home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Memilih Metode Operasi Bariatrik yang Tepat untuk Mengatasi Obesitas

Memilih Metode Operasi Bariatrik yang Tepat untuk Mengatasi Obesitas

Banyak pasien yang menderita kegemukan (obesitas) melakukan berbagai macam cara untuk menurunkan berat badan namun tidak berhasil. Di sisi lain, kelebihan berat badan yang tidak kunjung turun ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan menimbulkan berbagai macam risiko penyakit. Operasi bariatrik menjadi pilihan solusi yang dapat diambil bagi pasien obesitas dengan kondisi seperti ini.

Bagaimana mengetahui metode operasi bariatrik yang tepat untuk pasien obesitas?

Memilih Metode Operasi Bariatrik yang Untuk Mengatasi Obesitas

Operasi bariatrik merupakan sekelompok prosedur operasi yang dilakukan untuk mengatasi obesitas dengan membuat beberapa perubahan pada sistem pencernaan.

Kriteria obesitas yang biasanya dianjurkan untuk melakukan operasi bariatrik yakni bagi pasien yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 30. Jadi operasi ini dikhususkan untuk seseorang dengan kondisi obesitas berat yang telah mengganggu kesehatannya sampai menimbulkan komplikasi.

Seseorang dengan kondisi obesitas berat biasanya mengalami beberapa komplikasi penyakit yang disebabkan oleh obesitas. Penyakit-penyakit tersebut banyak macamnya di antaranya adalah diabetes melitus tipe 2, darah tinggi, risiko penyakit jantung, resiko stroke, asam lambung meningkat, perlemakan hati (fatty liver), kolesterol, asma, henti napas, PCOS, radang sendi, dan asam urat.

Penanganan awal pasien yang mengalami obesitas adalah dengan menjalani diet pengaturan pola makan dan aktivitas fisik atau olahraga dalam pengawasan dokter selama 6 bulan. Pertimbangan melakukan prosedur bariatrik ini adalah ditujukan pada pasien yang tidak berhasil menurunkan berat badan dengan berbagai macam cara seperti di atas.

Jika pasien terjebak dalam kondisi obesitas dengan komplikasi-komplikasi ini, maka dokter akan menyarankan operasi bariatrik. Jika dibiarkan, maka obesitas yang diderita bisa berakibat fatal dan merugikan pasien. Prosedur ini bukan hanya untuk menurunkan berat badan tapi juga membantu mengatasi komplikasi-komplikasi penyakit yang disebabkan oleh obesitas.

Ada beberapa metode operasi bariatrik, namun yang paling umum dilakukan adalah Sleeve Gastrectomy dan Roux-en-Y Gastric Bypass (bypass lambung). Kedua metode operasi ini dilakukan dengan laparoskopi atau bedah dengan teknik minimal invasif.

1. Sleeve gastrectomy

Memilih Metode Operasi Bariatrik yang Untuk Mengatasi Obesitas

Operasi sleeve gastrectomy dilakukan dengan mengecilkan ukuran lambung sehingga hanya menyisakan sekitar 20-25% dari ukuran lambung semula. Sleeve diambil dari istilah bahasa Inggris yang berarti lengan baju yakni lambung yang disisakan berbentuk seperti lengan baju atau tabung.

Ukuran lambung yang tersisa 20-25% membuat pasien mampu membatasi porsi makanan sehingga diharapkan kalori yang masuk ke tubuh juga sedikit.

Sebelum operasi, pasien obesitas biasanya kesulitan menjalani diet karena efek rasa lapar terus menerus. Pengurangan porsi makan membuat lambung tidak terisi penuh sehingga efek kenyang tidak dirasakan pasien saat menjalani diet. Setelah melakukan sleeve gastrectomy, dengan porsi makan sedikit saja sekitar 4-5 sendok akan membuat lambung pasien penuh dan merasa kenyang sehingga membantu kesuksesan diet membatasi makanan yang dikonsumsi.

2. Roux-en-Y Gastric Bypass

Roux-en-Y Gastric Bypass adalah prosedur pengecilan ukuran lambung dengan menyisakan sekitar 10% ukuran normal dan mem-bypass 100-200 cm usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih minimal. Modifikasi panjang usus ini menyebabkan waktu transit makanan dari lambung sampai usus menjadi lebih singkat.

