4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hemoglobin (Hb) adalah protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika sel darah merah mengalami gangguan atau produksinya menurun, jumlah hemoglobin juga akan berkurang. Anda mungkin akan tetap merasa baik-baik saja saat hemoglobin rendah. Namun, bukan berarti Anda dapat mengabaikannya begitu saja. Kadar hemoglobin yang rendah dapat disebabkan oleh banyak kondisi, mulai dari anemia hingga kanker. Simak penjelasannya berikut ini. 

Apa saja penyebab hemoglobin (Hb) rendah?

Hemoglobin rendah biasanya terdeteksi ketika Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap. Normalnya, pria memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 13,5 gram/dL, dan 12 gram/dL untuk wanita. Kurang dari itu, Anda dinyatakan memiliki Hb yang rendah.

Dikutip dari Mayo Clinic, jumlah hemoglobin yang rendah dapat berkaitan dengan penyakit atau kondisi yang menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh:

  • Tubuh Anda menghasilkan lebih sedikit sel darah merah daripada biasanya
  • Tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada memproduksinya
  • Anda kehilangan banyak darah

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan hemogblobin Anda rendah, yaitu:

1. Anemia

anemia pada remaja

Anemia merupakan gangguan kesehatan yang paling sering menjadi penyebab Hb rendah. Kondisi yang sering disebut sebagai penyakit kurang darah ini terdiri dari beberapa jenis. Beragam jenis tersebut dibedakan berdasarkan penyebab anemia. Berikut penjelasannya:

  • Anemia defisiensi besi akibat kurangnya asupan zat besi atau gangguan penyerapan zat besi. Padahal, zat besi merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin.
  • Anemia pada ibu hamil. Tanpa konsumsi makanan kaya zat besi dan tablet suplemen besi, tubuh ibu hamil tidak bisa memproduksi cukup hemoglobin.
  • Anemia aplastik, yakni kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh akibat kerusakan pada sumsum tulang. Kerusakan ini disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh yang keliru mengenali sumsum tulang sebagai ancaman.
  • Anemia hemolitik yang ditandai dengan terurainya sel darah merah di dalam pembuluh darah atau limpa. Padahal, sel darah merah seharusnya terurai di hati. Kondisi inilah yang kemudian menjadi penyebab jumlah hemoglobin (Hb) rendah.
  • Anemia akibat kekurangan asupan vitamin. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat (vitamin B9) dapat mengubah bentuk sel darah merah dan menurunkan jumlah hemoglobin di dalamnya.
  • Anemia sel sabit, yakni kondisi ketika sel darah merah berbentuk tidak normal menyerupai sabit. Bentuk tersebut mengakibatkan jumlah hemoglobin menjadi rendah.

2. Kehilangan banyak darah

menghentikan perdarahan

Luka, kecelakaan, dan cedera adalah beberapa faktor yang paling sering menyebabkan seseorang kehilangan banyak darah. Namun, kehilangan darah sebenarnya juga bisa terjadi di dalam tubuh tanpa disadari, seperti perdarahan pada sistem pencernaan, infeksi saluran kemih, kanker, luka dalam organ tubuh, atau wasir.

Anda juga dapat kehilangan cukup banyak darah akibat perdarahan hebat saat menstruasi atau karena sering melakukan donor darah.

3. Hipotiroidisme

hipertiroid adalah

Orang-orang dengan hipotiroidisme memiliki kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroid dalam jumlah sedikit. Kurangnya hormon tiroid menyebabkan penurunan aktivitas sumsum tulang. Akibatnya, produksi sel darah merah ikut menurun.

Penurunan produksi sel darah merah adalah penyebab utama jumlah Hb rendah. Inilah sebabnya orang yang memiliki hipotiroidisme lebih berisiko mengalami anemia. Risikonya bahkan bertambah besar jika Anda juga kekurangan zat besi.

4. Kanker darah

pengobatan kanker darah

Kanker darah juga sering menjadi penyebab Hb rendah. Terdapat tiga jenis kanker darah, yakni leukemia, multiple myeloma, dan limfoma.

Ketiga jenis kanker tersebut menghambat produksi sel darah merah sehingga jumlahnya menjadi sangat sedikit. Akibatnya, jumlah hemoglobin dalam sel darah merah juga ikut menjadi rendah.

Selain beberapa kondisi di atas, terdapat juga beberapa penyakit yang menyebabkan jumlah hemoglobin Anda rendah, yaitu:

  • Penyakit ginjal kronis
  • sirosis
  • Reumatoid artritis
  • Porfiria
  • Thalasemia

Hemoglobin merupakan salah satu indikator dalam pemeriksaan darah yang digunakan untuk memantau status kesehatan. Jumlah di bawah normal menunjukkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem peredaran darah.

Siapa pun bisa memiliki hemoglobin yang rendah dengan penyebab yang amat beragam. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami kondisi ini.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan pada Anda untuk menemukan penyebab pastinya.

Bagaimana mengatasi kadar hemoglobin (Hb) rendah?

Jika hasil tes darah lengkap Anda menunjukkan kadar Hb rendah, dokter akan mencari tahu apa penyebabnya. Cara mengatasi hemoglobin yang rendah akibat masalah kesehatan tentu saja dengan mengobati penyebabnya itu sendiri.

Nantinya, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Selain itu, Anda dapat mengatasi Hb rendah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. Kandungan zat besi dalam makanan dapat membantu meningkatkan produksi hemoglobin.

Berikut ini adalah makanan kaya zat besi yang dapat meningkatkan kadar Hb:

  • Tiram
  • Kacang merah
  • Hati sapi
  • Tahu
  • Daging sapi (daging sapi panggang, daging sapi tanpa lemak)
  • Kaki kalkun
  • Roti gandum
  • Tuna
  • Telur
  • Udang
  • Selai kacang
  • Beras merah

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala kadar Hb rendah, seperti kelelahan, lemah, wajah pucat, dan sesak napas. Dokter akan meminta Anda melakukan tes darah lengkap dan menentukan penyebab Hb rendah. Cek gejala Anda di sini

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Selain menyehatkan, asupan sejumlah nutrisi tertentu dari buah penting untuk memproduksi sel darah merah. Apa saja buah penambah darah yang terbaik?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Salah satu cara mengatasi masalah anemia adalah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen penambah darah. Apa saja vitamin untuk kurang darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Makanan untuk Meningkatkan Hemoglobin (Hb)

Kadar hemoglobin (Hb) rendah bisa diatasi dengan makan makanan tertentu untuk meningkatkan kadarnya. Apa saja makanan penambah hemoglobin?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
pengobatan thalasemia

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
jenis thalasemia perbedaan mayor dan minor

Mengenal Jenis-Jenis Thalasemia dan Perbedaan Masing-Masingnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
thalasemia adalah

Thalasemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit