Anemia Defisiensi Besi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia defisiensi besi?

Anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia) adalah kondisi tubuh yang kekurangan jumlah sel darah merah karena tidak menerima cukup asupan zat besi.

Zat besi adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan cukup sel darah merah dalam keadaan normal dan sehat. Sel darah merah itu sendiri bertugas untuk mengangkut dan mengalirkan oksigen serta nutrisi lainnya ke seluruh jaringan tubuh secara efektif.

Tubuh Anda tidak dapat menghasilkan zat besi secara alami. Alhasil, Anda perlu mendapatkan asupan zat besi dari makanan yang Anda makan atau dari suplemen.

Jika kadar zat besi dalam tubuh Anda terlalu rendah, ini dapat menyebabkan berbagai masalah medis, salah satunya anemia.

Seberapa umumkah anemia defisiensi besi?

Anemia defisiensi besi adalah salah satu jenis anemia yang paling umum ditemui dan mudah diobati. Anemia defisiensi besi akrab juga disebut dengan penyakit kurang darah.

Anemia defisiensi besi paling rentan dialami anak-anak remaja dan wanita hamil. Kondisi ini juga rentan dialami oleh orang yang mengalami perdarahan parah, misalnya akibat kecelakaan atau trauma.

Anda bisa mencegah anemia defisiensi besi dengan menghindari faktor pemicunya. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia defisiensi besi?

Tanda dan gejala paling umum dari anemia defisiensi besi adalah:

  • Kelelahan
  • Tampak lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada akibat detak jantung cepat
  • Sakit kepala atau pusing
  • Tangan dan kaki  terasadingin
  • Peradangan atau nyeri lidah Anda
  • Kuku jadi rapuh
  • Mengidam makanan aneh, misalnya ingin makan seperti es batu
  • Nafsu makan yang buruk, terutama pada bayi dan anak-anak dengan anemia defisiensi besi

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala anemia defisiensi besi seperti di atas atau memiliki pertanyaan, sebaiknya hubungi dokter.

Anda sebaiknya bertemu dokter daripada mengonsumsi suplemen sendiri. Terlalu banyak zat besi bisa membuat organ hati jadi bekerja lebih keras dan bisa menyebabkan komplikasi fatal lain.

Simpanan zat besi dalam jumlah yang berlebih di luar batas dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi yang disebut hemokromatosis.

Penyebab

Apa penyebab anemia defisiensi besi?

Penyebab anemia defisiensi besi adalah tubuh yang tidak memiliki cukup simpanan zat besi untuk memproduksi hemoglobin.

Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang memberi darah warna merah. Hemoglobin jugalah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh agar Anda bisa beraktivitas dengan baik.

Jika Anda tidak mengonsumsi atau kehilangan terlalu banyak zat besi, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin. Akhirnya gejala anemia defisiensi besi akan terjadi.

Anemia defisiensi besi juga dapat terjadi jika kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi telah menurun. Trauma yang menyebabkan Anda kehilangan banyak darah juga dapat menghabiskan simpanan zat besi di dalam tubuh.

Faktor risiko

Apa saja faktor risiko anemia defisiensi besi?

1. Kekurangan darah

Kekurangan darah adalah salah satu faktor penyebab anemia defisiensi zat besi. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan Anda kekurangan darah.

Bagi wanita, menstruasi yang lama dan banyak meningkatkan risiko anemia karena kekurangan zat besi. Zat besi dapat hilang bersamaan dengan darah menstruasi yang keluar.

Kecelakaan atau trauma juga dapat menyebabkan perdarahan dan mengakibatkan tubuh kehilangan darah dalam jumlah banyak.

2. Kekurangan makanan yang mengandung zat besi

Kurang makan makanan mengandung zat besi juga dapat menyebabkan anemia.

Makanan yang tinggi zat besi seperti daging merah, adalah sumber terbaik zat besi. Selain itu, sayur-sayuran berdaun hijau, makanan dari gandum, dan kacang-kacangan juga baik untuk dikonsumsi agar zat besi di dalam tubuh jumlahnya terpenuhi.

Kurang mengonsumsi makanan zat besi umumnya sering diderita oleh orang dengan pola hidup vegetarian. Untuk mengatasi hal ini, para vegan (sebutan vegetarian) dapat mengonsumsi suplemen zat besi.

Konsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi sebaiknya diikuti dengan makan atau minum minuman yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C seperti sari buah jeruk, stroberi, kembang kol, atau brokoli. Vitamin C yang terkandung dalam jeruk dan buah-buahan berguna membantu penyerapan zat besi.

Bayi dan anak-anak memerlukan makanan yang mengandung zat besi yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

3. Tubuh tidak mampu menyerap zat besi

Ulkus (luka) di lambung atau kanker pada saluran pencernaan adalah kondisi yang dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Beberapa kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal.

Perdarahan ini bisa mengurangi tingkat zat besi dalam darah Anda. Jenis-jenis kekurangan darah ini sulit dideteksi dan prosesnya lama.

Bahkan ketika Anda sudah makan makanan kaya akan zat besi, ada kemungkinan tubuh Anda tidak dapat menyerapnya.

Tidak hanya itu, obat untuk mengurangi asam lambung dapat memengaruhi penyerapan zat besi di tubuh Anda.

Lalu, operasi untuk mengangkat bagian usus tertentu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya. Ini juga bisa menjadi gejala penyakit lain seperti penyakit Celiac atau Crohn.

4. Kehamilan

Anemia defisiensi besi banyak terjadi pada wanita hamil. Ini karena tubuh ibu akan butuh volume darah lebih banyak.  Darah ini akan diberikan pada janin yang sedang dikandungnya. Darah harus mengandung zat besi dan hemoglobin yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang janin yang sehat.

5. Kondisi lainnya

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena anemia defisiensi besi adalah:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih mungkin terkena anemia defisiensi besi akibat menstruasi dan juga hamil.
  • Usia. Bayi dan anak-anak lebih mungkin terkena anemia jika mereka tidak mendapatkan cukup zat besi dari susu yang diminum. Sedangkan remaja mungkin terkena anemia jika tubuh mereka tidak menyediakan zat besi untuk pertumbuhan.
  • Pola makan tertentu. Orang-orang yang vegetarian dan memiliki pola makan yang buruk berpeluang lebih besar mengalami anemia defisiensi besi.
  • Donor darah. Donor darah terlalu sering dapat menurunkan kadar zat besi di dalam tubuh.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat anemia defisiensi zat besi?

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa risiko komplikasi yang umum dari anemia defisiensi zat besi adalah:

1. Masalah jantung

Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari normalnya atau jstru tidak teratur.

Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk mengimbangi kekurangan oksigen yang dibawa dalam darah jika mengalami anemia. Ini dapat menyebabkan pembesaran jantung atau gagal jantung. Maka itu, asupan zat besi yang cukup penting untuk kesehatan jantung.

2. Masalah selama kehamilan

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang rentan terjadi selama kehamilan.

Anemia selama kehamilan yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat rendah.

Namun, kondisi ini dapat dicegah pada wanita hamil yang rajin makan makanan sehat mengandung zat besi. Ibu hamil juga bisa minum suplemen kehamilan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi mereka.

3. Masalah pertumbuhan

Bayi dan anak-anak yang kekurangan zat besi dapat mengalami anemia. Anemia di usia dini dapat menyebabkan proses tumbuh kembang anak-anak jadi terganggu. Selain itu, anemia defisiensi besi bisa menyebabkan anak-anak jadi rentan terkena  infeksi.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk anemia defisiensi besi?

Selain dengan melihat gejala yang Anda tunjukkan, beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis anemia defisensi besi adalah:

1. Mengecek ukuran dan warna sel darah merah

Tes ini mengukur kandungan sel darah merah di dalam darah. Tingkat sel darah merah yang normal antara 34,9 dan 33,5% untuk wanita dewasa dan 38,8-50% untuk pria dewasa. Angka ini dapat berubah tergantung oleh usia dan kondisi tubuh masing-masing orang.

2. Mengukur hemoglobin

Jika Anda diketahui memiliki kadar hemoglobin yang rendah, Anda mungkin terkena anemia. Kisaran hemoglobin normal secara umum berkisar 13.5-17.5 gramper desiliter (dL) darah untuk pria dan 12.0-15.5 g/dL untuk wanita. Angka ini dapat berubah tergantung pada jenis kelamin dan usia.

3. Mengukur ferritin

Zat besi disimpan di dalam ferritin, jenis protein dalam tubuh Anda. Tingkat ferritin yang rendah artinya Anda memiliki kadar zat besi yang lebih rendah dibanding orang normal.

Tes tambahan lainnya untuk mendiagnosis anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang juga dapat didiagnosis menggunakan beberapa tes tambahan. Misalnya, seperti:

1. Endoskopi

Untuk memeriksa adanya kondis perdarahan gastrointenstinal, misalnya akibat hernia natal atau ulkus lambung dokter mungkin akan menganjurkan tes endoskopi. Dalam prosedur ini, tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera video akan dimasukkan ke tenggorokan Anda.

Endoskopi memungkinkan dokter melihat kondisi saluran pencernaan mulai dari mulut, kerongkongan dan perut, untuk mencari sumber pendarahan.

2. Kolonoskopi

Untuk menyingkirkan keburigaan perdarahan pada usus besar, dokter Anda mungkin merekomendasikan prosedur yang disebut kolonoskopi.

Kolonoskopi memungkinkan dokter melihat bagian dalam atau seluruh usus besar dan dubur untuk mencari pendarahan di perut.

Sebuah tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera video dimasukkan ke dalam rektum dan dipandu ke usus besar Anda. Anda biasanya dibius selama tes ini.

3. Ultrasonografi (USG)

Untuk wanita dokter juga mungkin akan menyarankan USG bagian panggul untuk mencari penyebab perdarahan menstruasi berlebih. Misalnya. seperti fibroid rahim.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk anemia defisiensi besi?

Dokter akan memberikan berbagai pilihan perawatan yang tersedia. Nantinya akan dipilihkan cara dan kemungkinan hasil pengobatan mana yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Bagi kebanyakan orang dengan anemia defisiensi besi, mengambil suplemen zat besi harian adalah cara paling efektif untuk mengatasi kondisi mereka.

1. Minum suplemen zat besi 

Dokter Anda dapat merekomendasikan dosis suplemen berdasarkan jumlah kadar zat besi Anda.

Secara umum, dosis suplemen zat besi untuk orang dewasa dengan anemia defisiensi besi adalah sekitar 150-200 mg per hari.

Dosis biasanya akan dibagi 3 kali dalam sehari, masing-masing dosis  sering kali sekitar 60 mg.

2. Dekstran besi lewat infus

Ini adalah infus zat besi yang biaya pengobatannya paling murah. Sebelum dijadikan terapi pengobatam dokter akan memberikan sejumlah kecil dosis yang dimasukkan ke tubuh Anda. Jika tidak mengalami alergi atau reaksi apa pun, dosis yang lebih banyak akan dibrikan.

Kadang-kadang obat anti reaksi akan diberikan sebelum zat besi diberikan secara infus untuk mengatasi anemia. Ini adalah bentuk infus yang paling umum digunakan pada anak-anak.

3.  Pemberian Ferric gluconate lewat infus

Ferric gluconate adalah zat besi yang bisa diberikan ke tubuh Anda lewat infus dalam dosis kecil.

Pengobatan ini hanya diberikan pada orang dengan anemia defisiensi zat besi yang harus menjalani hemodialisis karena penyakit ginjal yang parah.

4. Ferric carboxymaltose lewat infus

Obat ini diberikan dalam 1 atau 2 infus tergantung pada tingkat keparahan kondisi  Anda. Obat ini aman digunakan untuk anak-anak dengan kekurangan zat besi.

5. Sukrosa besi

Sukrosa besi juga diberikan lewat infus lebih dari beberapa dosis kecil. Jika Anda alergi terhadap obat lain, Anda mungkin menerima dosis uji kecil terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi sebelum menerima sisa obat.

Pemberian asupan zat besi lewat infus ini dapat digunakan pada orang yang sedang menjalani dialisis atau pada wanita hamil.

6. Pengobatan lainnya

Jika suplemen zat besi atau infus tidak membantu, ada kemungkinan Anda memiliki sumber perdarahan atau masalah penyerapan zat besi. Pengobatan untuk mengatasi penyebabnya yaitu:

  • Antibiotik dan obat lain untuk mengobati tukak lambung
  • Operasi untuk mengangkat pendarahan polip, tumor, atau fibroid
  • Anemia berat mungkin membutuhkan transfusi darah

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi besi?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu  mengatasi anemia defisiensi besi adalah:

  • Ikuti resep dokter. Jangan menggunakan obat atau suplemen lain di luar resep dokter Anda.
  • Gunakan suplemen zat besi sesuai resep, pasalnya terlalu banyak tambahan zat besi justru dapat menjadi racun bagi tubuh.
  • Gunakan multivitamin jika Anda hamil dan lanjutkan jika Anda menyusui.
  • Konsumi makanan dengan gizi seimbang, terutama yang banyak mengandung zat besi seperti daging, kacang-kacangan, dan sayuran. Bila Anda seorang vegetarian, konsultasikan ke ahli gizi untuk rekomendasi lebih lanjut.
  • Anda juga bisa mendapatkan lebih banyak asupan zat besi dari makanan kaya zat besi seperti daging merah, ayam, kalkun, daging ikan, dan kerang. 
  • Asupan vitamin C juga perlu diperhatikan karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.
  • Batasi asupan teh dan kedelai karena dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca