home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Manfaat Cokelat Hitam yang Perlu Anda Ketahui

7 Manfaat Cokelat Hitam yang Perlu Anda Ketahui

Cokelat hitam adalah salah satu cemilan sehat yang bisa Anda coba, terutama bila khawatir kadar gula atau lemak pada cokelat biasa terlalu tinggi. Apa saja manfaat cokelat hitam yang bisa Anda dapatkan?

Kandungan gizi cokelat hitam

Sebelum mengetahui manfaat cokelat hitam atau dark chocolate, Anda sebaiknya memahami kandungan dalam kudapan bernutrisi ini.

Berikut kandungan zat gizi di dalam 100 gram cokelat hitam dengan kadar kakao 70-85%.

  • Air: 1,37 gram
  • Kalori: 598 kkal
  • Protein: 7,79 gram (g)
  • Total lemak: 42,6 g
  • Karbohidrat: 45,9 g
  • Serat: 10,9 g
  • Gula: 24 g
  • Kalsium: 73 mg
  • Zat besi: 11,9 mg
  • Magnesium: 228 mg
  • Fosfor: 308 mg
  • Kalium: 715 mg
  • Natrium: 20 mg
  • Zinc: 3,31 mg
  • Vitamin A: 2 mcg
  • Beta-karoten: 19 mcg
  • Lutein dan zeaxantin: 27 mg
  • Vitamin K: 7,3 mcg
  • Kafein: 80 mg
  • Teobromin: 802 mg

Selain itu, dark chocolate kaya akan senyawa flavonoid berupa flavanol. Lebih spesifik, flavanol pada cokelat terdiri dari epikatekin, katekin, dan prosianidin.

Jika dibandingkan dengan cokelat susu biasa, dark chocolate mengandung kakao yang lebih tinggi.

Cokelat hitam juga mengandung lemak yang berasal dari mentega kakao. Sementara itu, lemak pada cokelat susu menggunakan mentega dari susu.

Protein pada jenis cokelat ini pun lebih tinggi daripada cokelat susu. Beberapa perbedaan inilah yang membuat dark chocolate lebih sehat daripada cokelat biasa.

Manfaat cokelat hitam untuk kesehatan

Sebagai salah satu makanan sehat, berikut adalah khasiat dark chocolate yang bisa Anda dapatkan.

1. Menjaga kesehatan jantung

fungsi katup jantung

Melansir riset yang terbit pada jurnal Nutrients, kandungan epikatekin, katekin, dan prosianidin cokelat hitam membantu mengurangi penggumpalan darah berlebih.

Flavanol membantu meningkatkan kadar kolesterol baik sebesar 0,06 mmol/L dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Selain itu, berbagai senyawa tersebut meningkatkan fungsi endotelium atau selaput tipis yang melapisi bagian dalam jantung dan darah.

Endotelium berperan penting pada cara kerja jantung, yakni mengontrol pembekuan darah dan mengendalikan kontraksi pembuluh darah.

Jadi, manfaat cokelat terhadap kesehatan jantung bisa menekan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

2. Mengurangi risiko diabetes

diabetes di indonesia

Siapa sangka, jika Anda ingin mengurangi risiko diabetes, Anda bisa mengonsumsi cokelat hitam.

Senyawa flavanol yang terkandung dalam dark chocolate mampu meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Jadi, sel-sel tubuh mampu merespons insulin dengan baik.

Dengan bantuan insulin, sel-sel tubuh lebih mudah menyerap glukosa (gula dalam darah) dan mengubahnya menjadi energi. Kadar gula darah pun bisa terkendali.

Selain itu, senyawa flavanol ini menjaga sel-sel pankreas untuk memproduksi hormon insulin tanpa hambatan.

3. Menghambat penuaan dini pada kulit

merawat kulit saat menopause

Manfaat cokelat hitam yang satu dapat menjaga tampilan kulit Anda. Hal ini berasal dari kandungan antioksidan khas yang terdapat pada cokelat, yakni flavanol.

Melansir penelitian terbitan Critical Reviews in Food Science and Nutrition, kandungan flavanol mampu meningkatkan peredaran darah pada jaringan kulit.

Jadi, kulit terhidrasi dan teksturnya terasa halus. Hal ini dapat memengaruhi proses pe, penuaan kulit. Tanda-tanda penuaan seperti keriput dan garis halus bisa tersamarkan.

Selain itu, flavanol mengurangi sensitivitas kulit terhadap paparan sinar ultraviolet. Sementara itu, prosianidin membantu mengurangi efek terbakar matahari.

Baik paparan sinar UV maupun efek terbakar matahari sama-sama memengaruhi proses penuaan kulit.

4. Menurunkan depresi dan kecemasan

cara merawat anak depresi

Ekstrak cokelat hitam mampu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Manfaat cokelat ini berkaitan dengan peningkatan produksi hormon tertentu.

Riset yang dimuat pada jurnal Planta Medica menyebutkan bahwa kadar katekin, epikatekin, dan prosianidin membantu meningkatkan plasma HVA.

Plasma HVA terbukti mampu membuat dopamin di otak bekerja dengan optimal. Dopamin sendiri adalah senyawa kimia otak yang menimbulkan rasa bahagia.

Selain itu, dark chocolate dalam bentuk minuman mengandung flavanol, kafein, dan teobromin bisa meningkatkan hormon yang memberikan ketenangan dan kepuasan.

5. Mencegah Alzheimer

penyebab penyakit alzheimer

Lagi-lagi, kadar flavanol pada cokelat hitam terbukti bermanfaat bagi tubuh. Flavanol dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Mengutip jurnal British Journal of Clinical Pharmacology, asupan flavanol dari dark chocolate mampu meningkatkan kualitas kognitif pada orang lanjut usia.

Flavanol mampu melancarkan peredaran darah ke otak sehingga menjaga saraf pada otak. Dengan begitu, fungsi otak pun tetap terjaga.

Selain itu, kandungan flavanol pada dark chocolate bekerja sebagai antioksidan.

Artinya, konsumsi jenis cokelat ini bisa mengurangi peradangan dan kerusakan saraf otak akibat radikal bebas. Anda pun terhindar dari kerusakan kognitif akibat Alzheimer.

6. Menurunkan risiko kanker

Cokelat hitam menurunkan risiko kanker

Siapa sangka, camilan ringan ternyata bisa menurunkan kanker? Ya, dark chocolate ternyata memiliki potensi ini.

Melansir jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity, flavanol merupakan antioksidan yang mampu menghalau radikal bebas penyebab kerusakan sel.

Sel-sel yang rusak akibat radikal bebas nantinya bisa berkembang menjadi kanker.

Flavanol juga mampu mencegah mutasi DNA penyebab kanker. Selain itu, senyawa prosianidin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Namun, belum diketahui berapa banyak asupan cokelat hitam yang terbukti dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Untuk itu, masih dibutuhkan riset lebih lanjut.

7. Membantu menurunkan berat badan

timbangan kesehatan

Saat tidak mampu menahan hasrat makan, Anda rentan mengalami kenaikan berat badan, apalagi jika tidak berolahraga rutin.

Untuk itu, Anda harus mengontrol nafsu makan dalam menjaga berat badan, salah satu caranya yaitu dengan ngemil cokelat hitam

Cokelat hitam punya manfaat mengendalikan keinginan untuk makan karena bisa mengurangi kadar hormon ghrelin, yakni hormon pemicu rasa lapar.

Dark chocolate pun mengandung protein yang lebih banyak sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan camilan manis lainnya.

Tips makan dark chocolate agar tetap sehat

dark cokelat dan hipertensi

Kandungan gizi pada cokelat hitam berpotensi membawa segudang manfaat.

Hanya saja, salah memilih produk dark chocolate justru bisa memberikan efek yang tidak diinginkan.

Lantas, seperti apa produk cokelat hitam yang sehat? Berikut ini adalah tips memilihnya.

  • Pilih cokelat dengan kadar kakao 70% ke atas.
  • Pastikan kakao muncul di daftar komposisi bagian depan, bukan gula.
  • Hindari kandungan susu agar tidak menambah kadar lemak.
  • Pastikan tidak mengandung minyak terhidrogenasi pada komposisi.

Efek samping makan cokelat hitam

tumpr hipofisis

Perlu Anda ketahui, dark chocolate juga mengandung kafein. Semakin banyak kadar kakao, semakin tinggi kadar kafeinnya.

Bila mengonsumsinya terlalu banyak, Anda bisa melampaui kadar kafein harian yang dianjurkan. Akibatnya, Anda akan merasakan:

  • susah tidur,
  • dehidrasi,
  • pusing dan sakit kepala, dan
  • terlalu banyak buang air kecil.

Untuk itu, batasi asupan cokelat hitam sebanyak 20-30 gram dalam sehari.

Manfaat cokelat hitam memang berpotensi baik untuk kesehatan Anda. Meski demikian, tetap konsumsi secukupnya untuk mengurangi risiko efek samping.

Jika Anda mengalami tanda-tanda alergi makanan, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Reaksi alergi cokelat biasanya muncul akibat cokelat terkontaminasi protein susu selama proses produksi di pabrik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kim, J., Kim, J., Shim, J., Lee, C. Y., Lee, K. W., & Lee, H. J. (2014). Cocoa phytochemicals: recent advances in molecular mechanisms on health. Critical reviews in food science and nutrition, 54(11), 1458-1472.

Sørensen, L., & Astrup, A. (2011). Eating dark and milk chocolate: a randomized crossover study of effects on appetite and energy intake. Nutrition & Diabetes, 1(12), e21-e21. doi: 10.1038/nutd.2011.17

https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170273/nutrients

Understand Your Risk for Excessive Blood Clotting. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/venous-thromboembolism/understand-your-risk-for-excessive-blood-clotting

LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol. (2020). Retrieved 17 November 2021, from https://www.cdc.gov/cholesterol/ldl_hdl.htm

Yuan, S., Li, X., Jin, Y., & Lu, J. (2017). Chocolate Consumption and Risk of Coronary Heart Disease, Stroke, and Diabetes: A Meta-Analysis of Prospective Studies. Nutrients, 9(7), 688. doi: 10.3390/nu9070688

Shah, S., Alweis, R., Najim, N., Dharani, A., Jangda, M., & Shahid, M. et al. (2017). Use of dark chocolate for diabetic patients: a review of the literature and current evidence. Journal Of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, 7(4), 218-221. doi: 10.1080/20009666.2017.1361293

Tuenter, E., Foubert, K., & Pieters, L. (2018). Mood Components in Cocoa and Chocolate: The Mood Pyramid. Planta Medica, 84(12/13), 839-844. doi: 10.1055/a-0588-5534

Nehlig, A. (2013). The neuroprotective effects of cocoa flavanol and its influence on cognitive performance. British Journal Of Clinical Pharmacology, 75(3), 716-727. doi: 10.1111/j.1365-2125.2012.04378.x

Andújar, I., Recio, M., Giner, R., & Ríos, J. (2012). Cocoa Polyphenols and Their Potential Benefits for Human Health. Oxidative Medicine And Cellular Longevity, 2012, 1-23. doi: 10.1155/2012/906252

Caffeine: MedlinePlus. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://medlineplus.gov/caffeine.html

Some Dark Chocolate Labeled Dairy-Free May Contain Milk. (2020). Retrieved 17 November 2021, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/allergic-milk-some-dark-chocolate-labeled-dairy-free-may-still-contain-milk

Dark Chocolate. (2017). Retrieved 17 November 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/dark-chocolate/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan