home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Darah adalah komponen penting dalam tubuh Anda. Darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, dan trombosit. Sementara itu, dalam sel darah merah terdapat hemoglobin (Hb). Sebenarnya, apa itu hemoglobin dan fungsinya dalam tubuh?

Apa itu hemoglobin (Hb)?

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah dan bertugas mengangkut oksigen. Strukturnya terdiri atas empat rantai. Setiap rantainya mengandung senyawa yang disebut heme, yang mengandung zat besi.

Hemoglobin juga berperan dalam pembentukan sel darah merah sesuai dengan bentuk idealnya, yaitu bulat dan pipih di bagian tengah. Tujuannya untuk mempermudah sel darah bergerak dalam pembuluh darah.

Tak hanya mengangkut oksigen, Hb juga mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh kembali ke paru untuk kemudian bertukar dengan oksigen.

Berapa kadar normal hemoglobin dalam darah?

penyebab hemoglobin hb rendah

Jumlah Hb dapat diketahui dengan melakukan tes darah. Tes hemoglobin sering digunakan sebagai pemeriksaan untuk diagnosis anemia. Biasanya, pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan hematokrit sebagi bagian dari pemeriksaan darah lengkap.

Kisaran normal Hb bervariasi tergantung pada usia dan jenis kelamin. Namun, kadar hemoglobin normal umumnya:

  • Pria: 14-18 gram/dL
  • Wanita: 12-16 gram/dL
  • Bayi baru lahir: 14-24 gram/dL
  • Balita: 9,5-13 gram/dL

Hasil di atas juga akan bergantung pada laboratorium tempat Anda melakukan pemeriksaan. Beberapa lab mungkin saja menggunakan pengukuran yang berbeda atau menguji sampel yang berbeda.

Beberapa masalah yang terjadi akibat Hb tidak normal

Sama seperti kolesterol dan tekanan darah, kadar hemoglobin juga bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari batas normal. Bahkan, strukturnya pun bisa bersifat abnormal.

Dikutip dari US National Library of Medicine, kadar hemoglobin yang tidak normal tidak selalu menandakan masalah medis yang membutuhkan perawatan. Pola makan, aktivitas, obat-obatan, siklus menstruasi wanita, dan kondisi lain juga dapat memengaruhi hasil tes Hb.

Kadar hemoglobin rendah

Kadar hemoglobin yang rendah membuat seseorang kena anemia. Saat didiagnosis anemia, terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi, seperti mudah lelah atau kulit tampak pucat. Ini terjadi karena kurangnya hemoglobin membuat sel darah merah tidak mampu mencukupi kebutuhan tubuh.

Beberapa jenis anemia tergolong penyakit ringan, sedangkan jenis lainnya mungkin saja serius, bahkan mengancam jiwa.

Jika Anda mengalami gejala anemia, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat pengobatan anemia yang tepat. Jika tidak diobati, anemia dapat mengakibatkan komplikasi.

https://wp.hellosehat.com/kesehatan/penyakit/penyakit-anemia-adalah/

Beberapa penyebab kadar Hb menjadi rendah, antara lain:

  • Kehilangan darah akibat pembedahan, menstruasi berat, kecelakaan, dan kondisi lain yang menyebabkan perdarahan.
  • Kurangnya produksi darah karena sel-sel dalam tulang sumsum yang gagal diproduksi.
  • Rusaknya sel darah merah dan kurangnya asupan zat besi, asam folat, atau vitamin B12, serta penyakit ginjal

Kadar hemoglobin tinggi

Kadar Hb yang tinggi menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh melebihi batas. Kadar Hb yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk gaya hidup atau efek samping dari obat.

Selain itu, beberapa kondisi yang menyebabkan kadar hemoglobin tinggi, adalah:

  • Penyakit paru, seperti PPOK dan fibrosis paru
  • Penyakit jantung bawaan
  • Gagal jantung bagian kanan
  • Dehidrasi, merokok, atau berada di tempat yang tinggi
  • Polisitemia vera (sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah merah)

Namun, ada kalanya hasil pemeriksaan Hb yang tinggi tidak berarti serius. Kadang, orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki jumlah hemoglobin yang lebih banyak.

Kelainan struktur

Selain kadarnya yang rendah, struktur Hb juga bisa mengalami kelainan. Beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Anemia sel sabit, menyebabkan sel darah berbentuk seperti sabit bukan bulat pipih. Akibatnya sel darah bisa tersangkut di pembuluh darah.
  • Thalasemia menyebabkan kelainan darah akibat gangguan cincin globin pada hemoglobin sehingga tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik.

Pemeriksaan Hb dalam darah kerap dilakukan berbarengan dengan pemeriksaan darah lengkap. Biasanya, dokter yang nantinya akan menentukan komponen apa saja yang akan diperiksa sesuai dengan keluhan yang Anda sampaikan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

High Hemoglobin Count: Causes, Treatments. (2020). Retrieved 21 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17789-high-hemoglobin-count

Anemia. (2020). Retrieved 21 July 2020, from https://www.hematology.org/education/patients/anemia

Hemoglobin | Lab Tests Online. (2020). Retrieved 21 July 2020, from https://labtestsonline.org/tests/hemoglobin

Hemoglobin: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 21 July 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003645.htm

Hemoglobin Test: MedlinePlus Medical Test. (2020). Retrieved 21 July 2020, from https://medlineplus.gov/lab-tests/hemoglobin-test/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 02/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x