Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk mengalirkan oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Anemia sendiri punya banyak jenis, sehingga jenis pengobatan yang diperlukan mungkin juga berbeda. Selain untuk meredakan gejalanya, obat kurang darah ini juga bertujuan untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia

Apa saja obat untuk mengatasi anemia?

pencegahan anemia

Sesuai dengan penyebab anemia, berikut adalah daftar obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter:

1. Obat minum untuk anemia

Obat yang tersering digunakan untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi adalah suplemen zat besi. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan beberapa vitamin penambah darah, seperti suplemen zat besi atau vitamin C. 

Anda bisa mengonsumsi suplemen zat besi sebagai upaya menambah darah saat Anda didiagnosis anemia. Namun Anda harus berkonsultasi dulu untuk mengetahui dosis yang sesuai untuk Anda. Untuk mengobati jenis anemia ini, orang dewasa umumnya dianjurkan minum 100-200 mg suplemen zat besi setiap hari.

Sementara untuk jenis anemia lain, yaitu anemia defisiensi B12 dan asam folat, dokter dapat meresepkan multivitamin yang mengandung keduanya.

Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kurang darah yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dari makanan, kehilangan darah, penyakit tertentu, kehamilan, gangguan pencernaan, dan kondisi lainnya.

2. Suntikan zat besi

Jika Anda masih mengalami gejala anemia, meski sudah mengonsumsi suplemen zat besi, dokter akan menjadwalkan terapi suntikan atau infus zat besi.

Selama pengobatan anemia ini, dokter akan memantau jumlah sel darah merah, termasuk tingkat hematokrit, hemoglobin, dan ferritin. Dalam kasus anemia defisiensi besi yang sangat mengancam jiwa, pengobatan mungkin melibatkan transfusi darah.

Sementara itu, obat suntik untuk anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat, dokter akan memberikan hydroxocobalamin dan cyanocobalamin. Hydroxocobalamin umumnya lebih disarankan karena efeknya lebih bertahan lama di dalam tubuh. Suntikan dapat diberikan setiap hari selama 2 minggu sekali atau sampai gejala Anda mulai membaik.

Anemia Defisiensi Besi

3. Obat antibiotik atau antivirus

Anak-anak yang memiliki anemia sel sabit dapat diresepkan antibiotik penisilin oleh dokter. Pengobatan ini berfungsi untuk membantu mencegah infeksi, seperti pneumonia, yang dapat mengancam nyawa bayi atau anak kecil.

Orang dewasa juga dapat diberikan obat ini jika limpanya telah diangkat atau terkena radang paru-paru. Antibiotik diperlukan karena organ limpa yang diangkat atau bermasalah tidak lagi menyaring darah dengan maksimal. Ini membuat risiko infeksi bakteri di dalam tubuh meningkat sehingga harus diantisipasi dengan antibiotik.

Antibiotik dan antivirus juga kemungkinan akan diberikan juga dalam pengobatan anemia aplastik. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah karena jumlah sel darah putih untuk melawan virus atau bakteri di tubuh Anda sedikit. Kondisi ini rentan menyebabkan Anda terkena infeksi. 

4. Hydroxyurea

Obat hidroksiurea biasa diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kebutuhan transfusi darah pada pasien salah satu jenis anemia, yaitu anemia sel sabit.

Obat anemia ini diminum dengan menelannya secara utuh (oral) tanpa menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul.

5. Epoetin alfa

Anemia akan berangsur membaik ketika penyakit kronis yang memicunya berhasil diobati. Namun terkadang, pasien penyakit ginjal dan pasien kanker yang mengidap anemia akibat kemoterapi diberikan obat epoetin alfa untuk merangsang sel darah merah.

Obat epoetin alfa digunakan untuk mengatasi kurang darah akibat beberapa kondisi, yaitu:

  • Anemia pascakemoterapi
  • Anemia akibat penyakit ginjal kronis
  • Anemia yang disebabkan oleh penggunaan zidovudine untuk mengobati HIV (human immunodeficiency virus).

