza bisa dimulai ketika bayi berusia 6 bulan dan bisa diberikan kapan saja, tidak perlu sesuai jadwal. Sebaiknya anak menerima imunisasi influenza setiap satu tahun sekali.

Imunisasi influenza tidak termasuk dalam kelompok imunisasi wajib, tetapi anak tetap permu mendapatkannya untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit flu.

Jadwal imunisasi bayi usia 6-12 bulan

Bayi akan divaksin

Menginjak usia 6 bulan, rangkaian imunisasi untuk mencegah penyakit pada anak masih berlangsung. Berikut daftarnya.

Pneumokokus (PCV)

Ini adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau kuman pneumokokus.

Penyakit yang disebabkan bakteri ini adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).

Jadwal imunisasi PCV dimulai sejak bayi usia 2 bulan dan diberikan 3 kali dengan interval 4-8 minggu (usia bayi 2, 4, 6 bulan).

Berbeda dengan imunisasi lain yang menimbulkan efek samping ringan seperti demam, imunisasi PCV tidak menimbulkan efek samping pada bayi.

Idealnya pemberian imunisasi pada si kecil ketika kondisi bayi dalam keadaan sehat dan tidak sedang sakit ringan (batuk, pilek, atau demam).

Rotavirus

Pemberian imunisasi rotavirus bertujuan untuk mencegah penyakit peradangan pada saluran pencernaan. Infeksi rotavirus menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak dan bisa muncul setelah dua hari terpapar virus ini.

Rotavirus bisa menyebabkan diare sampai membuat tubuh dehidrasi karena kekurangan cairan.

Ada dua jenis imunisasi rotavirus dengan jadwal pemberian yang berbeda setiap usia bayi.

Pertama imunisasi rotavirus monovalen yang diberikan 2 kali, saat bayi usia 6-14 minggu dan kedua diberikan dengan interval atau jeda minimal 4 minggu.

Batas akhir pemberian imunisasi rotavirus yaitu saat bayi usia 24 minggu atau 6 bulan.

Jenis imunisasi rotavirus kedua adalah pentavalen yang pemberiannya sebanyak 3 kali. Pertama saat bayi usia 6-14 minggu, sedangkan dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jeda 4-10 minggu.

Batas pemberian imunisasi rotavirus ketika bayi usia 32 minggu atau 8 bulan.

Campak, Mumps dan rubella (MMR)

Berdasarkan jadwal imunisasi terbaru dari IDAI, anak usia 9 bulan sudah bisa menerima vaksin MMR. Ini adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella (campak jerman).

Kemudian, saat anak usia 18 bulan, menerima imunisasi MMR ulang (booster) untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

Penyebab campak dan rubella adalah virus yang infeksi menular melalui saluran napas.

Anak yang menerima imunisasi MMR tidak akan merasakan efek samping parah, seperti anak yang tidak mendapatkan vaksin.

Jadwal imunisasi bayi usia 12-24 bulan

jadwal imunisasi bayi dan anak

Anak Anda sudah masuk usia satu tahun? Anak tidak akan menerima imunisasi sebanyak sebelumnya. Namun, ada beberapa imunisasi yang tidak boleh anak lewatkan untuk mencegah penyakit, berikut daftar dan jadwalnya.

Varisela

Cacar air bisa dicegah dengan imunisasi varisela yang diberikan sesuai jadwal, yaitu satu kali setelah anak usia 1 tahun.

Namun, akan lebih optimal bila si kecil menerima imunisasi varisela sebelum masuk sekolah dasar.

Orang dewasa yang belum pernah kena cacar juga harus menerima imunisasi varisela.

Namun, pemberian imunisasi varisela hanya bisa menurunkan tingkat keparahan gejala penyakit cacar air.

Alasannya, bila si kecil tidak mendapat imunisasi sama sekali, risiko terkena komplikasi cacar air akan lebih tinggi.

Japanese encephalitis (JE)

Nyamuk menularkan penyakit infeksi virus Japanese Encepalitis (JE). Penyakit ini awalnya ditemukan di Jepang pada 1871 dengan sebutan summer encephalitis.

Gejalanya tidak spesifik dan menyerupai flu dan biasanya muncul setelah 4-14 hari dari gigitan nyamuk.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Japanese encephalitis (JE) bisa menyebabkan kematian.

Kasus JE setiap tahunnya mencapai 67 ribu kasus dengan angka kematian 20-30 persen. Tidak hanya itu, 30-50 persen kasusnya mengakibatkan gejala gangguan saraf.

Anak-anak berusia kurang dari 10 tahun sering mengalami hal ini. Oleh karenanya, pemberian imunisasi JE yang sesuai jadwal sangat penting pada bayi dan anak.

Jadwal imunisasi japanese encephalitis (JE) yaitu dimulai saat anak mulai usia 12 bulan dan diulang atau booster 1-2 tahun berikutnya.

Imunisasi Japanese encephalitis (JE) biasanya diberikan pada daerah endemis atau turis yang akan berpergian ke daerah tersebut.

Ada pula negaranya yaitu Jepang, China, Taiwan, Korea, dan Thailand. Program imunisasi JE di negara tersebut efektif mencegah dan menurunkan angka pengidap penyakit ini.

Hepatitis A

Imunisasi hepatitis A diberikan untuk mencegah infeksi virus dengan nama yang sama, melalui makanan dan feses penderita.

Pemberian imunisasi hepatitis A pada anak 2 taun karena rentan terserang penyakit tersebut.

Anak menerima imunisasi hepatitis A sebanyak dua kali dengan interval atau jeda 6-12 bulan setelah suntikan pertama.

Sementara untuk orang dewasa, perlu melakukan pengulangan imunisasi hepatitis A setiap 10 tahun sekali.

Daya tahan imunisasi ini akan bekerja 15 hari setelah penyuntikan dan bertahan selama 20-50 tahun.

Rangkaian imunisasi booster

Saat anak Anda masuk usia 12 bulan, selama satu tahun sampai ia berusia 24 bulan (2 tahun) akan mendapatkan imunisasi ulangan atau booster.

Ini untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja imunisasi karena anak sudah mendapatkan vaksin sebelumnya.

Jadwal imunisasi PCV booster diberikan saat anak berusia 12-15 bulan. Sementara itu, imunisasi HiB booster didapatkan anak ketika berusia 15-18 bulan.

Pada usia 18 bulan, anak Anda akan mendapatkan imunisasi DPT dan polio booster.

Agenda imunisasi anak usia 2-18 tahun

jadwal imunisasi

Pemberian imunisasi lanjutan pada anak usia dua tahun bersifat pengulangan atau booster. Berikut jadwal dan daftar imunisasi pada remaja.

Tifoid

Imunisasi ini bekerja untuk mencegah infeksi bakteri salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tipes.

Kapan anak mendapatkan vaksin tifoid? Pemberian ulang imunisasi tifoid setiap tiga tahun sekali pada anak 2 tahun.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah imunisasi tifoid mampu melindungi anak dari tipes hanya 50-80 persen.

Inilah yang membuat orangtua tetap perlu memilih makanan yang sehat untuk anak agar terhindari dari penyakit tifus.

Human papiloma virus (HPV)

Infeksi virus HPV terjadi pria dan wanita pada sel kulit dan membran mukosa, salah satu yang paling sering area kelamin.

Pada area kelamin, kanker bisa terjadi pada leher rahim, vulva, vagina, dan penis. Sementara untuk area non-kelamin, kanker bisa terjadi pada area mulut dan saluran pernapasan atas.

Kapan waktu imunisasi HPV pada anak? Jadwal pemberian imunisasi HPV pada anak remaja usia 9-14 tahun, pemberiannya dua kali dengan jeda atau interval 6-12 bulan.

Seseorang yang sudah aktif berhubungan seksual tidak bisa menerima imunisasi HPV.

IDAI menjelaskan dalam situs resminya bahwa pemberian imunisasi HPV pada anak remaja usia 9-14 tahun terbukti membentuk antibodi untuk melawan infeksi ini.

Pemberian imunisasi HPV belum tersedia di Puskesmas. Hal ini karena imunisasi HPV belum termasuk program imunisasi nasional.

Namun, pemberian imunisasi HPV gratis pada anak perempuan kelas 5-6 sekolah dasar dan hanya berada pada beberapa sekolah.

Dengue

Penyebab penyakit demam berdarah adalah gigitan nyamuk aedes aegypti yang bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Imunisasi dengue berfungsi untuk cegah demam berdarah.

Menurut IDAI, pemberian imunisasi dengue sesuai jadwal adalah saat ia berusia usia 9-16 tahun.

Ini karena memberikan imunisasi saat usia anak lebih muda, justru meningkatkan risiko terkena infeksi dengue.

Cara membaca tabel agenda imunisasi anak

jadwal vaksin 2020

Pada jadwal tersebut terlihat beberapa warna untuk membedakan waktu pemberian imunisasi pada bayi baru lahir sampai anak usia remaja.

  • Biru: waktu imunisasi optimal sesuai usia.
  • Kuning: imunisasi kejar (catch up) yang diberikan di luar waktu yang direkomendasikan.
  • Merah muda: unisasi penguat (booster) atau imunisasi yang perlu diulang.
  • Oranye: imunisasi pada daerah endemis.

Untuk membaca kolom usia, bayi usia kurang dari dua tahun hitungannya dalam bulan. Sementara itu, anak usia lebih dari dua tahun hitungannya dalam tahun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jadwal Imunisasi 2017. (2017). Retrieved 10 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

Japanese Encephalitis. (2018). Retrieved 10 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis

Sekilas Vaksin Pneumokokus. (2017). Retrieved 10 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus

Vaksin Kombinasi. (2014). Retrieved 10 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/vaksin-kombinasi

(2020). Retrieved 10 May 2020, from https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/viewFile/1120/pdf_1

Sekilas tentang Vaksin Dengue. (2017). Retrieved 11 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x