Metode gastric bypass ini memiliki kelebihan membuat penyerapan kalori dari makanan oleh usus lebih sedikit sehingga membantu secara efektif mengurangi berat badan seseorang.

Pengecilan ukuran lambung yang lebih banyak ditambah bypass panjang usus halus membuat metode gastric bypass ini lebih efektif dalam menurunkan berat badan dibanding metode sleeve gastrectomy. Namun masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dan kekurangannya masing-masing metode operasi bariatrik

memilih operasi bariatrikSetelah menjalani prosedur operasi, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pasien. Jika menjalani prosedur metode gastric bypass, maka pasien perlu mengonsumsi suplementasi vitamin dan kalsium seumur hidup. Sedangkan pada metode sleeve gastrectomy pasien hanya perlu mengonsumsi suplementasi vitamin dan kalsium selama 6 bulan sampai 1 tahun.

Salah satu kelebihan dari gastric bypass yaitu dapat membantu pasien obesitas yang adiksi atau kecanduan terhadap makanan dan minuman manis menjadi tidak suka terhadap makanan dan minuman manis akibat efek sindrom dumping. Sindrom dumping merupakan kondisi ketika makanan bergerak cepat dari lambung ke usus (duodenum) setelah Anda makan sehingga bisa menyebabkan Anda mengalami gejala seperti kram dan diare usai makan.

Sedangkan dalam prosedur sleeve gastrectomy, pasien tetap dapat mengonsumsi makanan atau minuman manis karena tidak ada efek sindrom dumping. Kecanduan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi kalori ini merupakan salah satu penyebab penurunan berat badan tidak maksimal.

Dengan melihat kondisi berat badan dan penyakit komplikasi yang diderita, dokter akan menyarankan metode yang paling sesuai. Pada pasien memiliki obesitas yang sangat berat dan suka makanan manis, dokter mungkin lebih menyarankan prosedur gastric bypasss yang lebih cocok, tentunya dengan pertimbangan penyakit komplikasi yang diidapnya.

Namun keputusan akhir mengenai jenis prosedur operasi yang dipilih tetap berada di tangan pasien dan keluarga.

Apakah manfaat operasi setimpal dengan risikonya?

vitamin untuk kulit kering

Komplikasi yang paling ditakuti pada operasi bariatrik adalah terjadinya kebocoran lambung yang telah dikecilkan. Tapi risiko kebocoran telah bisa diminimalisir dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran. Saat ini persentase kebocoran akibat prosedur bariatrik sangatlah rendah, berkisar di bawah 1 %.

Kekurangan dari prosedur pengecilan lambung adalah otomatis porsi makan seseorang akan berkurang seumur hidup. Pada orang sehat, porsi makan dapat mencukupi kebutuhan tubuh tanpa perlu tambahan suplementasi vitamin, kalsium, dan mineral. Tetapi pada pasien yang telah menjalani operasi bariatrik, porsi makan yang kecil menyebabkan asupan vitamin, mineral yang dibutuhkan tubuh lebih sedikit sehingga dianjurkan untuk rutin mengonsumsi suplemen.

Keharusan konsumsi multivitamin seumur hidup setelah gastric bypass merupakan sesuatu yang setimpal dengan hilangnya obesitas jika dibandingkan risiko dari obesitas yang tidak ditangani. Dalam banyak studi telah dibuktikan bahwa orang dengan berat badan obesitas memiliki kualitas hidup yang menurun. Pasien menjadi kurang fit, sering sakit-sakitan, tidak dapat beraktivitas normal, mudah kelelahan, tidak bisa berjalan jauh, dan berisiko terkena penyakit-penyakit komplikasi dari obesitas. Pasien obesitas berisiko mengalami serangan jantung dan stroke sepanjang hidupnya yang akan menurunkan angka harapan hidupnya.

Risiko-risiko bahaya dari obesitas ini akan hilang dengan sendirinya setelah berat seseorang mendekati berat badan ideal setelah operasi bariatrik. Dengan hilangnya obesitas diharapkan penyakit seperti darah tinggi teratasi, gula darah menjadi terkontrol, kolesterol kembali normal, dan tentunya kualitas hidupnya meningkat.

Untuk orang-orang yang memenuhi indikasi operasi bariatrik, manfaat dari operasi bariatrik ini jauh lebih banyak dibandingkan risiko membiarkan obesitas dialami seumur hidup.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Handy Wing, SpB-KBD, FBMS, FINACS, FICS Diperbarui 04/06/2021