4 Tes yang Dilakukan Dokter untuk Diagnosis Anemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penderita anemia yang cukup tinggi. Sayangnya, beberapa orang kadang merasa bingung harus harus ke dokter apa. Padahal, memeriksakan diri ke dokter yang tepat dan menjalani pemeriksaan untuk menetapkan diagnosis membantu Anda meredakan gejala anemia serta mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

Harus berobat ke dokter apa jika mengalami anemia?

pergi ke dokter

Banyak orang tidak memahami harus berobat ke mana saat mengalami anemia. Beberapa orang akan memilih langsung ke spesialis untuk mengatasi permasalahannya.

Untuk gejala awal anemia yang cenderung ringan, pergi ke dokter umum sudah cukup untuk berkonsultasi soal keluhan yang Anda alami. Dari sana, nantinya dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis anemia.

Jika keluhan yang Anda alami tidak juga membaik setelah diberikan pengobatan anemia, dokter umum mungkin akan merujuk Anda ke doktes spesialis hematologi. Seorang hematolog mendalami cabang ilmu terkait komponen darah dan permasalahannya.

Tujuannya adalah untuk mencari diagnosis anemia lain yang lebih spesifik atau kondisi lain yang mendasari gejala Anda tetap ada atau bahkan memburuk.

Apa saja tes yang dilakukan untuk diagnosis anemia?

Anemia terbagi menjadi beberapa jenis dengan penyebab yang beragam. Kondisi ini juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang lebih parah. Itu sebabnya, dokter harus sangat cermat dan berhati-hati ketika menegakkan diagnosis anemua.

Anda bisa berperan aktif dengan menjelaskan secara rinci mengenai gejala, riwayat kesehatan keluarga, pola makan, serta obat-obatan yang Anda konsumsi. Kumpulan informasi ini dapat membantu dokter untuk menentukan jenis anemia yang Anda alami.

Terdapat beberapa pemeriksaan, baik utama maupun penunjang, untuk menentukan diagnosis anemia, yaitu:

1. Tes hitung darah lengkap

tes darah deteksi kesehatan jantung

Pemeriksaan penunjang pertama yang dilakukan untuk diagnsosi anemia adalah tes hitung darah lengkap. Tes hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC) dilakukan untuk mengetahui jumlah, ukuran, volume, dan jumlah hemoglobin pada sel darah merah. Untuk mendiagnosis anemia, dokter mungkin akan memeriksa kadar sel darah merah dalam darah Anda (hematokrit) dan hemoglobin.

Dikutip dari Mayo Clinic, nilai hematokrit normal pada orang dewasa bervariasi antara 40-52% untuk pria dan 35-47% untuk wanita. Sementara itu, nilai hemoglobin pada orang dewasa normalnya berjumlah 14-18 gram/dL untuk pria dan 12-16 gram/dL untuk wanita. 

Diagnosis anemia biasanya ditandai dengan hasil tes hitung darah lengkap berikut ini:

  • Hemoglobin rendah
  • Hematokrit rendah
  • Indeks sel darah merah, termasuk rata-rata volume sel hidup, rata-rata hemoglobin sel hidup, dan rata-rata konsentrasi hemoglobin sel hidup. Data tersebut berguna untuk mengetahui ukuran sel darah merah dan jumlah serta konsentrasi hemoglobin sel darah merah dalam darah seseorang pada saat itu.

2. Apusan darah dan diferensial

Jika hasil tes darah lengkap menunjukkan anemia, dokter akan melakukan tes lanjutan dengan pemeriksaan apusan darah atau diferensial, yang menghitung sel darah merah lebih rinci. Hasil tes tersebut dapat memberikan informasi tambahan untuk diagnosis anemia, seperti bentuk sel darah merah dan adanya sel abnormal, yang dapat membantu mendiagnosis dan membedakan jenis anemia

3. Hitung retikulosit

Tes ini berguna untuk mengetahui jumlah sel darah merah yang masih muda alias belum matang dalam darah Anda. Ini juga membantu menentukan diagnosis anemia secara spesifik terkait jenis mana yang Anda alami. 

4. Pemeriksaan penunjang anemia lainnya

Jika dokter sudah mengetahui penyebab anemia, Anda mungkin diminta melakukan pemeriksaan lainnya sebagai penunjang untuk memastikan penyebabnya.

Misalnya saja untuk anemia aplastik. Anda mungkin akan diminta melakukan tes darah dan biopsi sumsum tulang. Pasalnya, anemia aplastik mungkin saja terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru mengenali sumsum tulang sebagai ancaman.

Penderita anemua aplastik memiliki jumlah sel darah yang lebih sedikit pada sumsumnya. 

Setelah mengetahui jenis anemia yang Anda idap dan penyebabnya, Anda dapat mendiskusikan pengobatan anemia yang tepat dengan dokter. Pengobatan anemia bertujuan untuk mengatasi gejala, mencegah anemia kambuh, serta mengurangi risiko komplikasi yang dapat muncul akibat anemia yang tidak diobati. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan, ada beberapa pilihan pengobatan thalasemia standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Thalasemia dan Perbedaan Masing-Masingnya

Thalasemia memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan keparahannya, yaitu mayor dan minor. Ini perbedaan jenis thalasemia mayor dan minor.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah karena mutasi gen pada hemoglobin akibat keturunan. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia ringan hingga berat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Selain menyehatkan, asupan sejumlah nutrisi tertentu dari buah penting untuk memproduksi sel darah merah. Apa saja buah penambah darah yang terbaik?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Transfusi Darah

Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit