Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat (vitamin B9) adalah anemia yang terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup vitamin B12 dan asam folat sehingga mengakibatkan eritroblas (cikal bakal sel darah merah) pecah atau mati (apoptosis). Dengan kata lain, kekurangan vitamin B12 dan asam folat bisa menyebabkan anemia karena proses pembentukan sel darah merah (eritropeiosis) yang tidak berjalan sempurna.

Sel darah merah atau eritrosit berperan mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh melalui sistem peredaran darah. Vitamin B12 dan folat berperan penting dalam proses eritropoiesis di mana sel darah merah yang baru dan sehat dihasilkan untuk mengganti sel darah merah yang lama.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Jenis anemia ini sangat umum terjadi dan dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja gejala anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berbagai jenis anemia menimbulkan gejala yang khas. Anemia terkait defisiensi vitamin B12 atau asam folat dapat menyebabkan berbagai gejala. Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap pada awalnya dan dapat memburuk jika kondisi tidak diobati.

Defisiensi vitamin B12

Jika Anda memiliki anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, Anda mungkin memiliki gejala lain selain yang tercantum di atas, seperti:

  • Kuning pucat pada kulit Anda
  • Lidah sakit dan merah (glositis)
  • Sariawan
  • Kesemutan
  • Perubahan dalam cara Anda berjalan dan bergerak
  • Penglihatan terganggu
  • Sifat lekas marah
  • Depresi
  • Perubahan dalam cara Anda berpikir, merasa dan berperilaku
  • Penurunan kemampuan kognitif, seperti ingatan, pemahaman dan penilaian (demensia)

Beberapa gejala ini juga bisa terjadi pada orang yang memiliki kekurangan vitamin B12, namun belum mengalami anemia.

Defisiensi folat

Gejala tambahan pada orang dengan anemia yang disebabkan oleh kekurangan folat dapat mencakup:

  • Mati rasa dan kesemutan di kaki dan tangan
  • Kelemahan otot
  • Depresi

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gejala anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berbagai jenis anemia dibedakan berdasarkan penyebabnya. Kurangnya penyerapan B12 dan asam folat adalah penyebab anemia pada jenis ini.

Anemia akibat kekurangan vitamin B12 disebut juga sebagai anemia pernisiosa. Selain karena kurang asupan vitamin B12, anemia pernisiosa disebabkan oleh kondisi autoimun yang memengaruhi penyerapan vitamin B12 di sistem pencernaan.

Vitamin B12 diserap ke dalam tubuh Anda melalui perut. Sebuah protein yang disebut “faktor intrinsik” nantinya akan mengikat vitamin B12 untuk menyerapnya dari makanan Anda.

Dikutip dari Mayo Clinic, anemia pernisiosa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di perut yang menghasilkan faktor intrinsik. Akibatnya, tubuh tidak mampu menyerap vitamin B12.

Selain itu, anemia defisiensi vitamin B12 juga dapat disebabkan oleh infeksi, operasi, obat-obatan, maupun pola makan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang berusia sekitar 60 tahun, orang-orang dengan riwayat keluarga kondisi ini dan orang-orang dengan kondisi autoimun lain, seperti penyakit Addison atau vitiligo.

Dikutip dari situs US Department of Health & Services, kata “pernisiosa” dari jenis anemia ini diambil dari serapan bahasa Inggris, yaitu  pernicious yang berarti buruk atau merusak. Anemia pernisiosa disebut “merusak” karena dulunya dianggap mematikan akibat belum tersedianya perawatan yang memadai.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena anemia defisiensi B12 dan asam folat:

1. Pola makan

Kebanyakan orang mendapatkan vitamin B12 mereka dari produk daging, ikan, telur, dan susu. Orang-orang yang tidak cukup makan dari makanan tersebut, seperti vegetarian, memiliki risiko anemia terkait defisiensi vitamin. Alkohol juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B12, membuat pecandu alkohol juga merupakan kelompok risiko lain.

2. Malabsorpsi (masalah penyerapan)

Terkadang, tubuh Anda mungkin tidak dapat menyerap asam folat sebagaimana mestinya. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan, seperti penyakit Celiac atau penyakit Crohn.

Kedua penyakit tersebut menghambat kemampuan tubuh menyerap vitamin B12. Orang tua juga mungkin memiliki kondisi yang disebut achlorhydria, di mana tubuh tidak cukup memproduksi asam lambung untuk melepaskan vitamin B12 dalam makanan mereka untuk penyerapan oleh usus.

3. Buang air kecil yang berlebihan

Anda mungkin kehilangan asam folat dari tubuh ketika terlalu sering buang air kecil. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan pada organ tubuh Anda, seperti:

  • Gagal jantung kongestif 
  • Kerusakan hati akut
  • Dialisis jangka panjang

4. Obat-obatan

Beberapa jenis obat mengurangi jumlah asam folat dalam tubuh, atau membuat asam folat lebih sulit untuk diserap. Obat-obatan tersebut termasuk beberapa antikonvulsan (obat yang digunakan untuk mengobati epilepsi), cholestyramine, sulfasalazine dan methotrexate.

Sementara itu, beberapa jenis obat dapat menyebabkan pengurangan jumlah vitamin B12 dalam tubuh Anda. Misalnya, proton pump inhibitor (PPI)—obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan—dapat membuat kekurangan vitamin B12 lebih buruk.

Komplikasi

Apa saja yang komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Komplikasi anemia, terlepas apapun penyebabnya, dapat meliputi gangguan pada jantung dan paru-paru karena organ vital tersebut berjuang lebih keras. Sementara itu, anemia defisiensi B12 dan asam folat mungkin akan menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. 

1. Masalah saraf

Kurangnya vitamin B12 dapat menyebabkan masalah neurologis (yang memengaruhi sistem saraf), seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Hilang ingatan
  • Sensasi kesemutan (paresthesia)
  • Kehilangan koordinasi fisik (ataksia), yang dapat memengaruhi kinerja seluruh tubuh dan menyebabkan kesulitan berbicara atau berjalan
  • Kerusakan pada bagian sistem saraf tepi (peripheral neuropathy), terutama di kaki

Jika masalah neurologis terus berkembang, gangguan tersebut mungkin tidak dapat diobati.

2. Infertilitas

Pada beberapa kasus, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kemandulan sementara (ketidakmampuan untuk hamil). Kondisi ini biasanya membaik seiring dengan pengobatan vitamin B12 yang tepat.

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda. Namun, ini hanya bersifat sementara dan biasanya dapat diatasi dengan suplemen folat.

3. Kanker perut

Jika Anda terkena defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh anemia pernisiosa (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di perut Anda), risiko kanker perut akan meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar.

4. Cacat tabung saraf (neural tube defects)

Ibu hamil yang tidak memiliki cukup vitamin B12 berisiko memiliki bayi cacat lahir yang dikenal sebagai cacat tabung saraf. Tabung saraf merupakan saluran sempit pembentuk otak dan sumsum tulang belakang.

Cacat tabung saraf, meliputi:

  • Spina bifida, tulang belakang bayi tidak berkembang dengan baik
  • Anencephaly, bayi lahir tanpa bagian otak dan tengkorak
  • Encephalocele, membran atau kantong kulit yang berisi bagian otak terdorong keluar melalui lubang di tengkorak

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang belum lahir dalam rahim (uterus). Kurang folat dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida yang berkembang pada bayi yang belum lahir.

5. Penyakit kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya folat dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD).

CVD merupakan istilah umum yang menggambarkan penyakit jantung atau pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner (PJK).

6. Gangguan persalinan

Kurangnya folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur (sebelum 37 minggu masa kehamilan) atau memiliki berat badan lahir rendah. Risiko abruptio plasenta mungkin juga akan meningkat. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter mendiagnosis anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat dengan melihat gejala serta hasil paraklinis. Tes darah adalah alat yang efektif untuk mengonfirmasi kasus anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

Bagaimana cara mengobati anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat?

Mengobati anemia defisiensi vitamin B12

Untuk mengatasi anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat pasien biasanya diberikan suntikan atau tablet suplemen untuk menggantikan vitamin yang hilang.

Suplemen vitamin B12 biasanya diberikan melalui suntikan terlebih dulu. Dokter kemudian akan mempertimbangkan kondisi Anda dan dapat memberikan perawatan lain untuk Anda. Anda mungkin akan memerlukan tambahan tablet vitamin B12 di antara waktu makan, suntikan atau pola makan yang lebih baik.

Mengobati anemia defisiensi asam folat

Tablet asam folat bisa digunakan untuk mengembalikan kadar folat. Perawatan biasanya berlangsung selama 4 bulan.

Pola makan yang seimbang juga merupakan perawatan dan pencegahan yang efektif untuk kondisi ini.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk kondisi ini

Perbaikan gaya hidup dapat membantu Anda mencegah anemia. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dan mencegah anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

  • Memiliki pola makan yang sehat yang mengandung berbagai jenis makanan dan nutrisi.
  • Makanan yang kaya akan folat meliputi sayur-sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, produk gandum yang diperkaya, seperti roti, sereal, pasta, dan nasi, serta buah-buahan dan jus buah.
  • Makanan yang kaya akan vitamin B12 meliputi telur, makanan yang diperkaya, seperti sereal, susu, keju, dan yogurt, serta daging merah dan putih, kerang-kerangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan, ada beberapa pilihan pengobatan thalasemia standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Thalasemia dan Perbedaan Masing-Masingnya

Thalasemia memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan keparahannya, yaitu mayor dan minor. Ini perbedaan jenis thalasemia mayor dan minor.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah karena mutasi gen pada hemoglobin akibat keturunan. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia ringan hingga berat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Selain menyehatkan, asupan sejumlah nutrisi tertentu dari buah penting untuk memproduksi sel darah merah. Apa saja buah penambah darah yang terbaik?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Transfusi Darah

Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit