10 Manfaat Cokelat, Turunkan Tekanan Darah hingga Kolesterol

    10 Manfaat Cokelat, Turunkan Tekanan Darah hingga Kolesterol

    Sebagian orang menganggap cokelat adalah makanan yang perlu mereka jauhi karena berisiko menaikkan berat badan. Padahal, manfaat cokelat untuk kesehatan bisa Anda dapatkan bila memilih produk yang tepat

    Berikut manfaat makan cokelat dan kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan.

    Kandungan gizi dalam cokelat

    Ada berbagai jenis cokelat, seperti cokelat susu (milk chocolate), cokelat putih (white chocolate), dan cokelat hitam (dark chocolate).

    Dari ketiganya, dark chocolate memiliki manfaat paling banyak untuk kesehatan.

    Berdasarkan keterangan dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram cokelat memiliki kandungan zat gizi sebagai berikut.

    • Air: 2,3 ml
    • Energi: 615 Kalori
    • Protein: 5,5 gram (g)
    • Lemak: 42,6 g
    • Serat: 10,8 g
    • Karbohidrat: 29,2
    • Kalsium: 98 mg
    • Zat besi: 4,4 mg
    • Fosfor: 446 mg
    • Natrium: 20 mg
    • Kalium: 708,3 mg

    Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, cokelat hitam termasuk makanan tinggi kalori. Untuk itu, Anda perlu mengonsumsinya dengan bijak agar tidak berlebihan.

    Segudang manfaat cokelat untuk kesehatan

    dark cokelat dan hipertensi

    Tahukah Anda kalau manfaat cokelat hitam memiliki manfaat untuk kesehatan jantung sampai menangkal radikal bebas?

    Ini penjelasan lengkap seputar khasiat cokelat untuk kesehatan tubuh.

    1. Tinggi antioksidan

    Chemistry Central Journal menerbitkan penelitian yang menjelaskan kandungan antioksidan dalam cokelat yang lebih tinggi daripada bluberi dan acai beri.

    Cokelat mengandung dua jenis antioksidan, yaitu polifenol dan flavonoid, keduanya punya manfaat menangkal radikal bebas penyebab penyakit dan penuaan dini.

    Tubuh bisa terpapar radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti radiasi sinar matahari, asap rokok, asap kendaraan, hingga makanan.

    Radikal bebas menyebabkan mutasi DNA hingga memicu berbagai penyakit seperti radang sendi, penyakit jantung, stroke, hipertensi, tukak lambung, Alzheimer, dan Parkinson.

    2. Menurunkan tekanan darah

    Manfaat cokelat yang utama bersumber dari kandungan flavonoid. Dalam tubuh, flavonoid mengaktifkan gen dalam sel untuk memproduksi nitrit oksida.

    Nitrit oksida berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah jadi lebih lancar dan akhirnya tekanan darah ikut menurun.

    The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan penelitian tentang hubungan cokelat yang bisa menurunkan tekanan darah.

    Hasilnya, manfaat makan cokelat hitam (dark chocolate) selama 18 minggu, menurunkan tekanan darah hingga 18% pada pasien hipertensi.

    3. Mengurangi risiko serangan jantung

    Cokelat berpotensi menurunkan risiko serangan jantung yang berhubungan dengan turunnya tekanan darah.

    Flavonoid dalam cokelat yang memproduksi nitrit oksida mampu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL) teroksidasi.

    Jurnal Clinical Nutrition menerbitkan penelitian tentang khasiat cokelat yang bisa menurunkan risiko serangan jantung.

    Penelitian tersebut menunjukkan makan cokelat dua kali setiap minggu menekan pembentukan plak pada arteri sebanyak 32 persen.

    Selain itu, mengonsumsi dark chocolate lima kali setiap minggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung sampai 57 persen.

    4. Mempertajam fungsi otak

    Cokelat juga dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, termasuk mempertajam memori serta kemampuan berpikir logis.

    Lagi-lagi, manfaat cokelat ini berasal darin kandungan flavonoid yang tinggi.

    American Heart Association melakukan penelitian tahun 2012 untuk mengetahui pengaruh cokelat pada fungsi otak.

    Penelitiannya menyatakan bahwa manfaat cokelat hitam dapat meningkatkan fungsi kognitif pada orang tua yang memiliki penurunan fungsi.

    Konsumsi cokelat yang tinggi flavonoid dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak jadi lebih lancar.

    5. Menurunkan kolesterol

    Sebuah studi dari Nutrition tahun 2017 melaporkan konsumsi cokelat hitam selama 15 hari bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada pasien HIV.

    Cokelat mengandung polifenol dan teobromin yang bisa meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol baik.

    Manfaat cokelat ini bisa menekan berbagai penyakit kronis yang disebabkan kadar kolesterol tinggi seperti jantung koroner dan stroke.

    Meski begitu, Anda yang memiliki kolesterol tinggi tetap harus mengurangi makanan tinggi lemak.

    Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi cokelat untuk menurunkan kolesterol.

    6. Memperbaiki mood

    Cokelat dapat membantu meredakan depresi dan menjaga suasana hati agar lebih stabil.

    Manfaat cokelat yang satu ini berasal dari kandungan teobromin, katekin, epikatekin, dan prosianidin.

    Senyawa tersebut mampu meningkatkan plasma HVA dan mengaktifkan dopamin. Dopamin sendiri adalah senyawa kimia otak yang memicu rasa senang.

    Selain itu, cokelat yang mengandung senyawa polifenol juga terbukti meningkatkan ketenangan dan rasa puas.

    7. Mengendalikan kadar gula darah

    Makan cokelat ternyata punya manfaat menyeimbangkan kadar gula darah.

    Melansir Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, cokelat mengandung senyawa flavonoid yang mampu menjaga fungsi hormon insulin.

    Hormon insulin berperan penting dalam mengendalikan kadar gula darah.

    Selain itu, flavonoid dalam cokelat membantu metabolisme gula dan mengurangi radikal bebas yang juga meningkatkan risiko diabetes.

    8. Mengontrol nafsu makan

    Cokelat yang selama ini menjadi musuh para penggiat diet ternyata memiliki manfaat menekan rasa lapar.

    Riset dari Nutrition & Diabetes menemukan bahwa cokelat hitam mampu menurunkan hasrat ingin makan daripada cokelat susu.

    Hal ini disebabkan cokelat hitam mengandung kadar kakao yang lebih tinggi sehingga rasa cokelat lebih intens.

    Selain itu, cokelat hitam mengandung lemak sehat dari mentega kakao. Lemak ini diserap lebih lama oleh tubuh dan membantu melepaskan hormon rasa kenyang.

    9. Menghambat sel kanker

    Cokelat mengandung flavanol yang bersifat antioksidan, artinya mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel.

    Perlu Anda ketahui, sel-sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas bisa memicu terjadinya mutasi sel yang tidak terkendali.

    Kondisi ini adalah awal dari pertumbuhan sel kanker yang selanjutnya bisa mengganggu fungsi organ.

    Sayangnya, potensi manfaat cokelat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, hasil penelitian tentang cokelat dan kanker masih tidak konsisten.

    10. Memperkuat tubuh saat berolahraga

    Manfaat makan cokelat yang satu ini berasal dari kandungan epikatekin. Senyawa ini meningkatkan kadar nitrit oksida pada darah.

    Saat terjadi peningkatan nitrit oksida dalam darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Dengan begitu, tubuh tidak menggunakan oksigen terlalu banyak.

    Hal tersebut memberikan manfaat bagi para atlet atau Anda yang menggemari latihan fisik. Pasalnya, tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang besar saat olahraga.

    Nah, konsumsi cokelat membantu tubuh menggunakan oksigen dengan lebih efisien sehingga meningkatkan ketahanan fisik selama olahraga.

    Efek samping makan cokelat

    perbedaan karies gigi dan gigi berlubang

    Cokelat memang punya manfaat untuk kesehatan tubuh. Hanya saja, bukan tidak mungkin bila ada efek yang mengganggu setelah mengonsumsi cokelat.

    Beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi karena cokelat. Selain itu, bukan tidak mungkin cokelat yang beredar di pasaran mengandung susu.

    Selain itu, produsen mengolah cokelat dengan mesin yang mengolah produk berbahan susu. Jadi, Anda yang memiliki alergi susu juga perlu berhati-hati.

    Protein susu akan memicu reaksi alergi, tanda-tandanya adalah:

    • ruam,
    • napas berbunyi atau mengi,
    • kulit dan mulut gatal,
    • pembengkakan pada mlut, bibir,
    • wajah, lidah, dan tenggorokan,
    • sakit perut, diare, atau muntah, dan
    • pusing hingga pingsan.

    Selain itu, cokelat yang beredar di pasaran juga mengandung gula yang cukup tinggi. Tentu, asupan kadar gula berlebih akan meningkatkan risiko:

    • diabetes,
    • kenaikan berat badan berlebih,
    • gigi rusak, dan
    • peradangan pada tubuh.

    Selain itu, cokelat, terutama cokelat hitam, kaya akan kafein. Semakin tinggi kadar cokelat, semakin tinggi pula kafeinnya.

    Bila Anda terlalu banyak makan cokelat, hal ini memicu asupan kafein harian berlebih.

    Efeknya, Anda akan merasakan sering buang air kecil, sulit tidur, pusing dan sakit kepala, serta tubuh gemetar.

    Tips aman makan cokelat

    dark cokelat dan hipertensi

    Untuk mendapatkan manfaat cokelat yang maksimal dan minim efek samping, inilah tips yang bisa Anda coba.

    • Pilih cokelat hitam dengan kadar kakao 70% ke atas.
    • Pastikan biji kakao ada di urutan pertama komposisi.
    • Hindari kandungan minyak sayur, minyak mentega, pemanis buatan dan tinggi gula, atau pengganti susu.
    • Pastikan tidak mengonsumsi cokelat lebih dari 20–30 gram per hari agar kadar kafein harian tidak berlebih.

    Manfaat cokelat akan Anda dapatkan dengan maksimal bila Anda makan secukupnya.

    Cokelat juga bukanlah pengganti obat untuk mengatasi penyakit tertentu.

    Jadi, Anda tetap perlu menjalani pengobatan dan gaya hidup sehat untuk mengatasi penyakit yang Anda alami.

    Bila muncul gejala alergi makanan yang parah setelah makan cokelat, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Benefits in Cognitive Function, Blood Pressure, and Insulin Resistance Through Cocoa Flavanol Consumption in Elderly Subjects With Mild Cognitive Impairment. (2021). Hypertension. Retrieved from https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/HYPERTENSIONAHA.112.193060

    Crozier, S., Preston, A., Hurst, J., Payne, M., Mann, J., Hainly, L., & Miller, D. (2011). Cacao seeds are a “Super Fruit”: A comparative analysis of various fruit powders and products. Chemistry Central Journal, 5(1). doi: 10.1186/1752-153x-5-5

    Hooper, L., Kay, C., Abdelhamid, A., Kroon, P., Cohn, J., Rimm, E., & Cassidy, A. (2012). Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. The American Journal Of Clinical Nutrition, 95(3), 740-751. doi: 10.3945/ajcn.111.023457

    Djoussé, L., Hopkins, P., North, K., Pankow, J., Arnett, D., & Ellison, R. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with prevalent coronary heart disease: The National Heart, Lung, and Blood Institute Family Heart Study. Clinical Nutrition, 30(2), 182-187. doi: 10.1016/j.clnu.2010.08.005

    Djoussé, L., Hopkins, P., Arnett, D., Pankow, J., Borecki, I., North, K., & Curtis Ellison, R. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with calcified atherosclerotic plaque in the coronary arteries: The NHLBI Family Heart Study☆. Clinical Nutrition, 30(1), 38-43. doi: 10.1016/j.clnu.2010.06.011

    Tuenter, E., Foubert, K., & Pieters, L. (2018). Mood Components in Cocoa and Chocolate: The Mood Pyramid. Planta Medica, 84(12/13), 839-844. doi: 10.1055/a-0588-5534

    Shah, S., Alweis, R., Najim, N., Dharani, A., Jangda, M., & Shahid, M. et al. (2017). Use of dark chocolate for diabetic patients: a review of the literature and current evidence. Journal Of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, 7(4), 218-221. doi: 10.1080/20009666.2017.1361293

    Sørensen, L., & Astrup, A. (2011). Eating dark and milk chocolate: a randomized crossover study of effects on appetite and energy intake. Nutrition & Diabetes, 1(12), e21-e21. doi: 10.1038/nutd.2011.17

    Is Chocolate Good for You?. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.cancer.org/latest-news/is-chocolate-good-for-you.html

    Francis, S., Head, K., Morris, P., & Macdonald, I. (2006). The Effect of Flavanol-rich Cocoa on the fMRI Response to a Cognitive Task in Healthy Young People. Journal Of Cardiovascular Pharmacology, 47(Supplement 2), S215-S220. doi: 10.1097/00005344-200606001-00018

    Desideri, G., Kwik-Uribe, C., Grassi, D., Necozione, S., Ghiadoni, L., & Mastroiacovo, D. et al. (2012). Benefits in Cognitive Function, Blood Pressure, and Insulin Resistance Through Cocoa Flavanol Consumption in Elderly Subjects With Mild Cognitive Impairment. Hypertension, 60(3), 794-801. doi: 10.1161/hypertensionaha.112.193060

    The Benefits of Having a Healthy Relationship with Chocolate. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-benefits-of-having-a-healthy-relationship-with-chocolate

    Sugar: the facts. (2018). Retrieved 17 November 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/how-does-sugar-in-our-diet-affect-our-health/

    The sweet danger of sugar – Harvard Health. (2017). Retrieved 17 November 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/the-sweet-danger-of-sugar

    Dark Chocolate. (2017). Retrieved 17 November 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/dark-chocolate/

    Caffeine: MedlinePlus. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://medlineplus.gov/caffeine.html

    Some Dark Chocolate Labeled Dairy-Free May Contain Milk. (2020). Retrieved 17 November 2021, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/allergic-milk-some-dark-chocolate-labeled-dairy-free-may-still-contain-milk

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Aug 23
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan