Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Maag merupakan sekumpulan gejala pada pencernaan seperti perut mulas, mual dan muntah, hingga sensasi panas terbakar di dada (heartburn). Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tetapi ibu hamil termasuk yang paling rentan mengalaminya. Lantas, apa saja obat maag yang aman diminum untuk ibu hamil? Lihat daftar obat yang direkomendasikan berikut ini.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Bolehkah ibu hamil minum obat maag?

ibu hamil boleh minum obat maag

Minum obat memang menjadi cara cepat dan mudah untuk mengatasi gejala maag, termasuk maag pada ibu hamil.

Cara ini ternyata aman dilakukan ibu hamil, tetapi tidak dijadikan perawatan utama, seperti dilansir American Pregnancy Association.

Dokter akan lebih dahulu menyarankan ibu hamil untuk melakukan perawatan tanpa obat, seperti menghindari makanan yang memicu naiknya asam lambung dan makan dengan porsi sedikit tetapi sering.

Ada beragam rekomendasi makanan untuk ibu hamil yang dapat membantu memenuhi nutrisi ibu yang sedang mengandung.

Penggunaan obat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan calon ibu dan pertumbuhan janin selama kehamilan mengingat obat memiliki efek samping.

Dokter akan meresepkan obat maag bagi ibu hamil jika perawatan sebelumnya tidak cukup efektif dalam meredakan gejala.

Pilihan obat maag untuk ibu hamil

obat maag

Meskipun aman, tidak semua obat maag yang dijual di apotek maupun toko obat dapat diminum ibu hamil. Berikut ini beberapa obat yang aman diminum ibu hamil:

1. Antasida

Antasida adalah salah satu pilihan obat maag di apotek untuk ibu hamil yang bertugas menetralkan jumlah asam pada tubuh.

Di samping itu, antasida juga bekerja dengan cara melapisi lapisan esofagus (kerongkongan) dari asam.

Obat ini biasanya diminum satu jam setelah makan dan sebelum tidur.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis antasida tersebut, pastikan Anda sudah membaca keterangan pada label obat maupun memerhatikan instruksi dari apoteker.

Antasida termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Jika kadar magnesium serta natrium di dalam obat antasida tidak terlalu tinggi, kemungkinan besar aman untuk diminum oleh ibu hamil.

Kadar magnesium serta natrium yang terkandung dalam obat maag terlalu tinggi dapat berpotensi mengganggu proses kontraksi selama persalinan.

Maka itu, alangkah baiknya untuk membaca komposisi obat serta keterangan lainnya yang tercantum pada label obat tersebut.

Hindari minum obat antasida saat hamil tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Perhatikan juga kemungkinan efek samping yang ditimbulkan dari obat pereda maag untuk ibu hamil ini.

Obat antasida bisa menimbulkan efek samping berupa sembelit dan memperbanyak penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

Anda juga tidak disarankan untuk minum obat antasida bersamaan dengan suplemen zat besi.

Pasalnya, antasida berisiko menghentikan aliran zat besi sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh.

2. Sucralfate

Sucralfate adalah obat maag yang hadir dalam bentuk cair dengan fungsi untuk memulihkan lapisan sistem pencernaan yang terluka.

Selain itu, obat ini juga bisa membantu melindungi sistem pencernaan dari paparan asam dan enzim yang berisiko menimbulkan iritasi.

Jangan khawatir, karena sucralfate terbukti aman diminum saat hamil.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B alias tidak berisiko pada beberapa penelitian, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Hanya saja, obat ini biasanya diperoleh melalui resep dokter. Anda bisa minum obat ini sebanyak 2-4 kali sehari.

Aturan minumnya 1 jam sebelum makan saat perut kosong maupun 2 jam setelah makan.

Obat  maag ini aman diminum dalam kurun waktu 4-8 minggu bila dokter mengizinkan.

3. Obat H2-receptor blockers

Jika konsumsi obat antasida dan alginat saja dirasa tidak cukup ampuh untuk mengobati gejala, pilihan obat lainnya mungkin diperlukan guna mengurangi jumlah asam lambung.

Obat maag lainnya yang bisa diberikan untuk ibu hamil yakni cimetidine (Tagamet®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®).

Kesemuanya termasuk kelompok obat H2-receptor blockers dengan aturan minum biasanya sebanyak satu kali sehari.

Menurut Stanford Children’s Health, obat H2-receptor blocker bekerja dengan cara mengurangi kadar asam yang tinggi di dalam perut.

Jenis obat H2- receptor blockers termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B alias tidak berisiko pada beberapa penelitian, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Itu sebabnya, obat ini diyakini aman untuk dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan, baik trimester pertama, trimester kedua, maupun trimester ketiga.

Namun, agar lebih aman, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda.

4. Obat proton pump inhibitor (PPI)

Pilihan obat PPI untuk mengatasi maag pada ibu hamil bisa menggunakan lansoprazole (Prevacid®).

Obat lansoprazole termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B alias tidak berisiko pada beberapa penelitian, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Semenetara jenis obat PPI lainnya seperti omeprazole, rabeprazole (Aciphex®), pantoprazole (Protonix®), dan esomeprazole (Nexium®), berbeda.

Beberapa obat tersebut termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko.

Obat PPI bisa dibeli secara bebas di apotek maupun melalui resep dokter untuk dosis yang lebih tinggi.

Aturan minum obat ini sebaiknya sekali dalam sehari atau sesuai dengan anjuran dokter maupun apoteker.

Obat ini sebaiknya hanya diberikan untuk ibu hamil ketika obat H2-receptor blockers dalam dosis normal tidak bisa menyembuhkan maag.

Singkatnya, ada beberapa jenis obat antasida yang aman diminum oleh ibu hamil, tetapi ada juga yang tidak.

Supaya lebih aman, selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai jenis obat maag terbaik selama masa kehamilan.

Penggunaan obat yang tidak direkomendasikan saat hamil berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan bagi ibu dan bayi di dalam kandungan.

Ibu hamil pastikan hal ini sebelum minum obat maag

muntah darah saat hamil

Ketimbang langsung memutuskan untuk minum obat maag saat hamil, ibu dianjurkan untuk mencari tahu dulu kebenaran keluhan yang dirasakannya.

Pasalnya, mual dan muntah saat hamil tidak selalu menandakan gejala maag.

Ini bisa saja muncul karena morning sickness. Kondisi ini bisa diringankan dengan istirahat, banyak minum air, serta memastikan udara sekitar bebas dari bau mengganggu.

Pasalnya, perbedaan mual hamil dan maag terlihat sangat mirip sehingga kerap membingungkan ibu hamil.

Bila mual dan muntah mengarah pada morning sickness, ibu hamil tidak perlu minum obat maag.

Ini karena mual dan muntah yang Anda alami merupakan salah satu tanda-tanda hamil.

Jika kondisi ini yang Anda alami, coba segera perika dengan test pack atau konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Nantinya, dokter akan membantu menghitung usia kehamilan bila baru terdeteksi.

Lakukan beragam cara mengatasi mual saat hamil dan makan makanan penghilang mual saat hamil ketimbang langsung minum obat maag.

Anda bisa mencurigai mual dan muntah sebagai gejala maag bila memang diikuti gejala lain, seperti perut mulas atau sensasi panas terbakar di dada (heartburn).

Jika Anda mencurigai gejala yang dialami adalah pertanda maag, jangan sungkan untuk konsultasi ke dokter.

Konsultasi ke dokter diperlukan, apalagi jika gejalanya sangat mengganggu sehingga membuat Anda sulit melakukan aktivitas dengan nyaman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Sekitar 1-4 minggu sebelum persalinan, Anda akan mulai merasakan sejumlah perubahan tubuh yang menjadi tanda bayi akan lahir dalam waktu dekat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persiapan Melahirkan, Melahirkan, Kehamilan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Apa bedanya bercak darah dari tanda hamil atau menstruasi? Pasalnya, keduanya cukup mirip. Temukan ciri dan perbedaan flek darah yang terjadi pada Anda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ibu hamil tidak boleh asal minum obat flu. Jika istirahat dan banyak minum putih belum cukup ampuh, coba dapatkan 6 macam obat ini di apotek.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan rambutan

Ibu Hamil Boleh Makan Rambutan, Asal Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit