Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi endoskopi

Apa itu endoskopi saluran cerna bagian atas?

Upper GI endoscopy, atau endoskopi saluran cerna bagian atas, adalah prosedur medis untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas secara visual. Saluran pencernaan yang diperiksa meliputi kerongkongan, perut, hingga usus dua belas jari.

Prosedur ini dilakukan dengan instrumen seperti kabel tipis dan fleksibel yang disebut endoskop. Bagian ujung dari endoskop dimasukkan ke dalam mulut dan perlahan didorong ke dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari.

Keseluruhan saluran pencernaan bagian atas dapat diamati dan diperiksa selama prosedur medis ini. Maka dari itu, tidak jarang upper GI endoscopy (UGI) juga disebut sebagai esophagogastroduodenoscopy (EGD).

Endoskopi dapat memperlihatkan kemungkinan terbentuknya luka terbuka pada lambung (tukak lambung), iritasi, tumor, infeksi, atau perdarahan.

Dengan prosedur ini, dokter juga bisa melakukan tindakan pengambilan sampel (biopsi), mengangkat polip, serta mengatasi perdarahan.

Melalui pemeriksaan ini, masalah-masalah pada tubuh yang tidak terdeteksi oleh sinar-X dapat terungkap. Pemeriksaan ini biasanya juga dapat mengesampingkan kemungkinan operasi pembedahan.

Tujuan

Kapan harus menjalani endoskopi gastrointestinal bagian atas?

Dokter Anda kemungkinan akan merekomendasikan prosedur endoskopi untuk tujuan sebagai berikut.

1. Memeriksa gejala

Endoskopi saluran cerna atas dapat membantu dokter dalam menentukan tanda-tanda dan penyebab dari suatu gangguan pencernaan.

Kondisi yang diamati antara lain mual, muntah, sakit perut, sulit menelan, dan perdarahan pada saluran pencernaan Anda.

2. Mendiagnosis penyakit

Dokter dapat menggunakan endoskopi untuk mengambil sampel jaringan tubuh dalam rangka menguji terkait kemungkinan penyakit dan kondisi lainnya.

Kondisi tersebut yakni anemia, perdarahan, iritasi, diare, atau kanker pada sistem pencernaan Anda.

3. Mengobati penyakit

Dokter dapat mengoperasikan alat-alat medis khusus lewat endoskop untuk melihat masalah pada sistem pencernaan secara langsung. Prosedur yang dapat dilakukan di antaranya:

  • menutup luka terbuka pada pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan,
  • melebarkan jalur kerongkongan, serta
  • mengangkat polip kolon (usus) atau benda asing lainnya.

Prosedur endoskopi dapat dibarengi dengan prosedur lainnya seperti ultrasound. Alat pemancar ultrasound (probe) akan dipasangkan pada endoskop untuk menghasilkan gambar dari dinding kerongkongan atau bagian dalam perut Anda.

Endoskopi ultrasound juga dapat membantu dokter dalam mengambil gambar dari organ-organ yang sulit dijangkau, seperti pankreas.

Endoskop terbaru kini sudah dilengkapi oleh video HD guna menghasilkan rekaman gambar yang jelas dan tajam.

Beberapa endoskop bahkan dapat membantu dokter dalam mengoperasikan teknologi terbaru, seperti narrow band imaging. Teknologi pewarnaan pembuluh darah kapiler ini dapat mendeteksi kanker usus besar dengan lebih baik.

Proses

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani endoskopi?

Dokter akan memberikan sejumlah arahan kepada Anda sebelum menjalani prosedur endoskopi. Anda kemungkinan akan diminta untuk berpuasa selama 4 – 8 jam agar lambung benar-benar kosong selama menjalani prosedur ini.

Berpuasa harus dilakukan, sebab alat endoskopi akan masuk dan memperlihatkan gambaran pada saluran cerna. Bila pasien tidak berpuasa, dokter akan kesulitan untuk memeriksa dengan jelas karena saluran tertutup dengan makanan atau minuman.

Anda juga perlu mendiskusikan seputar kondisi-kondisi kesehatan yang Anda miliki dengan dokter Andai. Beritahu pula jika Anda sedang mengonsumsi salah satu atau beberapa obat-obatan seperti berikut.

  • Aspirin atau obat-obatan yang mengandung aspirin.
  • Obat-obatan untuk radang sendi.
  • Obat-obatan antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen.
  • Obat pengencer darah.
  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat-obatan diabetes.

Bagaimana proses endoskopi saluran cerna bagian atas?

Dokter menjalankan endoskopi di rumah sakit atau klinik. Pertama-tama, Anda akan dibius melalui infus yang membantu Anda untuk santai dan nyaman selama prosedur.

Anda akan diberikan bius cair dalam bentuk obat kumur atau semprotan ke belakang tenggorokan.

Obat bius ini akan membuat kerongkongan kebas dan mencegah refleks muntah. Petugas medis akan mengawasi tanda-tanda vital dan menjaga Anda tetap nyaman.

Pada beberapa kasus, prosedur juga dapat dilakukan tanpa pembiusan.

Anda akan diminta untuk berbaring menyamping di atas meja operasi. Dokter akan secara perlahan memasukkan endoskop ke dalam kerongkongan Anda menuju bagian dalam perut dan usus dua belas jari.

Sebuah kamera kecil yang terpasang pada endoskop akan mengirimkan video ke monitor untuk memperlihatkan dengan jelas jalur saluran pencernaan Anda. Endoskop lalu memompa udara ke dalam perut dan usus sehingga dapat terlihat dengan jelas.

Selama prosedur, dokter mungkin akan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Melakukan biopsi pada jaringan organ pencernaan Anda. Anda tidak akan merasakan biopsi tersebut.
  • Menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Melakukan prosedur medis lainnya yang dinilai perlu, misalnya melebarkan saluran pencernaan yang menyempit.

Lama prosedur biasanya berkisar antara 15 – 30 menit. Endoskop tidak mengganggu pernapasan, dan pasien umumnya akan tertidur selama prosedur.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani endoskopi?

Setelah prosedur, Anda mungkin akan menunggu di rumah sakit atau klinik selama 1 – 2 jam hingga efek obat bius hilang.

Sebelum dibolehkan pulang, Anda atau anggota keluarga Anda akan menerima arahan tentang perawatan setelah prosedur.

Anda mungkin akan merasa mual dan kembung untuk sementara waktu. Rasa sakit pada tenggorokan juga kerap terjadi, dan ini sangat normal. Semua keluhan biasanya akan berangsur hilang setelah 1 – 2 hari.

Risiko dan peringatan

Endoskopi merupakan prosedur yang aman. Akan tetapi layaknya prosedur medis, tetap ada beberapa kemungkinan efek samping yang dapat terjadi.

Pada kasus yang langka, komplikasi yang bisa terjadi adalah sebagai berikut.

1. Perdarahan

Risiko perdarahan setelah prosedur ini akan meningkat jika melibatkan biopsi (pengambilan sampel jaringan) atau prosedur lain untuk mengobati masalah sistem pencernaan.

Pada kasus-kasus langka, perdarahan tersebut mengharuskan transfusi darah.

2. Infeksi

Risiko infeksi dapat meningkat saat prosedur tambahan dilakukan sebagai bagian dari prosedur endoskopi.

Meski begitu, infeksi biasanya terbilang ringan dan bisa ditangani dengan antibiotik. Antibiotik juga bisa diberikan sejak awal untuk mencegah infeksi.

3. Luka robek

Luka robek pada saluran pencernaan atas perlu ditangani dengan rawat inap di rumah sakit, serta terkadang diperlukan operasi untuk memperbaikinya.

Namun, risiko ini tergolong sangat rendah, kira-kira hanya terjadi pada 3 – 5 dari 10.000 prosedur.

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan berhati hati dan selalu mengikuti aturan dokter seputar persiapan endoskopi, termasuk berpuasa dan menghentikan beberapa pengobatan tertentu.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes endoskopi yang didapatkan?

Dokter mungkin akan mendiskusikan hasil dan temuannya segera setelah prosedur selesai. Namun, obat bius yang diberikan mungkin akan memengaruhi fokus dan daya ingat, sehingga dokter perlu menunggu sampai efek sedatifnya benar-benar habis.

Hasil lainnya mungkin akan diterima setelah 2 – 4 hari pascaprosedur. Pemeriksaan untuk jenis infeksi tertentu mungkin memakan waktu hingga beberapa minggu.

Hasil tes disebut normal apabila kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum) terlihat normal

Akan tetapi, hasil tes disebut abnormal jika:

  • ditemukan iritasi atau luka lecet pada kerongkongan (esofagitis), perut (gastritis), atau usus kecil,
  • ditemukan perdarahan, tukak, tumor, luka sobek, atau pembuluh darah yang melebar (esophageal varices) pada kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum),
  • terdapat hernia hiatal,
  • terdapat penyempitan pada kerongkongan, atau
  • ditemukan benda asing dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum).

Sampel biopsi dapat diambil untuk:

  • mengetahui apakah tumor atau luka tukak yang terdeteksi mengandung sel kanker, atau
  • mengidentifikasi tipe bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Beberapa kondisi dapat mengubah hasil dari endoskopi saluran cerna bagian atas.

Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai hasil-hasil abnormal yang mungkin terkait pada gejala atau tanda-tanda kondisi kesehatan Anda di masa lalu.

Apa saja yang dapat memengaruhi hasil tes?

Anda mungkin tidak dapat menjalankan endoskopi atau hasilnya mungkin tidak akan membantu banyak jika baru saja menjalankan prosedur yang menggunakan barium contrast material.

Endoskopi saluran cerna atas juga tidak boleh dilakukan kurang dari dua hari setelah menjalankan seri pemeriksaan serupa agar dokter dapat memeriksa perut dan usus kecil Anda.

Endoskopi merupakan prosedur penting untuk memeriksa kesehatan organ, mendiagnosis penyakit, dan mengobati sejumlah masalah kesehatan.

Sebelum menjalani endoskopi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan manfaat terbaik dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Memilih Air Mineral yang Berkualitas untuk Dukung Kesehatan

Agar Anda dan keluarga mendapat manfaat optimalnya, intip lima cara mudah memilih air mineral yang baik dan sehat. Selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
air mineral yang sehat
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Tambal gigi digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada gigi. Berikut ini, merupakan jenis-jenis tambalan pada gigi dan proses pemasangannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bernapas Lewat Hidung Atau Mulut, Apa Bedanya?

Meski biasanya bernapas dengan hidung, kadang kita bernapas lewat mulut saat pilek atau karena ngos-ngosan habis olahraga. Apa efeknya berbeda pada tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pernapasan 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Banyak orang yang mengonsumsi obat penambah tinggi badan yang dianggap bisa membuat mereka tinggi. Tapi, benarkah klain tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaginismus

Bisakah Penetrasi Vagina Tanpa Merobek Selaput Dara?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mata bengkak menangis

Mata Jadi Bengkak Setelah Menangis, Ternyata Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kesalahan cara suntik insulin salah

4 Cara Suntik Insulin yang Salah dan Sering Kali Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit