home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas

Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas
Definisi endoskopi|Tujuan|Proses|Risiko dan peringatan|Penjelasan dari hasil tes

Definisi endoskopi

Apa itu endoskopi saluran cerna bagian atas?

Upper GI endoscopy, atau endoskopi saluran cerna bagian atas, adalah prosedur medis untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas secara visual. Saluran pencernaan yang diperiksa meliputi kerongkongan, perut, hingga usus dua belas jari.

Prosedur ini dilakukan dengan instrumen seperti kabel tipis dan fleksibel yang disebut endoskop. Bagian ujung dari endoskop dimasukkan ke dalam mulut dan perlahan didorong ke dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari.

Keseluruhan saluran pencernaan bagian atas dapat diamati dan diperiksa selama prosedur medis ini. Maka dari itu, tidak jarang upper GI endoscopy (UGI) juga disebut sebagai esophagogastroduodenoscopy (EGD).

Endoskopi dapat memperlihatkan kemungkinan terbentuknya luka terbuka pada lambung (tukak lambung), iritasi, tumor, infeksi, atau perdarahan.

Dengan prosedur ini, dokter juga bisa melakukan tindakan pengambilan sampel (biopsi), mengangkat polip, serta mengatasi perdarahan.

Melalui pemeriksaan ini, masalah-masalah pada tubuh yang tidak terdeteksi oleh sinar-X dapat terungkap. Pemeriksaan ini biasanya juga dapat mengesampingkan kemungkinan operasi pembedahan.

Tujuan

Kapan harus menjalani endoskopi gastrointestinal bagian atas?

Dokter Anda kemungkinan akan merekomendasikan prosedur endoskopi untuk tujuan sebagai berikut.

1. Memeriksa gejala

Endoskopi saluran cerna atas dapat membantu dokter dalam menentukan tanda-tanda dan penyebab dari suatu gangguan pencernaan.

Kondisi yang diamati antara lain mual, muntah, sakit perut, sulit menelan, dan perdarahan pada saluran pencernaan Anda.

2. Mendiagnosis penyakit

Dokter dapat menggunakan endoskopi untuk mengambil sampel jaringan tubuh dalam rangka menguji terkait kemungkinan penyakit dan kondisi lainnya.

Kondisi tersebut yakni anemia, perdarahan, iritasi, diare, atau kanker pada sistem pencernaan Anda.

3. Mengobati penyakit

Dokter dapat mengoperasikan alat-alat medis khusus lewat endoskop untuk melihat masalah pada sistem pencernaan secara langsung. Prosedur yang dapat dilakukan di antaranya:

  • menutup luka terbuka pada pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan,
  • melebarkan jalur kerongkongan, serta
  • mengangkat polip kolon (usus) atau benda asing lainnya.

Prosedur endoskopi dapat dibarengi dengan prosedur lainnya seperti ultrasound. Alat pemancar ultrasound (probe) akan dipasangkan pada endoskop untuk menghasilkan gambar dari dinding kerongkongan atau bagian dalam perut Anda.

Endoskopi ultrasound juga dapat membantu dokter dalam mengambil gambar dari organ-organ yang sulit dijangkau, seperti pankreas.

Endoskop terbaru kini sudah dilengkapi oleh video HD guna menghasilkan rekaman gambar yang jelas dan tajam.

Beberapa endoskop bahkan dapat membantu dokter dalam mengoperasikan teknologi terbaru, seperti narrow band imaging. Teknologi pewarnaan pembuluh darah kapiler ini dapat mendeteksi kanker usus besar dengan lebih baik.

Proses

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani endoskopi?

Dokter akan memberikan sejumlah arahan kepada Anda sebelum menjalani prosedur endoskopi. Anda kemungkinan akan diminta untuk berpuasa selama 4 – 8 jam agar lambung benar-benar kosong selama menjalani prosedur ini.

Berpuasa harus dilakukan, sebab alat endoskopi akan masuk dan memperlihatkan gambaran pada saluran cerna. Bila pasien tidak berpuasa, dokter akan kesulitan untuk memeriksa dengan jelas karena saluran tertutup dengan makanan atau minuman.

Anda juga perlu mendiskusikan seputar kondisi-kondisi kesehatan yang Anda miliki dengan dokter Andai. Beritahu pula jika Anda sedang mengonsumsi salah satu atau beberapa obat-obatan seperti berikut.

  • Aspirin atau obat-obatan yang mengandung aspirin.
  • Obat-obatan untuk radang sendi.
  • Obat-obatan antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen.
  • Obat pengencer darah.
  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat-obatan diabetes.

Bagaimana proses endoskopi saluran cerna bagian atas?

Dokter menjalankan endoskopi di rumah sakit atau klinik. Pertama-tama, Anda akan dibius melalui infus yang membantu Anda untuk santai dan nyaman selama prosedur.

Anda akan diberikan bius cair dalam bentuk obat kumur atau semprotan ke belakang tenggorokan.

Obat bius ini akan membuat kerongkongan kebas dan mencegah refleks muntah. Petugas medis akan mengawasi tanda-tanda vital dan menjaga Anda tetap nyaman.

Pada beberapa kasus, prosedur juga dapat dilakukan tanpa pembiusan.

Anda akan diminta untuk berbaring menyamping di atas meja operasi. Dokter akan secara perlahan memasukkan endoskop ke dalam kerongkongan Anda menuju bagian dalam perut dan usus dua belas jari.

Sebuah kamera kecil yang terpasang pada endoskop akan mengirimkan video ke monitor untuk memperlihatkan dengan jelas jalur saluran pencernaan Anda. Endoskop lalu memompa udara ke dalam perut dan usus sehingga dapat terlihat dengan jelas.

Selama prosedur, dokter mungkin akan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Melakukan biopsi pada jaringan organ pencernaan Anda. Anda tidak akan merasakan biopsi tersebut.
  • Menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Melakukan prosedur medis lainnya yang dinilai perlu, misalnya melebarkan saluran pencernaan yang menyempit.

Lama prosedur biasanya berkisar antara 15 – 30 menit. Endoskop tidak mengganggu pernapasan, dan pasien umumnya akan tertidur selama prosedur.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani endoskopi?

Setelah prosedur, Anda mungkin akan menunggu di rumah sakit atau klinik selama 1 – 2 jam hingga efek obat bius hilang.

Sebelum dibolehkan pulang, Anda atau anggota keluarga Anda akan menerima arahan tentang perawatan setelah prosedur.

Anda mungkin akan merasa mual dan kembung untuk sementara waktu. Rasa sakit pada tenggorokan juga kerap terjadi, dan ini sangat normal. Semua keluhan biasanya akan berangsur hilang setelah 1 – 2 hari.

Risiko dan peringatan

Endoskopi merupakan prosedur yang aman. Akan tetapi layaknya prosedur medis, tetap ada beberapa kemungkinan efek samping yang dapat terjadi.

Pada kasus yang langka, komplikasi yang bisa terjadi adalah sebagai berikut.

1. Perdarahan

Risiko perdarahan setelah prosedur ini akan meningkat jika melibatkan biopsi (pengambilan sampel jaringan) atau prosedur lain untuk mengobati masalah sistem pencernaan.

Pada kasus-kasus langka, perdarahan tersebut mengharuskan transfusi darah.

2. Infeksi

Risiko infeksi dapat meningkat saat prosedur tambahan dilakukan sebagai bagian dari prosedur endoskopi.

Meski begitu, infeksi biasanya terbilang ringan dan bisa ditangani dengan antibiotik. Antibiotik juga bisa diberikan sejak awal untuk mencegah infeksi.

3. Luka robek

Luka robek pada saluran pencernaan atas perlu ditangani dengan rawat inap di rumah sakit, serta terkadang diperlukan operasi untuk memperbaikinya.

Namun, risiko ini tergolong sangat rendah, kira-kira hanya terjadi pada 3 – 5 dari 10.000 prosedur.

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan berhati hati dan selalu mengikuti aturan dokter seputar persiapan endoskopi, termasuk berpuasa dan menghentikan beberapa pengobatan tertentu.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes endoskopi yang didapatkan?

Dokter mungkin akan mendiskusikan hasil dan temuannya segera setelah prosedur selesai. Namun, obat bius yang diberikan mungkin akan memengaruhi fokus dan daya ingat, sehingga dokter perlu menunggu sampai efek sedatifnya benar-benar habis.

Hasil lainnya mungkin akan diterima setelah 2 – 4 hari pascaprosedur. Pemeriksaan untuk jenis infeksi tertentu mungkin memakan waktu hingga beberapa minggu.

Hasil tes disebut normal apabila kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum) terlihat normal

Akan tetapi, hasil tes disebut abnormal jika:

  • ditemukan iritasi atau luka lecet pada kerongkongan (esofagitis), perut (gastritis), atau usus kecil,
  • ditemukan perdarahan, tukak, tumor, luka sobek, atau pembuluh darah yang melebar (esophageal varices) pada kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum),
  • terdapat hernia hiatal,
  • terdapat penyempitan pada kerongkongan, atau
  • ditemukan benda asing dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum).

Sampel biopsi dapat diambil untuk:

  • mengetahui apakah tumor atau luka tukak yang terdeteksi mengandung sel kanker, atau
  • mengidentifikasi tipe bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Beberapa kondisi dapat mengubah hasil dari endoskopi saluran cerna bagian atas.

Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai hasil-hasil abnormal yang mungkin terkait pada gejala atau tanda-tanda kondisi kesehatan Anda di masa lalu.

Apa saja yang dapat memengaruhi hasil tes?

Anda mungkin tidak dapat menjalankan endoskopi atau hasilnya mungkin tidak akan membantu banyak jika baru saja menjalankan prosedur yang menggunakan barium contrast material.

Endoskopi saluran cerna atas juga tidak boleh dilakukan kurang dari dua hari setelah menjalankan seri pemeriksaan serupa agar dokter dapat memeriksa perut dan usus kecil Anda.

Endoskopi merupakan prosedur penting untuk memeriksa kesehatan organ, mendiagnosis penyakit, dan mengobati sejumlah masalah kesehatan.

Sebelum menjalani endoskopi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan manfaat terbaik dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Upper endoscopy. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 21 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/endoscopy/about/pac-20395197

Endoscopy. (2020). National Health Service. Retrieved 21 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/endoscopy/

Upper GI Endoscopy. (2017). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 21 January 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diagnostic-tests/upper-gi-endoscopy

Endoscopy. (2020). Medline Plus. Retrieved 21 January 2021, from https://medlineplus.gov/endoscopy.html

Endoscopy. (2020). Better Health. Retrieved 21 January 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/endoscopy

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 16/01/2021
x