home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Cokelat untuk Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Hipertensi

5 Manfaat Cokelat untuk Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Hipertensi

Sebagian orang menganggap cokelat adalah makanan yang perlu mereka jauhi karena berisiko menaikkan berat badan dan kadar gula. Memang cokelat memiliki kalori yang cukup tinggi, tetapi makanan yang satu ini juga mengandung gizi yang tubuh butuhkan. Berikut manfaat, khasiat, dan kandungan gizi dalam cokelat yang baik untuk kesehatan.

Kandungan gizi dalam cokelat

Ada berbagai jenis cokelat, seperti cokelat susu (milk chocolate), cokelat putih (white chocolate), dan cokelat hitam (dark chocolate).

Dari ketiganya, dark chocolate memiliki manfaat paling banyak untuk kesehatan.

Berdasarkan keterangan dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram cokelat memiliki kandungan gizi sebagai berikut.

  • Air: 2.3 ml
  • Energi: 615 Kalori
  • Protein: 5.5 gram
  • Lemak: 42.6 gram
  • Karbohidrat: 29.2 gram
  • Serat: 10.8 gram
  • Kalsium: 98 miligram
  • Fosfor: 446 miligram
  • Zat besi: 4.4 miligram
  • Natrium: 20 miligram
  • Kalium: 708.3 miligram

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, cokelat hitam termasuk makanan tinggi kalori. Hal ini membuat Anda perlu mengonsumsinya dengan bijak agar tidak berlebihan.

Segudang manfaat cokelat untuk kesehatan tubuh

Tahukah Anda kalau cokelat hitam memiliki manfaat untuk kesehatan jantung sampai menangkal radikal bebas?

Ini penjelasan lengkap seputar manfaat dan khasiat cokelat untuk kesehatan tubuh.

1. Tinggi antioksidan

Chemistry Central Journal menerbitkan penelitian yang menjelaskan kandungan antioksidan dalam cokelat. Bahkan kandungan antioksidan dalam cokelat lebih tinggi daripada bluberi dan acai beri.

Penelitian menunjukkan bahwa cokelat mengandung dua jenis antioksidan, yaitu polifenol dan flavonoid.

Kedua jenis antioksidan itu memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit dan penuaan dini.

Tubuh bisa terpapar radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti radiasi sinar matahari, asap rokok, asap kendaraan, hingga makanan Anda konsumsi setiap hari.

Radikal bebas dapat menyebabkan mutasi DNA sehingga memicu berbagai penyakit.

Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, tukak lambung, Alzheimer dan Parkinson, hingga kanker.

2. Menurunkan tekanan darah

Manfaat dan khasiat cokelat yang utama bersumber dari kandungan flavonoid. Dalam tubuh, flavonoid mengaktifkan gen dalam sel untuk memproduksi nitrit oksida.

Nitrit oksida berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah jadi lebih lancar dan akhirnya tekanan darah ikut menurun.

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan penelitian tentang hubungan cokelat yang bisa menurunkan tekanan darah.

Hasilnya, rutin mengonsumsi satu batang cokelat hitam (dark chocolate) selama 18 minggu, menurunkan tekanan darah hingga sebesar 18 persen pada orang-orang yang memiliki hipertensi.

3. Mengurangi risiko serangan jantung

Manfaat cokelat yang bisa menurunkan risiko serangan jantung, berhubungan dengan turunnya tekanan darah.

Turunnya tekanan darah karena makan cokelat hitam sekaligus membantu melindungi Anda dari risiko stroke dan penyakit jantung lainnya.

Jurnal Clinical Nutrition menerbitkan penelitian tentang khasiat cokelat yang bisa menurunkan risiko serangan jantung.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa makan cokelat dua kali setiap minggu menurunkan plak pada arteri sebanyak 32 persen.

Selain itu, mengonsumsi dark chocolate lima kali setiap minggu bisa menurunkan penyakit jantung sampai 57 persen.

Cara kerjanya, flavanoid dalam cokelat yang memproduksi nitrit oksida, mampu menurunkan tekanan darah, kemudian kolesterol jahat (LDL) teroksidasi.

4. Mempertajam fungsi otak

Manfaat cokelat lainnya adalah meningkatkan fungsi kognitif otak, termasuk mempertajam memori serta kemampuan berpikir logis. Ini semua berkat kandungan tinggi flavonoidnya.

American Heart Association melakukan penelitian tahun 2012 untuk mengetahui pengaruh cokelat dengan fungsi otak.

Penelitiannya menunjukan bahwa cokelat hitam dapat meningkatkan fungsi kognitif pada orang tua yang memiliki penurunan fungsi.

Konsumsi cokelat yang tinggi flavonoid dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak jadi lebih lancar.

5. Menurunkan kolesterol

Sebuah studi dari Nutrition pada tahun 2017 melaporkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam selama 15 hari bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada penderita HIV.

Cokelat mengandung polifenol dan teobromin yang bisa meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL). Kadar kolesterol HDL juga masyarakat kenal sebagai kolesterol baik.

Walau terdapat beberapa penelitian yang menjelaskan mengenai segudang manfaat dari coklat, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi gejala yang Anda alami. Karena belum ada dosis coklat yang pasti hingga memberikan manfaat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Benefits in Cognitive Function, Blood Pressure, and Insulin Resistance Through Cocoa Flavanol Consumption in Elderly Subjects With Mild Cognitive Impairment. (2021). Hypertension. Retrieved from https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/HYPERTENSIONAHA.112.193060

Crozier, S., Preston, A., Hurst, J., Payne, M., Mann, J., Hainly, L., & Miller, D. (2011). Cacao seeds are a “Super Fruit”: A comparative analysis of various fruit powders and products. Chemistry Central Journal, 5(1). doi: 10.1186/1752-153x-5-5

Hooper, L., Kay, C., Abdelhamid, A., Kroon, P., Cohn, J., Rimm, E., & Cassidy, A. (2012). Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. The American Journal Of Clinical Nutrition, 95(3), 740-751. doi: 10.3945/ajcn.111.023457

Djoussé, L., Hopkins, P., North, K., Pankow, J., Arnett, D., & Ellison, R. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with prevalent coronary heart disease: The National Heart, Lung, and Blood Institute Family Heart Study. Clinical Nutrition, 30(2), 182-187. doi: 10.1016/j.clnu.2010.08.005

Djoussé, L., Hopkins, P., Arnett, D., Pankow, J., Borecki, I., North, K., & Curtis Ellison, R. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with calcified atherosclerotic plaque in the coronary arteries: The NHLBI Family Heart Study☆. Clinical Nutrition, 30(1), 38-43. doi: 10.1016/j.clnu.2010.06.011

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 3 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team