home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Hampir semua orang menyukai kopi, teh, atau cokelat. Minuman dan/ atau makanan ini memang sangat enak dinikmati sendiri atau bersama teman. Ketiga jenis makanan dan/ atau minuman ini ternyata mengandung zat yang sama, yaitu kafein. Kafein dipercaya dapat membuat Anda menjadi lebih waspada dan berenergi. Sehingga, kafein banyak dimanfaatkan sebagai teman begadang. Namun, tahukah Anda berapa banyak jumlah kafein dalam kopi, teh, dan cokelat? Mana yang paling banyak mengandung kafein?

Kafein dalam kopi

Minuman satu ini terkenal mengandung kafein yang tinggi. Faktanya, memang kopi mengandung kafein lebih banyak daripada teh maupun cokelat. Tak heran, banyak orang memanfaatkan kopi untuk mengusir kantuk. Namun, kandungan kafein dalam kopi tidak selamanya sama. Setiap jenis kopi mengandung kafein dalam kadar yang berbeda-beda. Ini tergantung dari bagaimana biji kopi dipanggang, lalu disimpan, sampai metode apa yang digunakan dalam menyeduh kopi, berapa lama kopi diseduh dan berapa perbandingan air dan bubuk kopi. Semua proses sampai pada kopi dihidangkan kepada konsumen ternyata sangat memengaruhi kandungan kafein di dalamnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, kandungan kafein dalam secangkir kopi (8 ons/ 237 ml) yang diseduh berkisar antara 95-200 mg. Kandungan ini tentu berbeda dalam kopi instan. Secangkir kopi instan (8 ons/ 237 ml) mengandung kafein lebih sedikit, yaitu berkisar 27-173 mg. Berbeda lagi dengan kopi bebas kafein. Walaupun namanya “bebas kafein”, tapi kopi ini tetap mengandung kafein (walaupun sangat sedikit), yaitu berkisar 2-12 mg.

Kafein dalam teh

Teh menjadi minuman favorit di berbagai kalangan, mulai dari muda sampai tua. Biasanya dipesan untuk menemani setiap makanan Anda. Disajikan dalam bentuk dingin maupun hangat, juga tersedia dalam berbagai macam bentuk, mulai dari teh bubuk sampai teh instan. Berapa kandungan kafeinnya?

Ya, teh ternyata mempunyai kandungan kafein (walaupun lebih sedikit dibandingkan dengan kopi). Kandungan kafein dalam teh juga berbeda-beda tergantung jenisnya. Secangkir teh hijau (24-45 mg) mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan teh hitam (14-70 mg). Selain mengandung kafein yang lebih sedikit, teh hijau juga dapat membantu Anda dalam penurunan berat badan. Minuman yang sangat bermanfaat, bukan? Untuk mengurangi jumlah kafein dalam teh, cobalah untuk menyeduh teh dalam waktu singkat. Bagi Anda penyuka teh dalam kemasan, teh tersebut juga mengandung kafein sebesar 5-40 mg per 237 ml.

Kafein dalam cokelat

Jika Anda tidak suka kopi maupun teh, cokelat panas bisa jadi minuman berkafein lain yang bisa Anda nikmati. Kandungan kafein dalam cokelat tidak kalah dengan yang ada dalam kopi dan teh. Laporan dari University New South Wales menunjukkan bahwa kandungan kafein dalam secangkir cokelat panas (150 ml) atau cocoa berkisar antara 10-70 mg. Ini tergantung dari jenis cokelat yang digunakan dan kekuatannya. Sedangkan, cokelat bar (30 gram) mengandung kafein sebanyak 20-60 mg.

Kesimpulan

Dilihat dari perbandingan di atas, kopi menempati urutan pertama yang mengandung kafein paling banyak. Bahkan, kandungan kafein dalam kopi bisa 40 kali lebih besar dibandingkan dengan minuman cokelat. Anda mungkin bisa mendapatkan manfaat dari kandungan kafein dalam kopi. Namun, Anda juga perlu hati-hati. Terlalu banyak asupan kafein juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Anda bisa mengalami peningkatan denyut jantung, sakit kepala, kesulitan tidur, sampai dehidrasi jika terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic. (2014). Caffeine content for coffee, tea, soda and more – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372?pg=2 [Accessed 19 Jan. 2017].

Anderson, C. (2016). Caffeine Differences in Coffee, Tea & Cocoa. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/533349-caffeine-differences-in-coffee-tea-cocoa/ [Accessed 19 Jan. 2017].

Robb, D. (2015). Caffeine in Hot Chocolate Vs. Coffee. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/264573-caffeine-in-hot-chocolate-vs-coffee/ [Accessed 19 Jan. 2017].

ABC Health and Wellbeing. (2013). Caffeine – Health & Wellbeing. [online] Abc.net.au. Available at: http://www.abc.net.au/health/library/stories/2006/04/27/1829125.htm [Accessed 19 Jan. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 06/10/2020
x