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah pada orang yang menjalani prosedur operasi tertentu. Epoetin alfa adalah bentuk protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Obat anemia ini diberikan memalui suntikan melalui infus. Namun, dokter tidak menyarankan untuk menggunakan obat ini lewat suntik bila Anda memiliki:

  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
  • Memiliki aplasia sel merah murni (sejenis anemia) setelah menggunakan epoetin alfa
  • Menggunakan botol epoetin alfa multidosis saat sedang hamil dan menyusui.

6. Immunosupresan

Untuk orang anemia aplastik yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang, dokter akan memberikan obat imunosupresan, seperti cyclosporin dan anti-thymocyte globulin. 

Obat-obatan ini berfungsi menekan aktivitas sel-sel kekebalan yang merusak sumsum tulang Anda. Obat ini juga membantu sumsum tulang Anda pulih dan menghasilkan sel darah baru agar gejala anemia aplastik dapat dikendalikan. 

7. Obat stimulan sumsum tulang belakang

Jenis pengobatan anemia lain yang mungkin direkomendasikan dokter adalah obat stimulan. Obat tersebut dapat diresepkan untuk membantu mengatasi gejala anemia aplastik. Obat seperti sargramostim, filgrastim, dan pegfilgrastim berguna untuk membantu merangsang sumsum tulang  menghasilkan sel darah baru.

Apa saja efek samping minum obat untuk mengatasi anemia?

penderita anemia minum suplemen saat puasa

Umumnya, dalam pengobatan anemia, Anda akan diberikan suplemen zat besi sebagai salah satu obat untuk mengatasi kurang darah. Mengonsumsi nutrisi kaya zat besi memang dapat mengatasi dan mencegah anemia. Namun, bukannya tidak mungkin bahwa asupan zat besi Anda bisa berlebihan.

Rata-rata kandungan zat besi dalam obat penambah darah adalah sekitar 14 mg. Ini setara dengan setengah kebutuhan harian Anda. Bahkan, dosis suplemen yang lebih tinggi bisa mengandung zat besi hingga 65 mg.

Jumlah itu pun belum ditambah asupan zat besi dari makanan sehari-hari, seperti sayuran hijau, daging sapi, hati ayam, ikan, seafood, telur, dan kacang-kacangan. Sebagai gambaran, 100 gram steik memiliki kandungan zat besi sekitar 3 mg dan 100 gram bayam memiliki kandungan sekitar 2,7 mg.

Mengonsumsinya tanpa tahu takaran yang tepat tentu bisa berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini efek samping umum dari kelebihan zat besi yang dapat terjadi:

  • Sakit otot punggung, selangkangan, dan dada
  • Sakit perut
  • Menggigil
  • Pusing dan sakit kepala
  • Pingsan
  • Jantung berdebar
  • Demam dengan berkeringat deras
  • Penurunan fungsi indera pengecap; lidah terasa asam karat (metallic taste)
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada mulut dan tenggorokan
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan pencernaan, baik itu sembelit maupun diare
  • Ruam pada kulit

Itu sebabnya, sangat penting bagi Anda berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui dosis yang tepat bagi Anda sebelum memutuskan mengonsumsinya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kelainan Darah

Kelainan darah atau gangguan hematologi adalah penyakit yang mempengaruhi kuantitas dan fungsi darah. Apa saja penyakit dari kelainan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kelainan Darah

Flebotomi adalah suatu prosedur medis untuk mengeluarkan komponen darah tertentu ketika seseorang mengalami kelainan darah. Bagaimana prosesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Vitamin dan nutrisi tertentu ternyata bisa membantu menjaga kesehatan otak Anda. Ketahui dan cukupi asupan harian Anda dengan jenis vitamin otak berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Bingung kapan harus minum vitamin? Minum vitamin ternyata juga ada aturannya, lho! Cari tahu apakah lebih baik minum vitamin pagi atau malam hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit